
Setelah berbicang cukup lama dengan Robert. Aku langsung menarik tangan Robert dan membawanya ke halaman utama mansion, dimana pesta teh diadakan. Saat para tamu itu melihat Robert, mereka membelalakan mata mereka karena kaget.
"Bukankah itu Robert? Jenius dari menara sihir?"
"Aku mendengar rumor kalau dia akan bersaing untuk kursi penatua"
"Kenapa dia ada disini?"
"Apa hubungannya Menara Sihir dengan Duke?"
Semua orang mengenali Robert hanya dalam sekali lihat, karena semua orang tahu sosok yang dijuluki sebagai jenius di menara sihir. Hanya saja mereka sangat jarang melihatnya, tidak lebih dari sekali.
"Perkenalkan, ini adalah masterku. Master yang mengajariku sihir" kataku kepada semua tamu.
para anak bangsawan itu langsung ricuh. Mata mereka berbinar. Mereka langsung ingat tujuan dari pesta teh ini.
"Halo, perkenalkan aku dari keluarga Reinstein" seorang anak tampan memberanikan dirinya untuk maju. "Sangat terhormat bisa bertemu dengan tokoh terkenal seperti anda, Tuan Robert" katanya menyanjung Robert.
Seketika, anak bangsawan lainnya, mulai mengikuti langkah Reinstein. Mereka memberanikan diri untuk maju, dan berusaha menjadi dekat dengan Robert. Dalam sekejap, Robert langsung dikerumuni oleh anak-anak bangsawan. Dan aku, yang merupakan tuan rumah, terabaikan di samping
"Humph!" aku hanya bisa mendengus kesal saat melihat tingkah mereka yang licik itu. Mereka tahu Robert hebat dan kuat, jadi mereka mengambil kesempatan ini agar dekat dengan Robert. Kemudian menggunakan kekuatan Robert untuk menaikkan pamor rumah bangsawan mereka.
Hanya dalam mimpi tau!
Robert tidak akan terkecoh dengan trik sekecil itu. Dia orang yang sangat waspada dan licik, sehingga dia tidak pernah tertipu atau pun dimanfaatkan.
__ADS_1
Kalian pasti bingung, kenapa aku mengumumkan hubungan ku dengan Robert di pesta teh kali ini. Di masa lalu, tidak ada yang pernah tahu bahwa Robert adalah master yang mengajariku sihir. Sehingga aku benar-benar bodoh, mengabaikan koneksi ini. Kali ini aku tidak akan mengulanginya. Aku mengumumkan hubungan guru-murid dengan Robert, sehingga menunjukkan bahwa rumah Duke Court memiliki hubungan yang dekat dengan penyihir terkuat. Tujuannya untuk menakuti musuh-musuh di dalam selimut. Aku sangat yakin, diantara anak-anak bangsawan yang hadir, pasti ada salah satu keluarga yang menjadi musuh dalam selimut. Itulah yang akan membuat ayahku dijebak dikemudian hari. Jadi setidaknya saat mereka tahu Duke Court memiliki koneksi dengan Robert, mereka akan waspada dan menunda rencana mereka. Hal itu akan memberiku waktu untuk terus menyelidiki dan mencari, serta memberiku waktu sampai aku menjadi lebih dewasa dan lebih kuat.
Tetapi tiba-tiba, Robert yang dari tadi meladeni anak-anak bangsawan itu mulai menoleh padaku. Dia memberi isyarat kepada para anak bangsawan bahwa dia ingin pergi, dan langsung menghampiri ku.
"Eva maaf. Aku akan pergi sekarang. Ada urusan mendesak" katanya tiba-tiba. Wajahnya tampak panik dan cemas. Aku berusaha mengingat kejadian di dalam novel. Tapi aku tidak menemukan adegan ini. Adegan Robert sebelum dia menjadi guru akademi hanya dijelaskan dengan ringkas dalam paragraf. Mereka tidak mendeskripsikannya dengan detail di dalam novel.
"Oke master" jawabku singkat. Aku berusaha untuk tidak memikirkannya saat ini. Aku akan tahu sampai saatnya tiba nanti.
Shuu...
Sosok Robert mulai buram secara perlahan dan kemudian menghilang.
Benar-benar sihir yang mengangumkan!
Aku juga ingin mempelajarinya, hanya saja mana yang diperlukan sangat banyak dan tubuh kecilku masih belum bisa menampungnya. Robert menyarankan agar aku belajar mantra-mantra tingkat lanjut dan tingkat tinggi saat di akademi. Untuk sekarang dia menyarankan agar aku memperlebar wadah penyimpanan manaku. Aku mulai bermeditasi sejak aku masih bayi, jadi aku memiliki cheat, aku punya wadah mana yang besar di dalam tubuhku. Dan Robert tahu itu. Dia menyarankan ku untuk terus memperluas wadah itu. Karena semakin luas wadah mana dalam tubuh kita, maka sihir yang kita lemparkan akan semakin kuat!
"Istirahatlah dulu disini sayang~ nanti kami akan menjemputmu" kata ibuku sambil mengelus kepalaku.
Setelah itu Ibuku mulai masuk ke dalam kereta menyusul Ayahku.
"Baik Ma. Hati-hati di jalan" sahutku sambil melambaikan tangan.
Kereta itu melangkah di kejauhan. kali ini mereka meninggalkan ku di ibu kota selama beberapa hari. Mereka memiliki beberapa pekerjaan di perbatasan, dan tidak mungkin untuk membawaku. Mereka taku aku lelah karena perjalanan yang panjang.
Yah, tidak apa-apa. Aku baik-baik saja tinggal di ibukota. Ayahku meletakkan beberapa prajurit untuk menjaga mansion dan ada beberapa pelayan dalam rumah. Jadi keamanan dan kenyamanan nya sangat terjamin.
__ADS_1
***
Saat malam tiba, aku tidak bisa tidur. Jadi aku mulai melihat bintang-bintang di balkon kamar. Aku bingung menentukan alur novel ini akan kemana. Karena sudah banyak alur yang berubah. Pertama adalah perubahan sikap Denis serta pertemuan tidak terduga dengannya. Itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kedua, adalah aku yang bisa menggunakan semua jenis elemen. Dalam novel aslinya, Sihir Eva biasa saja dan dia hanya bisa menggunakan elemen air. Yang ketiga adalah kedekatanku dengan Robert. Di masa lalu hubungan Eva dengan Robert hanya guru-murid biasa. Sekarang hubungan kami lebih dekat. Aku suka bersikap manja padanya, dia sudah seperti kakak dan ayah kedua ku.
"Hmmm..." aku merenung dalam diam. "Bintang-bintang nya sangat indah. Tapi apakah aku bisa menikmati ini sampai tua? Akankah aku bisa bertahan hidup?" pikirku. Aku sangat cemas walaupun alurnya sudah berubah. Tidak apa-apa kalau pertunangan ku dibatalkan atau pun posisi Duke Court jatuh dan aku kehilangan gelar bangsawan. Aku hanya berharap satu hal saja, semoga aku dan keluargaku, bisa terus hidup. Selama kami hidup, walaupun masalah yang kami hadapi akan sangat berat, kami pasti bisa memecahkan permasalahannya.
Tiba-tiba perasaanku tidak enak.
Kabut putih yang tersebar di luar mansion langsung membuyarkan pikiran ku.
Wuahh....ada apa ini?
Aku melihat kabut putih yang hampir menyelimuti seluruh mansion. Lalu aku melihat beberapa prajurit di depan gerbang, terkulai lemas dan jatuh.
Apakah ini racunn??
Aku bergegas keluar kamar dan turun ke bawah untuk memanggil pelayan. Tapi tiba-tiba dua sosok tak dikenal muncul di depanku. Dua sosok itu mengenangkan jubah putih diseluruh tubuh mereka dan mereka memakai topeng.
"Siapa?" tanyaku waspada. "Siapa kaliann???"
Salah satu jubah putih mulai mengulurkan tangannya, dan sebuah kabut putih tebal muncul. Kabut itu mengenaiku dan perlahan aku merasa kelopak mataku sangat berat. Aku mulai merasa mengantuk.
Ini tidak mungkin!
Aku diculik lagi?!
__ADS_1
Buk! Dalam sekejap aku kehilangan kesadaran dan tertidur.