
Cerita sebelumnya:
Eva memutuskan untuk kembali ke mansionnya karena dia perlu menemui ibunya. Ren menghentikan nya di tengah jalan karena ingin membawanya kembali ke rumah pohon, untuk penelitian. Tapi dia berhasil melarikan diri dan kembali ke mansionnya.
Saat dia kembali, orang tuanya sudah menunggunya di ruang tamu. Diana ingin menceritakan semuanya, tentang masa lalunya, pada Eva.
***
"Ibu ingin membicarakan suatu hal penting padamu sayang~" kata Diana.
Aku tidak menjawab dan hanya mengangguk pelan.
Diana pun mulai menceritakan kisah masa kecilnya.
***
Diana saat itu masih seorang anak perempuan yang berumur 8 tahun. Dia tinggal bersama ibunya. Dia tidak mempunyai ayah dan dia juga tidak pernah menanyakan hal itu. Gadis kecil itu sama sekali tidak tahu tentang asal usul keluarganya.
Diana dan ibunya hidup menjadi pengembara yang melintasi banyak kerajaan. Saat itu Diana kecil juga tidak tahu bahwa penyihir gelap seperti dirinya sangat dimusuhi oleh dunia. Jadi dia melakukan hal sangat fatal.
Diana dan ibunya saat itu melintasi sebuah kerajaan. Kerajaan itu tidak makmur seperti kerajaan Well. Rumah-rumah disana masih terbuat dari tanah. Bahkan istananya juga terbuat dari batu bata. Sebuah kerajaan terpencil yang luasnya hanya seperti kota kecil.
Kerajaan itu bernama Garbiur. Kerajaan tempat berkumpulnya para pengembara. Selain pengembara, para buronan dari kerajaan lain juga berkumpul di tempat ini untuk bersembunyi.
Akibatnya, tempat ini terkenal sebagai kota kejahatan. Ada banyak sekali orang mengerikan yang berkumpul di tempat ini. Dari pembunuh, penculik, pendagang budak dan bahkan penyihir gelap.
Diana dan ibunya hanya tiba di kota ini beberapa jam yang lalu. Tapi mereka sudah mendapatkan tatapan tajam dari semua orang yang berlalu lalang. Mereka menatap pasangan ibu dan anak itu sebagai mangsa yang empuk. Pasalnya itu adalah seorang wanita cantik dan anak perempuan yang lucu. Mereka akan sangat laku kalau dijual ataupun dipergunakan untuk hal-hal lainnya.
Diana tidak tahu bahwa ibunya ingin memperoleh beberapa informasi dari penyihir gelap yang ada di kota ini. Jadi mereka perlu tinggal cukup lana di tempat ini.
Diana dan ibunya pun mencari penginapan untuk tinggal. Saat di penginapan, kejadian tidak mengenakan juga menimpa mereka. Pria-pria bejat yang ada di penginapan menatap mereka dengan mata penuh nafsu. Mereka membayangkan untuk menyelinap ke kamar dua perempuan itu dan mendapatkan keuntungan mereka.
Sayangnya mereka tidak pernah berhasil. Mereka selalu merencanakan penyerangan malam, tapi selalu gagal. Ini semua karena wanita itu, ibu Diana, adalah wanita yang sangat kuat. Semua orang jahat mengincar mereka mati dengan mengenaskan. Tidak ada larangan membunuh di tempat ini. Jadi ibu Diana bisa membunuh dengan bebas. Semenjak itu, Ibu Diana mendapatkan julukan "Killer Mother".
Tapi, walaupun ibu Diana cukup kuat, dia tidak bisa menangani semua orang. Serta kekuatannya sama sekali tidak menurun ke putrinya, Diana.
Diana memiliki sosok yang berbeda dari ibunya. Ibunya memiliki aura yang dingin dan menyeramkan. Serta aura yang menandakan bahwa aku orang kuat, saat orang lain melihatnya. Tapi Diana memiliki sosok lemah dan lembut. Gadis kecil itu selalu tersenyum dan menjadi pujaan semua orang.
Tapi sayangnya dia tidak cukup kuat untuk membela dirinya sendiri. Dia hanyalah penyihir air dan angin. Sihir yang digunakan hanya untuk melarikan diri dan juga menyembuhkan luka ringan. Tidak ada sihir serangan. Ibunya juga tidak mengajarkan nya sihir gelap karena dia masih terlalu kecil untuk mengetahui hal itu.
Ibunya berpikir, Diana masih belum bisa menanggung gelar penyihir gelap di umurnya yang masih seperti jagung. Jadi dia merahasiakannya.
__ADS_1
Karena itulah, beberapa orang membentuk kelompok untuk mengincar gadis kecil itu. Seperti beberapa penyamun yang sedang berdiskusi di sebuah bar sekarang.
"Gadis kecil itu bisa dijual dengan mahal. bukankah bangsawan menyukai mainan seperti nya?"
"Ayolah, ibunya sangat kuat. Aku mendengar bahwa dia sudah membunuh beberapa orang tanpa berkedip"
"Dia wanita yang kejam. Tapi dia punya benda lemah dan berharga itu disampingnya".
"Jangan takut. Walaupun wanita itu kuat. Kita bisa mengatasinya. Kita hanya perlu menculik putrinya. Jangan berurusan dengannya"
"Kau benar. Selama ini, orang-orang itu terbunuh karena haus akan kecantikan wanita itu. Kita tidak perlu mengincarnya, hanya ambil saja anak kecil itu dan melarikan diri"
"Baiklah. Kita sepakat!"
Para penyamun itu pun membuat rencana yang brilian. Mereka selalu mengawasi aktivitas ibu dan anak itu agar bisa mencuri kesempatan.
Lalu kesempatan itu pun tiba. Dengan cepat mereka membius dan menangkap Diana kecil. Lalu membawanya ke penangkaran.
Diana kecil terbangun karena efek obat bius itu sudah hilang. Walaupun begitu, kepalanya masih sangat pusing.
Dia berusaha mengamati sekelilingnya. Kemudian dia bergetar ketakutan saat menemukan dirinya berada dalam sangkar besi raksasa bersama dengan dua orang anak lainnya. Seorang anak laki-laki dan perempuan.
Diana mengamati kedua anak lainnya. Mereka masih pingsan karena efek obat bius. Tapi Diana menemukan bahwa anak laki-laki itu tidak hanya pingsan. Dia juga terluka. Kelihatannya dia melawan saat diculik dan menyebabkan tubuhnya penuh dengan luka gores. Diana pun mencoba menyembuhkannya dengan sihir air miliknya.
"Apa yang kau lakukan?" bentaknya sambil mendorong tubuh Diana kecil.
Diana kecil tidak mempunyai kekuatan apapun di tubuhnya yang lemah itu langsung terlempar ke samping. Tangan kanannya terluka karena dia berusaha menahan beban tubuhnya. Tapi dia tidak menangis.
"Aku hanya berusaha membantu mu" kata Diana pelan. Walaupun dia terluka oleh anak laki-laki itu, dia tetap mendekati nya. Lalu dia mengulurkan tangannya untuk memberikan anak itu perawatan lagi.
"Lukamu sangat parah. Kata ibuku, luka yang tidak dirawat akan penuh dengan cacing. Kita tidak punya penyembuh yang bisa menyembuhkan mu di tempat ini. Aku hanya bisa mencegah agar lukamu tidak infeksi dan menjadi rumah bagi para cacing" jelas Diana dengan wajah polosnya.
Anak laki-laki itu hanya mengernyitkan keningnya saat mendengar penjelasan bodoh Diana. Tapi dia tidak mendorong Diana seperti sebelumnya. Dia malah merasa sedikit bersalah saat melihat luka gores di tangan gadis kecil itu.
Diana terus melakukan perawatan nya. Dan luka itu sudah membaik walaupun tidak sembuh dengan cepat.
Tidak lama kemudian, anak perempuan lainnya terbangun. Anak perempuan itu langsung memeluk anak laki-laki itu sambil menangis terisak. "Kakak! Aku takut!"
Diana mengerjap kaget sambil menunjuk dua orang di depannya. "Kalian bersaudara?"
"Dia sepupuku" jawab anak laki-laki itu.
__ADS_1
Diana hanya mengangguk mengerti. Lalu dia berusaha mengajak mengobrol anak perempuan itu. Diana cukup antusias saat dia melihat seseorang yang sebaya dengannya. Seperti menemukan teman bermain baru.
"Hei, perkenalkan. Namaku Diana"
Tapi anak itu tidak merespon apapun dan malah bersembunyi ketakutan di belakang punggung si anak laki-laki. Tapi Diana tak peduli dan terus melanjutkan ocehannya dengan bahagia.
Dua hari pun berlalu. Mereka tetap dikurung di dalam sangkar besi. Para penculik hanya memberikan mereka makanan tiga kali hari. Tapi tidak ada tanda-tanda bahwa mereka akan dikeluarkan dari tempat ini.
Diana menghabiskan waktunya dengan bahagia. Dia cukup senang karena dia tidak kelaparan Setiap hari dia akan menggunakan sihirnya untuk mengobati si anak laki-laki sambil terus mengoceh. Bahkan kedua pasang saudara itu mulai lelah mendengarkan ocehannya.
"Apa kau selalu seperti ini?" tanya si anak laki-laki.
"Umu? Tentu saja~" jawab Diana bahagia. "Aku selalu tersenyum setiap hari. Ibu berkata kau harus tersenyum agar orang-orang tidak membenciku. Jangan menjadi seperti dirinya yang sangat pelit untuk tersenyum" jelasnya cemberut.
Anak laki-laki itu menatap Diana dengan tatapan serius. "Apa kau akan tersenyum saat kau mati? Terutama sekarang" katanya tajam.
"Umu? Apa aku akan mati sekarang?" tanya Diana bingung.
Si anak laki-laki itu menyerah. Dia merasa dirinya tidak akan bisa menjangkau isi pikiran Diana.
Hari ketiga pun berlalu. Akhirnya tiga anak itu dibawa keluar dari sangkar.
Mereka dibawa ke suatu ruangan dengan tangan terikat. Disana mereka melihat seorang pria bertubuh gemuk dengan wajah menyeramkan.
"Tiga anak yang sangat bagus. Kerja bagus" puji pria gemuk itu.
"Berapa harga mereka? Apa kau akan membeli semuanya?" Pria kurus disampingnya berkata dengan antusias sambil menggosok kedua tangannya.
"Tiga ratus tael emas" jawab si pria gemuk. "Aku tidak bisa memberimu lebih"
"Oke, Deal"
Ketiga anak itu pun dipindahkan tangankan ke seorang pedagang budak. Pria gemuk itu berdiri lalu berjongkok untuk menyentuh dagu anak itu satu persatu.
"Kulit yang mulus. Anak perempuan bisa kujual di rumah pelacuran ataupun pada para bangsawan. Sementara yang laki-laki aku akan menjualnya pada bangsawan wanita yang tertarik pada anak laki-laki cantik. Kalau pun dia tidak laku, aku bisa menjualnya sebagai pekerja tambang. Dia akan jadi budak yang berguna." gumamnya
Tubuh si anak perempuan itu bergetar ketakutan saat mendengar hal itu. "Kakak..." rengeknya sambil menahan tangis.
Sementara si anak laki-laki hanya menatap pria gemuk itu dengan tatapan tajam. Tidak ada rasa takut apa pun di wajahnya.
"Kapan mereka akan datang? Dasar bawahan tidak berguna" gumamnya pelan sambil menggertakan gigi.
__ADS_1
Diana hanya menundukkan wajahnya dengan ekspresi datar sambil bergumam pelan "Ibu..." .