Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Apa yang Harus dilakukan?


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva menemukan Sayn sedang berkelahi di depan umum. Jadi dia menghentikannya. Siapa yang mengira bahwa Sayn melakukan itu karena dia mendengar beberapa orang menyebarkan rumor buruk tentang Eva.


Tapi Eva tidak mengetahui alasannya dan mulai memarahi Sayn. Lalu Lilac muncul dan dia mulai tertarik pada Sayn. Ketiga orang itu memutuskan untuk menemui Vivian bersama-sama.


***


Kami bertiga pun kembali ke tujuan awal, yaitu untuk menemui Vivian. Aku dan Vivian berjalan di depan sementara Sayn mengikuti kami di belakang.


Aku sesekali melirik Sayn. Aku tidak bertanya lagi alasan kenapa pria itu berkelahi. Walaupun aku masih penasaran. Tapi karena dia tidak mau memberitahukan nya padaku, aku tidak memaksanya sama sekali.


"Eva, lain kali kita ajak si tampan itu bersama kita oke. Dia kelihatannya penyendiri" bisik Lilac tiba-tiba.


"Apa Guru Wason tidak cukup?" aku bertanya dengan wajah pasrah. Padahal tidak ada hubungan ketertarikan antara Lilac dan Sayn di masa lalu.


Um? Aku lupa. Mereka bahkan tidak pernah bertemu. Jadi bagaimana Lilac bisa tertarik padanya?


"Bukankah lebih banyak lebih baik" Lilac tersenyum sambil mengedipkan matanya. "Jangan lupakan guru Robert juga!"


Aku hanya bisa menatapnya pasrah.

__ADS_1


Kami tiba di depan gedung kelas B. Saat kami masuk, aku melihat sekeliling dengan wajah bingung. Gedung ini berbeda sekali dengan gedung kelas A.


Saat memasuki lorong, aku bisa melihat dengan jelas bahwa gedung itu cukup suram. Cat dinding nya sangat kusam dan bahkan ada yang terkelupas. Ruangan kelas nya juga tampak biasa tanpa ada ornamen apapun.


Penampilan yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan kemewahan gedung kelas A. Walaupun penampilan gedung tidak penting, aku tidak menyangka bahwa akademi tidak akan mempedulikan hal ini.


Dan ini juga menjadi alasan rasional kenapa anak-anak bangsawan penting di tempat kan ke kelas A, walaupun mereka tidak berbakat. Yah, tapi aturannya sudah berubah sejak Guru Wason mengusir dari setengah bangsawan yang ada di kelas.


"Seperti nya Vivian tidak ada" aku tidak melihat keberadaan Vivian di kelas. Hanya sedikit orang di kelas itu jadi aku dapat dengan mudah mengamati nya.


Lilac terlihat kecewa juga. "Ayo kembali. Pandangan mereka membuat ku tidak nyaman" katanya dengan bibir cemberut.


"Bagaimana sekarang? Makan?" aku bertanya. Kami benar-benar tidak punya tujuan sekarang. Dan hanya berjalan santai di sekitar akademi.


"Aku sedang diet" jawab Lilac cemberut.


"Apa kau punya rekomendasi kegiatan yang harus kita lakukan Sayn?" aku bertanya pada pria penyendiri di belakang ku.


Sayn hanya menatapku sejenak, lalu dia menggeleng dengan ekspresi datar.


"Haa~" aku mengeluh. "Kalau begitu ayo kita tidur saja sampai jam pelajaran berakhir" kataku putus asa.

__ADS_1


"Bagaimana kalau berlatih?" Lilac mengusulkan. Lalu dia menatap Sayn "Aku belum pernah melihat kemampuan mu. Aku ingin melawanmu!" katanya dengan mata berbinar.


Sayn tidak merespon. Dia membuang tatapannya padaku. Seakan-akan meminta pendapat.


Aku tahu Lilac menyukainya pria tampan. Tapi siapa yang mengira dia akan bersemangat bertarung bersama mereka.


"Baiklah. Kita akan menuju ke lapangan olahraga. Silahkan bertarung. Aku akan menonton" kataku malas.


Aku melihat Lilac -yang saat ini menatap Sayn dengan tatapan memangsa- dengan tatapan prihatin. Mungkin gadis kecil itu mengira Sayn adalah lawan yang mudah. Karena dia tidak bisa melakukan apapun pada Ren dan Robert yang lebih kuat darinya, jadi dia mengira Sayn cocok menjadi target nya untuk unjuk diri. Dia tidak akan pernah tahu kalau dia akan kalah dengan menyedihkan.


Kami menuju ke lapangan latihan. Dan saat itu melewati halaman Utara. Lalu, kami menemukan target yang sedari tadi kami cari.


"Bukankah itu Vivian?" seru Lilac bersemangat.


Kami bertiga pun menghampiri sosok yang kami kenal itu.


Tapi saat kami semakin mendekat, ada sosok lainnya selain Vivian. Dia adalah Reina.


Kami tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi tiba-tiba PLAK! Terdengar bunyi tamparan yang sangat keras!


Aku mematung saat melihat adegan di depan mataku. Vivian menampar Reina dengan wajah yang mengerikan. Apa yang sedang terjadi?

__ADS_1


__ADS_2