
Cerita sebelumnya:
Ren menghentikan Denis untuk memukul Eva. Saat amarah Denis mereda. Dia sangat menyesal dengan semua yang sudah dilakukannya dan meminta maaf. Eva juga meminta maaf atas kelakuannya yang sangat kasar. Tapi hubungan mereka menjadi semakin buruk karena kejadian ini.
Setelah itu Ren menghibur Eva. Dan mereka berbicara tentang mahluk asing. Tentang penampilan nya dan juga kekuatannya. Eva juga meminta tolong pada Denis agar menolong Fena dari pihak Akademi. Tapi Ren tidak bisa membantu nya.
***
Denis melihat kepergian Eva dengan wajah menyesal. Dia tidak tahu apa yang merasuki nya sehingga dia melakukan hal seperti itu. Padahal biasanya, walaupun dia marah, dia bisa mengontrol emosi nya dengan baik. Tapi dia tidak bisa melakukan nya saat berhadapan dengan Eva. Gadis itu selalu membuat emosi nya kacau sejak mereka masih kecil.
Denis tidak bisa kehilangan nya. Walaupun gadis itu sangat kasar, dia tidak bermasalah dengan hal itu sama sekali. Dia masih ingat saat Eva menyelamatkan nya waktu itu. Saat mereka masih kecil. Semenjak itu dia selalu berlatih dengan keras untuk menjadi lebih kuat. Dan bisa melindunginya
Tapi gadis kecil itu juga semakin kuat. Denis bisa mengetahui nya, sejak dia melihat kekuatan Eva saat pertandingan sihir di Kota Sihir itu.
Saat melihat gadis kecil itu semakin kuat, Denis bertekad untuk berusaha lebih keras. Dia tidak bisa tertinggal seperti itu. Tapi dia tidak bisa karena urusan kerajaan ini selalu menyita waktunya.
Intinya Denis tumbuh seperti ini karena dia ingin melindungi gadis itu dan hidup lama dengan nya. Tapi tiba-tiba dia mendengar bahwa Eva berkata akan membatalkan pertunangan. Dan bahkan mengatakan bahwa kursi Ratu adalah hal yang sangat murah.
Lalu bagaimana dengan perjuangan nya selama ini? Apa itu sangat murah dimatanya? Dia merasa ibunya dan juga seluruh kerajaan nya dihina saat dia mendengar perkataan itu. Dia pun menjadi sangat marah dan tidak bisa mengontrol emosinya sama sekali.
Tapi dia sangat menyesal sekarang. Hubungan mereka sudah sangat buruk sejak kesalahan pahaman itu terus terjadi.
"Yang Mulia, kau tidak apa-apa?" tanya Reina khawatir.
Denis langsung menatapnya. Semua kesalahpahaman itu selalu terjadi saat gadis ini ada disana. Selalu gadis ini yang membuat hubungan nya semakin kacau.
"Apa yang kau katakan padanya?" tanya Denis tajam.
__ADS_1
Reina mengerjap tidak mengerti. "Apa maksudnya Yang Mulia?"
"Aku bisa mendengar bahwa kalian membicarakan tentang kursi putri mahkota. Apa kau menyukai ku dan sangat ingin menjadi tunanganku? Apa yang kau katakan padanya hingga dia bisa berkata dia tidak menginginkan kursi itu lagi?" Denis menatap Reina, benci.
Tubuh Reina mematung. Saat melihat tatapan penuh kebencian Denis, wajahnya memucat. Matanya berkaca-kaca, dia hampir menangis.
"Aku tidak mengatakan apapun padanya" katanya lemah. "Aku tidak berkata bahwa aku ingin menjadi putra mahkota. Dia yang menyimpulkan hal itu sendiri."
Reina tidak bisa menahan air matanya dan dia menangis. Tapi saat melihat Reina menangis, Denis hanya mengernyit jijik. Sebelum dia pergi, dia memperingati Reina "Jangan mengikuti ku lagi. Itu menyebalkan" katanya dingin. Dia langsung meninggalkan gadis itu di belakang.
Jujur saja Denis tidak menyukai gadis-gadis yang selalu mengekor padanya. Dia selama ini membiarkan gadis itu mengingat hubungan baik Marquis dengan ayahnya. Tapi haruskah dia terus membiarkan nya dan membuat kesalahpahaman lain terbentuk? Denis tidak menginginkan nya sama sekali. Sudah cukup!
Reina melihat kepergian Denis dengan wajah sedih. Tangisan nya tidak berhenti. Dia terus menangis saat perjalanan pulang menuju mansionnya.
"Oh, Malaikat kecilku yang malang" seseorang tiba-tiba menghampirinya. Dia adalah seorang gadis berambut silver yang sangat cantik.
Wanita cantik itu bernama Barbara. Dia adalah wanita cantik yang bekerja di toko baju yang ada di ibukota. Reina menganggap Barbara hanyalah orang biasa, dia bukan penyihir. Tapi dia memancarkan aura keibuan yang sangat kuat dan membuat Reina merasa sangat nyaman karena hal itu.
Reina bahkan memiliki pikiran bodoh untuk menjadikan Barbara ibunya. Dia berpikir bahwa ayahnya akan menyukainya sejak Barbara adalah seorang wanita yang sangat cantik. Tidak akan ada yang menolak wanita cantik seperti malaikat.
Barbara memeluk Reina. "Jangan menangis di tempat umum seperti ini" katanya. Lalu dia membawa Reina ke toko baju miliknya dan menghibur nya.
"Apa yang terjadi?" dia bertanya dengan nada lembut dan wajah yang sangat cemas.
Reina pun menceritakan semuanya. Tentang seorang putri Duke yang selalu membuat hari-harinya sangat sulit. Setiap orang mulai menyalahkan nya karena gadis itu. Padahal dia tidak melakukan hal yang sama sekali.
Barbara mengangguk mengerti. "Aku pernah mendengar info tentang gadis bangsawan ini. Mereka berkata bahwa dia adalah gadis yang sangat arogan dan sombong. Dia suka menindas rakyat jelata bahkan melukai orang-orang tidak bersalah dengan sihirnya"
__ADS_1
Reina terus mengangguk seperti ayam mematuk saat Barbara mulai menceritakan rumor tentang Eva satu per satu.
"Bagaimana bisa kau terlibat dengan gadis jahat seperti itu Reina sayang~" kata Barbara prihatin. "Kau akan berada dalam bahaya kalau terus berurusan dengannya" katanya.
"Aku juga tidak ingin terlibat dengan nya sama sekali. Tapi dia selalu menghampiri dan membentakku. Dia bahkan melukai orang-orang terdekat ku" Reina menggertakan giginya, benci.
"Apa kau tidak ingin membalas dendam sayang? Ditindas terus menerus seperti itu sama sekali tidak baik" kata Barbara serius.
Reina menundukkan kepalanya, kecewa. "aku juga ingin membalasnya. Tapi membalas sesuatu dengan kejahatan itu sama sekali tidak baik" katanya dengan wajah menyesal.
"Kau benar-benar terlalu baik malaikat kecilku. Tapi karena itulah, aku sangat menyukaimu." katanya sambil mengusap air mata Reina dari pipinya. "Bagaimana kalau aku membantumu membalas dendam?" dia bertanya dengan nada lembut dan menyihir.
"Eh?" Reina mengerjap kaget. "Tapi...." katanya kemudian dengan wajah ragu.
"Aku tidak bisa membiarkan tangan kecil ini kotor. Jadi biarkan aku yang melakukan semua nya" kata Barbara. Dia tersenyum hangat. Reina tersihir oleh senyuman mempesona itu dan dia mengangguk.
"Baiklah " kata Reina lirih.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Malaikat kecilku" Barbara berkata.
Mereka menghabiskan waktu bersama selama beberapa saat. Barbara berusaha menghibur kesedihan Reina dengan berbincang dan membuatkannya beberapa cemilan rumahan. Reina yang merasa terhibur menjadi tenang kembali.
Setelah Reina kembali pulang, Barbara mengubah penampilan nya. Dia kembali ke penampilan aslinya.
"Aku mengira hanya akan menemukan Ren di tempat ini. Tapi aku juga bertemu dengan gadis manusia sialan itu. Sekarang saatnya membalas dendam" wanita itu berkata dengan mata penuh kebencian.
Dia mengikuti jejak Ren ke kota manusia ini. Dia ingin membalas dendam pada Ren. Tapi siapa yang menduga bahwa dia akan menemukan jackpot. Gadis manusia itu juga berada di tempat ini. Dia tahu bahwa dia tidak bisa membunuh Ren, jadi dia akan membunuh gadis manusia itu. Ini akan jadi balas dendam yang sangat menyenangkan untuknya.
__ADS_1