Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 1: Berlatih lagi


__ADS_3

Aku berjalan sambil mendengus kesal. Sehingga tanpa sadar aku berakhir di sebuah lapangan kosong.


"eh? ini dimana?" aku bergumam.


HIYA! HIYA! HIYA!


Terdengar suara serentak dari orang banyak.


Tampak seperti mereka sedang berlatih. Aku mengikuti asal suara dan melihat sekumpulan prajurit sedang berbaris. Mereka melakukan gerakan-gerakan aneh sambil berteriak serentak.


Untuk apa mereka melakukan hal bodoh ini?


Kita bisa menggunakan sihir disini. Dan sihir bisa memperkuat tubuh. Untuk apa mereka berlatih seperti sedang berolahraga?


"Mereka pendekar pedang, jadi mereka tetap harus melatih fisik mereka" sebuah suara membuyarkan pikirannya.


Aku menoleh dan melihat orang yang kukenal berdiri di sampingku. "Denis?"


Aku mengernyitkan kening tidak suka "kenapa kau bisa ada disini?"


Denis mengangkat alisnya dan bertanya "Kenapa aku tidak bisa berada disini? Lagipula dari awal ini tempatku" katanya.


"Oh kau benar" kataku lirih. Aku tidak mau berdebat. Dan aku agak tidak senang saat melihat wajahnya.


"Bagaimana kelinci kecilmu ? Kau tidak menemaninya?" tanyaku sambil terus fokus melihat para prajurit.


"Kelinci? Siapa?"


"Reina..."


"Oh?"


"Dia sudah kembali ke tendaku. Sebentar lagi prajurit akan mengantarkan nya kembali ke kota" jawan Denis.


"Oh, begitu"


Pembicaraan kami berhenti sampai disitu. Dan hening selama beberapa saat sampai Denis mulai membuka pembicaraan.


"Kau tidak kembali ke tenda? Bagaimana kau bisa tidak ada saat ayahmu akan menjemputmu?" kata Denis.


"Tidak apa-apa. Masih lama sebelum dia datang. Lagipula aku cuci mata disini" jawabku sembarangan sambil fokus menatap para prajurit.


Tapi memang benar loh, beberapa prajurit muda sangat tampan. Tampaknya semua orang di dunia novel memiliki visual yang memukau. Dan kalau tidak salah, ada seorang pendekar pedang berbakat bernama Jensen. Dia bukan salah satu tokoh utama pria. Tapi keberadaanya tidak kalah dari mereka saat di novel. Dia punya banyak penggemar.


Posisinya hanya sebagai pengawal pribadi putra mahkota. Tapi dia juga tak kalah tampan. Terutama tubuh kekarnya itu.


Uhh...aku tidak sabar bertemu bocah itu. Aku tidak tahu tampangnya saat masih kecil. Entah dia ada diperkemahan ini atau tidak. Tapi yang aku tahu kelak aku akan bertemu dengannya dimasa depan.


Denis langsung mengarahkan tangannya untuk menutup mataku.


"Apa yang kau lakukan?" sentakku marah.

__ADS_1


"Berhenti melihat pria lain dengan vulgar" jawab Denis dingin.


"Hmph, itu tidak adil! Kita belum menikah, ada hak apa kau melarangku! Lagipula memangnya hanya kau yang boleh memandang gadis lain, lalu aku tidak boleh memandang pria lain"


Aku menatapnya jijik "dasar tidak tahu malu!"


"Apa maksudmu?" bentak Denis. "Kapan aku memandang gadis lain dengan vulgar? Lagipula kau itu tunanganku, berhenti bersikap tidak pantas!" Jawab Denis kesal.


"Hmph! Pura-pura tidak bersalah! Padahal kau selalu menggoda gadis-gadis. Mau bukti!"


Aku mulai mengangkat jari-jariku "dipesta teh kau menggoda sekitar hmmm..." aku terus menghitung "hari ini kau menggoda Reina"


"Tiga puluh dua orang! Kau menggoda tiga puluh dua orang anak perempuan! Sementara aku belum menggoda seorang pun anak laki-laki tampan. itu tidak adil!" bentakku.


"Oh, tunggu? Kurasa aku menggoda Robert beberapa kali..." gumamku kemudian.


Denis merasa kesal. Urat-urat bermunculan di kepalanya.


"Berhenti bersikap tak senonoh! Dan jangan memfitnahku! Kapan aku menggoda anak perempuan! Itu hanya sikap menghormati orang lain tau!"


Denis mengernyitkan keningnya. "Sudah kubilang jauhi Robert bukan!" katanya tidak suka saat nama Robert disebutkan.


"Cari pelatih lain, menjauh dari Robert!" perintahnya.


"Tidak mau!" jawabku langsung. "Dasar munafik!" kataku lagi.


"oh?" aku mengangkat alisku. "Kau cemburu dengan Robert?" tanyaku dengan nada mengejek.


"Oh baiklah" jawabku datar. "Aku selalu menjaga perilaku kok"


"Tapi ini tidak ada hubungannya dengan Robert. Dia master yang baik dan tampan. Mana mungkin aku menjauhinya" kataku langsung.


" Eva kau..."


Aku beranjak dari tempat itu dan memotong pembicaraan Denis


"Aku kembali, Ayahku akan menjemput ku" kataku langsung.


Aku berjalan kembali menuju perkemahan utama. Denis menyusul di belakangku. Kami diam membisu saat itu.


Di sana aku melihat banyak sekali prajurit berkuda. Seragam yang dikenakan mereka berbeda dengan prajurit dari perkemahan ini. Seragam itu dan lambang itu...


Prajurit dari keluarga Duke Court!


Ayah sudah tiba


Tapi dimana dia sekarang?


Aku segera menghampiri para prajurit dan bertanya pada mereka "Dimana ayahku?"


"Sedang menemui Jendral Lin" jawab salah satu prajurit.

__ADS_1


Aku pun cepat-cepat masuk ke dalam tenda jendral.


Disana aku melihat sosok ayah bodoh itu sedang berbicang dengan Jendral Lin. Entah kenapa aku tiba-tiba merindukannya selama beberapa hari ini


"Papa~" teriakku girang, tidak lupa aku juga bertingkah imut. Untuk menutupi kesalahan yang sudah kubuat. Serta mengurangi hukumannya juga.


Duke Court menoleh ke arah putrinya. Dia tidak tersenyum atau pun menyambut putrinya dengan manja. Wajahnya sangat datar saat dia terus memperhatikan putrinya.


Mati aku!


Ini tidak mempan!


"pa..." kataku sedikit gemetar. "Aku salah oke...jangan marah...." kataku dengan mata melebar seperti anak anjing. Aku berusaha menambah kan efek berkaca-kaca agar terlihat lebih imut. Ini biasanya efektif untuk menarik rasa kasihan.


Tapi duke Court tidak tergerak. Ekspresinya masih saja datar seperti biasanya.


Kemudian dia mulai membuka mulutnya dan membuatku sangat waspada.


Pilihan terakhir! Aku akan kabur menggunakan sihir dan menghampiri ibu!!!


"Eva..." kata duke Court. "Kau sedang berlatih intensif bukan?"


"I...iya...."


"Kenapa kau ada disini?"


"Yah...aku...tidak sengaja..."


"Mungkin ini takdir" kata Duke Court sambil memegang dagunya.


Hore! Apakah ayah bodoh itu tidak marah?


"Tempat ini memang cocok untuk berlatih" kata Duke Court kemudian.


BUH! Aku tersedak!


Tidak! ini tidak mungkin! ini tidak mungkin terjadi!


Aku sedang memikirkan sesuatu dan aku takut itu menjadi kenyataan.


"Pergi lah berlatih selama beberapa hari disini"


DUAR! Perkataan Duke Court langsung menimbulkan petir dalam pikiranku.


Apa yang tidak kuinginkan menjadi kenyataan!!


Aku sudah mengumpulkan mana, bersiap untuk lari.


Tapi tiba-tiba seseorang memegangku lenganku dan sihirku menghilang.


"Bukankah itu bagus Eva" kata Denis dengan senyum senang.

__ADS_1


Kapan orang ini masukk?!


__ADS_2