Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Persiapan Eksekusi


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Pale menemukan segerombolan prajurit aneh saat dia ingin menuju ke ibukota untuk menemui Duke. Prajurit itu memakai armor silver yang sangat mencolok dan berkilau. Tapi Pale tidak tahu bahwa mereka akan menuju ke ibukota atau hanya numpang lewat. Setelah dia tiba dan menemui Duke, dia menemukan beberapa orang aneh dengan jubah hitam mengikuti Duke di belakangnya. Entah kenapa dia merasa tidak senang dengan orang-orang itu karena salah satu dari mereka berusaha sok dekat dengan Duke.


***


Persiapan untuk eksekusi pun dilakukan. Perlu beberapa jam persiapan, hingga Denis tidak sadar bahwa pagi sudah menjelang. Mereka memilih aula di balai kota agar proses eksekusi dapat dilihat oleh semua orang. Lalu panggung eksekusi yang sangat besar sudah ditempatkan disana, dan racun.


Di aula balai kota sudah ada kursi yang mengelilingi lapangan untuk tempat duduk. Sebenarnya, aula terbuka ini digunakan untuk menonton pertandingan dan bukan untuk mengeksekusi penjahat. Tapi ini dilakukan karena penjahat itu merupakan penyihir gelap. Dan kejahatan sebagai mata-mata itu cukup fatal. Lalu Raja juga berencana untuk memancing mata-mata lainnya keluar.


Denis memilih racun karena dia masih memiliki rasa kasihan pada Diana walaupun wanita itu sangat jahat. Sebenarnya proses eksekusi Diana lebih kejam. Tapi Denis berbaik hati membuatnya lebih bersih.


Denis tiba pagi-pagi sekali. Belum ada seorang pun di tempat itu. Hanya ada beberapa prajurit yang sibuk menata panggung eksekusi. Denis tidak tidur jadi wajahnya terlihat sangat lelah.


Denis sudah menduga bahwa Duke akan membuat kekacauan dan menyerang ibukota. Jadi dia menempatkan Jendral besar dan sepuluh ribu prajurit untuk menjaga gerbang ibu kota, mencegah mereka masuk. Dan untuk mengantisipasi kekacauan di ibukota, dia meninggalkan beberapa penyihir tingkat tinggi di aula untuk mengawasi eksekusi.

__ADS_1


Ada satu hal lagi yang membuatnya tidak tenang. Itu adalah Menara Sihir. Organisasi itu berpusat di ibukota dan memiliki banyak sekali penyihir tingkat tinggi dengan mereka. Kalau mereka semua memutuskan untuk menyerang kerajaan karena perintah, itu akan menjadi sangat menyusahkan dan berbahaya. Perang internal akan terjadi di ibu kota.


Tapi sebenarnya Denis tidak perlu terlalu khawatir dengan hal itu. Menara Sihir dan Kerajaan Well sudah menandatangani perjanjian satu sama lain. Kerajaan Well akan menyediakan tempat yang aman untuk mereka. Dan mereka sama sekali tidak boleh ikut campur dengan urusan politik yang ada di kerajaan Well. Dan mereka harus membantu kalau kerajaan dalam bahaya, tapi ini hanya opsi tambahan. Mereka bisa saja tidak turun tangan kalau mereka tidak mau.


Kalau mereka tiba-tiba ikut campur dengan urusan kerajaan Well hanya karena cucu angkat tidak resmi dari Dean. Hal itu akan membuat nama Menara Sihir akan menjadi jelek. Dan tentu saja merusak perjanjian secara sepihak itu sangat tidak etis. Oleh karena itu, Menara Sihir tetap diam selama kasus ini terjadi.


Denis hanya takut mereka akan menjadi musuh dalam selimut. Sehingga dia juga perlu menantisipasi hal itu. Denis sudah mengirimkan undangan kepada Dean Wason untuk menghadiri eksekusi dan dia juga mengundang faksi Court. Dean Wason menerima undangan itu tanpa komplain apapun dan faksi Court menolak untuk datang.


Faksi Court juga berpotensi menjadi musuh dalam selimut. Tapi mereka terlalu lemah dan pengecut. Jadi Denis tidak terlalu mempedulikan mereka. Dia bisa memusnahkan mereka kalau mereka berani menganggunya.


Akhirnya proses eksekusi pun tiba. Eksekusi diadakan pagi-pagi petang. Tapi semua kursi penonton itu sudah dipenuhi oleh lautan manusia. Semua orang sangat antusias untuk menonton. Bahkan yang tidak mendapatkan tempat duduk, tetap bersikeras untuk ikut meliha. Mereka rela berebutan tempat untuk berdiri dengan yang lainnya.


Setelah tempat itu dipenuhi penonton., para tamu penting tiba. Mereka adalah para bangsawan dan penyihir tingkat tinggi. Ada sepuluh orang bangsawan yang hadir. Para bangsawan yang tidak hadir mengatakan bahwa mereka tidak berada di ibukota dan sakit.


Setelah itu, Dean Wason juga hadir. Denis tersenyum saat melihatnya. Dean benar-benar bersikap santai seolah-olah hal ini tidak menganggunya. lalu dia dengan santai duduk di kursi yang sudah disediakan.

__ADS_1


Lalu Denis berdiri dari kursinya dan mengumumkan bahwa proses eksekusi akan dimulai.


***


"Ayo pergi" satu orang prajurit menarik Diana.


Diana mengangkat wajahnya dan melihat ke depan. Dia juga tidak bisa tidur. Tapi anehnya dia tidak sedih ataupun menangis. Dia tahu bahwa suami dan anak-anaknya sudah melarikan diri dengan selamat. Tidak ada rasa sedih lagi dihatinya walaupun dia harus mati dengan cara memalukan.


Dia berjalan dengan pelan keluar. Malam kemarin mereka menempatkan dalam kandang dan memindahkannya ke ruangan bawah yang berada di aula balai kota.


Diana menyusuri lorong gelap itu. Lalu dia melihat cahaya di ujung lorong. Saat dia tiba di ujung lorong, dia bisa merasakan matahari pagi. Dia syok melihat bahwa ada banyak sekali orang yang ada di tempat ini.


Saat Diana keluar, semua orang mulai bersorak. Mereka memakinya dengan marah dan bahkan melemparkan sampah ke aula. Mereka bermaksud untuk melempar Diana, tapi panggung eksekusi itu terlalu jauh sehingga sampah itu bertebaran di seluruh aula.


"Hentikan! Kalian mengotori tempat umum" salah satu dari prajurit berteriak. Dan mereka pun berhenti melempar sampah ke aula.

__ADS_1


Diana mengikuti perintah dan berlutut di depan eksekutor. Eksekutor itu adalah salah satu penyihir tingkat tinggi kerajaan. Dia memberikan semangkuk cairan kepada Diana. Itu adalah racun mematikan. Tidak ada penawar untuk racun itu.


Racun itu sering digunakan untuk mengeksekusi para penjahat. Dan mereka semua langsung mati dalam hitungan detik. Ada beberapa yang beruntung hidup setelah meminum racun. Tapi kondisi mereka melemah. jadi walaupun mereka masih hidup, eksekutor akan langsung membunuh mereka di tempat.


__ADS_2