Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Kota Sihir 8


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva pun diserang dua orang berjubah hitam. Mereka bertarung. Tetapi dua orang itu memiliki kekuatan yang sangat kuat. Hampir sekuat Dean Wason dan para tetua Menara Sihir. Eva kewalahan akhirinya dia dikalahkan.


Tapi tiba-tiba dua pria misterius datang, menyelamatkannya dan membawanya lari sehingga Rexus pun berhasil terselamatkan juga.


***


Pandanganku menggelap dan aku pun kehilangan kesadaran.


Padahal aku sudah memberitahu diriku sendiri untuk tidak lengah dan menjadi lebih kuat. Agar aku bisa melindungi diriku sendiri dan orang lain. Tapi semuanya tidak sesuai dengan khayalan.


Aku lupa kalau aku hidup di dunia yang luas. Pengetahuanku sangat kurang. Tidak bisa hanya mengandalakan pengetahuan dari novel yang kubaca. Kenapa? karena runag lingkup lingkungan novel terlalu kecil. Hanya terfokus pada tokoh utama. Sedangkan ada banyak sekali tokoh di dunia ini.


aku secara perlahan memperoleh kesadaranku kembali dan membuka mataku.


Tempat yang pertama kali kulihat adalah tempat yang sangat asing. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya. Aku langsung mengecek Rexus. Telur itu tidak ada di dalam tas lagi. Tapi saat aku menyentuh tubuhku, aku merasakan Rexus yang sedang bersembunyi di antara bajuku.


Eh? Rexus baik-baik saja!


Ini sangat bagus!


Lalu aku mulai mengecek tempat keberadaanku. Aku hanya melihat dingin dan langit-langit dari batu. Dimana aku? Apa mereka mengurungku? Apa ini penjara bawah tanah?


Tapi dugaanku salah karena aku tidak melihat jeruji besi atau penjara di sini. Aku malah melihat dua orang asing menggunakan jubah coklat. Jubah itu menutupi wajah mereka, tapi aku masih bisa melihat bahwa dua orang ini menggunakan topeng/


"Kau sudah sadar Nona?" salah satu dari mereka bertanya.


"eh? Dimana aku? Apa kalian menyelamatkanku?" aku bertanya balik.

__ADS_1


"Kita sekarang berada dalam rune persembunyian." Dia mengangguk. "Iya, tuanku menyelamatkan nona" katanya.


Tuan? Aku melihat jubah coklat lainnya. Orang itu tidak berbicara dan hanya mengangguk.


"Ah, terima kasih banyak. Sungguh" kataku bersyukur.


Eh? Tapi tunggu! Sepertinya jubah mereka tidak asing. Dimana aku pernah melihatnya ya?


Ah!


"Apa kalian dari Komunitas Pengembara!?" teriakku kaget.


"Benar sekali nona. Aku dan tuanku dari Komunitas Pengembara. Kami adalah petualang dan kebetulan sekali komunitas itu meminta kami untuk mengikuti pertandingan ini"


"Ah, pantas saja kalian kelihatannya tidak asing. Aku melihat bahwa kalian sedikit berbeda dari penyihir lain yang ada di Komunitas Pengembara. Kalian sangat mencolok karena itu aku mengingat kalian" kataku. Aku memang melihat dua orang yang cukup berbeda dari penyihir lain di Komunitas Pengembara.  Saat penyihir lain memiliki penampilan amburadul dengan banyak sekali rambut wajah. Dua orang itu berpenampilan seperti orang misterius yang menyembunyikan identitas mereka. Apalagi salah satu dari mereka, sang tuan, sama sekali tidak mau bicara sekarang!


"Sekali lagi terima kasih." kataku. "Kita berada di tempat persembunyian bukan? Bisakah kita keluar sekarang? Aku ingin mencari rekanku"


Aku menatap si tuan. "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"


Deg! Si tuan itu cukup terkejut. Dia tidak menjawabku, hanya menggelengkan kepalanya.


"em...nona. Tuanku tidak pernah menjalin interaksi apa pun dengan orang asing, terutama dari Menara Sihir..." jubah coklat yang satunya mulai menjawab.


Entah kenapa aku merasa suaranya sedikit gugup.


Hmm...


Mereka jelas-jelas menyembunyikan identitas mereka.

__ADS_1


Apa mereka seorang yang kukenal?


Tapi aku tidak bisa mengambil kesimpulan seperti itu sekarang karena sikap mereka tidak jelas.


"Jadi bisakah kita keluar dari sini sekarang?" tanyaku sedikit cemas. Aku memikirkan Robert dan Sayn. Karena dua orang itu menghilang dengan cepat, aku berpikir mereka juga bertemu para pengintai berjubah hitam itu. Para jubah hitam itu sangat kuat. Aku takut Robert dan Sayn dalam bahaya. Tapi mereka tokoh utama bukan? Mereka tidak akan mati di saat-saat seperti ini kupikir.


****


Sayn dan Robert menggunakan berbagai rencana untuk melarikan diri agar bisa mengejar Eva. Tapi semakin mereka menyerang, semakin jauh mereka pergi. Terlebih lagi mereka tidak bisa lepas dari dua orang jubah hitam ini.


Tapi tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi. Pergerakan dua orang itu melemah. Sepertinya menerima telepati dari rekan mereka, lalu dua orang itu menghilang di tempat. Berteleportasi ke tempat lain.


Sayn dan Robert langsung mencari Eva. Tapi dia tidak menemukannya. Melihat beberapa orang terkulai tidak sadarkan diri di tanah, membuat mereka semakin khawatir.


"Aku akan memanggil teman-temanku untuk mencari gadis itu" kata Sayn sebelum menghilang.


Robert tidak merespon. Dia takut gadis itu dalam bahaya seperti sebelumnya, dia mengingat kembali kejadian di Menara Sihir. Banyak sekali orang yang mengincar gadis itu karena gadis itu selalu di luar akal sehat.


Robert dan Sayn berpikir seperti itu karena mereka tidak tahu para jubah hitam itu mengincar Rexus, bukan Eva.


Robert pun membuat keputusan. Dia tidak bisa membiarkan Sayn berusaha sendiri seperti itu. Kebetulan sekali para Dean dari Menara Sihir sedang menuju kemari. Dia akan meminta bantuan mereka.


"Dean..." Robert pun mulai menghubungkan sinyal telepatinya ke Dean Wason.


Dean Wason menerima sinyalnya. "Eh? Robert? Apa kalian baik-baik saja. Maaf sekali kami masih jauh dari Kota Sihir karena beberapa hal. Mungkin akan sampai besok" Jawab Dean Wason dengan suara yang sangat kecil dan samar. ini karena jarak mereka terlalu jauh.


"Dean...aku ingin menceritakan sesuatu..." tanpa basa basi Robert memberitahu Dean Wason tentang situasinya. Bahwa mereka bertemu dengan orang yang sangat kuat di Kota Sihir. Dan orang-orang itu berusaha menargetkan Eva. Eva sekarang juga menghilang. dia tidak tahu bagaimana kondisinya. Apakah berhasil melarikan diri atau sudah tertangkap musuh.


"Bagaimana hal itu bisa terjadi pada kalian?!" suara marah Dean Wason terdengar dari sisi lainnya. "Apa para orang tua di Kota Sihir itu tidur saat ini? Mereka benar-benar tidak becus! Lihat saja apa yang kulakukan pada Kota Sihir ini. Tunggu kami!"

__ADS_1


***


__ADS_2