
Cerita sebelumnya:
Menceritakan Reina Pov, kisah dari dirinya anak-anak hingga dia dewasa. Dan siap memasuki akademi.
***
Aku tidak sabar untuk menghadiri akademi. Aku ingin bertemu yang mulia. Yang mulia yang sangat tampan dan baik hati itu, aku sangat merindukannya ah~
Tapi sayangnya ada satu hal yang aku tidak suka! Yang mulia sudah bertunangan! Ini benar-benar tidak adil untuk yang mulia!
Aku mendengar bahwa ini akan menjadi pernikahan politik. Raja sengaja membentuk pertunangan antara Yang Mulia dan Putri Duke itu agar tidak terjadi pertengkaran antara dua faksi kerajaan.
Kasihan sekali Yang Mulia...aku mendengar dari ayah, bahwa Yang Mulia sangat tidak menyukai tunangannya. Tersebar rumor jelek juga tentang putri Duke itu. Aku dengar dia gadis yang sombong dan arogan karena kekuasaan nya. Dia bahkan pernah membuat kekacauan di pesta teh Yang Mulia. Mereka juga sering bertengkar. Yang mulia sama sekali tidak menyukai nya, tapi gadis ini selalu mengejarnya. Benar-benar perempuan tidak tahu malu!
Aku harap Yang Mulia bisa lepas dari gadis itu dan hidup bahagia. Yang Mulia sama sekali tidak pantas dengan putri duke yang jelek itu. Aku juga tidak mau Nama Yang Mulia menjadi jelek gara-gara kelakuan liarnya.
Akhirnya ujian masuk akademi dimulai. Aku melakukan nya dengan sangat serius. Aku bahkan belajar dengan keras. Dan hasilnya tidak sia-sia. Aku menjadi siswa terbaik. Aku bahkan akan menjadi perwakilan mahasiswa baru dan memberikan kata sambutan.
Saat pertama kali masuk, aku melihat Yang mulia berdiri di depan podium. Dia sangat tampan ah~
Tapi aku mendengar rumor jelek beberapa jam yang lalu. Anak-anak di sekolah ini mengatakan bahwa Yang Mulia menyambut tunangan nya, putri duke itu, di depan gerbang. Sambutannya sangat romantis dan mewah. Tentu saja aku tidak mempercayainya. Maksudku Yang Mulia melakukan itu karena disuruh oleh raja. Aku yakin itu.
Lagipula masalah pertunangan Yang Mulia, aku sama sekali tidak peduli. Yang Mulia memang tidak cocok dengan putri duke itu. Yang Mulia juga tidak menyukainya.
Aku penasaran dengan sosok bergelar putri Duke itu. Aku melihatnya juga di aula. Di adalah seorang gadis cantik berambut pirang. Dia sangat cantik, tapi aku lebih baik. Tapi wajahnya terasa familiar...Apa aku pernah melihat orang itu sebelum ya? Ah! Aku tidak peduli.
Setelah acara sambutan berakhir. Aku memutuskan menemui Yang Mulia. Tapi dia sangat sibuk, aku tidak berani menganggunya. Lalu aku pun merubah target ku.
Aku sangat penasaran dengan putri Duke itu. Jadi aku mencoba mengikutinya. Benarkah dia gadis yang jahat? Aku pun membuat rencana dan berhasil! Ternyata benar sekali bahwa putri duke itu sangat galak! Dia bahkan langsung memarahiku. aku tahu itu salahku, jadi berhenti berteriak oke.
__ADS_1
Lalu Yang Mulia datang. Aku senang sekaligus cemas. Aku senang Yang Mulia tidak menyukai tunangannya. Tapi aku cemas yang mulia salah paham bahwa aku menganggu putri duke itu.
Tapi kecemasan ku sama sekali tak berdasar. Yang Mulia tetap membantuku dan memarahi putri duke. Aku sangat senang. Aku semakin yakin bahwa rumor kata sambutan romantis itu benar-benar bohong.
Tapi, gadis itu mengatakan sesuatu yang membuat yang mulia ragu dan pergi. Saat itu Yang Mulia langsung terdiam. Aku sangat cemas. Jadi aku meminta maaf. Aku berharap Yang Mulia memaafkan ku. Dan ternyata benar. Walau pun dia langsung terdiam dan pergi saat itu. Yang penting Yang Mulia tidak marah padaku.
Aku ternyata satu kelas dengan Putri Duke itu. Aku berusaha mendekati nya dan akrab dengannya, tapi dia selalu melototi ku. Aku sedikit takut. Dia benar-benar galak! Bahkan teman-teman sekelas banyak yang menjauhinya. Dia sama sekali tidak punya teman, apalagi di kalangan orang biasa. Mereka semua tidak suka padanya. Itu hal yang baik, terus saja seperti itu. Biar gadis manja itu bisa jadi anak yang baik.
Lalu nanti malam adalah pesta teh Yang Mulia. Aku tidak sabar untuk hadir. Walaupun di pesta ini pertunangan mereka diumumkan, aku sama sekali tidak mempedulikan nya.
Aku berusaha berpenampilan sebaik mungkin. Aku melakukan nya dengan Yang Mulia. Kabar baiknya lagi, ayah tahu bahwa aku menyukai Yang Mulia. Dan dia menyemangatiku! Dia benar-benar ayah yang baik~
Semua ini karena ayah berada di pihak faksi kerajaan. jadi ayah ingin agar aku dekat dan membantu Yang Mulia. Ayah takut Yang Mulia di apa-apakan oleh faksi duke court yang jahat itu. Aku juga khawatir dengan keselamatan Yang Mulia karena harus bertunangan dengan putri musuh.
Aku datang ke pesta dan aku melihat Yang Mulia. Dia sedang berdansa dengan putri duke itu. Aku yakin dia melakukannya untuk memenuhi kewajibannya sebagai tunangan. Aku berusaha mencari cara untuk berbicara dengan Yang Mulia. Aku bahkan memperingati Yang Mulia untuk berhati-hati dengan Duke Court. Aku sebenarnya ingin mengatakan rencana ayah ke Yang Mulia. Tapi Yang Mulia menghentikan nya dan mengatakan itu tidak perlu karena dia sudah bertunangan.
aku jadi kasihan dengan Yang Mulia. Dia mengorbankan dirinya dalam pertunangan ini demi kedamaian.
Kami kira kami akan punya waktu indah bersama. Sampai akhirnya dua pengacau itu muncul. Tebak siapa? Mereka adalah si Putri duke dan kakak tiriku. Kapan kedua orang ini berteman?!Tapi mereka cocok saat bersama. Sama-sama gadis kecil yang arogan dan sombong
Saat mereka datang mereka langsung memarahiku. Dan bahkan memarahi Yang Mulia. Mereka sama sekali tidak tahu sopan santun. Bagaimana mereka bisa bersikap seperti itu? Padahal mereka itu bangsawan?
Bahkan kakak tiriku mulai memberiku julukan jahat. Dia bahkan menghina ibuku. Aku tidak terima ini.
Kebetulan sekali ayah berada di dekat ku. Jadi aku menangis. Saat ayah datang, ayah langsung memarahinya. Hubungan mereka semakin renggang. Kakak tiriku langsung diusir. aku menyukainya.
Tapi ayahku menyuruhku untuk pergi. Padahal aku masih ingin bersama dengan Yang Mulia. aku juga ingin melihat pertengkaran Yang Mulia dengan Putri Duke itu. Semakin mereka suka bertengkar, Semuanya semakin baik. Karena Yang Mulia akan semakin membencinya.
Setelah itu, pesta selesai dan aku pulang. Besoknya, saat menghadiri akademi aku selalu berusaha mencari Yang Mulia. Tapi itu gagal, karena Yang Mulia selalu menolak tamu. Kelihatannya Yang Mulia sangat sibuk. Aku pun tidak pernah bertemu dengannya dan cukup sedih saat itu.
__ADS_1
Kemudian kepala sekolah menyuruhku untuk mengambil misi. Ini misi penting. Misi untuk mengantar kekluarga kerajaan Kano ke akademi. Aku kaget saat mendengarnya. Kedua kerajaan yang bermusuhan ini membuat metode baru agar mereka bisa bekerja sama.
Aku senang aku dipilih. Tentu saja aku dipilih karena aku berbakat dan unik. Aku juga melakukan semuanya dengan baik di kelas. Aku murid paling mencolok di seluruh akademi ini. Aku menyukainya. Sekarang aku sama sekali tidak perlu mencari perhatian. Karena perhatian itu datang sendiri padaku.
Saat aku melihat anak-anak yang ikut, aku kurang suka. Ternyata putri duke itu juga ikut! Kenapa gadis dengan sihir biasa itu bisa ikut misi penting ini? Dia akan menyusahkan semuanya, kau tahu. Gadis manja tidak cocok dengan misi ini. Tapi tentu saja aku tidak bisa memprotes karena ini keputusan kepala sekolah sendiri.
Kami tiba di kerajaan Kano. Tempat yang cukup baik. Tapi tetap saja masih lebih baik kerajaan Well. Aku lebih menyukai kerajaan Well daripada kerajaan Kano.
Saat itu aku juga aku melihat para pangeran dan putri. Mereka semua berwajah biasa. Tidak ada yang setampan Denis! Walaupun wajah putra mahkota cukup lumayan, tapi tetap tidak bisa menandingi Denis. Yang mulia Denis tetap yang terbaik untukku. Tapi aku juga perlu membuat koneksi.
Saat aku masuk ke dunia bangsawan ini. Aku mulai tahu bahwa koneksi itu penting. Ayahku yang mengajariku. Jadi aku selalu membawa diriku agar akrab dengan bangsawan lainnya. Dan ternyata itu mudah. Aku bisa akrab dengan semuanya.
Aku juga berjalan-jalan dan berbelanja saat di Kano. Walaupun ada beberapa kejadian memalukan karena putri duke itu, seperti kejadian di distrik kumuh saat uangku dicuri dan kejadian di toko ramuan saat bertemu pria tampan. Aku tidak memikirkannya lagi karena itu semua tidak terlalu penting buatku.
Ahirnya kami pulang. Dan saat perjalanan pulang kami menghadapi bahaya! Kami diserang banyak sekali binatang sihir. Aku mengerahkan kemampuan ku secara maksimal untuk membantu. Aku menyembuhkan beberapa orang. Dan mereka berterima kasih padaku. Aku sangat senang. Aku yakin aku orang berjasa selama kejadian ini, tidak dihitung guru.
Tapi, ngomong-ngomong guru Robert benar-benar kuat! Dia sangat hebat. Dia masih muda dan kekuatannya bisa sehebat itu. Aku akan mencari waktu untuk berbicara dengannya nanti. Aku ingin lebih dekat dengannya.
Lalu saat itu aku juga melihat kejadian menarik. salah satu monster menyerang putri duke itu. Semua orang melihat serangannya. Itu sangat dahsyat dan membuat lubang besar. Aku tidak terlalu peduli dengan keselamatan si putri duke. Tapi lebih baik dia tidak usah selamat saja. Kenapa? Aku ingin Yang Mulia terbebas dari kekangannya akan pertunangan sialan itu. Kasihan sekali Yang Mulia. Semuanya karena duke court.
Tapi ternyata harapan ku tidak terjadi. Dia selamat. Aku tidak tahu apa yang dilakukannya, tapi dia selamat. Aku sangat tidak senang.
Aku juga melihat kejadian aneh. Dia meletakkan tangannya di tubuh salah satu anak bangsawan yang terluka. Lalu Jreng! Tubuh anak bangsawan itu bersinar dan anak itu langsung terbangun.
Aku mengerjap bingung. Aku melihatnya dari jauh. Tapi tidak mungkin kan? Tidak mungkin kan gadis jahat itu bisa menggunakan sihir penyembuhan? Aku harap ini cuma khayalanku saja. Aku yakin itu alat sihir atau semacamnya. Bukan sihir miliknya. Aku yakin itu! Karena hanya aku pengguna elemen cahaya terbaik di dunia ini. Tidak mungkin gadis jahat itu memilikinya!
Dan saat pertarungan selesai, aku ingin memastikan nya. Ternyata bukan cuma aku yang melihat kejadian nya. Putra mahkota Kano juga melihatnya! Putra mahkota bertanya, apa dia menggunakan sihir penyembuhan. Dan gadis jahat itu menyangkal. Dia menjelaskan bahwa itu adalah alat sihir miliknya, yang bisa menyembuhkan luka.
Aku bernapas lega saat tahu kebenarannya. Perkiraanku benar itu hanya alat sihir. Aku melihat wajah putra mahkota kecewa. Aku sangat senang. Lagipula tidak mungkin dia bisa menggunakan sihir cahaya. Hanya aku yang bisa menggunakan nya di akademi ini.
__ADS_1
Tapi aku juga tidak senang saat mereka mulai memuji gadis jahat itu. Memujinya bahwa dia bisa bertahan hidup dari serangan binatang sihir. Itu hanya keberuntungan nya saja oke. Bukan berarti gadis itu kuat. Bahkan ada yg memujinya bahwa serangan nya cukup hebat. Dia melempar tubuh binatang dengan sihirnya. Padahal itu hal yang biasa. Semua orang juga bisa melakukannya. Kenapa mereka memujinya berlebihan seperti itu? Aku sama sekali tidak suka!
Semenjak kejadian ini aku agak kecewa dengan diriku. Kenapa aku tidak punya sihir serangan? Aku akan mempelajarinya! Aku akan mempelajari sihir serangan elemen cahaya! Aku mendengar dari ayah bahwa ada beberapa sihir kuno dari elemen cahaya. Aku akan belajar dan lihat saja. Gadis jahat itu sama sekali tidak hebat. Bahkan kemampuannya hanya setara dengan jari kakiku saja! Humph!