Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir : Babak Pertama 15


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Mereka akhirnya sampai di tempat tujuan berakhir. sebuah kuil yang mengambang di udara.


Mereka masuk dan menemukan 4 bola kristal disana. Lalu sebuah proyeksi muncul yang memberitahu bahwa keempat bola kristal itu akan menentukan urutan masuk mereka di domain sihir.


Keempat tim yang tersisa sudah bersiap untuk memperrebutkan bola kristal. Tapi tiba-tiba penyihir gelap dari Tim Sihir Kematian muncul dan mengambil semua kristal lalu menghilang.


***


Penyihir gelap itu menghilang.


Semua bola kristal itu menghilang.


Kami semua hanya terdiam saat semua itu terjadi. Terlebihnya lagi penghalang menyusahkan itu muncul lagi...


Aku hanya bingung. Bukankah penyelenggara pertandingan melihat pertarungan kami? Tapi mengapa mereka tetap diam saja dengan penyihir gelap yang menyusup? Harusnya mereka turun tangan untuk menangkap penyihir gelap itu. Tapi entahlah...


Salah satu dari Tim Jiwa Sihir bergerak cepat dan menggunakan sihirnya untuk menghancurkan penghalang. Tapi hal yang sama terjadi lagi. Orang itu terluka dan sihirnya terbuang sia-sia karena tidak dapat merusak penghalang.


"Kita hanya bisa menghancurkannya dengan sihir cahaya" kata Robert.


Tiga orang dari Tim Jiwa Sihir maju dengan percaya diri, termasuk Reina. Semua orang dengan mudah menduga bahwa mereka adalah penyihir cahaya dari Tim Jiwa Sihir.


Melihat bahwa ada banyak sekali penyihir cahaya di Tim Jiwa Sihir, semua orang tersentak kaget. Bahkan wajah Tim Komunitas Pengembara membeku terpana.


Melihat wajah kaget semua orang, Tim Jiwa Sihir tersenyum. Mereka sangat bangga dengan tim mereka.


Ketiga orang penyihir cahaya itu mulai melontarkan sihir mereka. Sihir mereka memberi damage pada penghalang, tapi akibatnya tubuh mereka terpental dengan seteguk darah yang keluar dari mulut mereka.


"Ini kesempatan yang bagus supaya poin mereka berkurang" Robert tiba-tiba berbisik di telingaku dengan senyum menyeringai.


Astaga, Robert ini benar-benar licik. Apa dia sengaja mengatakannya agar penyihir cahaya dari tim lawan maju sehingga tim kita tidak perlu turun tangan sama sekali.


Hmmm...sebenarnya ini cukup bagus.


Saat Ketiga penyihir itu menggunakan sihir mereka dan terluka, Reina juga termasuk di antara mereka. Wajah gadis kecil itu pucat dan tangannya gemetar. Kelihatannya semua kejadian ini terlalu berat untuk gadis lemah sepertinya.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Ketua Tim Jiwa Sihir. Dia sangat mengkhawatirkan Reina, karena gadis itu memiliki kondisi yang lebih buruk dari lainnya.

__ADS_1


Reina menggeleng dengan ekspresi lemah sehingga sama sekali tidak terlihat meyakinkan.


"Beristirahatlah. Serahkan saja pada kami" respon penyihir cahaya lainnya.


"Benar. Sihir cahayamu paling kuat. Kami tidak bisa membiarkanmu dalam bahaya karena pertandingan kita masih panjang" respon penyihir lainnya.


Memang benar, sihir cahaya Reina lebih kuat dan lebih besar dari dua penyihir lainnya.


Akhirnya Reina dengan enggan setuju dan mundur ke belakang bersama penyihir lainnya.


Dua orang penyihir cahaya itu menyerang tiga kali dan akhirnya TRANG!


Penghalang itu hancur.


Tapi Tim Jiwa Sihir babak belur. Walaupun aku melihat mereka meminum ramuan penyembuh sehingga luka mereka dengan cepat pulih. Tapi poin mereka yang hilang tidak akan pernah pulih.


Akhirnya penghalang berhasil dihancurkan dengan pengorbanan salah satu tim.


Setelah itu, kita harus mencari penyihir gelap itu.


Tidak mungkin pertandingan ini berakhir karena dia mencuri semua kristal bukan?


"mastaa, aku sama sekali tidak tahu. Bagaimana cara supaya pertandingan ini berakhir?" aku langsung bertanya pada Robert.


Robert menatap Eva sebentar sebelum menjitak kepalanya. "Bodoh, ini sangat mudah. Dalam pertandingan ini kita hanya perlu melakukan dua hal. Kalahkan lawan dan bertahan sampai akhir" kata Robert dengan senyum percaya diri.


Masalah penghalang sudah selesai. Sekarang kita hanya perlu mencari penyihir gelap yang melarikan diri itu. Tapi masalahnya, bagaimana kita mencarinya?


Kelihatannya tim yang lain juga bingung. Setelah menghancurkan penghalang ini mereka perlu berpencar untuk mencari si penyihir gelap. Tapi itu sangat sulit karena kita tidak tahun seberapa jauh penyihir itu berteleportasi. Bahkan beberapa orang menggunakan alat pelacak mana, tapi mereka tidak mendeteksi mana apa pun.


"Ah! Aku menemukannya!" sampai akhirnya salah satu dari Tim Jiwa Sihir berteriak.


Dia tidak memegang alat sihir apa pun di tangannya. Bagaimana dia bisa melacak penyihir gelap itu?


Dia sadar bahwa sekarang dia menjadi pusat perhatian. Dia menatap semua orang sambil tersenyum bangga.


"Hmph! Aku tidak perlu menggunakan alat sihir bodoh seperti kalian. Aku bisa menggunakan elemen cahayaku untuk melacaknya" katanya sombong sambil berkacak pinggang.


Mendengar perkataannya, penyihir cahaya lainnya mulai mencoba menggunakan elemen cahaya mereka. Termasuk Charlotte dan Eva.

__ADS_1


Aku akan mencobanya. Tapi bagaimana?


Hmm...aku tidak tahu sihir pelacak apapun yang menggunakan elemen cahaya. Lebih tepatnya aku sangat jarang melatih elemen cahayaku.


"Dia tidak jauh dari sini" aku mendengar Charlotte bergumam. Kelihatannya dia sudah menemukan jejak penyihir gelap itu.


"Pusatkan manamu di lingkungan sekitar. kau akan melihat jejak elemen gelap. Walaupun samar, masih bisa dilihat." kata Charlotte kemudian saat melihat wajah bingung Eva.


Tanpa berpikir panjang aku langsung mencobanya. Dan berhasil! Saat aku menebarkan manaku di sekitar, aku bisa melihat jejak samar berwarna gelap.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" aku bergumam tanpa sadar. Jujur saja aku belum pernah mempelajari teori tentang kejadian ini sebelumnya.


"Sepertinya Dean Cristal belum mengajarimu" kata Robert.


Aku mengangguk. "Kami juga tidak mempelajari apa pun di akademi". Ini semua karena aku terlalu fokus pada tingkat kekuatan sihir yang kugunakan dan fokus menghapal mantra.


"Ini mudah. Saat kau menggunakan mana untuk menciptakan sihir, akan ada jejak mana yang tertinggal di lingkungan. Besarnya jejak yang tertinggal tergantung mana yang digunakan. Kalau menggunakan mana dari lingkungan sekitar, jejak yang ditimbulkan akan semakin jelas. Karena itulah alat sihir bisa melacak jejak mana itu. Tapi kalau menggunakan mana dalam tubuhmu, jejak yang tertinggal tergantung sihir yang kau gunakan. Dan umumnya, jejak yang ditinggalkan lebih samar. Karena itulah alat sihir tidak bisa melacaknya"


Robert menarik napas dan melanjutkan penjelasannya lagi "Ada satu cara efektif untuk mendeteksi jejak mana yang samar ini. Karena alat sihir tidak berguna. Kita bisa menggunakan elemen sihir yang berlawanan untuk melacak jejaknya. Kita bisa menggunakan elemen api untuk melacak elemen air, dan sebaliknya. Elemen udara untuk melacak elemen bumi, dan sebaliknya. menggunakan elemen cahaya untuk melacak elemen gelap dan sebaliknya"


Akhirnya aku mengerti. Ternyata terorinya cukup mudah. Kita hanya harus menggunakan elemen yang berlawanan untuk melacak penyihir!


"Tapi tentu saja ada kelemahannya. Kita harus dengan cepat melacak jejaknya atau jejak itu akan menghilang" Robert melanjutkan.


Setelah mendengar penjelasan singkat Robert, aku mengangguk mengerti.


Setelah itu kita memutuskan untuk melacak jejak samar yang ditinggalkan. Tim Jiwa SIhir sudah berangkat lebih dulu, diikuti Tim lainnya. Tim lawan yang tidak mempunyai penyihir cahaya mau tidak mau harus membuntuti tim Jiwa Sihir sebagai petunjuk arah. Dan kita juga segera berangkat dengan Charlotte dan aku sebagai petunjuk arah.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2