Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Poin Prestasi


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Tidak ada kejadian yang terjadi malam itu. Setelah mereka tidur dan bangun keesokan paginya, mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan itu Eva terlalu banyak berpikir dan dia memikirkan bagaimana kisah novel ini akan berjalan ke depannya.


Setelah mereka tiba di kerajaan Well dengan selamat, mereka langsung menuju istana untuk menghadiri upacara penyambutan. Setelah itu, mereka kembali ke tempat mereka masing-masing. Untuk para pangeran dan putri, tempat mereka sudah disiapkan oleh raja di istana.


Eva kembali ke mansionnya dan beristirahat. Keesokan paginya dia kembali ke asrama dan menghadiri kelas seperti biasanya. Dia menjalani aktivitas sehari-hari yang biasa sampai akhirnya kabar yang mengejutkan datang. Para pangeran dan putri dari Kano ternyata menjadi teman sekelas barunya!


***


Setelah guru itu memperkenal para pangeran dan putri, mereka duduk di bangku kosong yang sudah disiapkan oleh staf akademi beberapa menit sebelumnya. Lalu kelas berjalan dengan normal kembali. Sampai akhirnya jam istirahat pun tiba.


Aku kira semuanya tidak akan berjalan lancar, tapi aku benar-benar salah! Semua orang di kelasku mulai berhamburan dan mengelilingi para pangeran dan putri. Awalnya hanya Reina yang memulai untuk menegur tapi kemudian semua orang langsung menyusul. Dan mereka mulai menaruh perhatian pada bangsawan dari negara lain itu.


Mereka memberikan banyak pertanyaan. Dari yang umum sampai pertanyaan lelucon. Dan kadang aku melihat mereka tertawa. Bahkan beberapa anak bangsawan yang memberikan tatapan kebencian tadi berbaur dengan baik.


"Ah~ mungkin aku salah melihat tadi. Mereka benar-benar menerima orang-orang Kano itu tanpa masalah. Melihat mereka seperti ini tidak buruk juga" pikirku sambil tersenyum.


Gruk~ Perutku menggeram karena lapar. Ah~ bukannya aku tidak punya makanan, aku punya banyak makanan di ruang dimensi. Tapi aku sangat bosan dengan semuanya. Kali ini aku memutuskan untuk menjelajahi kantin yang ada di akademi.


Sebenarnya, aku belum pernah pergi ke kantin ini. Jadi aku sangat penasaran. Biasanya aku lebih sering makan di mansion atau pun makan makanan yang ada di ruang dimensi. Sesekali Lilac danĀ  Vivian akan mengajakku ke restoran terkenal untuk makan.


Aku langsung keluar dari kelas dan menuju ke kantin. Kebetulan sekali kantin berada dekat dengan gerbang akademi dan memiliki bangunan tersendiri. Jadi lebih mudah untuk dilihat dan didatangi. Posisi ini cukup strategis untuk menarik pelanggan.

__ADS_1


Saat pertama kali aku masuk, aku cukup kagum dengan design interiornya. Ternyata design ini tidak kalah dengan restoran-restoran bangsawan yang ada di ibu kota. Bahkan, aku melihat semua murid juga makan di tempat ini! Tidak membedakan apakah kau bangsawan atau hanya orang biasa. Bukankah berarti harganya murah?


Tapi saat aku melihat daftar harga makanan, ini semua sangat mahal! Sama saja seperti makan di restoran-restoran terkenal yang ada di ibu kota. Tapi aku menemukan sesuatu yang unik. Ternyata makanan ini bisa dibayar dengan metode lain. Yaitu memakai poin prestasi, jadi sama sekali tidak bergantung dengan uang. Poin prestasi ini bisa dengan mudah diperoleh kalau kau menyelesaikan misi dari akademi. Semakin sulit misinya maka poin prestasi juga akan semakin banyak. Tidak heran, semua orang bisa makan disini.


Ah~ aku juga mendapat poin prestasi, tapi aku sama sekali tidak mempedulikannya. Poin ini didapat karena aku berhasil menyelesaikan misi mengantar para pangeran dan putri itu.


Setiap murid di akademi memliki lencana akademi yang disematkan di seragam mereka. Nah, di lencana ini tertera identitas pribadi mereka seperti nama, umur, bangsawan, kelas, dll. Poin prestasi juga tercantum di lencana ini bersamaan dengan identitas pribadi kita.


Ngomong-ngomong, putra mahkota Denis adalah pemilik poin prestasi tertinggi di akademi. Oleh karena itu lah dia menjadi ketua dewan. Dia benar-benar sudah melakukan banyak misi sulit dan mendapatkan banyak poin, ini sama sekali tidak terduga. Dia benar-benar sudah berusaha keras untuk berlatih rupanya.


Aku penasaran dengan sistem poin prestasi ini. Jadi aku mencoba membeli makanan menggunakan poin prestasi milikku. Ternyata caranya sangat mudah. Pertama, aku perlu memilih makanan yang akan kumakan. Lalu aku menyerahkan lencanaku dan staf kantin mulai mengurangi poinnya dengan mesin sihir. Ah! Ini benar-benar de javu! Ini mengingatkanku akan sistem pembayaran di bumi, saat kita menggunakan kartu kredit atau pun debit.


Setelah transaksiku selesai, staf kantin akan mengembalikan lencanaku dan aku bisa makan dengan tenang di sini. Aku sengaja memilih kursi yang agak di sudut ruangan. Ah~ aku makan sendirian lagi. Bukannya aku tidak pernah sendirian kemana-mana, hanya saja ini terasa aneh...


"Ah sudahlah!" aku menampis pikiran anehku. Kenapa aku berpikiran aneh seperti itu? Aku sama sekali tidak kesepian! Ini hanya bosan oke. Kalau sudah benar-benar tidak ada hal yang bisa kulakukan, aku mungkin akan kembali ke mansion dan bermain dengan Wiya serta bocah elf itu.


Tiba-tiba terdengar suara keributan di luar. Para murid itu mulai bergumam dan memfokuskan pandangan mereka ke arah pintu depan. Aku mengernyit penasaran. Sebenarnya ada apa?


Lalu pintu terbuka dan segerombolan orang mulai masuk dengan berbaris rapi. Ada sekitar sepuluh orang dengan seorang pemimpin di depan mereka. Ah! Orang paling depan itu adalah Denis! Kenapa dia datang ke kantin dengan cara mencolok seperti itu? Maksudku ini hanya kantin akademi, tempat untuk makan. Tapi kenapa dia datang dengan cara formal dan mencolok seperti itu?


Saat aku melihatnya, Denis juga berbalik melihatku. Kami bertatapan sepersekian detik, lalu Denis tersenyum.


Aku merinding saat melihat senyum Denis. Entah kenapa perasaanku seperti tidak enak.

__ADS_1


Denis maju ke arahku dengan orang-orangnya. Situasi ini membuatku sangat tidak nyaman. Aku menjadi pusat perhatian dalam sekejap hanya karena satu orang. Ini benar-benar menyebalkan! Aku sama sekali tidak suka menjadi pusat perhatian!


"Kau sudah kembali?" tanya Denis sambil tersenyum. Sebenarnya ekspresinya menawan saat ini, tapi aku benar-benar tidak bisa menikmati aura ketampanan miliknya.


"Salam Yang Mulia" aku langsung berdiri dari kursiku dan memberi hormat.


"Kenapa kau tidak menemuiku setelah menyelesaikan misi?" Denis bertanya lagi dengan wajah yang cemberut.


"Um...maafkan saya Yang Mulia. Saya kelelahan dan memutuskan untuk kembali dan beristirahat" jawabku dengan sedikit gugup.


Denis masih cemberut. Dan dia memperhatikanku dari atas ke bawah. "Baiklah..."


Lalu dia tiba-tiba tersenyum cerah. "hari ini ikut aku. Kau lupa janjimu untuk menjadi anggota dewan?"


"Eh?"


Melihat wajah bingung Eva, Denis kembali cemberut. "Mau melarikan diri lagi?"


"Tidak, tidak yang mulia"


Anggota dewan? Aku benar-benar lupa tentang hal ini. Ah, sebenarnya kupikir menjadi anggota dewan tidak terlalu buruk juga.


Sementara Denis tenggelam dalam pikirannya.

__ADS_1


'Akhir-akhir ini kelihatannya gadis kecil ini menghindariku? Atau ini cuma imajinasiku saja?' pikir Denis bingung. Tapi dia merasa sedikit kekhawatiran di hatinya kalau Eva semakin menjauh, dan dia berusaha menekan itu dalam-dalam.


__ADS_2