Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Pale: Tidak Ada yang Bisa Menggantikanku


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Denis membawa tubuh Raja kembali ke aula istana dan memberitahu tentang proses pemakaman yang diadakan besok. Dia juga secara otomatis naik tahta menggantikan ayahnya walaupun pelantikan resmi belum dilakukan. Denis juga berusaha menenangkan Ratu yang dipenuhi dengan kebencian dan niat membalas dendam. Setelah itu dia mengumumkan bahwa dia akan mengurus semua masalah kerajaan mulai sekarang. Sementara berita kematian Raja sudah menyebar di seluruh kerajaan. Sekali lagi kerajaan Well menjadi gempar dan semua orang menjadi panik.


***


Duke Court memiliki lima ribu orang prajurit pribadi di bawah asuhannya. Prajurit pribadi ini adalah prajurit miliknya, tidak ada campur tangan pihak kerajaan dan Raja. Dia juga mempunya dia jendral di sisinya, Jendral kiri dan Kanan untuk memimpin masing-masing setengah dari jumlah prajurit. Raja memberinya kebebasan akan hal itu karena kontribusinya terhadap kerajaan.


Saat berperang, Duke akan membawa seluruh prajurit pribadinya. Lalu Raja akan mengirimkan beberapa ribu prajurit kerajaan, tergantung musuh. Tapi prajurit Duke akan mengambil posisi depan untuk menghadapi musuh lebih dulu.


Tapi saat ini, lima ribu orang prajurit itu hanya tinggal tidak lebih dari seribu. Pale menatap para prajurit dengan tatapan prihatin. Kalau memang mereka harus bertarung di ibukota, mereka harus siap mati. Karena tidak mungkin bagi mereka melawan prajurit kerajaan yang memiliki ratusan ribu orang.


Mereka sudah hampir dekat dengan lokasi Duke. Perjalanan mereka termasuk cepat karena mereka menggunakan fasilitas lingkaran sihir yang terpasang untuk menuju ke ibukota. Mereka hanya perlu waktu untuk memindahkan ribuan orang karena lingkaran sihir itu tidak besar.

__ADS_1


Duke menghubungi nya. Pria itu berada di tengah hutan perbatasan dekat gerbang ibukota. Setelah mereka bertemu di titik kumpul, mereka akan memulai misi penyelamatan untuk Diana.


Pale memandu semua orang menuju titik kumpul. Tapi saat itu dia melihat hal yang aneh di kejauhan.


Pale adalah prajurit sihir dan keahlian utamanya adalah mengawasi. Dia selalu mengawasi mata-mata musuh selama peperangan.


Dia memiliki mata yang tajam. Dipandu dengan alat sihir anehnya, dia bisa melihat dari kejauhan. Matanya seperti mata elang.


Saat itu Pale memperhatikan bahwa ada pasukan besar lainnya di dekat mereka. Itu bukan pasukan yang dipimpin oleh Armin. Dan itu bukan pasukan dari Kerajaan Kano.


Walaupun jarak mereka masih sedikit jauh dari ibukota. Pasukan itu akan tiba disana segera. Dan Pale tidak tahu apakah itu musuh atau hanya orang lewat. Tapi dia akan memberitahukan hal itu pada Duke nanti.


Setelah beberapa menit, akhirnya mereka tiba. Pale bisa melihat sebuah perkemahan kecil di sana. Lalu dia melihat Duke dan beberapa orang dengan jubah hitam menghampiri nya.

__ADS_1


"Yang mulia" Duke turun dari kudanya dan memberi hormat pada Duke.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu" kata Enell. "Aku tidak ingin kalian memanggil ku dengan gelar apapun"


"Tapi..." Pale berhenti dan dia memikirkan sesuatu. "Bagaimana dengan Tuan. Itu baik-baik saja?" karena Pale tidak punya cukup nyali memanggil Duke dengan namanya. Bagaimana pun juga dia sudah melayani pria itu bertahun-tahun.


Duke menyerah "Baiklah"


"Mereka akan ikut membantu" Duke menunjuk para jubah hitam di belakang nya. Ada sekitar dua puluhan orang.


'Apa mereka penyihir?' pikir Pale. 'Apa Tuan mendapatkan bawahan baru?!' Pale cemberut. Dalam sekejap dia tidak menyukai para jubah hitam itu karena dia mengira mereka adalah para penyihir yang baru saja mengabdi pada Duke dan berniat untuk menggantikan posisi nya.


Karena Pale bisa melihat salah satu dari mereka terlalu lengket. Dan berbicara dengan nada menggoda yang membuat Pale kesal. Itu adalah Sayn. Yang berusaha keras untuk mendapatkan perhatian dari ayah mertuanya.

__ADS_1


'Aku tidak akan kalah, humph!' pikir Pale dengan wajah cemberut.


__ADS_2