
Cerita Sebelumnya:
Denis merasa tidak nyaman karena sudah berbicara cukup kasar pada Eva. Tapi akhirnya dia yakin bahwa dia benar. Lagipula dia berpikir bahwa Eva perlu merubah sikapnya yang terlalu egois.
Sementara Eva disisi lain, sudah benar-benar diambang batas. Dia melarikan diri dari akademi walaupun itu belum jam pulang.
Dia tanpa sadar menuju ke hutan di mana rumah pohon Ren berada karena dia pikir tidak ada siapapun yang mengetahui tempat itu, kecuali Ren. Dan Ren saat ini masih berada di akademi.
Tangis Eva pun pecah. Dia menangis cukup lama di tempat itu sambil menyalahkan beberapa pihak atas nasib buruknya. Bahkan hari mulai menjelang sore dan Ren kembali pulang ke tempat itu dan menemukan nya berada di sana sendirian.
***
Aku cukup kaget saat Ren tiba-tiba muncul. Aku benar-benar lupa bahwa aku sudah menghabiskan waktu berjam-jam di tempat ini. Bahkan aku tidak sadar bahwa sekarang sudah sore.
"Aku akan pergi...." kataku lirih sambil menundukkan kepalaku karena malu.
"Tunggu" tapi Ren menghentikan ku dengan memegang tanganku. Aku tersentak sedikit karena itu terlalu tiba-tiba.
"Apa kau menangis?" tanya Ren lagi. Tentu saja setiap orang bisa menebak bahwa gadis itu menangis hanya dengan melihat matanya yang bengkak dan memerah.
"Ti...tidak..."
Ren menghela napas. Dari respon Eva dia tahu bahwa gadis kecil itu malu mengakui bahwa dirinya menangis.
"Ikut aku ke dalam" Katanya serius. Perkataannya terdengar seperti perintah, jadi Eva mau tidak mau mengangguk patuh.
__ADS_1
Mereka berdua masuk ke dalam rumah pohon itu. Eva duduk di kursi ruang tamu, tempat duduknya seperti biasa saat Ren membawanya ke tempat ini.
Ren pergi ke suatu tempat, mengambil sesuatu, sehingga meninggalkan dirinya sendirian di ruangan itu. Tak lama Ren kembali dengan membawa sebotol besar soda dan es batu. Dia menuangkan soda dan es batu itu ke dalam cangkir, lalu menyodorkan nya pada Eva.
"Minumlah"
Ren berpikir minuman soda ini dapat memperbaiki mood gadis kecil itu. Sejak Eva sangat menyukainya. Dia ingin menghibur nya dengan minuman soda.
Ren tidak tahu apa yang terjadi pada Eva. Dan penyebab kenapa dia menangis sangat lama di tempat ini. Walaupun dia berada di akademi, dia sibuk berada di ruangannya tanpa peduli dengan situasi di luar.
Ren bahkan tidak bertanya apapun padanya. Dia membiarkan Eva menenangkan diri.
Waktu pun berlalu...
Aku sesekali melihat ke arah Ren. Pria itu hanya menyesap minuman sambil sesekali menatap ku. Hal itu membuat ku semakin canggung. Aku tidak ingin berbicara. Dan Ren juga tidak mau membuka pembicaraan. Sehingga aku hanya bisa mendengar suara angin yang melintas di telingaku.
Sebenarnya aku ingin menanyakan sesuatu pada Ren. Pasalnya Ren terkenal sebagai tokoh paling jahat dan kejam di dunia ini. Seorang raja elf gelap yang hidup selama ribuan tahun dan sudah membunuh banyak sekali mahluk hidup. Sejak reputasi elf gelap benar-benar buruk, ditambah dengan reputasi sihir gelap, semua rumor tentang Ren benar-benar menakutkan.
Dia bahkan lebih mengerikan dari Sayn, pangeran yang membunuh seluruh keluarganya hanya untuk merebut tahta. Jujur saja di cerita novel, Ren dan Sayn adalah karakter yang kejam.
Aku bahkan awalnya tidak mau bertemu dengan Ren, karena pria itu terlihat berbahaya. Tapi siapa yang mengira bahwa dia akan menyamar sebagai guru di kerajaan manusia. Dan lebih parahnya lagi ternyata ibuku memiliki hubungan masa lalu dengan nya. Dia juga tidak terlihat buruk seperti yang rumor katakan.
Jadi aku benar-benar ingin bertanya bagaimana rasanya menjadi orang jahat di mata dunia pada Ren.
"Aku ingin menanyakan sesuatu..." kataku pelan.
__ADS_1
Ren mengangkat alisnya. Dia cukup antusias karena Eva membuka pembicaraan. "Silahkan"
"Sebelum nya jangan tersinggung dengan perkataan ku, oke? Aku tidak memiliki pikiran jelek apapun tentang dirimu" Eva membuat kesepakatan agar diri nya tidak diserang oleh Ren karena bertanya hal yang dikategorikan 'cukup berani'.
Ren menatapnya dengan mata penasaran dan mengangguk pelan.
"Um...Jadi aku ingin bertanya bagaimana cara menghadapi orang-orang yang membencimu. Tidak perlu disembunyikan bahwa pandangan publik terhadap raja Elf gelap itu sangat mengerikan. Apalagi sejak kau dianggap sebagai raja elf jahat oleh manusia. Dan ada banyak sekali orang yang membencimu karena rumor itu..."
Mata Ren membelalak. Dia cukup kaget dengan pertanyaan Eva. Dia tidak menyangka bahwa Eva akan bertanya hal yang cukup tabu untuknya. Tapi setidaknya ini lebih baik daripada pertanyaan kenapa dia tidak memiliki pasangan. Pertanyaan seperti itu bisa membuat nya malu sampai ke dasar dan pertanyaan itu dikategorikan sebagai yang paling tabu.
Ren tersenyum. "Kau bertanya pada orang yang tepat" katanya.
"Memang ada banyak sekali orang yang membenciku. Ras elf hutan membenciku. Para manusia membenciku. Dan para penyihir juga membenciku. Tapi aku tidak pernah menganggap mereka, kau tahu? Aku selalu menutup mata atas semua kebencian itu."
Dia melanjutkan. "Hanya ada satu keputusan yang menjadi prinsipku. Kalau ada yang menentang mu maka lawanlah. Kalau ada yang ingin membunuhmu, kau harus membunuh orang itu lebih dulu." katanya tajam.
Aku cukup merinding saat mendengar nya tapi aku tetap mendengar kan.
"Tapi kalau ada yang berbuat baik padamu, kau harus membalasnya. Jangan pernah berhutang budi pada orang lain. Dan untuk orang-orang yang selalu mencibir di belakang, aku sama sekali tidak pernah mempedulikan mereka. Karena mereka hanyalah serangga pengecut yang bahkan tidak berani berhadapan langsung dengan ku. Aku tidak mau membuang waktu dan tenagaku untuk orang-orang seperti itu"
Aku mengangguk pelan. Aku juga mengabaikan semua orang yang mencibirku. Tapi kadang aku juga tidak bisa mengatasinya dan menjadi marah. Itu adalah kekuranganku.
"Dan untuk mengatasi semua orang-orang yang melawanmu kau harus punya kekuatan dan kekuasaan. Aku sudah hidup selama ribuan tahun, dan hanya ada lima orang yang berani menantang ku. Walaupun lima orang itu sudah berakhir menjadi abu" Ren tersenyum bangga. "Selama kau kuat dan bisa melindungi dirimu, kau tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal tidak penting seperti itu. Hidup lah sesuai keinginanmu sendiri."
Aku merasa lega setelah mendengar penjelasan nya. Mendengar pengalaman seseorang yang sudah menjadi orang jahat selama ribuan tahun ternyata membuat mu lebih baik. Intinya, Ren tidak akan bisa terbunuh oleh siapapun karena dia terlalu kuat. Dan dia tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dirinya.
__ADS_1