Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Hal Mencurigakan


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Denis mengajak Eva ke tempat para anggota dewan. Denis mengumumkan bahwa Eva akan menjadi wakil ketua dan mengejutkan semua orang, termasuk Eva. Eva sebenarnya tidak mau tapi dia tidak bisa melawan karena keputusan Denis itu mutlak. Akhirnya, Eva hanya bisa meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal.


***


Aku sangat kesal. Aku melangkah keluar ruangan dengan perasaan kesal. Denis selalu saja bersikap seperti ini padaku. Aku paling tidak suka ekspresi mengejeknya itu.


"cih" aku mengumpat sambil menendang kerikil di halaman depan.


Sepertinya aku harus kembali ke kelas. Tapi jam pelajaran selanjutnya akan dimulai dua jam lagi. Saat ini kelas pasti kosong karena semua murid sudah berpergian.


Sebenarnya rencananya setelah selesai makan di kantin, aku akan kembali ke asrama untuk tidur. Aku juga ingin mengecek Vivian. Aku tidak menemukannya tadi pagi. Jadi aku berharap melihatnya di jam istirahat.


Tanpa berpikir lagi aku langsung menyusuri halaman dan menuju gedung asrama.


Tapi langkah ku tiba-tiba terhenti saat aku melihat sesuatu yang membuatku penasaran.


Sebenarnya ini bukan hal yang mencolok. Hanya sebagian anak-anak yang sedang membentuk kelompok tersembunyi di halaman belakang.


Tapi aku ingat sekali anak-anak ini karena mereka adalah teman sekelas ku. Mereka adalah anak-anak bangsawan yang menatap para pangeran dan putri Kano dengan penuh kebencian. Apalagi mereka saat ini berkumpul dan berbicara berbisik-bisik, yang membuatku semakin curiga dan penasaran.


Jadi aku segera mengaktifkan sihirku untuk menyembunyikan keberadaanku dan mendekati mereka. Setelah berjarak sekitar 10 meter dari mereka akhirnya aku bisa mendengar suara mereka. Walaupun itu menggunakan bantuan sihir.


"Jadi bagaimana?"


"Hm.... kita harus hati-hati..."


"Aku takut kita ketahuan....bagaimana ini? Kita bisa mati atau pun diasingkan..."


"Jangan bicara omong kosong!"

__ADS_1


"Kita bisa saja membuat orang lain sebagai umpan. Jangan khawatir..."


Aku mengernyitkan kening saat mendengar perkataan mereka. Pembicaraan mereka tampak mencurigakan. Apa mereka merencanakan tujuan yang buruk? Aku tidak bisa membiarkan hal ini!


Aku berusaha meningkatkan fokusku untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Tapi mereka langsung menghentikan pembicaraan mereka dan membubarkan diri. Aku benar-benar ditinggalkan dalam keadaan penasaran. Aku ingin menghentikan mereka tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan.


"Semoga saja tidak ada hal yang buruk" aku bergumam khawatir.


Aku berusaha untuk tidak memikirkannya. Tapi aku tetap akan mengawasi gerak-gerik mereka.


Aku pun menuju ke asramaku. Saat aku sampai, asramaku masih kosong. Sama sekali tidak ada tanda keberadaan Vivian. Mungkin saja gadis itu sedang sibuk. Aneh sekali melihat dia tidak ada di asrama, mengingat anak itu sering sekali menghabiskan waktu di asrama untuk belajar sihir.


Aku memutuskan untuk tidur karena tidak ada hal yang bisa kulakukan.


***


Dua jam kemudian, aku terbangun. Aku sengaja mengaktifkan alarmku jadi aku bisa bangun tepat waktu. Tanpa menunggu lagi aku langsung menuju ke kelas.


Kelas pun dimulai. Pelajaran kali ini masih tentang mantra lanjutan. Hanya saja kali ini tahapannya lebih berkembang.


Kelas berlangsung beberapa jam dan jujur saja sangat membosankan untukku. Aku sudah mempelajari ini dari dulu. Jadi saat aku harus mengulang pembelajaran lagi, aku merasa sangat jenuh.


"Baiklah, kita akan memulai praktiknya" kata Guru kelas itu.


Perkataan nya membuat mataku kembali berbinar. Akhirnya aku bisa mengusir kebosanan ini. Jujur saja aku lebih suka praktek dari pada teori.


Kami semua diiring keluar halaman. Kemudian guru itu mengintruksikan kami untuk berkelompok. Dalam sekejap aku ditarik ke kelompok Lilac dan Louis. Kelompok kami terdiri dari lima orang.


Tapi tiba-tiba Sayn menghampiri kami. Saat ini Sayn masih menggunakan penyamaran nya. Dia belum menunjukkan wajah aslinya. Dia mengenakan jubah longgar yang menutupi tubuh dan wajahnya. Lalu poninya yang panjang juga menutupi mata dan hidungnya. Hanya menyisakan mulut untuk berbicara.


"Bisakah aku sekelompok dengan kalian?" tanya Sayn langsung dengan suara serak dan kecil.

__ADS_1


Aku hanya menatap Sayn penasaran sementara yang lainnya saling melempar kan tatapan satu sama lain. Akhirnya semua tatapan dilemparkan ke Lilac. Lilac mengernyit bingung pada awalnya, tapi dia langsung tersenyum.


"Baiklah" katanya percaya diri dengan meletakkan tangan pada pinggangnya.


"Tapi ingat jangan mengganggu oke. Kalau kau takut beritahu kami. Jangan menyusahkan dan membuat nilai kami rendah karena gagal" kata Lilac dengan nada sok bijak.


"Puh!" aku hampir saja tertawa, tapi aku berusaha menahannya.


Sejak kapan Sayn menyusahkan? Dia benar-benar dianggap orang paling lemah sekarang ini. Dia dianggap paling tidak berguna di antara para pangeran, karena itah hubungan sosialnya dengan bangsawan sama sekali tidak ada. Mereka benar-benar tidak tahu bahwa monster ganas itu memakai topeng pria lemah dan terkucil.


Sayn mengangguk pelan.


Akhirnya, setelah beberapa menit semua orang sudah membentuk kelompok. Saat kami berbaris aku memperhatikan kelompok yang berada di sampingku.


Ternyata rombongan Reina, putra mahkota, dan putri. Dua orang sahabat karib Reina juga masuk ke dalam kelompok. Lalu aku melihat pangeran lainnya juga. Aku lupa nama mereka. Aku tidak ingat nama para pangeran itu dan aku juga tidak mau bersusah payah mengingat nya.


Ada satu kelompok lain yang menarik perhatian ku. Mereka adalah anak-anak yang membicarakan tentang hal mencurigakan yang kulihat tadi siang. Apa ini sebuah kebetulan mereka berada dalam satu kelompok?


"Baiklah. aku akan membuat pelajaran ini menjadi lebih menyenangkan. Kali ini kita akan bermain games" kata guru di depan berusaha menjelaskan.


"Peraturannya adalah kalian harus menggunakan sihir-sihir yang sudah kuajarkan. Tidak boleh menggunakan sihir lainnya. Kita akan melakukan battle royal. Jadi aku akan menempatkan kalian di tempat yang berbeda perkelompok. Lalu aku juga akan memberikan kalian 1 kartu perkelompok. Apabila kartu itu direbut oleh kelompok lainnya maka kalian akan kalah. Batas waktu hanya 1 jam. Aku akan mengawasi kalian dari jauh"


Mendengar penjelasan sang guru, semua orang mengangguk.


Akhirnya, kami diberikan sebuah kartu berwarna kuning. Dan secara tiba-tiba kami semua ditransfer ke sebuah hutan.


Kami ditransfer ke dunia virtual saat ini. Sebuah hutan kecil.


"Baiklah, kartu ini aku yang akan menjaganya" kata Lilac percaya diri sambil meletakkan kartu itu di dalam ruang dimensi.


Tidak ada yang keberatan, jadi kami lanjut berjalan menyusuri hutan.

__ADS_1


Sebenarnya praktek ini sangat singkat. Hanya berkeliling, bertemu lawan, kalahkan lawan, ambil kartunya, dan kau lulus. Hanya itu. Lagipula tidak ada reward atas kemenangan yang kau peroleh. Kau hanya memperoleh pujian dari guru dan tidak ada kelas tambahan. Dan aku sangat tidak tertarik dengan reward itu.


Baiklah, ayo cepat kita selesaikan pelajaran praktek ini. Aku ingin cepat-cepat tidur ah~


__ADS_2