Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Aku Minta Maaf...


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Mereka kembali ke perkemahan. Lalu pangeran Erick memberitahu Emerta bahwa Raja Albion ingin menemuinya. Emerta awalnya menolak. Tapi akhirnya dia setuju. Dan kedua orang itu akhirnya sadar satu sama lain dan bertemu kembali.


***


Mata Raja Albion berkaca-kaca. Lalu pria itu mulai menangis dalam diam.


"Maafkan aku..."


Emerta membuang wajahnya. Dia tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang. Dia merasa jijik dan benci dengan pria tua ini. Tapi kenangan masa lalu tiba-tiba menyerbu pikirannya dan membuatnya tidak nyaman. Itu adalah kenangan indah yang telah mereka lalui bersama.


Melihat Emerta tidak merespon. Raja Albion tiba-tiba berlutut dan mulai memohon maaf berkali-kali. Sampai akhirnya Emerta bersuara. "Hentikan"


"Apa kau memaafkanku?"


"Tidak" jawab Emerta cepat. "Bagaimana pun aku tidak pernah berpikir akan bertemu denganmu lagi. Apa yang kau inginkan?" tanyanya langsung. Wajahnya benar-benar datar, tanpa ekspresi.


"Kau tahu. Kejadian di masa lalu adalah kesalahpahaman..."


"Kalau kau ingin membicarakan tentang masa lalu, aku tidak tertarik" Emerta memotongnya dengan cepat.


"Tapi itu hal yang sangat penting" kata Raja Albion serius. "Walaupun kau tidak ingin mendengarkannya, kau harus tahu. Kesalahpahaman mungkin akan terselesaikan. Walaupun waktu tidak bisa kembali. Dan aku tidak ingin mati dengan membawa rasa bersalah. Aku mohon..."

__ADS_1


Emerta berpikir keras dan akhirnya mengangguk. "Ceritakan dengan cepat"


Raja Albion pun menceritakan tentang beratnya keadaan politik di kerajaannya saat dia kembali. Dan dia membutuhkan bantuan dari pihak lain untuk mengatasi hal itu. Dan itu adalah pernikahan dengan salah satu bangsawan. Tapi itu adalah pernikahan pura-pura. Mereka berdua tidak mencintai satu sama lain. Mereka akan bercerai setelah kesepakatan hubungan kerja sama selesai. Lalu dia akan menikahi Emerta dan hidup bahagia bersama.


Tapi takdir berkata lain. Emerta melarikan diri sehingga semua rencanannya hancur. Dia merasa depresi tapi dia harus bertanggung jawab karena dia sudah mengambil posisi sebagai raja. Pernikahannya dengan wanita itu berlanjut tapi mereka tetap tidak saling mencintai. Walaupun sang ratu sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik.


Lalu para bangsawan dan rakat mulai menuntut mereka untuk mendapatkan keturunan. Selama ini mereka belum pernah bersentuhan fisik. Dan mereka harus melakukannya demi tuntutan itu. Akhirnya sang Ratu hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Tetapi karena fisiknya yang lemah, sang ratu meninggal.


"Aku terus mencarimu. Aku khawatir dengan keadaanmu. Tapi aku tidak bisa menemukanmu selama bertahun-tahun ini. Dan semua pikiranku dipenuhi oleh penyelesan. Aku benar-benar melakukan hal yang jahat padamu dan juga ratu..." Raja Albion meratapi kesedihannya. "Aku minta maaf. Itu kesalahanku. Kalau saja dari awal aku jujur dengan semuanya."


Emerta tidak merespon. Tapi dia merasakan sesuatu yang aneh di hatinya. Hatinya berdenyut dan dia merasakan sakit. Tapi dia menekan perasaan itu sehingga ekspresinya benar-benar datar. Seolah-olah cerita itu sama sekali tidak berarti baginya.


Melihat ekspresi Emerta yang acuh, dia semakin sedih. Tapi dia tidak menyesalinya. Beban di hatinya terangkat saat dia menceritakan semuanya. Dia merasa sedikit lega.


"Lalu aku mendengar kau memiliki anak. Anak itu yang menjadi sumber kekacauan ini. Dia juga menikahi Duke. Lalu pasangan itu memiliki putra dan putri yang lucu. Apa Diana adalah putriku?" dia langsung menanyakan intinya.


Dia ingin pergi tapi Raja Albion menghentikannya lagi. "Kau salah paham. Aku hanya ingin membantu. Kau tahu situasinya berat bukan? Aku bisa membantu kalian. Dan juga, kalau Diana benar-benar putriku. Dengan identitasnya, aku bisa melindunginya. Jadi dia tidak perlu diburu oleh semua orang dan berada dalam bahaya"


Emerta berhenti. Lalu kedua orang itu bertatapan dengan intens.


"Aku serius" Raja Albion menambahkan. "Situasi perang ini sangat buruk bagi Duke. Mereka semua tidak punya tempat tinggal. Dan tidak akan ada kerajaan mana pun yang menerima keberadaan mereka. Melihat identitas mereka sebagai penyihir gelap. Mereka akan diburu karena identitas mereka sudah terbuka di seluruh dunia sekarang"


Emerta bingung. Yang dikatakan olehnya itu benar. Mereka akan hidup dalam kesusahan sekarang karena tidak akan ada kerajaan yang mau menerima mereka.

__ADS_1


"Bagaimana kau yakin kau bisa membantu? Bukankah kau juga anjing penakut di tempatmu?" kata Emerta tajam.


Raja Albion tersenyum menyakitkan. Tapi kemudian ekspresinya menjadi lebih tegas. "Aku seorang Raja. Tidak ada bangsawan yang berani melawanku sekarang. Aku mengendalikan semua kerajaan seperti yang pernah kukatakan padamu. Aku menepati janjiku padamu" dia tersenyum tulus. "Penduduk disini juga sangat berbeda dari penduduk di kerajaan lainnya. Mereka berpikiran terbuka tentang sihir gelap dan cahaya. Lebih tepatnya mereka tidak peeduli dengan pandangan jahat tentang para penyihir gelap selama mereka tidak melakukan kejahatan apapun"


"Jadi apa yang kau inginkan?"


"Bawa Diana dan semua orang kemari. Aku akan memperkenalkannya sebagai putriku kepada semua orang. Aku bisa melindunginya dan membuatnya tinggal dengan nyaman di kerajaan ini. Aku juga ingin bertemu dengan putriku dan juga cucu-cucu kecilku" katanya dengan tatapan penuh rindu. Dia bahkan tidak akan mengira akan memiliki cucu secepat ini. Karena dia tidak memiliki harapan apapun pada Erick.


Emerta masih ragu. "Bagaimana kau yakin kau bisa melindunginya? Bukannya kau takut semua kerajaan akan memusuhi kerajaanmu karena melakukan hal seperti ini?"


"Jangan meremehkan kerajaanku. Mereka mungkin terdengar tidak terkenal. Tapi bukan berarti kami lemah dan tidak bisa melindungi tanah air kami sendiri dari penyerangan kerajaan lain" jawab Raja Albion serius. "kami juga memiliki beberapa orang kuat di kerajaan ini. Dan kami berteman baik dengan naga"


"Naga?"


"Ya. Tapi itu adalah cerita lama. Walaupun begitu naga akan membantu kami saat kerajaan ini dalam bahaya"


Emerta berpikir. Semua yang dikatakan Raja Albion adalah kesempatan yang baik untuknya dan semua orang. Terlebih lagi, mereka memiliki banyak orang sehingga mereka memerlukan tempat yang lebih besar.


"Baiklah. Tapi aku masih tidak yakin. Berikan aku satu hal yang berbahaya di tempat itu" katanya kemudian.


"Berbahaya?"


"Ya. Bukannya status sebagai seorang putri memiliki bahaya sendiri di antara bangsawan itu?"

__ADS_1


Raja Albion berpikir. "Tidak ada yang berbahaya" katanya kemudian. "Para bangsawan akan menyetujui semua keputusanku. Tapi ada satu hal yang pasti. Diana tidak bisa naik tahta. Tahta ini tetap akan menjadi milik putraku. Aku sudah berjanji dengan wanita itu. Tapi tenang saja. Erick bukan anak yang jahat. Dia bahkan tidak memiliki rasa iri hati terhadap siapapun. Dia hanya nakal, bodoh dan sulit untuk diatur. Tapi dia tidak akan pernah melakukan hal jahat pada saudaranya sendiri" jelas Raja kemudian.


Pangeran Erick mendengarnya dan wajahnya langsung berkedut.


__ADS_2