
Cerita sebelumnya:
Vivian memutuskan untuk mengunjungi istana dan bertemu dengan Raja. Raja menolak nya karena pria itu sangat sibuk. Jadi Vivian hanya dibiarkan sendirian di tempat. Sampai akhir nya dia melihat sekelompok pelayan dan memutuskan untuk mengikuti mereka. Dan Vivian menemukan Evan dan Wiya. Vivian memutuskan untuk menyelematkan Evan walaupun Eva menyuruh nya untuk tidak terlibat.
...****************...
"Apakah ini baik-baik saja nona?" Wiya melihat Vivian ragu. Dia memasang jubah sihir yang diberikan oleh Vivian sambil menutupi Evan yang berada dalam gendongan nya.
Wiya merasa di luar tidak aman karena ada banyak sekali penjaga. Kalau mereka ketahuan, mungkin hukuman mereka akan menjadi lebih berat dan Wiya akan dipisahkan dari Evan. Wiya tidak berani mengambil resiko.
"Tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja. Saat ini semua orang hanya fokus dengan Duke dan istrinya. Penjagaan disini tidak terlalu ketat" kata Vivian serius. "Kita harus segera pergi." katanya cepat.
Vivian merasa tidak enak. Dia tidak tahu mengapa. Dia merasa pertarungan besar akan terjadi disini sejak Eva terlihat tenang seperti itu. Eva pasti punya rencana. Jadi dia ingin menyelamatkan Evan karena dia masih bayi. Dan Vivian hanya bisa menyelamatkan nya. Dia tidak bisa menyelamatkan Duke dan istrinya karena penjagaan mereka sangat ketat. Dan Vivian tidak ingin membuat rencana berantakan.
Vivian menggunakan alat sihirnya untuk membuat semua penjaga tertidur. Lalu dia menggunakan mantel tembus pandang bersama dengan Wiya. Lalu mereka berdua menyelinap keluar.
Wiya mengernyitkan keningnya. Dia tidak tahu Vivian akan membawanya kemana. Tapi dia tetap mengikuti nya karena dia tahu Vivian tidak akan menyakitinya dan Evan.
...****************...
Raja bergegas menemui Duke saat tahu pria itu sudah sadarkan diri. Dia ingin memberikan kesempatan pada Duke. Kalau Duke bisa bekerjasama dengan kerajaan maka dia akan membiarkan nya mengamankan posisi bangsawannya di kerajaan Well.
__ADS_1
Selain Densi, Ratu juga memohon padanya untuk menyelamatkan Duke dan anak-anaknya. Pasalnya karena Duke tidak bersalah.
Tapi masalah nya Duke sangat melindungi wanita penyihir itu. Raja takut Duke benar-benar sudah dicuci otak. Jadi dia membawa beberapa penyihir untuk melepaskan sihir cuci otak yang ada pada Duke. Walaupun Raja tahu itu akan sulit karena Duke sudah terkena sihir itu selama bertahun-tahun.
Kondisi Duke sangat lemah. Walaupun dia sudah sadar, dia masih belum bisa menggerakkan tubuhnya. Di setiap sisi penjara dipasang alat penghalang sihir sehingga Duke tidak bisa menggunakan mananya. Duke ingin menggunakan mana di tubuhnya. Tapi ada penyihir yang terus menerus menguras mananya saat dia ingin mengeluarkan nya. Sehingga mananya habis dan dia terkulai lengah. Dia berada dalam posisi duduk di kursi dengan tangan terikat.
Raja menatap Duke prihatin. Dia duduk di depan Duke dan menghela napas.
"Sangat menyedihkan, melihat kondisimu seperti ini..." gumam Raja.
Duke hanya menatapnya tajam.
"Aku akan memberikanmu kesempatan" kata Raja.
"Kau sudah bersama dengan penyihir gelap itu cukup lama bukan? Dia mencuci otakmu sehingga kau menjadi seperti ini. Aku akan menolong mu" Raja memerintahkan salah satu penyihir untuk mendekati Duke dan memeriksa nya.
"Diana tidak pernah mencuci otakku sama sekali!" Duke meronta-ronta. Tapi itu percuma, karena penyihir itu berhasil memegang kepalanya. Sang penyihir memejamkan matanya dan membaca mantra pikiran.
Mata Duke membelalak dan dia membeku, seakan-akan tubuhnya tersentrum arus listrik.
"Yang Mulia, tidak ada bekas sihir pikiran padanya" kata penyihir itu kemudian sambil melepaskan tangannya dari kepala Duke.
__ADS_1
Raja mengernyitkan keningnya.
"Apa kau tahu identitas wanita itu sejak pertama kali kau menikahinya?" tanya Raja. Dia tidak peduli dengan kondisi Duke yang diambang Kematian. Dia bertanya seolah-olah dia berbicara dengan orang sehat.
Duke hanya menatap nya benci.
Raja mengangguk kan kepalanya. Entah kenapa dia tahu jawabannya walaupun Duke tidak menjawab.
"Kenapa kau membawanya ke kerajaan ini kalau kau tahu? Apa kau juga terlibat dengan organisasi penyihir gelap itu?" tanya Raja lagi.
"Diana tidak tahu apa-apa tentang organisasi sialan itu!" Duke berteriak geram.
Raj semakin tidak senang. "Kau benar-benar bertekuk lutut di bawah kontrol wanita itu Enell" Raja menatap Duke menyedihkan. "Bahkan kau rela mengkhianati kerajaan ini hanya demi seorang mata-mata. Aku tidak pernah menyangka..."
"Aku tidak pernah mengkhianati kerajaan ini. Kalianlah yang sudah mengkhianati ku" kata Duke tegas. "Aku benar-benar kecewa padamu pria sialan. Kau bahkan tidak menyelidiki apa yang terjadi dan main hakim sendiri. Aku benar-benar kecewa sudah memakai tenagaku untuk melindungi perbatasan. Aku berperang hanya karena ingin keluargaku hidup dengan nyaman di kerajaan ini. Tapi kerajaan sialan ini, para bangsawan dan kau, benar-benar tidak tau malu!" Duke menyumpahi Raja tanpa ampun.
"Aku menemukan banyak sekali bukti yang mengarah pada para penyihir gelap itu. Aku benar-benar tidak bisa melakukan apapun untuk membantumu. Dan aku minta maaf" kata Raja. "Tapi keadilan tetap harus ditegakkan. Aku harus menghukum mati penyihir gelap itu. Tapi aku akan membiarkan kau dan anak-anakmu tidak terlibat. Tapi kau harus menyerah dan biarkan hukum berjalan dengan semestinya" Raja berkata dengan sangat bijak.
"Hukum kepalamu! Aku tidak akan membiarkan mu menyakiti Diana!"
Raja menatap Duke miris. "Aku tahu kalau cinta itu buta. Tapi kau benar-benar sudah rusak" Raja berdiri, bersiap meninggalkan ruangan. Tapi sebelum pergi dia berkata. "Aku akan memeriksa wanita itu. Aku berharap dia bekerja sama dan memberitahu semua informasi. Jadi aku tidak perlu menyakiti nya"
__ADS_1
Duke berteriak tapi Raja mengabaikan nya. Dan perlahan, teriakan Duke menghilang. Raja meninggalkan tempat itu dan menuju ke tempat lainnya. Mengintrogasi Duke benar-benar percuma, dia tidak mendapatkan informasi apa-apa. Hanya ada dua kemungkinan. Pertama, Duke sama sekali tidak mengetahui informasi apapun. Kedua, Duke menyembunyikan informasi. Tapi dia tidak bisa melakukan penyiksaan kepada Duke karena pria itu bukanlah tersangka.
Sekarang saatnya dia harus memeriksa penyihir gelap itu. Dia harus mendapatkan informasi. Walaupun dia harus menyiksa penyihir gelap itu. Dia tidak akan membiarkan penyihir jahat itu mati sebelum dia mendapat informasi apapun. Bagi Raja, keselamatan kerajaannya adalah segalanya. Dia bisa mengorbankan orang terdekatnya hanya untuk kerajaan nya.