
Cerita Sebelumnya:
Akhirnya pertandingan sihir babak pertama dimulai. Mereka semua dipindahkan ke dalam ruang dimensi.
Kelompok Eva ditempatkan di hutan Utara. Dan mereka harus menuju ke selatan untuk mendapatkan bola Kristal. Mereka harus melewati sungai dan rawa untuk sampai ke tempat itu.
Perjalanan mereka dimulai. Mereka menggunakan sihir angin untuk mempercepat langkah mereka. Tapi insiden buruk terjadi di tengah-tengah perjalanan. Dua orang lainnya yang sudah kelelahan tertinggal di belakang dan dikepung oleh sekelompok binatang sihir.
Walaupun Eva berhasil mengalahkan seluruh binatang sihir itu dengan mudah, tetap saja kedua orang itu berakhir dengan penuh luka dan poin kehidupan mereka berkurang.
***
Charlotte menghampiri Jean dan Hans. Lalu dia mulai menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan kedua orang itu.
Hanya dalam beberapa menit, luka mereka sudah sembuh. Walaupun stamina tubuh mereka tetap berkurang karena menggunakan sihir secara berlebihan. Untungnya mereka membawa banyak ramuan untuk membuat stamina mereka tetap terjaga. Mereka harus menunggu sampai malam agar bisa beristirahat dan mengisi ulang stamina mereka.
"Tunjukkan aku sisa point kalian" kata Robert.
Dua orang itu mengangguk, lalu panel transparan muncul di depan mereka.
Jean : 180
Hans : 150
Kelihatannya serangan tadi benar-benar fatal. Poin mereka berkurang banyak, terutama Hans.
"Lain kali, kalau kalian merasa lelah segera beritahu kami. Setidaknya kami tidak akan meninggalkan kalian di belakang" aku merasa geram karena poin mereka hilang terlalu banyak. Mau tidak mau aku refleks menceramahi mereka karena ceroboh.
Aku mengira mereka akan membantahku, memberiku cibiran, atau tatapan mengejek. Tapi ternyata itu tidak terjadi! Dua orang itu menundukkan kepala mereka karena menyesal. Sikap mereka cukup membuatku merasa terkejut.
"Maaf...lain kali kami akan berhati-hati"
Eh? Apa yang terjadi? Mereka benar-benar meminta maaf padaku? Kenapa sikap dua bocah nakal ini tiba-tiba berubah drastis?
Ah sudahlah~
ini bukan hal yang penting juga.
Dalam sekejap Eva mengabaikan perubahan sikap dari kedua orang itu.
Mereka berisitirahat selama beberapa jam. Beberapa dari mereka mengeluarkan makanan dari ruang dimensi untuk mengisi perut mereka. Eva adalah pemimpin nya.
__ADS_1
Melihat gadis kecilnya terlalu banyak makan, Robert mengernyitkan kening tidak senang
"Jangan makan terlalu banyak dan tergesa-gesa. Perjalanan kita masih panjang. Kau harus menghemat makananmu."
"Tenang saja. Aku membawa banyak sekali makanan" jawabku tidak peduli.
"Bagaimana kalau kau sakit perut karena terlalu banyak makan? Kita tidak punya toilet disini" kata Robert refleks.
Puh! Aku hampir memuntahkan makananku. Toilet? Apa dia berpikir aku akan BAB di tengah hutan karena kekenyangan?! Pikiran bodoh macam apa itu! Aku benar-benar sudah kehilangan nafsu makanku sekarang...
"Aku tidak akan melakukannya!" kataku sambil menatap Robert tajam.
Robert hanya tersenyum kecil. Dia mengelus kepala gadis kecil itu lagi.
"Kau benar-benar sudah besar. Biasanya kau akan bersikap manja padaku. Tapi sekarang kau berani membantahku Hahaha..."
"Aku tidak bermaksud bersikap seperti itu masta...." kataku menyesal.
"Tidak apa-apa. Aku menyukainya. Mulai sekarang aku akan terus menganggumu" jawab Robert senang.
"..."
Cih!
***
Perjalanan mereka pun dilanjutkan. Kali ini mereka tetap menggunakan bantuan penyihir angin. Tapi para penyihir angin itu hanya boleh menggunakan sihir mereka selama tiga puluh menit. Setelah itu mereka akan berjalan normal selama satu jam, sebelum mempercepat langkah mereka lagi.
Di tengah-tengah perjalanan, mereka menemukan beberapa binatang sihir level 2 dan 3.
Jean dan Hans membantai habis seluruh binatang sihir itu. Mereka ingin membalas dendam kejadian yang sebelumnya. Mereka tidak akan lengah lagi dan membiarkan binatang sihir melukai mereka.
Sementara Robert, Charlo dan aku hanya memandang dari belakang. aku ingin turun tangan tapi Jean dan Hans langsung melarangku.
Aku mengira mereka masih meremehkan kekuatan ku. Tapi ternyata itu tidak benar!
"Kau harus menghemat kekuatan mu! Untuk binatang-binatang kecil ini biar kami saja yang menghadapinya"
Aku hanya bisa mengerjap kaget. Sikap mereka berubah. Mereka berbicara dengan sopan kepadaku sekarang.
Aku hanya bisa membalas mereka dengan senyum manis. "Terima kasih~"
__ADS_1
Tidak tahu apa yang terjadi pada mereka, tapi wajah Jean dan Hans memerah malu saat mereka melihat Eva tersenyum. Tidak diragukan lagi, para putri bangsawan kerajaan memang cantik. Ini berbeda dengan anak-anak perempuan yang ada di Menara Sihir.
Para bangsawan mencintai keindahan dan kecantikan, karena itulah penampilan mereka terlihat tampan dan cantik. Sementara para penyihir lebih menyukai latihan dan penelitian. Mereka tidak peduli dengan penampilan.
Walaupun mereka bisa melihat beberapa orang penyihir cantik, Charlotte adalah contohnya. Penyihir seperti itu tetap langka. Karena itulah mereka sedikit terpesona saat melihat senyum menawan Eva.
Mereka ingin menjadi dekat dengan putri kecil ini, tapi tiba-tiba mereka merasakan aura dingin menusuk punggung mereka.
Jean dan Hans menoleh. Mereka melihat Robert menatap mereka dengan tatapan membunuh. Mereka berdua langsung bergidik ngeri. Mereka mengerti isyarat dari tatapan itu dan segera menjauh dari Eva.
Sementara Eva sama sekali tidak memperhatikan keanehan yang terjadi karenanya. Dia hanya sibuk berpikir. Kelihatannya dia harus membatalkan rencananya untuk menenggelamkan Jean dan Hans ke dalam rawa, karena sikap kedua orang itu sudah menjadi lebih baik sekarang.
***
Malam pun tiba.
Mereka menemukan sebuah gua yang cukup besar sebagai tempat istirahat.
"Kita akan berjaga secara bergantian" Robert menyarankan. Jadi pembentukan team untuk berjaga pun dimulai.
Eva, Robert, dan Charlotte akan tidur lebih dulu. Sementara Jean dan Hans akan berjaga.
Setelah empat jam berlalu, mereka akan gantian berjaga.
"Robert...." Charlotte bergumam lemah. Dia ingin menyarankan agar Robert tidur di tengah-tengah supaya mereka lebih aman. Tapi Charlotte punya rencana tersendiri. Dia masih belum menyerah tentang Robert! Dia masih ingin memikat dan mengejarnya!
Tapi saat melihat mata Robert hanya terfokus pada Eva dan sama sekali tidak pernah memperhatikannya. Charlotte merasa hatinya menciut. Dan dia tidak berani untuk bergerak lebih maju. Dia merasa kalah dan rendah diri, walaupun di dalam hati kecilnya dia tidak mau menyerah.
"Apa?" Robert membalasnya.
"Tidak apa-apa..." Akhirnya Charlotte memilih mundur dan tidak berani maju.
Robert mengatur posisi tidurnya. Dia sengaja mengatur agar Eva tidur di sampingnya. Sementara Charlotte tidur di samping Eva.
Setelah melihat posisi yang cukup menguntungkan baginya, Robert tersenyum puas. Dia langsung merebahkan dirinya dan membuka kedua tangannya.
"Gadis kecilku kemari. Aku akan menghangatkan mu"
"..."
Eva tidak menjawab.
__ADS_1