Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Ruang Rahasia


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Eva pergi makan bersama Dean Wason, lalu dia menanyakan keberadaan Robert, dan Dean Wason berkata bahwa Robert sedang ada urusan, karena itu dia tidak ada di menara sihir. Dean Wason tampaknya tidak mau memberitahu Eva, apa yang dikerjakan Robert sekarang. Sehingga Eva merasa penasaran. Eva pun memutuskan untuk menginap di kamar Robert dan mencari tahu sendiri. Eva memutuskan hal ini karena dia pernah memergoki Robert sedang mengerjakan sesuatu yang aneh.


Saat mereka selesai makan, Dean Wason mengantarnya ke kamar Robert. Saat Eva akan masuk ke dalam kamar, salah satu murid Menara Sihir menghampirinya dan memberikannya sebuah amplop. Eva tidak terlalu memikirkannya, karena amplop itu hanya titipan untuk diberikan kepada Robert nanti.


Saat masuk ke kamar Robert, Eva mencari ke seluruh sudut ruangan. Mencari dokumen yang pernah dilihatnya. Tapi dia tidak pernah menemukannya. Eva tidak menemukan apa pun sampai dia menemukan sebuah kain biru yang aneh. Menarik kain itu dan tiba-tiba ruang bawah tanah rahasia pun terbuka....


***


Aku masih berjongkok di tepi, sambil mengamati ruang bawah tanah di depanku.


"Ah... ruangannnya sangat gelap.." aku memelas. Aku tidak takut gelap. Tapi aku takut binatang yang tinggal dalam kegelapan. Contohnya adalah tikus.


Uuhh...aku merinding saat aku memikirkan mahluk itu. Mudah-mudahan aku tidak akan bertemu satu pun tikus di ruangan bawah tanah ini.


Sudah sebelas tahun aku hidup di mansion, dan aku tidak pernah bertemu mahluk itu. Aku hanya berharap semoga aku tidak bertemu dengan satu ekor pun tikus.


"Bawa ini saja sebagai jaga-jaga" aku mengeluarkan alat sihir yangg berbentuk seperti tongkat. Alat ini bisa mengeluarkan sihir listrik dan punya jangkauan lebar. Sebenarnya, aku bisa saja menggunakan sihir langsung untuk menyerang. Tapi, kalau panik aku benar-benar tidak sempat untuk berpikir membaca mantra. Di bumi aku terbiasa membawa racun semprot pembersih hama. Jadi kalau menemukan mahluk itu, tinggal langsung tekan saja. Alat sihir ini memiliki fungsi yang sama dengan racun semprot hehehe...


Aku mulai mengeluarkan bola-bola api kecil, yang kubiarkan mengambang di atas kepalaku. Aku membuat lima buah bola api kecil dan menerbangkannya di depanku. Lalu secara perlahan aku mulai menuruni tangga.


Sejauh ini yang kulihat hanya tangga dan dinding batu. Aku belum melihat dasarnya.


"Ini...lumayan panjang..." aku mengeluh. Aku tidak menyangka bahwa dasarnya sangat jauh ke dalam. Bukankah secara logika akan menuju ke lantai di bawahnya? Dan menembus kamar di bawah? Tapi kelihatannya tidak. Kenapa? Oh! Apa karena ruang bawah tanah ini adalah ruang dimensi? Jadi benar-benar tidak mempengaruhi bangunan di dunia nyata. Kelihatannya ini ruang dimensi yang dibuat Robert secara pribadi untuk menyembunyikan sesuatu. Tapi aku tidak tahu untuk apa itu.


Akhirnya, setelah setengah jam berjalan, aku menemukan dasar dari ruang bawah tanah ini. Ruangan itu tidak gelap, ada banyak lilin kecil yang menempel di dinding sebagai penerangan. Jadi, aku menghilangkan bola api peneranganku.


Pemandangan pertama yang kulihat adalah sebuah ruangan kerja sederhana. Hanya ada meja kecil dengan kursi. Di atas meja ada beberapa dokumen dan tempat dari kayu. Lalu disamping meja ada dua lemari yang penuh dengan buku.


"Ini...tidak mungkin aku memeriksa semuanya hari ini..." kataku mengeluh.


Apa aku menyerah saja? Aku benar-benar malas untuk memeriksa semuanya satu per satu.


"Tidak! Tidak boleh! Aku takut bahwa master melakukan hal yang berbahaya!" aku menggelengkan kepalaku dengan cepat untuk mengusir pikiran malasku.


"Ayo mulai dari yang termudah dulu" aku mulai memeriksa semua hal yang di atas meja. Aku berusaha membuka semuanya satu persatu dan membacanya. Aku tidak ingin bekerja dua kali, jadi aku harus mengecek semuanya dengan teliti.


"Disini juga tidak ada apa pun" gerutuku sambil mulai berpindah untuk mengecek laci. Dan aku tetap tidak menemukan apa pun.


Lalu aku beralih ke arah lemari. Aku mengecek satu persatu isi lemari. Dan itu memerlukan waktu yang sangat lama. Aku tidak sadar bahwa sudah tengah malam.

__ADS_1


Hoamm~ aku menguap.


"Apa aku lanjutkan besok? Tapi tinggal sedikit..."


Aku memutuskan untuk melanjutkan. Dan aku tidak menemukan apa pun...


"Tidak ada hal penting disini! Kenapa master menyembunyikan ruangan ini! Arghh, kerjaanku sia-sia!!" aku berteriak frustasi. Apa Robert memang punya hobby untuk membuat ruang rahasia? Padahal tidak ada sesuatu yang rahasia disini. Ck, Dasar Robert bodoh! Mungkin dia punya kepribadian yang tidak kuketahui....


Aku mulai berbalik.


"sebaiknya aku pergi dari sini. Aku mengantuk" kataku malas sambil menuju tangga. Sesekali aku menarik lenganku ke atas untuk merenggangkan tubuhku.


TAK!


Ada bunyi sesuatu!


Aku menoleh. Dan...


Yah~ hanya lilin yang jatuh, cih! Aku segera mengambil lilin itu dan memasangnya kembali ke dinding.


Saat itulah aku menemukan sesuatu yang tidak terduga!


Tapi aku tidak bisa melihat semua coraknya karena tertutup lilin dan lemari.


SHUUU~


Aku mulai menggunakan sihirku. Aku menerbangkan semua lilin ke atas. Lalu aku mulai menerbangkan kedua lemari itu disisi lainnya.


Ah! Coraknya terlihat dengan jelas! Tapi aku tetap tidak mengerti corak apa ini!


Ini memang gambar abstrak yang pernah kulihat dalam dokumen itu. Aku sudah menemukannya tapi aku sama sekali tidak mengerti?


'Apa aku terlalu bodoh?' pikirku sambil mengasihani diriku sendiri.


Ayolah, ingat, ayolah...


Aku merasa ini familiar oke? Aku pernah membacanya di dalam novel, tapi aku tidak mengingatnya...


"...." Aku terduduk sambil mengamati corak itu, dan berpikir.


Perlu waktu lama untukku mencoba membongkar-bongkar pikiranku.

__ADS_1


"AH!" aku menjerit dan langsung berdiri.


"Aku ingat! Aku ingat! Ini peta!" kataku antusias sambil mendekati corak itu dan menyentuhnya.


Corak panjang dan berlekuk-lekuk ini menandakan jalan. Lalu corak begerigi ini menandakan pepohonan atau hutan. Dan corak berlekuk pendek ini menandakan sungai atau laut. Ini benar-benar peta!


Aku ingat sepenggal cerita di dalam novel, bahwa Robert penah memulai misi dengan hanya satu petunjuk, yaitu peta misterius. Dan setelah mengikuti peta itu, Robert kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Lebih besar dua kali lipat. Karena itulah dia dijuluki penyihir jenius. Di usianya yang masih muda, dia sudah bisa menandingi sihir para penatua, kecuali Dean Waaon. Novel tidak menjelaskan apa yang terjadi pada Robert selama melaksanakan misi. Hanya dijelaskan bahwa Robert menemukan keberuntungan dari peta rahasia sehingga kekuatannya meningkat.


"Jadi ini peta rahasia itu~"


"Yah, kurasa Robert baik-baik saja bukan? Novel sudah menjelaskan bahwa dia baik-baik saja malahan mendapatkan keberuntungan, syukurlah~" aku menghela napas lega.


Tapi, jiwa penasaranku bergetar hebat~


Peta apa ini? Haruskah aku menyalinnya dan mengikutinya?


Tidak, tidak, tidak! Ayolah ~ kau harus berhenti melakukan hal yang ceroboh dan membahayakan. Biasanya rasa penasaran ini benar-benar tidak akan berujung baik oke.


Aku memutuskan untuk menyerah dan tidak melakukan hal aneh. Berpetualang mengikuti peta memang menarik dan menyenangkan. Tapi, kalau berujung maut, tidak akan menyenangkan lagi.


"Ah, tapi kan master ada disana" aku bergumam. Aku bimbang kali ini. Benar-benar bimbang.


Aku mulai menatap lilin yang terbang tidak beraturan di langit-langit.


"Iku, tidak, ikut, tidak..." aku mulai menghitung satu persatu lilin. Sampai akhirnya di lilin terakhir "ikut..."


Haruskah aku ikut?


"Ah, aku akan memikirkannya nanti~"


Aku mulai menggunakan sihir bumi untuk menyalin peta. Aku membuat versi yang lebih kecil. Setelah peta batu salinan itu selesai, aku langsung menyimpannya dalam ruang dimensi.


Tidak lupa, aku merapikan lemari ke posisi awalnya. Dan menempatkan lilin-lilin itu ke tempat asalanya. Setelah kulihat, tidak ada yang berubah atau pun berantakan, aku segera mengeluarkan bola api dan terbang ke atas. Kali ini aku tidak perlu untuk naik tangga satu per satu karena aku sudah tahu tempatnya seperti apa. Jadi tidak perlu waspada. Setelah sampai dikamar, aku menarik kain biru di langit-langit untuk menutup pintu bawah tanah di lantai kamar.


Setelah itu "Fuwaa~" aku langsung melemparkan diriku di kasur dan tertidur...


***


Dh


Para readers, jangan lupa likenya ya, biar author semakin semangat buat up ~

__ADS_1


__ADS_2