
BAB 7 MENYERAH
Cerita sebelumnya:
Eva dengan cepat menghampiri Diana yang tertusuk. Dia menggunakan sihir cahaya untuk menyembuhkan Diana yang terluka. Tapi pisau Marquis mengandung racun dan menyebabkan sihir cahaya Eva tidak berfungsi karena racunnya sudah menyebar ke seluruh tubuh Diana. Eva hampir putus asa, tapi tiba-tiba dia teringat dengan ramuan yang di dapatkannya di reruntuhan kuno. Eva menggunakan ramuan itu dan Diana kembali membaik secara perlahan-lahan. Sayn dan Eva pun ingin meninggalkan kerajaan, tapi Denis menghalangi mereka. Eva dan Denis sempat adu mulut dan perkataan Eva menyebabkan Denis terkejut, tak percaya.
***
Denis dan Eva saling bertatapan. Denis membeku sejenak sebelum akhirnya mendapatkan kesadarannya kembali. Dia merasa kesal sekaligus sedih saat mendengar perkataan Eva.
Melihat Denis mengabaikannya, Eva mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskannya. "Aku benar-benar tidak ingin bertunanganmu atau pun berhubungan dengan kerajaan ini lagi" katanya.
"Kenapa kau menyembunyikan sihir cahayamu?" Denis mengatur ketenangannya dan tiba-tiba mengganti topik pembicaraan.
Eva tidak menjawab dan Denis melanjutkan. "Ibumu adalah penyihir gelap jadi tidak mungkin keturunannya bisa menggunakan sihir cahaya. Kau bukan putrinya?"
Eva kesal dan berkata dengan nada tajam. "Jaga mulutmu"
__ADS_1
"Aku tetap tidak bisa membiarkan madam Diana meninggalkan tempat ini. Dia adalah penyihir gelap. Dan dia adalah tersangka pebunuhan raja" Nadanya sedikit sedih saat dia membicarakan tentang kematian ayahnya. "Aku bisa membiarkanmu pergi tapi tidak dengan tersangka" katanya lagi. Dia tidak akan pernah membiarkan pelaku yang sudah membunuh ayahnya melarikan diri. Dan dia harus mencari kebenaran tentang apa yang terjadi.
"Kami akan pergi. Mulai sekarang aku dan keluargaku tidak ada hubungannya lagi dengan kerajaan ini." katanya penuh tekad. Dari awal nasib buruknya terjadi karena dia tetap tinggal di kerajaan ini dan sekarang adalah saat yang tepat untuk pergi.
Mata Denis menyipit. "Sudah kubilang kalian tidak akan kubiarkan pergi bukan?"
Lalu semua orang mulai mengelilingi Eva, Diana dan Sayn.
"Tangkap dan jangan lukai mereka" perintah Denis singkat.
"Putri, jangan melawan. Patuh saja dan jalani sesuai aturan kerajaan. Kalau madam Diana tidak bersalah, dia akan dibebaskan" kata Jean prihatin. Dia masih melihat Eva sebagai sahabatnya sendiri dan dia sedikit sedih melihat kejadian di depannya. Tapi Eva sudah bertekad untuk melarikan diri dan dia tidak akan menyerah.
Sekitar tiga puluh orang penyihir mengelilingi Sayn dan mereka mulai bertarung dengan sengit di tengah aula.
Eva masih memegang Diana sambil di kelilingi semua orang dan Denis masih berdiri di depan matanya.
"Menyerah" kata Denis dingin.
__ADS_1
Eva menatapnya tajam dan tidak bergerak dari tempatnya.
Denis menyuruh beberapa orang untuk menangkap Eva. Tapi Eva langsung menggunakan sihir anginnya. Sebelum dua orang itu menyentuh lengannya, mereka terpental ke belakang.
"Kau benar-benar masih keras kepala!" kali ini Denis maju untuk memegang lengannya.
Eva menggunakan sihir yang sama, tapi itu tidak berpengaruh melawan Denis. Dan pria itu berhasil memegang tangannya dan membawanya mendekat. Meninggalkan Diana terbaring tidak sadarkan diri di tengah-tengah mereka.
"Menyerahlah atau aku akan menangkapmu dengan paksaan" Denis mendekatkan wajahnya ke arah Eva sambil mencengkram lengannya dengan kuat.
"Aku bilang tidak!" BAK! Eva bersiap menginjak kaki Denis. Tapi Denis menghindar dengan cepat sehingga tendangannya mengenai lantai. Ada tanda retak yang muncul di lantai menandakan bahwa kekuatan tendangannya cukup kuat.
Karena kejadian itu, pegangan Denis melemah. Eva menggunakan kesempatan itu untuk mengambil belati kecilnya dan mengarahkannya ke arah tangan Denis yang memegang lengannya.
Denis menghindar dengan cepat. Kalau dia tidak tepat waktu tangannya akan putus. Dia bahkan bisa melihat luka sayat di punggung tangannya.
Eva melompat mundur dan mengarahkan belatinya ke arah Denis. "Aku akan melawanmu kalau begitu" katanya dengan nada pahit.
__ADS_1