
Cerita Sebelumnya:
Saat Robert sedang bersantai bersama Eva di ladang bunga, Robert menceritakan tentang mimpi buruknya dan meminta pendapat Eva. Eva terbawa emosi dan akhirnya ketahuan bahwa mimpi buruk Robert berasal dari Eva. Eva bertanya pada Robert, bagaimana kalau itu adalah takdirnya. Bukan, takdir semua tokoh di dalam novel. Robert menyatakan bahwa dia akan menentang takdir itu. Dia menyatakannya dengan tegas, bahwa dia akan menjadi kuat dan akan melindungi Eva. Eva tersentuh dengan pernyataannya dan merasa bersalah karena memanfaatkan kebaikan Robert.
Setelah mereka saling berbicara, mereka memutuskan untuk kembali. Mereka akan pergi makan. Saat menuju ruang makan, mereka bertemu Denis di tengah-tengah perjalanan.
***
Aku dan Robert saling bertatapan selama beberapa detik. Lalu aku segera tersadar dan memberi salam padanya.
"Selamat datang yang mulia" kataku sambil mengangkat kedua gaunku.
Denis langsung berjalan melewati kerumunan, menghampiri Eva.
"Bagaimana kabarmu?"
Eh? Aku melebarkan mataku kaget. Apa-apaan ini? Orang yang selalu berkata dingin padaku menanyakan kabarku?
"Baik.."
"Sedang apa kau disini?" tanya Denis lagi.
"Emm...aku mengunjungi guruku dan aku kesini untuk belajar...."
"Lalu, kenapa kau kemari yang mulia?" tanyaku balik.
"Aku sedang menjalankan misi dari akademi. Dan aku juga ingin menemuimu" katanya lembut.
Punggungku merinding. Apa Denis kerasukan sesuatu? Aku benar-benar tidak bisa mendengar dia berbicara lembut padaku! Itu terlalu aneh!
Denis tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Kotak itu tampak mewah, dengan beberapa bordiran emas. Denis menyerahkan kotak itu padaku.
"Selamat atas ulang tahunmu yang kesepuluh. Selamat juga atas pesta tehmu. Ini adalah hadiah permintaan maafku karena tidak bisa datang" Denis berkata sambil menundukkan wajahnya, jadi aku tidak bisa melihat ekspresinya.
Aku mengambilnya. "Terima kasih yang mulia" kataku sambil memberi hormat.
Kenapa dia bersikap baik padaku? Kenapa nada bicaranya menjadi lebih lembut?
Oh! Aku tahu ini! Apa dia merasa bersalah karena kejadian di masa lalu? Karena dia sudah menyebabkanku terluka? Harusnya dia tidak perlu merasa bersalah, aku bahkan sudah tidak memikirkan kejadian itu.
"Yang mulia, kau tidak perlu bersikap seperti ini, rasa bersalah..."
"Eva" tiba-tiba Robert memanggil dan menghampiriku. "Kenapa kau sering sekali menghilang? Bukannya kita akan pergi makan?"
"Eh? Master? Aku benar-benar lupa hehe"
Robert meraih pergelangan tanganku dan menarikku. "Ayo cepat, aku juga sudah lapar"
Denis tiba-tiba menarik pergelangan tanganku yang satunya!
Eh? Ada apa lagi ini?
"Masih ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu" kata Denis dengan nada terburu-buru.
Robert mengernyitkan kening. Melihat Denis dari atas ke bawah. "Siapa kau?" tanyanya dingin.
Denis menatap tajam Robert, tatapannya sangat dingin. "Aku adalah Denis Well, putra mahkota" katanya memperkenalkan diri, tanpa memberi salam
'Hee. aku tidak peduli kau putra mahkota atau apa pun' pikir Robert. 'Aku bahkan tidak takut dengan raja, kenapa aku harus mempedulikanmu!'
__ADS_1
Dia benar-benar tidak suka, saat bocah itu tiba-tiba menarik tangan Evanya.
"Oh? Putra mahkota? Tempatmu bukan disini! Kenapa kau kemari?" katanya mengejek. "Sebagai tamu, seharusnya kau bisa menempatkan dirimu dan menjaga dirimu. Ini bukan istana" jelas Robert dengan nada mengejek.
Tatapan Denis semakin dingin. Robert membalas tatapannya dengan dingin juga. Mereka saling bertatapan.
Aku berada di tengah, ingin berteriak frustasi...
Arghhh! Apa-apaan ini!
Ada apa dengan mereka? Apa mereka kerasukan? Aku melihat kerumunan murid itu memperhatikan kami karena kami sudah menjadi pusat perhatian. Dan tanganku terasa sakit karena ditarik oleh mereka!
Kalian yang bermsuhan, kenapa aku yang terluka? Pleasee, kalau ingin berkelahi, jangan melibatkankuu!! Hiks...
"Baiklah...kita omongankan saja ini di dalam oke? Aku sudah lapar" kataku, berusaha menjadi penengah.
Aku memasang wajah sedih dan mata anak anjing, memperlihatkan kondisiku yang benar-benar kelaparan.
"Baiklah ayo, Eva" respon Robert sambil menarikku.
Tapi, tungggu dulu!
Denis menahan dari sisi satunya, sehingga tanganku saling tarik menarik ke sisi yang berlawanan.
"Aku akan ikut" Denis menimpali dengan dingin.
"Hentikan! Lepaskan!" bentakku langsung sambil mengehempaskan pegangan mereka.
Aku mengelus tanganku yang sudah memerah dan terasa sakit. "Bisa tidak kalian tidak menyakiti orang lain" kataku sambil menatap mereka. "Kalian melukaiku tahu, humph!"
Setelah mengomel, aku langsung beranjak dari situ tanpa melihat mereka lagi.
Robert dan Denis menundukkan kepalanya, merasa bersalah.
Ternyata, ruang makan di Menara Sihir itu sangat besar dan memiliki tiga tingkat dengan ruang di tengah-tengahnya. Kami menyusuri lantai dasar dan melihat selusin meja kosong. Aku langsung menuju ke tempat itu.
Robert duduk duluan, dan menarikku lagi. "Duduk disini" katanya sambil mengarahkanku disisinya.
tapi, Denis tiba-tiba menarikku lagi. "Duduk disini"
Uwahhh!! Aku sudah mulai kesal! Kenapa mereka menarikku terus? Apa mereka ingin menjadikanku korban saat mereka saling berkelahi?
Kami menjadi pusat perhatian sekali lagi....
"Ada apa?" sebuah suara yang kukenal tiba-tiba terdengar. Aku menoleh, dan ternyata itu adalah Dean Wason. Aku mengucurkan air mata bahagia dalam hati. Penyelamatku sudah datang....
Dean Wason menghampiri kami, Dean Cristal dan Dean Leon mengikuti di belakangnya.
"Kenapa kalian membuat keributan?" kata Dean Wason.
Wajahku memerah malu. Ini benar-benar memalukan! Arghh!
Dean Wason segera duduk di salah satu kursi. "Eva, sini, duduk di samping kakek" katanya sambil menepuk kursi disebelahnya.
Tanpa memikirkan apapun, aku langsung duduk disana dengan secepat kilat.
Kemudian Dean Cristal duduk di sisiku yang lain. Dan Dean leon duduk disamping Dean Wason.
Robert dan Denis masih terpaku di tempatnya, tidak bergerak.
__ADS_1
Dean Wason mengernyitkan keningnya tidak senang. "Kenapa kalian duduk jauh sekali. Apa kalian tidak mau bergabung? Kalau tidak ingin makan jangan kesini"
"......"
Dengan perlahan, Denis langsung duduk disamping Dean Cristal dan Robert duduk di samping Dean Leon. Karena posisi duduknya melingkar. Denis dan Robert duduk berdampingan. Mereka saling melontarkan pandangan sinis selama beberapa saat sebelum duduk.
Saat semuanya sudah duduk, Dean Wason memesan makanan. Setelah itu, makanan secara otomatis diteleportkan ke meja kami. Wow! ini persis seperti sistem kafe. Hanya saja lebih praktis, karena makanannya langsung datang dalam sekejap. Saat semua makanan mulai berdatangan satu persatu, kami mulai makan.
Dean Wason adalah orang yang pertama kali membuka pembicaraan.
"Ada hubungan apa kau dengan cucuku?" tanyanya sambil menatap Denis.
Buh! Aku tersedak.
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Apa-apaan pertanyaan tidak bermutu ini? Hasrusnya Dean Wason menanyakan pertanyaan tentang misi Denis, kenapa dia malah menanyakan hal ini?
Uwahh, aku benar-benar tidak tau akan meletakkan wajahku dimana, aku sudah sangat malu hari ini.
"Kami bertunangan" Denis merespond dengan santai. "Kami bertunangan sejak kecil hanya saja belum resmi. Pertunangan kami akan secara resmi diumumkan saat Eva berumur 12 tahun. Karena itu, hanya beberapa orang saja yang tahu tentang informasi ini"
Aura Robert tiba-tiba menjadi dingin. Dia menatap tajam Denis. Dia menjadi tahu kenapa dia sangat membenci bocah ini saat pertama kali bertemu. Ternyata ini penyebabnya!
Bagaimana bisa Evanya sudah bertunangan? Dia tidak akan membiarkan ini!
Dean Wason juga menatap tajam Denis. Denis merasa bergidik karena tatapannya. Dia benar-benar merasa tatapan Dean Wason menembus ke dalam dirinya. Dan semua rahasianya terlihat. Dia menjadi agak takut dan cemas.
Sementara Dean Wason terus mengamati Denis. Memperhatikan seluruh gerak-gerik, tubuhnya dan ekspresinya.
'Apa bocah ini cocok untuk cucuku?' dia berpikir keras sambil mengamati Denis lebih dalam.
Suasana menjadi canggung.
Aku mulai tertawa cengengesan untuk memecah suasana yang suram ini. "Hehehe...ini tidak serius. Hanya tunangan formalitas. Kami ditunangkan dari kecil karena itu adalah tradisi para bangsawan."
Aura dingin Robert perlahan mereda setelah mendengar perkataan Eva.
"Jadi, maksudmu pertunangan ini masih bisa dibatalkan?"
Aku mengangguk perlahan.
Denis langsung menoleh, menatap Robert tidak senang.
'Ada apa dengan paman ini?'
Entah kenapa dia mulai membenci orang disebelahnya.
"Tidak akan dibatalkan!" jawab Denis langsung.
"hmph!" Robert mendengus.
'Hanya tunangan main-main saja, kau kira akan menghentikanku?' Robert berpikir dengan sombong.
Denis merasa sangat kesal.
Pertunangan mereka tidak akan pernah dibatalkan! Tapi kenapa semua orang selalu ingin itu dibatalkan? Duke, Dean Wason, Paman ini, entah kenapa dia mulai membenci orang-orang disekeliling Eva.
"Pertunangan ini tidak akan pernah dibatalkan! Ini adalah perintah raja!" kata Denis kesal.
__ADS_1
'Tidak ada yang menentang perintah raja, keputusan pertunangan ini mutlak' pikirnya.
Cih! Jadi dia sampai bersikeras seperti ini karena perintah raja? Sudah kuduga, Hmph! Sungguh menyebalkan, kau benar-benar menyebalkan Denis ...ah~