Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Mahluk Asing


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva bertemu dengan Fena saat dia keluar dari ruang guru. Lalu sekelompok orang datang untuk menangkap nya karena mereka sudah tahu bahwa dia adalah penyihir gelap.


Saat itu Reina muncul dan mulai menyuruh semua orang untuk mencurigai identitas Eva. Untung saja Eva berhasil selamat dan membuat lawannya menjadi hancur dengan rencana licik nya. Eva juga berjanji pada Fena bahwa dia akan menyelamatkan nya sebelum gadis itu dibawa pergi.


Saat semua orang pergi, Eva dan Reina berdebat. Kebetulan saat itu Denis ada disana dan mendengar kata-kata kasar Eva tentang posisi Ratu dan juga tentang Kerajaan nya. Membuat Denis naik darah karena marah. Denis ingin menampar Eva tapi seseorang menghentikan nya.


***


Tangan Denis terhenti di udara. Ada sosok yang lebih tinggi dari Denis tepat disamping kami. Sosok itu tiba-tiba muncul begitu saja.


"Tidak baik memukul seorang gadis kecil. Dan tidak boleh berkelahi sembarangan di akademi" katanya.


"Guru Wilson!" Denis tersentak kaget. Dia akhirnya sadar dari kemarahannya. Dia secara perlahan menurunkan tangannya yang gemetaran. Dia hampir menampar Eva karena marah. Ini benar-benar berlebihan. Dalam sekejap dia sadar bahwa dia benar-benar salah kali ini.


"Maafkan aku..." kata Denis dengan wajah pucat.


"...." Aku tidak menjawab.


"Pihak lainnya sudah meminta maaf. Bukankah kau seharusnya memaafkannya gadis kecil?" Ren berkata.


Aku menatap Ren kemudian mengangguk kecil. "Aku juga minta maaf karena sudah mengatakan hal kasar seperti itu" kataku sungguh-sungguh. "Kata-kata ku juga kejam dan aku sadar akan hal itu"


"Tidak masalah..." jawab Denis lirih. "Eva aku..."


"Yang Mulia, aku permisi lebih dulu!" aku langsung memotongnya dengan dingin.


Denis menengang. Wajahnya memucat seakan-akan dia melakukan hal yang tidak bisa diperbaikinya seumur hidup.


Aku tidak mempedulikan respon Denis sama sekali. Aku langsung meninggalkan tempat itu dengan wajah tidak senang.


Aku langsung berlari keluar akademi. Tidak menggunakan sihir terbang, hanya berjalan seperti biasa. Tapi siapa yang mengira bahwa Ren akan mengikuti ku di belakang seperti seorang penguntit.


Aku pun berhenti dan berkata. "Kenapa kau mengikutiku?" tanyaku dengan wajah cemberut.

__ADS_1


Ren mendekatiku dan memukul keningku secara tiba-tiba dengan jarinya. "Kau sudah berani berbicara tidak sopan padaku?" kata Ren tidak senang. "Aku bahkan seumuran dengan leluhur mu. Dimana sopan santunmu?" katanya tidak senang.


"Maaf...Aku masih belum bisa menenangkan emosiku sama sekali" kataku menyesal. "Memang sangat tidak sopan berbicara kasar dengan seorang kakek"


Wajah Ren berkedut saat mendengar nya. Gadis kecil ini masih berani untuk mengejeknya juga. Tapi dia tidak memarahinya sama sekali dan malah mengganti topik pembicaraan nya. "Kalian bertengkar sangat hebat. Apa yang terjadi?"


"Dia marah padaku karena aku menjelekkan kursi ratu dan menyumpahi kerajaannya" kataku cepat.


Ren tersenyum kecil saat mendengar nya. Dan mengusap rambut gadis kecil itu. Gadis itu sangat kecil, hanya setinggi perutnya. Benar-benar terlihat seperti seorang keponakan yang berjalan dengan seorang paman saat mereka berdiri bersama. "Kata-katamu sangat tajam. Tentu saja pemuda itu akan sangat marah" katanya serius. "Tidak baik untuk menjelekkan kerajaan saat kau berada di depan keluarga kerajaan seperti itu. Walaupun kau seorang bangsawan. Kalau itu terjadi di wilayaku, kau akan dihukum mati. Pemuda itu masih bersikap terlalu baik padamu" dia mengingat kan.


"Aku hanya terbawa emosi. Aku tidak akan melakukan hal seperti itu lagi" kataku menyesal. Aku memang terlalu berlebihan tadi karena terlalu terbakar amarah.


"Tidak apa-apa. Anak muda memang tidak bisa menahan emosinya. Tapi pemuda itu juga salah. Tidak baik memukul seorang gadis walaupun amarahnya memuncak" Ren menepuk kepalanya lagi


"Aku sudah menyinggung nya. Sekarang kesepakatan dan uang akan hilang" gumamku sedih. Kesepakatan antara aku dan kerajaan Well belum beres sama sekali. "Mungkin setelah kejadian ini, Denis akan batal untuk membeli robot pembersih itu. Sangat menyedihkan..."


"Itu bukan hal yang penting sama sekali" kata Ren tidak peduli. "Apa yang akan kau lakukan sekarang? Kembali ke rumahmu?" tanya Ren.


"Bukan. Ren, aku ingin mendiskusikan sesuatu padamu. Tentang rumor mahluk asing itu"


Ren menyuruhku untuk menunggu. Kemudian dia membawa beberapa cemilan dan minuman. Dia juga membuat resep baru kali ini yaitu es serut. Siapa yang menyangka bahwa dia akan membuat nya seenak ini?


Awal nya aku hanya ingin membicarakan tentang mahluk asing itu, tapi tiba-tiba ini menjadi pesta piknik yang penuh dengan cemilan.


"Kau mendapatkan mimpi itu?" Ren bertanya sambil memakan es serutnya.


"Ya. Mahluk asing itu muncul. Bisakah kau memberitahuku penampilan mahluk itu?" aku bertanya. Ren sudah hidup sangat lama, pasti dia pernah melihat keberadaan mereka.


"Kenapa kau bertanya?"


"Aku penasaran. Siapa tahu aku akan bertemu dengannya. Hanya untuk jaga-jaga" aku tidak bisa memberitahu Ren bahwa dewa kucing buntal ingin agar aku menjaga makhluk aneh itu.


Ren berpikir sebentar, seperti mengingat-ingat sesuatu. "Penampilan mereka sama seperti manusia biasa. Hanya saja terlihat sangat unik. Mereka memiliki rambut dan mata berwarna hitam, yang jarang sekali ada di dunia ini. Lalu kekuatan sihir gelap mereka juga sangat menakjubkan. Sewaktu masih kecil, aku pernah melihat dengan mataku sendiri bahwa mereka membelah dimensi. Melakukan perjalanan dimensi untuk membawa mahluk asing lainnya"


"Hmmm,..." aku merasa bahwa aku mengingat sesuatu saat Ren mengatakan penampilan nya. Aku pernah bertemu satu saat aku berbelanja dengan Vivian. Tapi tidak mungkin aku menemukan mahluk asing semudah itu. Terutama saat ini dia ada di Kerajaan Well. Kalau itu terjadi, berarti keberuntungan ku sangat luar biasa.

__ADS_1


"Apakah sihir untuk menjelajah dimensi itu sangat sulit?" aku bertanya.


"Itu tidak sulit. Hanya saja kami tidak bisa menggunakan nya" kata Ren dengan penuh keirian. "Elf adalah mahluk asli dari dunia ini. Kami tidak bisa menggunakan sihir dimensi sekuat apapun kami." kata Ren lirih.


Dia sudah membuka kotak harta karun David, yang berisi buku mantra tentang sihir dimensi. Tapi dia tidak mengerti sama sekali. Lebih tepatnya dia terhalang oleh hukum dunia ini untuk mempelajarinya.


"Tapi kalian bisa menggunakan nya, para penyihir gelap. Karena kalian adalah keturunan dari para mahluk asing itu" Ren menunjuk Eva. "Tapi tidak semua penyihir gelap bisa menggunakan nya karena sihir itu membutuhkan mana yang sangat besar. Tapi aku yakin kau bisa menguasai nya"


"Aku bisa" aku membentuk lubang dimensi kecil di depanku.


Ren tidak terkejut sama sekali saat melihatnya. Dia juga tidak melarang Eva untuk menggunakan sihir itu seperti yang lainnya. Dia malah memberi gadis kecil itu saran.


"Lubang dimensimu sangat tidak stabil. Itu masih di level yang sangat dasar" kata Ren. "Jangan membuat lubang yang besar kalau lubang dimensimu tidak stabil. Karena lubang dimensi itu akan menyedot segalanya ke dalam, kalau kau kehilangan kontrol. Sama seperti yang dilakukan oleh David. Dia membuat lubang besar tanpa menstabilkan nya dan menyebabkan hilangnya banyak manusia." Ren menasehati.


"Bagaimana cara menstabilkan nya?" aku bertanya.


Ren tersenyum. "Itu adalah bagian yang paling sulit." katanya. "Untuk membuat nya stabil kau perlu menghubungkan dunia ini dengan dunia lain dengan lubang dimensimu" katanya.


Mataku membelalak kaget. "Bagaimana itu mungkin! Aku bahkan tidak tahu dunia lain itu seperti apa. Aku juga tidak tahu cara menghubungkan kedua dunia!" kataku frustasi.


"Itu adalah bagian tersulit. Hanya mahluk asing yang berhasil melakukan nya. Mereka menghubungkan kedua dunia dengan mudah. Mereka bahkan bisa bergerak bebas di antara dua dunia. Walaupun kalian, para keturunan nya bisa membuat lubang dimensi, kalian tidak bisa menghubungkan nya" jelas Ren.


Wajahku langsung berubah kecewa. "Ternyata memang sulit..."


"Tentu saja itu sulit. David bahkan mencari cara untuk melakukan nya selama bertahun-tahun. Tapi berakhir dengan kegagalan dan malah membuat nama penyihir gelap menjadi jelek" kata Ren sambil tersenyum dramatis.


"Baiklah..." aku menyerah. Mempelajari sihir aneh seperti itu sama sekali bukan prioritas utamaku.


"Ren, aku ingin minta tolong padamu" aku merubah topik pembicaraan.


"Apa itu?" Ren bertanya penasaran.


"Kau tahu tentang pembersihan massal di kerajaan ini bukan? Salah satu temanku tertangkap oleh akademi. Bisakah kau membantuku untuk menyelamatkan nya?" tanyaku.


Ren menggeleng lemah. "Maafkan aku" katanya menyesal. "Aku masih bisa membantu kalau itu tidak berhubungan dengan akademi" dia berkata. "Aku memiliki perjanjian hutang dengan kepala sekolah. Aku tidak bisa ikut campur urusan di akademi" katanya lirih.

__ADS_1


"Tidak apa-apa..." kataku pasrah. Aku meminta tolong pada Ren karena tahu bahwa pria itu sangat kuat. Tapi dia tidak bisa membantuku. Jadi, aku harus berusaha sendiri sekarang.


__ADS_2