Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Pertandingan Sihir


__ADS_3

Dean Wason menatap kami berdua dengan mata serius dan dalam, bahkan menyebabkan punggungku merinding sebentar. Suasana menjadi dingin sesaat.


"Maafkan aku ketua" jawab Robert lirih. "Aku tidak bermaksud untuk membuat masalah" Robert memikirkan masalah yang dibuatnya saat membuat orang berjubah putih itu menjadi patung es. Walaupun Dean Caro, para bawahannya belum tentu bersalah karena pekerjaan mereka adalah mengikuti perintah dari atasan mereka sendiri. "Aku akan mengembalikan mereka seperti semula dan merawat mereka sampai membaik" kata Robert teguh.


"Baiklah" seru Dean Caro acuh tak acuh. "Lalu bagaimana kau akan mengatasi masalah ini ke depannya? Bukannya aku sudah menuruti permintaanmu? Untuk mengusirmu dari sini walaupun aku merasa sangat kehilangan..."


Apa?


Apa itu berarti Robert tidak pernah diusir? Dia yang membuat permintaaan kepada menara sihir agar dia diusir? Kenapa? Setahuku hidup Robert disini aman, damai dan tentram. Walaupun kebenaran terungkap bahwa dia anak Dean Caro, kupikir hanya karena masalah itu dia tidak perlu melarikan diri.


"Maaf..." kata Robert lirih sambil menundukkan kepalanya.


"Caro tidak akan menyerah. Kau adalah anaknya. Dia akan tetap mengejarmu sampai kau mengikuti pertandingan itu" lanjut Dean Wason.


"Pertandingan apa?" potongku tanpa sadar.


Aku tidak ingat pertandingan apa-apa tentang Robert dalam novel. Part Robert dalam novel sedikit, tidak sebanyak tokoh utama, Denis dan Reina. Jadi, aku benar-benar tidak tahu kejadian yang menimpa Robert secara merinci dari kecil hingga besar.


Dean Wason langsung menatapku. Aku merinding lagi. "Maaf..." kataku merasa bersalah. "Silahkan lanjutkan..." Aku benar-benar merasa bersalah karena memotong pembicaraan.


"Kau adalah putri duke itu?"


"Ah..." aku refleks berdiri.

__ADS_1


"Perkenalkan, nama saya Eva van Court, Dean. Saya adalah murid Robert" kataku sambil memberi hormat dengan memegang gaunku di kedua sisi.


"Hahaha..." Dean Wason tertawa kecil. "Kau tidak perlu gugup. Aku tidak akan memakanmu." katanya sambil merubah raut wajahnya seperti kakek yang ramah. "Aku malah merasa bermasalah karena melibatkanmu dalam kejadian ini.


Aku menjadi salah tingkah. Kedua pipiku memerah karena malu dan aku mulai duduk kembali.


"Pertandingan ini adalah keegoisan dari para orang tua" jawab Dean Wason kemudian, kembali ke pembicaraan utama sekaligus menjawab pertanyaanku. "Setiap penatua menara sihir memliki beberapa orang murid. Dan perwakilan dari murid mereka akan diutus untuk mengikuti pertandingan. Kau tahu bahwa ada banyak organisasi sihir di dunia ini bukan?"


Aku langsung mengangguk. Aku pernah membacanya di novel. Ada banyak negara di dunia ini sehingga ada banyak organisasi sihir. Setiap negara memiliki organisasi sihirnya tersendiri. Tapi, Kerajaan Well dan Menara sihir adalah tempat utama dalam novel. Jadi aku tidak tahu secara spesifik negara-negara lainnya. Bahkan saat even perang di dalam novel, hanya dijelaskan 'bertarung melawan negara tetangga' dan sampai sekarang aku tidak tahu nama negara tentangga itu. Tapi, nanti aku mungkin mengetahuinya, karena aku sudah menjadi manusia hidup didunia ini, bukan sebagai pembaca.


"Ada sekitar enam negara dan ada enam organisasi sihir terkuat. Sebenarnya ada banyak organisasi sihir kecil yang dibentuk oleh para penyihir pengembara, tapi kita tidak menganggap mereka. Itu hanyalah kelompok yang dibentuk para penyihir nakal untuk bersenang-senang. Setiap sepuluh tahun sekali, keenam organisasi sihir akan bertemu. Dan pertandingan pun terjadi. Apa kau pernah mendengar tentang persitiwa langit terbelah?"


Aku mengangguk. Aku pernah mendengarnya. Tapi itu hanya dijelaskan sedikit dalam novel. Bahwa Reina telah memasuki domain sihir saat peristiwa itu dan menemukan binatang sihir langka. Dia benar-benar protagonis yang beruntung.


"Pertandingan itu diadakan untuk memperebutkan tiket pintu masuk ke domain misterius. Setiap peristiwa langit terbelah terjadi maka sebuah domain sihir misterius akan terbuka. Para organisasi sihir mengirim murid terbaik mereka untuk bertanding. Kemudian sepuluh pemenang utama memiliki kesempatan untuk masuk. Setiap murid yang menang akan masuk dengan guru mereka sendiri. Karena itulah Dean Caro ingin menangkap Robert agar mengikuti pertandingan itu. Dan murid-murid sihir lainnya merasa terganggu karena Robert seorang jenius dan mulai mengasingkannya. Walaupun mereka dari organisasi yang sama, mereka akan tetap bertarung nantinya sebagai perwakilan dari masing-masing penatua untuk mendapatkan tiket masuk"


"Itulah kenapa aku menganggap ini keegoisan para orang tua yang ingin mengorbankan anak-anak mereka agar mendapat posisi dan kekuatan"


"Kenapa kalian sangat ingin sekali masuk? Apa yang ada di domain sihir itu?"


"Kami tidak tahu pasti. Aku pernah masuk dua kali. Dan aku hanya menemukan dua senjata sihir. Tapi setiap orang akan memperoleh hadiah yang berbeda. Ada yang memperoleh senjata sihir, binatang sihir ataupun sihir langka. Ada yang menemukan item langka juga dengan berbagai fungsi"


"Apa keuntungan dari pemenang pertama dari pertandingan?"

__ADS_1


"Urutan pemenang akan menentukan berapa lama mereka menjelajahi domain sihir. Pemenang pertama akan mendapat waktu lebih lama dan otomatis lebih banyak mendapatkan hadiah. Tapi itu juga bukan keuntungan karena keberuntungan setiap orang berbeda. Ada kejadian pemenang terakhir mendapat jumlah hadiah yang sama dengan pemenang kelima karena dia lebih beruntung.


Hoo...dari sinilah asal binatang sihir Reina. Tampaknya Reina mengikuti pertandingan itu dan menempati salah satu kursi pemenang? Atau Robert tetap mengikuti pertandingan itu dan memberikan hadiah untuk Reina? Ini tidak dijelaskan dalam novel. Aku benar-benar frustasi saat ini!


Dean Wason mengalihkan pandangannya kembali ke Robert "Jadi? Bagaimana keputusanmu? Walaupun aku sudah menjauhkanmu darinya, dia tetap mengincar orang terdekatmu" katanya sambil menatap Eva dengan mata menyipit.


Robert menatap Eva dengan cemas. Dean Caro sudah mengetahui kekuatan Eva dan terus mendorongnya. Kalau dia mengikuti perintahnya, setidaknya Eva bisa aman dari satu masalah. Tapi dia tidak akan pernah melakukan sesuatu yang bisa menguntungkan orang tua serakah itu. Walaupun Dean Caro adalah ayah kandungnya sekaligus gurunya yang merawatnya dari kecil. Dia tidak pernah merasakah kasih sayang dari asuhannya. Dia merasa bersyukur dia tidak hidup di jalanan lagi. Tapi setelah datang ke tempaat ini, dia benar-benar terus berlatih dengan keras dan hampir mati. Pernah sekali, dia hampir koma selama sebulan dan akhirnya bangun. Tapi Dean caro tidak peduli atau cemas. Dia hanya menatapnya sarkatis dan menyuruhnya berlatih lebih keras. Dia lemah karena itu dia terluka. Itulah motivasinya untuk menjadi kuat. Semakin kuat dirinya maka dia tidak akan terluka.


Saat mengetahui Dean Caro adalah ayah kandungnya, dia sangat senang. Dia mengenal kasih sayang orang tua terlambat karena saat ini dia cukup dewasa. Tapi saat dia mendengar pembicaraan Dean Caro saat itu, dia langsung membuang jauh-jauh harapannya. Ternyata Dean Caro hanya memanfaatkannya selama ini. Memanfaatkan sihirnya, tubuhnya dan pikirannya untuk menjadi kuat. Agar dia bisa mendapatkan hasilnya nanti. Dia tahu bahwa Dean Caro ingin memanfaatkan kekuatan sihirnya untuk keuntungannya sendiri. Robert tidak mau melawan guru sekaligus ayahnya, jadi dia memutuskan untuk pergi dari menara sihir, memutuskan keterlibatannya dengan Dean Caro. Dan dia tidak tahu bahwa Dean Caro sangat menginginkannya untuk mengikuti pertandingan itu bahkan sampai menculik Eva sebagai umpan. Dia merasa sangat bersalah karena Eva terlibat.


"Mungkin...aku akan ikut..." jawab Robert lirih. Dia tahu dia bisa melindungi Eva, tapi dia bisa saja lengah seperti saat ini. Karena dia tidak bisa mengawasi Eva selama 24 jam. 'Apalagi gadis kecil ini sangat nakal, suka berlarian kesana kemarin hmph! Jadi aku tidak tahu apakah dia dalam situasi yang berbahaya atau tidak' pikir Robert.


"Master...kau akan ikut?" tanyaku memastikan dengan mata melebar.


Robert mengangguk.


"Master..." sahutku manja sambil mendekatkan wajahku.


Entah kenapa Robert merasa pundaknya merinding, dia merasa ada sesuatu yang tidak benar.


"masterr...." Eva berkata lagi dengan manja.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku ingin ik..." belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, tangan Robert dengan cepat menutup mulutku. Lalu dia membawaku ke pangkuannya sambil menutup mulutku. "Umph...umphhh!" aku berteriak.


Robert mengabaikanku. "Jadi bagaimana ketua? Kalau aku memutuskan untuk ikut, apakah kau punya jalan keluar lainnya?" katanya sambil menatap Dean Wason serius.


__ADS_2