
cerita sebelumnya:
Ricko terdampar ke sebuah dunia aneh yang tidak diketahui nya sama sekali. Dia secara otomatis menjadi pemimpin dari kultus aneh, yang bahkan dia sendiri takut.
Saat dia tahu bahwa dunia itu adalah dunia sihir dan ada banyak elemen sihir yang bisa digunakan. Ricko menguasai semua elemen sihir kecuali elemen cahaya.
Saat dia sudah mempelajari sihir dasar, dia memulai perjalanannya untuk melihat dunia luar. Saat itu dia bertemu gadis bangsawan yang mengaku sebagai kakaknya. Tentu saja Ricko tidak percaya begitu saja, tapi perkataan gadis itu benar. Bahkan dia mengetahui rahasia terdalamnya. Gadis itu adalah kakak kandungnya yang bereinkarnasi ke dunia ini.
***
Ricko membawa Fena kembali ke markas utama Organisasi penyihir gelap. Jujur saja, dia tidak tahu dimana keberadaan markas ini karena dia masih buta arah tentang dunia ini. Tapi Gord selalu melindungi nya dengan baik, jadi dia merasa aman untuk berpergian ke tempat aneh.
Saat kembali ke markas utama, Ricko melihat gadis disampingnya. Penampilan gadis itu sangat berantakan. Dia paling tidak menyukai rambut panjangnya yang kusut dan terlihat seperti hantu perempuan.
"Namamu Fena bukan?" tanya Ricko ketus.
Fena mengangguk pelan. Ricko tidak bisa melihat ekspresi nya karena seluruh wajahnya tertutup rambut panjangnya yang berantakan.
"Kakakku menitipkan mu padaku. Jadi kau harus bersikap baik di tempat ini. Jangan buat masalah oke" kata Ricko lagi. Dia bersikap sombong seperti seorang senior.
Fena hanya mengangguk lemah. Sikapnya sangat kaku, dia benar-benar merasa terintimidasi.
Ricko tidak peduli. Dia terus menguliahi Fena seakan-akan dia seorang gadis kecil, sampai akhirnya terdengar keributan di depan pintu.
BAK!
Ricko pun langsung tersentak kaget saat pintu didobrak terbuka. Gord juga bersikap waspada. Seorang wanita cantik dengan rambut hitam bergelombang dan gaun panjang ungu perlahan mulai masuk.
"Xena..." Gord tersentak dan langsung membungkuk kan tubuhnya untuk memberi hormat.
Ricko dan Fena tidak bergerak di tempat. Ricko bahkan menatap wanita aneh itu dengan linglung.
"Kau benar-benar kembali. Aku kira kau tidak akan kembali..." kata Gord lirih.
Wanita itu mengabaikan Gord dan menatap Ricko dengan mata penasaran. "Aku kembali karena mendengar kalau seorang mahluk asing datang lagi ke dunia ini setelah ribuan tahun. Aku sangat tertarik dengan itu." katanya dengan mata berbinar.
Ricko memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung. "Siapa ?" dia bertanya.
"Dia adalah seorang penatua" kata Gord.
"Oh?"
"Bagaimana menurutmu dunia ini?" tanya Xena tiba-tiba sambil mengeluarkan senyum menggoda.
Ricko tidak mengerti arti dari pertanyaan nya dan menjawab sembarangan. "Dunia asalku masih lebih baik" jawab Ricko langsung.
Dunia ini tidak memiliki internet. Walaupun dia merasa terhibur dengan sihir tetap saja dia merasa kesepian tanpa internet. Dia merasa dunia ini sangat hampa walaupun dia bisa melakukan hal ajaib yang tidak pernah dilakukan nya sebelumnya.
Terlebih lagi dunia ini sangat berbahaya. Walaupun tingkat penyembuhan nya cepat dan praktis hanya karena menggunakan ramuan, tetap saja rasa sakit itu tidak enak sama sekali. Ricko tidak bisa membayangkan dirinya terluka dan mengeluarkan darah karena berkelahi. Jujur saja dia pria yang pengecut.
__ADS_1
"Pemuda yang jujur" Xena mengangguk puas.
Lalu dia menatap Gord dan berkata "Aku akan mengajari kedua anak ini" dia secara bergantian menunjuk Ricko dan Fena.
Ricko mengerjap kaget dengan wajah bingung. Sementara Fena tersenyum senang. Fena menatap Xena dengan tatapan kagum seakan-akan wanita itu adalah idolanya.
"Iya" kata Gord sambil mengangguk pasrah.
Ricko tidak tahu ini hal yang baik atau tidak. Tapi sekarang gurunya berganti menjadi seorang wanita muda bukan seorang kakek lagi. Bukankah dia seharusnya bahagia karena itu seorang wanita cantik? Tapi entah mengapa Ricko merasa tidak nyaman saat dia melihat Xena. Xena mengingat kannya akan guru galak yang ada di sekolah lamanya.
Pelajaran pertama mereka pun dimulai. Saat itu Ricko melihat orang asing yang masuk bersama Xena. Dia adalah seorang gadis yang sangat imut dengan rambut pendek sebahu dan poni yang sangat lucu.
Gadis kecil itu tahu bahwa Ricko menatap nya. Tatapan pun mereka bertemu dan gadis kecil itu menunduk malu. Gadis itu mengikuti Xena masuk dan langsung duduk di samping Ricko.
Ricko mengerutkan keningnya tidak senang. Dia tidak tahu siapa gadis asing ini, tapi tiba-tiba dia mengambil tempat si sadako itu. Itu tidak sopan. Ricko berpikir bahwa gadis ini adalah kerabat Xena dan seenaknya masuk karena koneksi wanita itu.
"Ini tempat duduk Sadako. Kau bisa pindah ke kursi di belakang" kata Ricko. Dia berusaha menegurnya.
Gadis itu tersentak dan mengerutkan kening nya. Bahkan Xena juga bisa mendengar perkataan mereka. Tapi dua orang perempuan itu tidak tahu arti dari sadako yang dibicarakan oleh Ricko. Mereka hanya bertanya-tanya, siapa sosok bernama Sadako di pikiran mereka.
"Apa kau mengundang orang baru lainnya?" tanya Xena.
Ricko menggeleng kan kepalanya. "Tidak. Bukankah kau yang mengundang orang baru?"
katanya tidak senang.
"Apa maksudmu?" Xena bertanya dengan wajah bingung.
Gadis yang ditunjuk itu mengerjapkan matanya tidak percaya. Sementara Xena juga membeku beberapa saat sampai akhirnya dia tersenyum penuh arti.
"Gadis itu adalah Fena." katanya.
Ricko melebarkan matanya dan membeku selama beberapa saat. Saat sadar, dia langsung menatap Fena. Lalu menundukkan wajahnya yang memerah malu. Dia membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu. Tapi suaranya tersendat.
Xena mencairkan suasana canggung itu. "Baiklah kita akan memulai pelatihannya" katanya kemudian.
Ricko langsung mengangkat kepalanya dengan mantap. Dia berusaha untuk berpura-pura tidak tahu dengan tindakan nya sebelumnya.
Xena pun menjelaskan. Karena kedua anak itu sudah mengetahui tentang sihir dasar, jadi dia menjelaskan ke tingkat yang lebih tinggi. Tapi pelajaran ini hanya diperuntukkan untuk elemen gelap, bukan elemen lainnya.
Kedua anak itu mempelajari nya dengan serius dan mereka adalah penangkap yang sangat baik. Xena tidak perlu menjelaskan ulang, keduanya bisa mengerti dengan mudah hanya dalam satu kali penjelasan.
Bahkan Ricko juga bingung dengan kepintaran nya yang meningkat tiba-tiba. Dia selalu tidak mengerti materi apapun saat belajar di sekolahnya. Jadi dia selalu mengantuk dan tidur diam-diam di kelasnya.
Mungkin dia merasa bersemangat karena yang mereka pelajari adalah sihir ajaib. Sehingga adrenalin di tubuhnya memicu otaknya dengan baik karena kertetarikan itu. Tapi sebenarnya, pemuda itu hanya memiliki bakat untuk menjadi penyihir. Dia hanya belum menyadari nya.
Pelatihan itu sudah berlangsung selama dua minggu. Sekarang Rikco bahkan bisa menggunakan sihir gelap tingkat tinggi. Itu bukan sihir yang baik sejak itu adalah elemen gelap. Ricko bisa membuat kabut asap racun dengan jangkauan yang sangat luas. Asap racun itu bisa membunuh semua mahluk itu baik itu yang bergerak atau tidak bergerak.
Xena juga kagum dengan perkembangan Ricko. Bahkan Fena ketinggalan, gadis itu hanya bisa menggunakan sihir tingkat menengah setelah dua Minggu pelatihan. Tapi bukan berarti Fena tidak berbakat. Hanya saja Ricko terlalu jenius. Dan itu adalah hal yang wajar karena dia adalah mahluk asing dari dunia yang berbeda.
__ADS_1
Sebulan pun berlalu. Pelatihan mereka berjalan dengan lancar. Bahkan Fena juga bisa menggunakan sihir tingkat tinggi sekarang. Jujur saja gadis kecil itu lebih berbakat dari penyihir biasa. Dan tentu saja Ricko memiliki kemajuan yang lebih. Dia bisa menggunakan sihir dimensi sekarang! Walaupun lubang yang dihasilkan nya masih sebesar gumpalan tangan.
Tapi keesokan harinya, terjadi keributan di tempat itu. Penghalang yang mereka pasang rusak dan sebuah sihir tingkat tinggi yang sangat kuat menyerang markas mereka bertubi-tubi. Markas mereka hancur berantakan karena serangan yang tiba-tiba itu.
Gord menghampiri mereka dan memberitahu situasinya. Ternyata sekelompok penyihir datang dengan tujuan untuk membunuh mahluk asing. Lagipula rumor mahluk asing itu sudah terdengar di seluruh dunia. Jadi markas mereka bisa diketahui kapan saja dan sekarang adalah saat itu.
Gord menyuruh Ricko bersama penyihir muda lainnya untuk mengungsi karena mereka akan berperang. Ada banyak penyihir cahaya juga yang menyerang mereka. Sehingga mereka benar-benar kewalahan karena kalah jumlah.
Xena membantu Gord untuk melawan para penyihir itu. Sementara Ricko dan Fena mengungsi ke tempat yang sudah disediakan. Itu adalah sebuah ruangan bawah tanah. Ada banyak sekali anak-anak seumuran mereka di sana.
Wajah Ricko pucat. Walaupun dia sudah mempelajari sihir, kemampuan bertarung nya benar-benar nol. Kalau dia tertangkap, dia akan menjadi daging cincang tanpa berkedip. Karena dia masih sangat takut untuk bertarung.
Di tengah ketakutan nya, dia memanggil Eva dengan telepati nya. Eva menerima sinyalnya dengan cepat. Ricko langsung menjelaskan situasinya dengan nada cemas. Mendengar suara panik nya, Eva berusaha menenangkan nya. Dia bahkan berkata akan ikut membantu dengan mengirimkan bantuan.
Ricko sedikit percaya dengan perkataan Eva. Lebih tepatnya, dia tidak percaya sepenuhnya. Tapi dia tetap menunggu dengan sedikit harapan. Tapi tiba-tiba peperangan itu berhenti setelah berlangsung selama beberapa jam. Sehingga Ricko hanya bisa mengerjap bingung.
"Gord, guru, apa yang terjadi?" tanya Ricko bingung saat kedua orang dewasa itu mulai membawanya keluar dari tempat persembunyian.
Saat dia keluar, suara keributan itu menghilang. Walaupun bangunan mereka sangat luluh lantah dan perlu dilakukan pembangunan ulang. Tapi setidaknya dia tidak melihat ledakan atau suara keras apapun.
"Mereka benar-benar pergi?" Ricko mengerjap tak percaya. Peperangan itu hanya terjadi kurang lebih tiga jam. Sebelum nya dia melihat banyak sekali penyihir yang mengerumuni markas mereka. Tapi tidak ada yang tersisa seorang pun sekarang.
"Apa kalian membunuh nya?" tanya Ricko lagi dengan pupil melebar.
"Tidak" jawab Gord. Pria kekar itu mulai menceritakan apa yang terjadi.
Ada bantuan yang datang untuk membantu. Itu bukan rombongan atau apapun, hanya satu orang. Dan orang itu terkenal sangat kuat di seluruh dunia. Saat dia muncul, semua orang kewalahan karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka tidak percaya bahwa elf akan turun tangan membantu manusia. Dan terlebih lagi, ini adalah Raja Elf!
Ricko melihat ke atas langit. Ada sosok yang sedang terbang di sana. Dia sangat tampan dengan rambut peraknya. Rambut perak itu sangat kontras dengan warna kulitnya yang gelap. Ricko melihat bentuk telinga nya yang panjang, dan dia bisa mengenal sosok itu dalam sekejap.
"Elf itu!" Ricko berseru.
Elf itu mendengar suara Ricko. Dia menoleh dan mereka bertatapan. Sang elf hanya tersenyum padanya sebelum akhirnya menghilang.
"Kalian berhubungan baik dengan elf?" Ricko bertanya.
"Tidak" Xena tiba-tiba membuka mulutnya. "Raja Ren berkata dia teman kakak mu"
Ricko tersentak. Kakaknya benar-benar mengirim orang kuat seperti itu untuk menolong nya.
Sebenarnya saat Eva menceritakan kisahnya, Ricko hanya bisa menangkap nya sedikit. Dia tidak mengingat nama-nama tokoh yang disebut kan Eva. Walaupun Eva menceritakan keberadaan Ren, Ricko tidak akan mengingat nya.
"Apa elf memang sekuat itu?" gumam Ricko tak percaya.
"Mereka kuat. Tapi raja mereka berada di luar nalar manusia. Ini semua karena mereka sudah hidup sangat lama sehingga kekuatan mereka di luar nalar" kata Gord. "Tapi elf tidak pernah ikut campur dalam urusan manusia. Itu adalah hal yang taboo. Ini pertama kalinya terjadi hal seperti ini. Aku yakin dunia akan heboh setelah mendengar ini" Gord menggelengkan kepalanya.
"Raja Ren memang kuat. Tapi kalau Raja elf lainnya ikut campur, kita tidak bisa tahu siapa yang akan menang. Dan raja Ren hanya mengusir mereka. Dia membunuh beberapa, tapi membiarkan sebagian besar dari mereka melarikan diri" tambah Xena.
"Kelihatannya kita harus pindah tempat..." Gord kemudian menggeleng sedih.
__ADS_1
Dan tentu saja, berita bahwa raja elf gelap menyelamatkan manusia asing tersebar dengan cepat. Walaupun kadang beberapa elf bersahabat dengan manusia, mereka tidak akan pernah ikut campur dalam perang besar manusia. Hal ini membawa gelombang kejutan ke seluruh dunia. Mereka berpikir bahwa pengguna elemen gelap itu ingin menguasai dunia dengan bekerja sama satu sama lain.
Beberapa penyihir bahkan menghubungi raja elf cahaya, Vien, agar menghentikan raja elf gelap itu. Sejak para manusia tidak bisa menghentikan nya, mereka akan meminta bantuan ras elf lainnya. Lagipula kedua ras elf itu terkenal sebagai musuh bebuyutan. Sayangnya Vien belum merespon rencana itu, sehingga para penyihir manusia itu sedikit kecewa.