Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Ingin Berteman dengan Duke


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Denis sudah selesai menjalankan misinya dan kembali di ibukota. Saat itu dia langsung menemui Raja dan bertanya apa yang terjadi. Raja menjelaskan bahwa Duke Court mulai memberontak. Dengan membatalkan pertunangan dan secara terang-terangan bergabung dengan Faksinya untuk menyerbu kerajaan. Tentu saja Denis tidak percaya. Tapi dia juga tidak memihak pihak dari mana pun dan berusaha untuk tetap netral.


Sampai akhirnya dia mendengar pembicaraan para bangsawan kerajaan yang ingin mempertahankan kekuasaan mereka. Denis marah. Tapi dia juga tidak berkutik. Para bangsawan itu berkata bahwa mereka sudah mengabdi kepada raja dan kerajaan serta membantu kerajaan ini. Jadi mereka berhak mempertahankan posisi mereka. Setelah mendengar hal itu, Denis benar-benar tidak berkutik.


***


Marquis Zent semakin merasa senang saat dia melihat wajah bingung Denis. "Bagaimana Yang Mulia? Bukankah semuanya benar? Bahkan kalaupun Yang Mulia Raja tahu, beliau juga tidak akan menyalahkan kami semua" katanya percaya diri.


Para bangsawan lainnya menganggukkan kepala mereka setuju dengan senyum lebar di bibir mereka. Sementara Denis memasang ekspresi datar sambil menggenggam tangannya erat-erat.


Denis tidak bisa memberikan pembelaan sama sekali. Dia dan kerajaan ini memang masih membutuhkan para bangsawan untuk mengatur regulasi kerajaan. Dia tidak bisa bekerja sendiri.


Melihat Denis sama sekali tidak merespon, Marquis Zent mengangkat kepalanya dengan angkuh. "Baiklah Yang Mulia, saya akan kembali ke mansion karena saya sedikit sibuk" dia langsung melangkah kan kaki keluar dengan sombongnya. Para bangsawan lainnya mengikuti tindakannya, membuat Denis berada di ruangan itu seorang diri.


Denis masih geram. Dia benar-benar akan menyingkirkan sistem bangsawan ini suatu hari. Dia tidak akan membiarkan para bangsawan mengontrolnya saat dia menjadi seorang Raja. Karena dialah yang akan mengatur semua orang untuk menjadi lebih baik. Denis menguatkan tekadnya untuk itu.


***


Pangeran Erick sudah beberapa hari ini selalu menatapku saat menghadiri kelas. Kalau aku menoleh padanya, dia akan tersenyum dan melambaikan tangannya, membuatku sedikit bergidik.


Bukannya aku tidak ingin ramah dengan orang lain. Tapi Pangeran dari negeri asing ini tiba-tiba mendekatiku terus selama beberapa hari ini. Membuat ku merasa tidak nyaman dan sedikit cuirga. Dia pasti punya maksud lain bukan? Tapi aku masih tidak tahu apa yang diinginkannya.


Karena itu tidak masuk akal. Kerajaan Albion menjalin hubungan kerja sama dengan kerajaan Kano. Normal nya pangeran Erick harus bersahabat dengan para pangeran dan putri itu. Tapi dia malah menunjukkan ketertarikan nya padaku, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan negara Kano. Aku yakin ada sesuatu. Tapi apa itu?


Teman sebangku ku juga sangat ramah sekali akhir-akhir ini. Dia adalah seorang gadis kecil dengan rambut pendek coklat. Awalnya dia terlihat acuh, tapi sekarang dia benar-benar bersahabat setelah pangeran Erick mulai belajar di akademi ini. Sesekali, aku akan melihat nya memandangi pangeran Erick dengan pipi merona. Dia pasti tertarik dengan pangeran mahkota itu. Melihat pangeran bersikap ramah padaku, dia juga mulai merubah sikapnya.


Gadis bangsawan itu bernama Berta. Dia setahun lebih muda dariku dan merupakan anak kedua dari seorang Viscount di Kerajaan Kano. Dia menceritakan kisah hidupnya padaku bahwa dia adalah anak perempuan bangsawan yang tidak terlihat di keluarga nya.


Kakak laki-lakinya akan meneruskan gelar keluarga. Sementara kakak perempuan nya yang pintar akan menikah dengan salah satu pangeran. Keluarga itu tidak mengharapkan apapun darinya. Dia menceritakan semua situasinya sambil mencibir sehingga aku tidak merasa sedih sama sekali. Dia juga secara terang-terangan mengatakan bahwa dia menyukai pangeran Erick dan berniat memburunya.

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu kerajaan ini? Apa kau menyukai tempat ini?" Berta tiba-tiba bertanya sambil memandangku dengan mata anjingnya.


Aku mengerutkan keningku. "Kerajaan Kano?"


Berta mengangguk cepat.


Aku berusaha memikirkan jawaban yang enak di dengar. Tidak mungkin aku mengatakan hal yang buruk tentang kerajaan orang lain. "Ini tempat yang bagus tapi tetap saja lebih nyaman untuk tinggal di rumah sendiri"


Berta mengangguk. "Kau benar. Aku juga akan merasakan hal yang sama kalau aku tinggal di Kerajaan Well" katanya. Lalu dia menoleh ke samping dan berbisik. "Pangeran Erick melambai kemari lagi" katanya bersemangat.


Aku tersenyum canggung. Pangeran Erick memang melambaikan tangannya ke arah kami. Dia selalu melakukan hal itu setiap hari sambil tersenyum.


"Apa kau benar-benar tidak mengenalinya Eva?" Berta bertanya dengan tatapan penuh selidik.


Aku langsung menggeleng dengan cepat. "Aku baru saja bertemu dengannya di tempat ini. Sama sekali tidak kenal" kataku cepat.


"Tapi bagaimana dia bisa mendekati mu seperti itu?" ada sedikit rasa iri di mata Berta. "aku berusaha mendekati nya. Tapi dia mengabaikan ku" katanya. "Jangan lupa bahwa kau sudah punya tunangan oke" katanya lagi.


Aku langsung tersedak. "Apa-apaan?"


"Aku yakin dia tertarik padamu" kata Berta dengan bibir merenggut.


"Tidak, dia tertarik dengan kerajaan well" kataku cepat.


"Seharusnya dia mendekati pangeran kedua, tapi kenapa dirimu?"


"Uhh, mungkin dia berniat menjalin hubungan dengan ayahku" kataku langsung tanpa mengontrolnya.


"Kau benar" tiba-tiba suara ketiga yang sangat asing terdengar di telingaku.


"Kya!"

__ADS_1


Refleks, aku dan Berta berteriak kecil sambil menjauh karena kaget. Kami melihat ke samping, dan pangeran Erick sudah berada di dekat kami dengan senyum polosnya.


"...."


Kami bertiga saling bertatapan, tidak mengeluarkan suara sama sekali.


Pangeran Erick berjalan dengan anggun dan duduk di kursi kosong yang berada di samping ku. "Aku ingin menjalin hubungan baik dengan Duke Court" katanya tanpa basa-basi.


"Untuk apa?" aku bertanya langsung dengan ekspresi bingung.


"Apa perlu alasan spesifik kalau ingin berteman dengan orang lain?" Pangeran Erick balik bertanya.


"Tapi kerajaan Albion baru saja bekerja sama dengan Kerajaan Kano. Apa kalian mengincar kerajaan well juga?" aku bertanya terus terang, tidak peduli lagi dengan etiket kesopanan.


"Aku tidak bilang, aku ingin bekerja sama dengan Kerajaan Well" respon Pangeran Erick dengan acuh. "Aku hanya ingin berteman dengan Duke. Pria itu sangat terkenal, bahkan di kerajaan kami. Aku benar-benar ingin berhubungan baik dengan nya" katanya sungguh-sungguh. "Dan tentu saja aku juga ingin berteman baik dengan nona Eva" dia menunjukkan sneyum polosnya lagi.


Mata Berta bersinar saat dia mendengar penjelasan pangeran Erick. Rasa iri di matanya terhadap Eva langsung menghilang dalam sekejap. "Pangeran, aku juga ingin berteman denganmu!" katanya terus terang.


Selama ini dia selalu mengejar pangeran Erick, tapi pemuda itu selalu mengabaikan nya saat dia berbicara. Sehingga dia benar-benar merasa kesal.


Pangeran Erick tersenyum. Dia tidak marah karena ketidaksopanan Berta. Dia tiba-tiba memegang tangannya dan mencium lembut punggung tangannya. "Tentu saja nona. Saya sangat senang bisa berteman dengan gadis cantik sepertimu"


Blush! Pipi Berta langsung memerah. Dia dengan cepat menarik tangannya dan menyembunyikan nya di belakang punggungnya. Lalu mulai bergerak pindah dan menyembunyikan dirinya di belakang punggung Eva.


Berta sangat agresif sebelum nya. Dia semakin menjadi-jadi saat tahu bahwa targetnya mengabaikan nya. Tapi dia tiba-tiba menjadi malu saat pangeran Erick menggodanya kembali.


Kelompok tiga orang itu sangat mencolok di kelas. Semua orang memperhatikan mereka. Identitas pangeran Erick adalah penyebab utamanya. Identitas Eva sebagai putri Duke juga sedikit membawa gelombang perubahan pada suasana kelas.


Para pangeran menatap pangeran Erick dengan sedikit masam. Awalnya mereka mengira bahwa pangeran Erick akan mendekati mereka sejak kedua kerajaan mereka bekerja sama. Tapi sikap pemuda itu sangat datar. Walaupun dia tersenyum pada mereka, matanya mengatakan seolah-olah "jangan mendekati ku". Membuat para pangeran sedikit tidak nyaman saat mendekatinya. Melihat pangeran Erick mengejar putri seorang Duke secara terang-terangan, mereka sedikit kesal. Pasalnya putri duke itu bukan bangsawan dari kerajaan mereka tapi kerajaan musuh. Sang putri juga melihat Eva dan Berta dengan ekspresi yang sangat jelek.


Sementara disisi lainnya, ada dua orang lain yang menatap kelompok tiga orang itu dengan tatapan tidak nyaman. Pertama, adalah Lilac. Lilac tidak tahi perasaan apa yang dirasakan nya saat ini. Melihat Eva akrab dengan gadia bangsawan baru dan seorang pangeran, Lilac merasa tidak nyaman. Ada sedikit iri dimatanya. Dulu, dia berada dalam posisi itu, bukan dua orang asing itu. Lilac bahkan tidak tahu dan tidak sadar kapan semuanya berubah. Dan mereka berdua menjadi orang asing.

__ADS_1


Kedua adalah Reina. Ekspresi nya datar, tapi suasana hatinya sedang berpacu. Ada rasa iri, tidak senang dan benci. Dia cukup senang saat tahu Eva mulai terasingkan dan Lilac mulai menemaninya. Tapi Eva tiba-tiba menarik perhatian lagi karena perhatian berlebihan dari pangeran Erick. Dia sangat tidak menyukai nya. Seolah-olah semua ketenaran dan kepopuleran nya hilang dalam sekejap karena dicuri oleh orang lain. Mengingatkannya kembali saat dia hidup di dunia yang kelam di masa lalu. Dia tidak ingin kembali ke saat-saat seperti itu. Dan tidak akan pernah kembali!


__ADS_2