Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Telur Emas 2


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva menemukan telur emas yang dilihatnya di rawa. Saat dia akan menyentuhnya, elemen gelap miliknya membuatnya mengarungi ruang waktu. Menceritakan kisah tentang telur emas ini.


Eva dibawa ke sebuah tempat di mana pertarungan antara segerombolan manusia dan binatang sihir terjadi. Dimana pihak manusia menjadi pemenangnya. Lalu para binatang sihir yang telah kalah itu mulai disegel dan dipindahkan ke dimensi lainnya


***


Adegan berganti lagi.


Kali ini aku melihat sekumpulan binatang sihir membentuk lingkaran. Lalu di tengah-tengah ada seekor naga bersayap emas yang sedang meringkuk. Naga itu menggeser tiga telur emas kecil dengan kakinya sebelum akhir tekulai lemas dan menutup matanya.


Semua gerombolan binatang sihir yang melihat tiba-tiba melolong dengan suara mereka masing-masing.


Apa yang terjadi?


Naga itu tidak mati kan?


Astaga!


Naga itu bertelur. Dan telur emas kecil itu ternyata telur naga! Aku benar-benar terkejut sekaligus takut kali ini. Bukankah berarti ada banyak sekali binatang sihir tingkat tinggi di hutan ini. Aku yakin para binatang sihir yang sekarat itu dipindahkan dalam dunia dimensi ini untuk mengisi hutan buatan.


Adegan kemudian berganti lagi.


Kali ini aku melihat seluruh binatang sihir berlari melarikan diri. Para manusia itu mengejar mereka untuk mencuri telur emas. Tiga ekor binatang sihir terkuat menjadi penjaga telur dan berusaha keras untuk melindungi telur. Dua dari mereka kalah dan telur berhasil direbut. Tapi penjaga terkahir berhasil menyembunyikan telur kecil itu walaupun akhirnya dia mati.


Banyak sekali binatang sihir yang mati kali ini. Hampir semua dari mereka musnah.  Para manusia mulai mengumpulkan bangkai mereka. Lalu memotong tubuh mereka untuk djadikan bahan baku senjata dan ramuan.


Aku sedikit tidak suka melihat pemandangan ini. Sebelumnya aku juga membunuh secara brutal binatang sihir karena aku pikir mereka binatang buas biasa. Tapis etelah melihat perjuangan para binatang itu melindungi telur, aku berpikir mereka juga punya hati seperti manusia.


Aku membunuh binatang sihir raksasa dari tempat ini sebelumnya. Entah kenapa aku sedikit merasa bersalah. Bisa saja binatang itu menyerang karena kita mengusik wilayah kekuasaan mereka bukan. Karena mereka terancam bahaya, bukan karena mereka jahat. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Mungkin setelah ini aku akan memikirkan lebih matang saat akan membunuh binatang sihir tingkat tinggi.


Lalu adegan berganti lagi...


Telur kecil yang tertimbun di bawah tanah itu mulai retak sedikit. Dan sebuah kaki kecil muncul menerobos keluar cangkang. Lalu secara perlahan telur emas kecil itu mulai bergerak ke permukaan.

__ADS_1


Adegan berhenti.


Tiba-tiba pandanganku menjadi gelap kembali.


Lalu aku mendengar sayup-sayup suara memanggil namaku. Aku mengenal suara ini. Ini suara Robert.


Suara itu semakin lama semakin besar. Sampai akhirnya aku melihat cahaya terang dan secara perlahan membuka kelopak mataku.


"Eva" aku mendengar Robert berkata cemas sambil menggoyangkan tubuhku.


"Kau sadar? Kau tidak apa-apa kan?" tanyanya cemas.


"uh...tidak apa-apa" kataku sambil berusaha mengkondisikan penglihatanku.


"Apa musuh menyerang?" tanya Robert waspada.


"Tidak ada apa pun"


"Tidak mungkin! Aku menemukanmu tergeletak tidak sadar. Tim lawan pasti melakukan sesuatu padamu sehingga kau tidak sadarkan diri!" Robert bersikeras. "Kita harus menemukan mereka. Kali ini aku akan memusnahkan seluruh tim mereka tanpa ampun"


Aku tidak bisa memberitahu Robert yang sebenarnya karena itu tidak masuk akal. Tidak mungkin aku bilang pada Robert bahwa aku menjelajah masa lalu sebuah telur. Robert akan meragukan kewarasanku kemudian hahaha.


Robert terus mengoceh tentang musuh dan memaksaku mengingat apa yang terjadi. Aku hanya pasrah dan mengabaikan Robert. Lalu aku mulai bangkit dan pergi menuju semak-semak itu. Tapi telur emas itu tidak ada di sana lagi. Kelihatannya benda itu sudah melarikan diri.


"Selamat kepada Para Peserta yang lolos. Pertandingan Sihir Babak Pertama Berakhir"


Tiba-tiba sebuah suara bergema keras di seluruh hutan. Bukan, aku kira semua suara ini bergema di seluruh dunia sekarang. Pemberitahuan bahwa pertandingan sihir ini akhirnya berakhir!


Lalu secara perlahan aku mulai melihat Robert dan Charlotte berubah menjadi partikel cahaya, menghilang. Aku juga mengalami hal yang sama. Mereka akhirnya memindahkan tubuh kami ke dunia nyata.


Kami semua di pindahkan ke aula kota sihir, tempat pertama kali berkumpul. Aku bahkan bisa melihat aula itu mulai terisi penuh secara perlahan oleh peserta yang lolos.


Ya, akhirnya pertandingan melelahkan ini berakhir juga. Walaupun ada babak selanjutnya setidaknya sekarang adalah waktunya beristirahat.


Aku ingin menghampiri Robert dan Charlotte karena mereka di teleportasi cukup jauh. Tapi tiba-tiba aku merasa sesuatu yang aneh di bajuku. Bukan! Di celanaku! Ya, ada sesuatu yang bergerak disana. Aku langsung mengibas jubahku dan mengecek celanaku. Ada sesuatu yang bulat menempel di sisi kaki kiriku. Sesuatu berwarna emas.

__ADS_1


Astaga! Telur kecil ini menempel padaku dengan mencengkram kaki kecilnya pada kainndi bajuku


Refleks, aku langsung menariknya, berusaha melepaskannya. Tapi benda kecil itu sama sekali tidak mau lepas.


"Baiklah. Selamat kepada semua peserta yang lolos" tetua sihir itu muncul lagi di tengah-tengah aula dan bersuara.


Aku langsung mengabaikan benda kecil yang menempel di tubuhku. Kembali menghampiri Robert dan Charlotte.


"Hm, hm, hm, empat tim yang lolos kali ini benar-benar tidak terduga." tetua itu mengangguk-angguk saat dia menerima informasi kemenangan.


"Aku akan mengumumkannya."


"Selamat kepada Tim Jiwa Sihir yang berhasil menduduki posisi ke empat"


Perkataan tetua itu langsung membuat ricuh seluruh penonton yang ada di aula. Mereka sedikit tidak percaya. Bagaimana mungkin calon kandidat juara bisa berada di posisi terakhir. Ini tidak masuk akal untuk mereka! Ditambah lagi dari tim Jiwa Sihir yang berhasil selamat hanyalah seorang gadis kecil!


Reina dalam sekejap menjadi pusat perhatian. Dia menjadi malu dan menundukkan kepalanya. Dia berusaha untuk tidak mendengar kan kerumunan tapi ejekan mereka tetap terdengar. Terutama orang-orang yang mengatakan bahwa dia adalah beban tim dan menyebabkan seluruh timnya menjadi gugur. Reina merasa sangat malu sekaligus sedih disini.


"Perwakilan dari Tim Jiwa Sihir silahkan maju dan temui aku. Aku akan memberikan token kunci masuk kalia" kata sang tetua.


Reina tersentak. Secara perlahan dia mulai maju tergopoh-gopoh sambil menundukkan kepalanya sambil memeluk bola kristal itu di dadanya.


Saat tiba, sang tetua mengambil bola kristal lalu memberikans sebuah token kayu pada Reina.


"Terima kasih" kata Reina sebelum kembali ke posisi awalnya.


Kemudian Tim yang berada di posisi ketiga dan kedua juga diumumkan. Sekali lagi membuat kegemparan. Dua tim ini sama sekali bukan runner up dan mereka terkenal dengan kekuatan yang cukup lemah. Tapi mereka berhasil lolos. Ada dua kuda hitam dan ini cukup mengejutkan penonton.


Setelah dua tim lainnya berhasil menukarkan bola kristal mereka dengan token. Akhirnya tiba giliran untuk tim di posisi pertama.


"Baiklah Selamat kepada Tim Menara Sihir karena berhasil berada di posisi pertama" kata sang tetua.


Ini mengejutkan penonton lagi. Walaupun Menara Sihir adalah runner up tahun lalu. Kekuatan mereka rata-rata di pandangan orang lain. dan mereka selalu berada di peringkat terakhir.


Tapi semua ini masih bisa diterima oleh penonton. Daripada kehadiran dua kuda hitam yang mengejutkan itu.

__ADS_1


__ADS_2