Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 8 Putus Asa


__ADS_3

Kemunculan penampakan raksasa milik Casius menarik perhatian semua orang. Jadi keenam kelompok yang terbentuk untuk menghancurkan lingkaran sihir tidak jadi kembali ke tempat mereka masing-masing. Mereka semua berkumpul di mana pusat kekacauan itu terjadi.


Kelompok Eva akhirnya sampai di tujuan. Sudah ada beberapa wajah familiar di sana.


Dia bisa melihat ada sebuah panggung besar. Lalu ada kursi mewah yang berdiri di tengah-tengah. Dan di kursi itu, duduk seorang pria dengan pakaian serba putih. Pria itu memiliki bayangan hitam raksasa di belakangnya yang menjulur sampai ke langit.


Pria itu adalah Casius. Orang-orang dari Organisasi Kuil Suci mengenalinya dan mereka semua sangat kaget. Bahkan Reinell membeku saking kagetnya.


Lalu di samping Casius berdiri seorang elf. Dan semua orang tahu siapa sosok itu. Dia tidak lain adalah Vien, sang raja elf. Para elf syok dan merasa bingung kenapa Raja mereka berada di samping pria aneh itu.


"Apa yang kalian lakukan di sana?" Reinell berteriak dan berusaha mendekat. Tapi tiba-tiba, petir besar menyambarnya. Reinell menangkis petir itu dengan cepat. Tapi kemudian badai petir turun. Membentuk penghalang yang menghalang setiap orang untuk mendekat ke arah mereka.


"Jangan melangkahkan kakiku ke arahku, manusia kotor!" suara Casius menggelegar. Kemudian kursi singgahsananya melayang ke atas langit dengan gagah.


Sosok bayangan raksasa di bawah kakinya juga mengikutinya dan kembali menutup seluruh langit dengan bayangan hitam.


"Para manusia. Aku adalah dewa yang turun ke turun ke dunia ini untuk melakukan revolusi." dia berkata. Tiba-tiba petir mengelilinginya, seakan-akan dia diberkati oleh langit. "Namaku adalah Casius. Kalian bisa memanggilku dewa Casius." Lalu dia melihat ke para penyihir cahaya. "Kalian adalah manusia. Tapi aku akan membiarkan kalian menikmati masa revolusi karena kalian adalah pengikutku"


"Maksudmu?" Reinell tidak mengerti. "Apa yang kau inginkan? Walaupun kau dewa, apa yang kau ingin lakukan?"


"Aku ingin memusnahkan semua mahluk hidup di dunia ini. Lalu aku akan merombak kembali dunia ini menjadi lebih baik" balasnya percaya diri. Dia menatap Reinell. "Bergabunglah denganku. Kau akan menjadi salah satu penghuni di dunia baru milikku"


"Omong kosong!" Reinell menggertakan giginya marah. Dia langsung mengeluarkan tombak sucinya dan menyerang ke arah Casius. Pria di depannya jelas-jelas bukan dewa mereka, tapi iblis yang ingin menghancurkan dunia.

__ADS_1


Casius tersenyum jijik. Bayangan raksasa di belakangnya bergerak. Bayangan gelap itu mengangkat tangannya lebar-lebar. Lalu menangkap Reinell yang terbang dan meremuknya.


Reinell terjebak di dalam, tidak bisa keluar. Saat bayangan itu menyentuhnya, sihirnya tiba-tiba berhenti. Dalam sekejap dia kehilangan semua pertahanannya. Tubuhnya retak dan dia muntah darah.


Setelah Reinell kehilangan kesadarannya. Raksasa itu membuangnya. Tubuh Reinell menghantam tanah seperti layang-layang jatuh.


"Tuan!" para pengikutnya langsung menyambutnya dan berusaha menyembuhnya. Mereka bisa merasa Reinell masih hidup tapi pria itu berada di ambang kematiannya.


Para pengikutnya menangis histeris karena sihir mereka tidak cukup untuk menyembuhkan Reinell. Mereka memohon untuk meminta bantuan penyihir cahaya lainnya.


Eva datang membantu. Dia mengeluarkan hampir 30 persen mana dalam tubuhnya. Lalu mengkonversi mananya menjadi sihir cahaya. Dalam sekejap tubuh Reinell melayang dan bercahaya sangat terang. Hal ini menjadi pusat perhatian semua orang.


Akhirnya Reinell membuka matanya. Tubuhnya masih bermandikan cahaya. Dia menatap Eva dan berkata "Terima kasih..." dengan nada lemah.


Casius menatap Eva dengan tatapan curiga dan berkata. "Kau pasti bawahan dari dewa mata-mata itu" katanya langsung. "Makanya kau bisa menggunakan dua sihir berlawanan seperti itu. Dewa mana yang membantumu?"


Perkataan Casius membuat semua orang kaget. Mereka tahu Eva jenius. Tapi mereka tidak tahu bahwa Eva akan berhubungan dengan dewa mereka. Sekarang semuanya masuk akal kenapa keberadaannya menjadi menakutkan seperti itu.


Enell menatap putrinya. Dia tidak tahu bahwa putri kecilnya akan menyembunyikan rahasia yang besar. Jadi selama ini putrinya adalah utusan dewa. Reina yang mendengar semuanya, mengigit bibirnya dan mengepalkan tangannya erat-erat sampai telapak tangannya berdarah.


"Jadi kau adalah utusan dewa?" kata Reinell tak percaya. Sekarang semuanya masuk akal kenapa dia tidak bisa membenci Eva walaupun dia adalah penyihir gelap.


Eva tidak menjawab. Dia mengacuhkan pandangan semua orang. Dia juga tidak mengklarifikasi apapun.

__ADS_1


Saat Casius sibuk menghadapi semua orang, Ren menyelinap untuk menghampiri Vien. Dia melihat musuh sekaligus kenalan lamanya itu membeku seperti patung.


"Hei bodoh. Kau adalah seorang Raja. Bagaimana bisa kau jatuh ke dalam perangkap bodoh ini?"


Ren mengira ejekannya akan berhasil. Tapi Vien tidak merespon. Dia menyentuh tubub Vien dan melihat bahwa elf itu sama sekali tidak bergerak. Tapi masih bernapas.


"Sihir apa yang dia gunakan padamu?"


Casius menyadari bahwa bonekanya di ganggu. Dia menjentikkan jarinya. Lalu segumpalan kabut putih mengelilingi Ren dan Vien.


Ren awalnya ingin melawan, tapi matanya perlahan-lahan memerah. Dan dia mematung seperti Vien.


"Hati-hati. Dia bisa menghilangkan mana kalian!" teriak Reinell untuk memperingati semua orang.


Casius tertawa terbahak-bahak. "Tentu saja aku bisa. Aku adalah dewa!" katanya sombong.


Lalu bayangan raksasa di belakangnya membuka mulutnya dan menghisap seluruh mana yang berada di hutan.


Para mahluk hidup mendapatkan mana dari dua sumber, alam dan penyimpanan di dalam tubuh mereka. Sebagian besar manusia memiliki penyimpanan mana yang kecil dalam tubuh mereka. Karena itulah mereka selalu menyerap mana dari alam dan mengubahnya menjadi sihir.


Seluruh mana alam di sekitar mereka menghilang, menyebabkan setiap orang tidak bisa menggunakan sihir mereka. Terutama sihir tingkat tinggi yang membutuhkan banyak mana. Mereka benar-benar menjadi serangga sekarang. Sementara bayangan raksasa itu menjadi semakin besar saat berhasil menghisap seluruh mana yang berada di hutan ini.


Hal ini membuat semua orang panik dan putus asa. Bagaimana mereka melawan saat kekuatan mereka menghilang? Lalu musuh mereka sangat kuat. Kalau mereka maju menyerang, bayangan raksasa itu bisa membunuh mereka dengan jentikan jari. Di tambah fakta bahwa mana mereka juga akan diserap saat bayangan itu menyentuhnya.

__ADS_1


Lalu dua orang terkuat di dunia, terkurung oleh pihak musuh dan menjadi patung. Apa mereka harus menyerah agar mereka bisa hidup?


__ADS_2