Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Upacara?


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva dan Sayn masuk ke dalam ruangan rahasia. Mereka menemukan banyak kandang yang berisi satu orang perempuan itu. Mereka kaget. Untuk apa para wanita itu berada dalam kandang. Eva panik. Dan lebih parahnya Sayn menghilang, melarikan diri. Akhirnya, tanpa bisa membela diri, Eva ditangkap dan dikurung di dalam kandang.


***


Aku menunggu di dalam kandang seharian.


Kadang-kadang akan ada orang yang datang untuk memberi kami makan bubur gandum dan segelas air. tapi, setelah itu tidak pernah ada yang datang lagi.


Ruangan itu sunyi. Semua orang yang terjebak di dalam kandang juga tidak berbicara apa pun.


Mereka hanya menghabiskan waktu mereka untuk duduk di sudut atau tidur.


Aku sesekali melirik kakak cantik yang berada di kandang sebelah. Kakak yang memberikan perasaan akrab itu berbaring dengan santai. Saat tatapan kami bertemu, dia hanya memberiku senyum manis. Aku membalasnya juga dengan tersenyum.


Aku bosan. Aku sudah beberapa kali  mengamati ruangan ini, menunggu Sayn menjemputku. Tapi baang hidung bocah itu sama sekali tidak pernah terlihat. Akhirnya aku merebahkan tubuhku. Lantai ruangan ini terbuat dari bulu-bulu domba jadi lumayan lembut. Saat berbaring itu lumayan nyaman.


"Hmmm...ayo berpikir..."


Aku kira aku sedikit memnghubungkan kasus ini.


Sayn menerima misi pembunuhan dari kakek untuk membunuh Dean Caro. Lalu Sayn menyusup ke tempat ini. Berarti ini semua ada hubungannya dengan Dean Caro?


Aku juga ditangkap saat aku berada di Menara Sihir, jadi semua ini masuk akal. Tapi  kenapa orang itu menangkapku lagi? Apa karena Robert?


"tapi itu tidak mungkin...Robert sudah kembali ke Menara Sihir dan setuju untuk ikut pertandingan sihir"


Jadi seharusnya tidak ada hubungannya denganku.


Aku melirik para wanita dalam kandang. "Kenapa mereka hanya menangkap perempuan?"


Lalu penjara itu juga. Kata Sayn masih ada tawanan lainnya. Sebenarnya ada apa?


Tapi kepergian Robert? Lalu peta ruang bawah tanah? Apa kedua hal ini ada hubungannya dengan Dean Caro?


Di dalam novel tidak pernah dijelaskan bahwa Dean Caro mempunyai tempat rahasia atau apa pun itu.


Yah, itu karena dia hanya karakter sampingan. Deskripsi tentang Dean Caro hanya ada beberapa kalimat di dalam novel. Jadi aku benar-benar tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di tempat ini.


Lalu buku cerita rakyat itu....


Gambaran masa lalu tentang para penyihir gelap itu memang tidak terlalu penting sih...


Tapi kenapa aku merasa semua ini saling berhubungan?


Haa~ aku menghela napas.


banyak berpikir benar-benar membuat kepalaku lelah. Tanpa sadar, kelopak mataku terasa berat dan aku tertidur.


***


Saat aku bangun, aku tidak berada di dalam kandang lagi!


Kapan aku dipindahkan?


Aku mengamati sekitar Aku berada di ruangan lainnya. Ruangan itu  berlatar belakang gelap. Kami semua saat ini berada di sofa yang sangat panjang.Lalu di depan kami ada sebuah tirai besar berwarna maroon.


Aku melihat lima orang gadis lainnya berada di sampingku. Beberapa dari mereka masih tertidur. Kelihatannya mereka juga tidak tahu bahwa mereka dipindahkan saat tertidur.


Tapi kakak cantik di sampingku sudah terbangun. Kelihatannya dia sudah terbangun dari tadi bukan?


"Halo" kakak cantik itu menyapa.


Aku menundukkan wajahku, malu. "Halo"


"Kakak kita ada dimana?"


Kakak cantik itu menggeleng. "Aku juga tidak tahu. Aku tidak sadarkan diri saat itu dan tiba-tiba sudah berada di tempat ini." Dia menunduk sedih.


Aura kakak cantik benar-benar seperti seorang putri. Apa mungkin dia memang putri dari kerajaan lain?


"Sudah berapa lama?" tanyaku sambil mengernyitkan kening.


kakak itu menggeleng lagi. "Tidak tahu. Kita tidak pernah tahu waktu saat kita dikurung bukan?"

__ADS_1


Ah! Benar juga!


Kita tidak tahu apakah sudah siang atau malam, karena kita semua dikurung di dalam tempat tertutup! Jadi kita tidak bisa mengukur berapa lama waktu yang sudah berlalu.


Beberapa menit berlalu, semua orang sudah terbangun.


"Baiklah, kalian semua sudah terbangun." seseorang yang mengenangkan jubah hitam tiba-tiba muncul dari belakang.


SREKKK! Lalu tirai di depan kami terbuka.


Ada seseorang yang duduk di atas kursi pemimpin. Orang itu memakai baju hitam dan juga topeng perak. Lalu disamping orang itu ada banyak orang lainnya yang memakai jubah hitam dan topeng tengkorak.


Ah! Kostum itu benar-benar mirip seperti yang dikenakan Sayn bukan?


Apa Sayn bersembunyi diantara mereka?


"Baiklah kalian semua, bersihkan mereka" kata si pemimpin.


Eh? Eh?


Membersihkan?


Enam orang si jubah hitam yang berdiri di sampingnya bergerak dan menghampiri kami.


"Tenang saja, mereka perempuan" sahut si pemimpin saat mengamati bahwa kami merasa tidak nyaman.


Lalu secara satu per satu kami dibawa ke ruangan kecil yang ada di samping. Aku berasa di urutan keempat, jadi aku harus menunggu giliran.


Saat aku melirik ke samping, di urutan kelima, kakak cantik itu tampak gugup.


Dia gemetar....Apa dia ketakutan?


Aku melihat kakak cantik itu menatap tajam si pemimpin dengan penuh kebencian.


Ahh, itu wajar. Ini adalah reaksi yang normal saat kau bertemu para penculik. Itu memang wajar untuk takut hm hmhm


"Kakak tenanglah" kataku lembut sambil memegang tangannya.


Aku cukup percaya diri untuk mengatakan ini oke. Aku yakin pangeran bodoh itu masih disini. Dan dia akan menyelamatkan kami karena dia juga perlu menyelesaikan misinya.


Kakak cantik itu menoleh dan mengernyitkan keningnya. Dia menatapku dengan penuh keraguan sebelum mengangguk perlahan.


Salah satu jubah hitam menghampiriku dan memegang lenganku. Dia membawaku masuk ke dalam ruangan.


Saat masuk, aku melihat bak mandi kecil di depan. Dan Gaun baru serba putih digantung di sudut ruangan.


Apa-apaan ini?


Aku masih tidak bisa mencerna situasinya.


"Lepas bajumu, masuk" perintah si jubah hitam.


Tanpa menunggu persetujuanku, dia melucuti gaunku dan menyuruhku masuk ke dalam bak mandi.


BYUR!


Hmmm...ini hanya baik mandi biasa? Jadi apa yang aneh?


Si jubah hitam kemudian membawa seember air yang berbau harum kemudian menuangkannya ke dalam bak mandi. Dia menyuruhku berendam selama beberapa menit. Lalu menyuruhku mengeringkan tubuh dan memakai gaun yang sudah disiapkan.


Semua persiapan itu hanya berlangsung selama tiga puluh menit. Lalu aku dibawa ke ruang lainnya. Ruangan itu benar-benar gelap. Hanya ada penerangan dengan tiga lilin di depan. Ada sebuah kuali besar di depan. Dan ada toples-toples aneh di depan, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas karena sangat gelap. Hanya kuali itu yang agak sedikit terlihat.


Lalu aku melihat gadis-gadis lainnya sedang berlutut sambil menundukkan kepala mereka.


"Berlutut" perintah si jubah hitam.


Lalu aku berlutut dengan sendirinya.


Ehhh? Aku menggerakan tubuh tanpa keinginanku sendiri.


Mereka pasti menggunakan sihir untuk mengontrolku!


Setelah semua gadis berkumpul di ruangan itu, si pemimpin bertopeng itu muncul kembali dan menatap kami.


"Upacaranya dimulai" dia memberikan arahan.

__ADS_1


Para jubah hitam langsung mengeluarkan alat sihir mereka, dan bola-bola api aneh pun muncul.


Akhirnya tempat ini memiliki penerangan. Aku bisa melihat dengan jelas semua isi ruangan.


Aku melihat organ-organ aneh di dalam toples yang berjejer di tepi dinding. Aku bergidik ngeri.


'Dari mana mereka mendapatkan organ-organ ini?'


Lalu aku melihat kuali besar di depanku. Cairan berwarna merah pekat itu berbau aneh dan memberiku perasaan buruk.


Aku juga melihat banyak sekali potongan tulang berbentuk abstrak yang tergantung di dinding. Dan beberapa buku aneh yang ada di atas meja.


Mereka ini sebenarnya apa?


Apakah ini sekte sesat?


Bola-bola api itu bergerak secara perlahan dan mendekat ke arah kami. Bola-bola api ini membentuk lingkaran dan mengelilingi kami. Lalu mulut para jubah hitam mulai bergerak, dan mereka mulai merapalkan mantra aneh. Aku tidak tahu ini mantra apa. Bahasanya benar-benar aneh.


Tiba-tiba tubuhku bergetar dan perasaan sejuk mengalir ke dalam tubuhku.


Apa yang mereka lakukan? Mantra apa itu? Kenapa tubuhku terasa tidak enak?


Arghhh, aku berada dalam situasi bagaimana sih? Kenapa aku bisa mengalami hal seperti ini?


Salah satu jubah hitam yang berdiri di depan mulai mengangkat jarinya.


"Kemari" dia memerintahkan. Dan seorang gadis di sampingku bangkit dan bergerak maju. Mata gadis itu benar-benar mati, aku sama sekali tidak melihat sinar kehidupan dalam matanya.


"Tunggu!" si pemimpin bertopeng mengangkat tanganya.


"Karena bahan utamanya sudah tiba. Kita akan menggunakannya" kata si pemimpin itu sambil menunjukku. "Ambil dia"


Ehhh??


Lalu secara perlahan aku mulai berdiri dan kakiku bergerak maju.


Eh! Tunggu! Tunggu!


Kaki berhentilah!


Aku mencoba menolak, tapi tidak bisa!


TAP! Kakiku berhenti bergerak.


Aku berada di samping kuali. Dan aku berhadapan dengan pemimpin bertopeng itu. Aku bisa melihat senyum kemenangan di wajahnya.


"Ini pasti berhasil" dia bergumam. "Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri"


BYARR!!  Bola-bola api yang mengelilingi para wanita tadi menyatu dan terlempar ke bawah kuali.


Sekarang, kuali ini benar-benar dipanaskan!


"Masuk" perintahnya.


Lalu secara perlahan, kakiku mulai mendekati kuali.


Tidak! Tidak! Tidak!


Dia ingin memasukkanku dalam kuali?


Apa-apaann??


Ini tidak mungkin kan....?


Dia ingin memasakku?


Tidak, tidak, ayolah bantu aku! Hentikan ini! Tolong aku!


"Pangeran brengsekkk!" tanpa sadar aku berteriak.


Eh? Ada suara yang keluar? Aku bisa berteriak?


****


Di antara para jubah hitam. Ada satu yang berdiam diri di tempat, matanya tidak bisa diam karena dia sedang mengamati sesuatu.

__ADS_1


Saat gadis kecil di depan mereka mulai menuju kuali dan berteriak "Pangeran brengsek!"


Si jubah hitam itu tersenyum "Aku disini"


__ADS_2