
Cerita sebelumnya:
Pertikaian pun selesai. Kelompok Jiwa Sihir memutuskan untuk pergi tanpa membawa apa pun. Sehingga Dean Wason mengambil semua sisa harta untuk kepentingan Menara Sihir.
Setelah keluar dari reruntuhan, mereka pun melanjutkan penjelajahan mereka dengan kelompok penuh. Tapi sayangnya mereka tidak menemukan apa pun kecuali binatang sihir lemah.
Malam pun tiba, mereka memutuskan untuk beristirahat. Eva berada dalam satu tenda dengan Dean Crsytal dan Reina. Saat itu Dean Crsytal mengetahui keberadaan Rexus.
***
Saat Eva dan Dean Crsytal sibuk berbincang dengan bahagia di dalam tenda. Reina menunggu di luar sambil menatap tenda di depannya dengan mata menyipit.
Reina merasa dunia sangat tidak adil.
Semua orang berbahagia, hanya dia yang menderita.
Lalu dia menatap ke sisi lainnya. Tenda para pria hanya berjarak beberapa meter dari mereka. Kebetulan sekali saat itu Denis dan Sayn sedang mendapat shift berjaga.
Reina tersentak. Dia ingin menghampiri mereka. Lagipula Denis sudah meminta maaf pada nya. Jadi dia berpikir untuk berbaikan dengan mereka. Lalu ini juga merupakan kesempatan baik untuk berteman dengan orang misterius yang kuat itu.
Saat Reina datang mendekat, Sayn mengernyit kan kening dengan wajah masam. Tapi tentu saja tidak ada yang melihat ekspresinya karena wajahnya selalu tertutup tudung jubahnya.
SYUU! Tanpa aba-aba Sayn terbang meninggalkan Denis dan berhenti di atas pohon terdekat. Dia duduk di pohon itu sambil menyandarkan dirinya. Sesekali melihat ke bawah untuk mengawasi perkemahan mereka.
Denis tidak mempedulikan bahwa Sayn pergi meninggalkan nya. Tapi wajahnya juga masam sesaat saat dia melihat Reina menghampiri nya.
"Yang mulia..." kata Reina lirih. "Aku ingin minta maaf karena sudah berkata kasar dan tidak sopan seperti itu. Aku janji tidak akan melakukan nya lagi" katanya dengan nada menyesal.
"Jangan minta maaf padaku. Kau harusnya minta maaf pada Eva" jawab Denis ketus.
"..."
Reina terdiam. Dia meremas jubahnya dengan kedua tangannya erat-erat.
__ADS_1
"Aku akan minta maaf padanya" jawabnya pelan.
"Hari sudah gelap. Kenapa kau kemari? Lebih baik kau segera kembali ke tenda mu" kata Denis. Dia ingin berjaga dengan tenang sendirian. Melihat gadis ini berkeliaran di dekatnya membuat nya tidak nyaman.
"Aku...aku tidak bisa tidur. Aku akan menemani Yang Mulia sebentar..." jawab Reina bersikeras.
"Aku tidak ada waktu menemanimu. Aku sangat sibuk" jawab Denis acuh tak acuh. Dia langsung melompat ke atas pohon, mengabaikan Reina. Lalu dia mulai duduk sambil memejamkan matanya, memulai meditasinya.
Sayn menyaksikan semuanya sambil berbaring santai di atas dahan pohon.
"Heh~" gumam Sayn sambil menyaksikan kejadian itu. Kejadian seperti ini sama sekali tidak asing baginya, di kalangan para bangsawan. Tapi dia tidak pernah mendapat perhatian gadis-gadis bangsawan itu. Dia hanya pernah melihat saudara-saudaranya yang dikerumuni gadis bangsawan karena mereka menginginkan ikatan pernikahan dengan keluarga kerajaan.
Sayn menatap Denis yang berada tidak jauh darinya.
'Pada akhirnya posisi gadis bodoh itu cukup sulit' pikir Sayn sambil menatap Reina.
Sayn tidak menyukai Denis. Walaupun Denis menunjukkan ketertarikan yang kuat pada Eva. Sayn juga melihat bahwa pria itu juga tidak bisa melepaskan Reina. Dia berpikir bahwa gadis cahaya itu mungkin akan menjadi selir raja di masa depan. Memikirkan itu, membuat Sayn semakin menguat kan tekadnya untuk merebut Eva dan membatalkan pertunangan mereka. Walau pun dia harus menghadapi halangan lainnya, Robert. Tapi Dia tidak akan menyerah.
'Setidaknya aku tidak akan pernah memiliki selir' pikir Sayn sambil memejamkan matanya. Lalu dia tersenyum menyeramkan. "Tinggal sedikit lagi, menunggu raja bodoh itu meninggalkan tahta"
'Hei~ apa kau ingin kekuatan?' sebuah suara tiba-tiba terdengar di telinganya.
Reina langsung panik dan melihat sekeliling, tapi dia tidak menemukan apa pun.
'Aku hanya mengirimkan transmisi suara padamu. Kau tidak akan bisa mencariku. Apa kau ingin kekuatan?' tanya suara itu sekali lagi. Suara yang dingin tapi Kekanak-kanakan.
"Siapa?" Reina bertanya
'Ikuti aku. Pergi ke arah pohon besar di belakangmu' suara itu memandunya.
Reina mengerjap penasaran dan dia langsung menghampiri pohon besar di belakangnya.
Ada sebuah dimensi ruang kecil di balik pohon besar itu dan semua orang tidak bisa merasakannya.
__ADS_1
Reina tersedot ke dalam ruang dimensi itu dan masuk ke dalam tempat yang aneh.
"Apa ini? Apa yang kau lakukan padaku? Pulangkan aku!" teriak Reina panik. Dia terjebak sekarang dan dia menyesal karena menuruti perkataan suara asing itu.
"Tenanglah." Tiba-tiba sesosok bayangan ular hitam kecil muncul di depannya. Ular kecil itu memiliki panjang kuramg lebih 10 cm dan memiliki sayap kecil di punggungnya. Ular itu terbang di depan matanya.
Reina menatap ular di depan matanya dan dia merasa tidak asing. Dia pernah melihat ular seperti ini entah dimana.
"Ah!" Reina mulai tersentak kaget saat dia mulai mengingat nya. Ular kecil ini mirip dengan ular raksasa yang dilihatnya di danau itu! Ular yang menjaga ramuan kuno itu.
"Kau? Siapa kau? Kenapa kau memanggilku kemari? Kenapa kau bisa berbicara?"
Reina melontarkan banyak sekali
pertanyaan dalam kebingungannya.
"Hahaha" ular kecil itu tertawa. Suaranya seperti anak kecil. Reina tidak menyangka bahwa ular itu bisa berbicara padanya lewat pikiran.
"Jangan terlalu takut. Aku hanya tertarik padamu. Aku tidak bermaksud jahat." jelasnya. "Lalu tentu saja aku bisa berbicara. Aku adalah hewan ilahi yang sudah hidup selama ratusan tahun. Sayang nya penyihir jahat menangkapku dan menyegelku. Lalu menggunakan semua kekuatan ku untuk menjaga altar bodoh itu. Sekarang aku kehilangan kekuatan, karena itu tubuhku menjadi kecil seperti ini" ular itu menjelaskan.
"Tapi bukankah sebelumnya kami sudah mengalahkanmu?" Reina mengerjap tak percaya.
Ular itu tertawa lagi. "Tubuh itu hanya avatar yang terbentuk karena manaku." jelasnya.
Ini menjelaskan kenapa saat ular raksasa hitam itu mati, tubuhnya langsung menghilang, tanpa meninggalkan bangkai apa pun.
"Jadi, ada urusan apa denganku?"
"Bagaimana kalau kita bekerja sama? Bantu aku memulihkan kekuatan ku. Aku akan membantumu untuk membuat mu kuat" kata si ular.
"Bagaimana caranya kau membantuku?" Reina mengernyit kan kening bingung. "Kau tahu aku hanya penyihir cahaya dengan kekuatan penyembuhan yang kuat. Aku tidak tau sihir serangan apa pun" katanya sedih.
"Aku punya sebuah buku sihir tingkat tinggi untuk pengguna sihir cahaya. Dan ini adalah sihir serangan"
__ADS_1
Mata Reina langsung berbinar setelah mendengar nya. Dia hanya punya satu kelemahan, dia tidak bisa menyerang. Tapi sekarang dia bisa mengatasi hal itu dan menjadi lebih hebat.
"Aku akan membantumu" kata Reina yakin sambil tersenyum tulus.