
cerita sebelumnya:
Emerta akan membuat keputusan setelah bertanya pendapat semua orang tentang tawaran Raja Albion. Dan dia memberitahukan identitas Diana kepada semua orang dan membuat mereka semua kaget. Serta Duke memutuskan, dia akan membawa semua orang menuju ke kerajaan Albion.
***
"Ibu..." Diana menatap Emerta dengan mata berkaca-kaca. "Aku tidak pernah tahu aku akan punya ayah..." katanya terharu. "Aku ingin bertemu dengannya"
Melihat tatapan malang Diana, Emerta merasakan sedikit rasa bersalah di hatinya.
"Kita bisa berbicara dengannya sekarang kalau kau ingin" kata Emerta.
Pangeran Erick dengan sigap mengeluarkan bola kristal sihirnya. Lalu dia mengisi alat sihir itu dengan mananya. Perlu waktu beberapa detik sampai mananya terisi dan bola kristal itu mulai bercahaya. Lalu bola itu berkedip dan mulai menampakkan sosok lainnya disana. Seorang pria tua yang terlihat sangat elegan.
Susana hening sampai akhirnya Raja Albion membuka mulutnya. "Putriku..."
"Ayah?" kata Diana tidak yakin. Siapa yang mengira bahwa selama ini dia punya ayah.
Diana terharu dan hampir menangis. Sementara Raja Albion berusaha menenangkannya. Sesekali sang Raja bahkan membujuknya untuk pergi ke sana dan mengatakan bahwa kerajaannya adalah tempat yang sangat indah.
Eva juga melihat kakeknya untuk pertama kali. Keberadaan Raja Albion tidak pernah disebutkan dalam novel. Raja Albion terlihat lebih muda dari Dean Wason tapi auranya terlihat sangat lemah. Seperti orang tua yang sakit-sakitan.
"Cucu kecilku. Kau sangat menggemaskan" kata Raja Albion kemudian. Dia melihat Eva dengan mata penuh kasih, membuat Eva tersipu malu.
Kemudian, Enell dan Raja Albion berdiskusi. Karena Enell sudah memutuskan untuk pergi menuju ke Albion, dia bertanya tentang rute terdekat menuju ke tempat itu. Raja Albion memberitahunya jalan pintas dengan memberinya rute menuju ke lingkaran teleportasi. Walaupun itu benar-benar butuh waktu untuk mentransfer semua orang dengan lingkaran sihir kecil itu. Tapi tetap terdengar lebih aman untuk pergi dengan lingkaran teleportasi.
Raja Albion juga memberitahu mereka bahwa dia akan mengirim beberapa prajurit untuk mengawal mereka ke ibukota saat mereka tiba. Enell berterima kasih untuk itu.
"Sampai jumpa. Kita akan bertemu lagi nanti disini" Raja Albion melambaikan tangannya dengan senyum lebar. Dia benar-benar senang karena menemukan bagian dari keluarganya yang menghilang. Lalu mereka bisa bersama-sama sekarang setelah sekian lama terpisah.
__ADS_1
Enell dan yang lainnya memutuskan untuk berangkat besok pagi. Dia akan menggunakan waktu hari ini untuk bersiap-siap. Dia akan membawa cukup banyak orang beserta para pasukannya. Jadi dia harus mengkoordinir mereka dengan benar.
Malam harinya, Eva dan Ren berbicara secara empat mata. Pasalnya Ren akan kembali ke desanya sekarang karena masih ada hal yang harus diurusnya.
"Maaf menganggumu" kata Eva dengan rasa bersalah.
"Tidak apa-apa" Ren mengacak-acak rambut gadis kecil itu. "Kau benar-benar merepotkan. Selalu terlibat dalam masalah besar"
Eva memasang wajah cemberut. Kemudian berkata dengan nada sedih. "Aku minta maaf"
"Tidak perlu minta maaf"
"Lalu terima kasih" lanjutnya sambil tersipu malu.
Ren hanya tersenyum. Ini pertama kalinya Eva melihat pria aneh itu tersenyum tulus. Senyumnya sangat indah, ditambah dengan cahaya malam. Itu benar-benar menakjubkan.
"Aku juga minta maaf karena tidak bisa membantumu lebih jauh. Terutama masalah tempat tinggal. Aku bisa membawamu dan keluargamu ke desa elf. Tapi aku tidak bisa membawa manusia lainnya karena mereka tidak bisa dipercaya" kata Ren to the point.
"Tidak masalah"
Eva mengangguk.
Ren mengeluarkan sesuatu dari ruang penyimpanan miliknya. Itu adalah sebuah kotak kecil berwarna hitam yang berkilauan saat terkena cahaya bulan.
"Untukmu"
"Apa ini?"
"Hadiah" jawab Ren singkat. Lalu dia menghilang di tempat dalam sekejap mata.
__ADS_1
Eva membuka kotak hitam kecil itu dan menemukan sebuah gelang kecil di dalamnya. Gelang itu berkilauan sangat indah. Dia tidak tahu dari apa gelang ini dibuat.
Eva memakainya di pergelangan tangannya. Itu cukup besar, tapi anehnya gelang itu tiba-tiba mengeluarkan energi sihir dan berubah bentuk sesuai dengan pergelangan tangannya. Dan Eva bisa merasakan sesuatu yang masuk ke dalam tubuhnya dan sensasinya sangat nyaman. Ren mungkin memberinya alat sihir lagi. Dan dia tidak tahu apa fungsinya. Tapi itu mungkin membuat konstitusi tubuhnya menjadi lebih baik.
"Sangat indah" dia mengangkat tangannya dan melihat gelang di pergelangan tangannya. Itu benar-benar indah. Tidak terlihat seperti perhiasan yang biasanya digunakan oleh para bangsawan. Gelang ini memancarkan energi tertentu.
Keesokan harinya, Sayn juga berpamitan dengannya. Kerajaan Albion terlalu jauh dan jujur saja organisasi mereka belum pernah menginjakkan kaki sama sekali di kerajaan itu. Karena mereka perlu melintasi laut untuk menuju ke sana.
Terlebih lagi Sayn tidak mempunyai hubungan apapun dengan pasukan Duke. Dia terlibat karena murni ingin membantu Eva. Karena itulah, setelah selesai membantu, dia akan kembali ke tempatnya.
"Terima kasih untuk segalanya" kata Eva tulus. Sayn dan yang lainnya benar-benar berkontribusi banyak sekali dalam misi penyelamatan ini.
"Tidak masalah. Aku benar-benar senang bisa membantu" balas Sayn sambil tersenyum. Sebenarnya ada sedikit rasa kekalahan di hatinya saat dia melihat keberadaan Ren. Tapi dia menghapusnya dengan cepat.
"Aku akan membalas hutang budi ini nanti"
"Tidak perlu" balas Sayn cepat. "Aku bisa mengatasi masalahku sendiri" katanya sambil membusungkan dadanya. Harga dirinya akan jatuh kalau dia dibantu oleh wanita.
"Baiklah..." Eva percaya padanya.
Robert dan Dean Wason juga menghubunginya lewat bola kristal milik Enell. Diana berterima kasih atas bantuan mereka saat hari eksekusinya. Kalau mereka tidak membantu, mungkin dia benar-benar akan meninggalkan dunia ini.
"Terima kasih master, kakek" kata Eva sungguh-sungguh. Mereka benar-benar banyak membantu dalam keselamatan Diana.
"Tidak masalah" jawab Dean Wason. "Tapi kami minta maaf karena tidak bisa terlalu terlibat. Menara sihir memiliki perjanjian dengan Kerajaan Well"
"Aku tahu itu"
Lalu Eva memberitahu mereka bahwa Ibunya memiliki hubungan dengan kerajaan Albion. Mereka akan menuju ke kerajaan itu dan tinggal disana. Dean Wason dan Robert kaget saat mendengarkan semuanya. Itu semua benar-benar plot twist yang mengejutkan. Awalnya mereka khawatir dengan keadaan Duke dan yang lainnya. Tapi sekarang mereka tidak perlu khawatir tentang hal itu lagi.
__ADS_1
"Jaga dirimu baik-baik" kata Robert lirih sambil menatap Eva dengan mata penuh kerinduan.
Eva mengangguk dan percakapan mereka berakhir.