Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Elf


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Wilson membawa Eva untuk menemui kedua orangtuanya. Lalu mereka mengetes kemurnian darah mereka untuk mengetahui siapa keturunan David.


Hasilnya mengejutkan Eva. Ternyata keturunan David si penyihir gelap adalah ibunya, Diana. Dan Eva menemukan fakta mengejutkan lagi. Wilson adalah raja dari para elf gelap, Ren, yang sedang menyamar. Dan dia membutuhkan Diana untuk membuka buku sihir peninggalan David. Karena buku itu hanya bisa dibuka oleh keturunannya. Terlebih lagi ternyata Diana dan Ren saling mengenal. Terlalu banyak teka-teki yang membuat kepala Eva akan meledak sekarang.


***


Ras elf adalah ras yang tersembunyi di dalam hutan. Mereka jarang sekali keluar ke permukaan terutama menunjukkan diri mereka ke komunitas manusia. Karena itulah ras mereka sangat langka. Sehingga manusia sering memperjualbelikan mereka menjadi budak karena kelangkaannya.


Ada dua jenis ras elf pada umumnya yaitu elf hutan dan elf gelap. Elf hutan adalah elf paling umum yang biasanya terlihat di masyarakat. Sementara elf gelap sangat jarang terlihat.


Elf gelap bisa menyamar sebagai manusia ataupun menjadi elf hutan. Mereka selalu menyamar saat ingin masuk ke dalam komunitas sehingga keberadaan mereka benar-benar langka.


Elf gelap juga mempunyai kekuatan lebih kuat dan misterius dari elf hutan. Kadang mereka akan melakukan hal kejam. Membunuh adalah kebiasaan umum bagi mereka sehingga mereka sama sekali tidak kenal ampun. Hal itu membuat image mereka di seluruh dunia memburuk. Ditambah lagi dengan image pengguna sihir gelap yang jahat. Para elf gelap kurang diterima di suatu komunitas ras lain.


Ren, adalah raja dari para elf gelap. Dia sudah hidup cukup lama. Bahkan umurnya lebih tua daripada David. Saat David masih hidup, dia pernah mengirimkan salah satu muridnya untuu mengikuti David.


Selama ribuan tahun, Ren sudah menghadapi berbagai pengalaman hidup. Bagi manusia dia mungkin sudah seperti penatua dengan pengalaman hidup yang banyak. Tapi nyatanya dia jarang sekali keluar dari istananya. Dia bisa menetap di istana nya selama beratus-ratus tahun hanya untuk berlatih. Para elf bisa berteman baik dengan para naga karena umur mereka yang panjang.


Aku mencoba mengingat bagian novel yang menceritakan tentang Ren dan Reina. Kisah mereka berada di bagian akhir cerita, peperangan antara kerajaan Well dan Kerajaan Kano.


Saat itu, Reina ingin membantu Denis di peperangan. Tapi gadis itu tersesat di hutan saat dalam perjalanan dan terluka. Dia bertemu dengan Ren dan Ren membantunya.


Ren pun menawarkan bantuan untuk mengawal Reina menemui Denis. Mereka pun bersama selama seminggu penuh. Saat itulah rasa tertarik Ren bertambah karena mereka melalui beberapa adegan romantis bersama.


Mereka bahkan berciuman! Tapi bukan ciuman yang sebenarnya. Saat ini Reina tenggelam dan Ren berusaha menolong nya dengan memberikan napas buatan.


Ren pun mengajak Reina untuk tinggal bersamanya di istana. Reina menolak karena dia sudah punya seseorang yang dia sukai. Akhirnya, Ren pun menyerah.


Sebelum mereka berpisah, Reina meminta bantuan pada Ren untuk membantu Denis dalam perang. Tapi Ren menolak nya dengan alasan dia tidak tertarik dengan urusan duniawi manusia. Berbeda dengan Robert yang membantunya. Begitulah kisah mereka berakhir.

__ADS_1


Aku tidak mendapatkan ide apapun tentang asal usul Ren seperti ketiga tokoh pria lainnya. Karena novel itu tidak mendeskripsikan nya dengan jelas. Dia sangat misterius.


***


Ren menatap Diana tidak senang. "Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengenalmu!" bantahnya.


"Umu? Senior Ren, kau masih galak seperti biasanya ~" kata Diana menggoda. "Tapi setidaknya senior adalah si galak yang pintar. Lebih baik dari suamiku yang galak dan bodoh" katanya cemberut.


"Berhenti bicara omong kosong!" kata Ren tidak sabar. Dia melempar buku itu pada Diana "Buka buku ini untukku"


"Seperti ini~" Diana membuka buku nya langsung sambil mengerjap polos.


Aku kaget. Apa memang segampang itu membukanya?


"..."


Ren bahkan terdiam karena tidak menyangka semuanya akan sederhana seperti ini.


Diana membolak-balik buku itu. "Sangat membosankan~" dia mengeluh. "Pantas saja kau tetap sendirian sampai saat ini senior~ kau menyukai hal-hal membosankan seperti ini. Mungkin kau akan berakhir seperti pak tua David. Walaupun kau bahkan lebih tua dari David. Umu? Bukan, aku kira kau lebih tua dari kakeknya David~" Diana dengan santainya mengoceh.


Fram yang mendengar nya membelalak ketakutan. Pasalnya topik itu adalah topik paling tabu untuk Ren. Tapi wanita manusia itu mengatakannya dengan santai.


Fram menatap Diana dengan kasihan. Seakan-akan ini adalah akhir baginya.


Aku merasa situasi saat ini sangat aneh. Jadi aku mulai menarik Diana untuk menjauhi mereka. Diana pasti mengatakan sesuatu yang aneh sehingga membuat ekspresi Ren menjadi seperti itu.


"Ibu, apa kau mengatakan sesuatu yang aneh? Guru Wilson kelihatannya sangat marah" kataku sedikit berbisik.


Diana mengerjap polos, mengangkat telunjuknya, membuat pose berpikir. "Aku tidak mengatakan sesuatu yang aneh kok~"


"Ibu, bagaimana kau mengenalnya?" aku bertanya lagi. "Apakah kau penyihir gelap? Apakah ayah tahu? Berarti kau bisa menggunakan tiga elemen kalau begitu? Bagaimana dirimu menyembunyikan diri dari semua orang?" aku bertanya bertubi-tubi. Kepalaku sangat dipenuhi dengan ketidakpastian. Sekarang aku menginginkan jawaban yang sebenarnya dari ibuku.

__ADS_1


Ekspresi Diana berubah serius. "Bisakah kau merahasiakan hal ini?"


"Apakah ayah tahu?"


Diana mengangguk. "Tapi... kalau aku menceritakan semuanya, akan perlu waktu yang panjang" dia berkata lirih.


"Tidak apa-apa, aku akan mendengar kan" kataku antusias.


SYUU


Tapi tiba-tiba tubuhku langsung melayang di udara.


"Ehhhh?"


Aku melihat Ren menerbangkanku lagi. Lalu dia mulai melesat terbang dengan membawaku di belakangnya.


"Apa yang kau lakukan?" Aku berteriak protes. Karena angin yang kencang menerpa saat aku membuka mulut, mulutku terasa kering sekarang. "Bukankah kau sudah mendapatkan buku nya? Kenapa kau masih menangkapku?!" teriakku tidak senang.


Ren tidak menjawab sampai kami tiba di rumah pohon itu. Dia membatalkan sihirnya saat aku masih mengambang di udara, jadi BUK! Aku terjatuh dengan menyakitkan di lantai kayu.


Ren melihat semuanya dengan ekspresi puas. "Aku ingin objek tes untuk sihir baru. Kau cocok" Dia tersenyum menyeramkan.


Aku bergidik dan spontan berbalik. "Aku tidak mau. Cari orang lain saja"


Tapi Ren menghentikan ku dengan menarik kerah bajuku. "Kau ingin pergi? Apa kau yakin?" katanya geram. "Aku masih bisa membiarkan ibumu selamat setelah dia mengatakan kata-kata tabu itu" katanya geram.


"Kata-kata tabu...?" aku memikirkan kata-kata tabu yang dimaksud. "Ibuku hanya menyebutmu kakek....Kau membosankan...kau sendirian...." gumamku sambil berpikir.


Wajah Ren berkedut. "Aku berubah pikiran" katanya dingin. "Kau akan kujadikan kelinci percobaan"


Mataku membelalak kaget. "Eh? tidak, tunggu! Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Bisakah kau mengampuniku?"

__ADS_1


Aku terus mengoceh, tapi Ren mengabaikan ku. Dia terus menyeretku ke suatu tempat yang tidak kuketahui.


"HEIIIIIII!"


__ADS_2