
Cerita sebelumnya:
Eva menuju kantor sekolah. Kepala sekolah menjelaskan tentang misi pengawalan ini secara rinci. Eva tidak menduga bahwa Robert juga akan ikut dalam misi ini sebagai guru yang membimbing mereka. Lalu mereka semua dikirim satu persatu ke Kerajaan Kano menggunakan pintu dimensi.
***
SYUUU! Aku melewati pintu dimensi itu. Aku sudah sampai. Seharusnya aku berada di Kerajaan Kano bukan? Tapi kenapa aku hanya melihat hutan belantara saat aku memperhatikan sekitar?
Ternyata bukan hanya aku yang kebingungan. Aku melihat murid lainnya juga celingak-celinguk dengan wajah bingung sambil mengamati sekitar.
Robert kemudian tiba, saat dia sampai pintu dimensi dibelakang kami langsung memudar.
"Baiklah, kalian berkumpul" seru Robert sambil melambaikan tangannya. Dia merasa seperti sedang mengatur para anak ayam.
Setelah sepuluh orang murid itu berkumpul, Robert mulai membuka mulutnya untuk menjelaskan. "Kalian pasti bingung kenapa kita ada di tempat ini, bukan di kerajaan Kano" kata Robert sambil emnatap mereka satu per satu. "Titik teleportasi kita berada di hutan sekat gerbang ibu kota. Ibu kota hanya berjarak beberapa meter di depan" kata Robert sambil menunjuk.
Ohhh, ternyata seperti itu. Tapi kenapa kita tidak teleport langsung saja ke ibu kota? kenapa harus di hutan seperti ini? Aku masih bingung....
Robert melihat wajah bingung Eva . "Pasti kalian berpikir kenapa kita tidak teleport langsung ke dalam kota bukan?" Dia tersenyum "Tentu saja hanya orang bodoh yang memberi titik teleport kota kepada musuh mereka. Kalian ingat perkataan kepala sekolah? dia mencuri titik koordinat dari kerajaan ini. Jadi perjalanan kita saat ini juga dimulai secara rahasia. Pihak kerajaan Kano akan mengira kalau kita menempuh jalur darat. lagipula titik ini adalah titik terbaik yang di dapatkan oleh kepala sekolah, paling terdekat dengan ibu kota."
Aku tersentak. Pria ini membaca pikiranku! Saat kami bertatapan lagi, dia memberiku tatapan mengejek. Aku benar-benar kesal. Robert selalu memanjakanku bukan? Kenapa sikapnya mulai aneh akhir-akhir ini? Dia lebih sering mengejek dan tersenyum nakal padaku! Apa ada sesuatu yang membuatnya bersikap seperti itu? Aku tidak suka! Aku ingin Robert bersikap seperti biasanya. Melihat sikapnya seperti ini, mengingatkanku pada Denis dan Sayn, saat mereka mulai mengejekku. Cih!
"Baiklah, ayo kita bergegas" kata Robert kemudian sambil berbalik. Robert mulai berjalan di barisan paling depan. Para murid mulai mengikutinya. Tentu saja aku mengatur diriku di barisan paling akhir.
Beberapa menit berlalu, akhirnya kami semua melihat gerbang pintu masuk itu. Gerbang itu tidak berbeda jauh dengan yang ada di Kerajaan Well. Gerbang itu terbuat dari besi dan dikelilingi dengan dinding bata tinggi yang mengelilingi seluruh ibu kota. Hal ini membuatku menyadari bahwa di dunia ini, semua striktur bangunan di setiap negara tidak berbeda jauh.
Saat kami semakin mendekat, kami melihat dua orang prajurit berdiri di sisi gerbang penjaga gerbang dan satu orang berada di pos penjaga.
Semua penjaga itu terkesiap saat melihat kelompok kami. Mereka langsung mengatur pedang yang ada di pinggang mereka. Sepertinya mereka merasa curiga dengan seragam akademi yang kami kenakan, karena seragam ini memiliki lambang kerajaan Well di dadanya.
Ini bukan pertama kalinya aku melewati gerbang ibukota. Tapi perasaan disambut disini terasa berbeda. Kembali ke Kerajaan Well, aku selalu masuk dengan kereta mewah duke dan penjaga gerbang selalu membiarkan kami masuk dengan hormat. Tapi di negara ini, kami diperlakukan asing, seperti penjahat. Ini bisa dimaklumi karena kedua kerajaan ini bermusuhan.
__ADS_1
"Kami adalah utusan Raja Well, kami kemari untuk menjalankan misi" kata Robert santai sambil mengeluarkan lencana.
Aku tidak tahu itu lencana apa, tapi para prajurit itu langsung tersentak saat melihatnya. Prajurit yang berjaga di pos segera kembali ke posnya seperti mencari sesuatu. Lalu prajurit itu mengirimkan sinyal telepati kepada seseorang dan terus mengangguk. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Setelah telepatinya selesai, prajurit itu menyerahkan sebuah bandul kayu kepada Robert.
"Jaga lencana ini baik-baik. Ini adalah bukti bahwa kalian adalah tamu" Dia mengamati para murid. "Karena kalian datang berkelompok, usahakan jangan terpisah"
Prajurit itu langsung memerintahkan dua prajurit penjaga untuk membuka pintu gerbang. Akhirnya gerbang itu terbuka dan kami melangkahkan kaki ke dalam ibu kota Kerajaan Kano.
Pemandangan yang pertama kali kulihat saat masuk membuatku sedikit tersentak. Aku melihat banyak sekali rumah-rumah dari jerami dan rakyat dengan pakaian compang-camping. Para penduduk itu melihat kami dengan tatapan buas.
"Apa-apaan ini?" gumamku tanpa sadar.
"Uwahhh..."
"Apa ini?"
"Kenapa ada tempat ini seperti ini? Bagaimana bisa?"
Jujur saja, di kerajaan Well kau tidak akan menemukan tempat yang sangat kumuh seperti ini. Bahkan rakyat jelata di kerajaan Well hidup dengan baik dan tidak kelaparan. Situasi disini sangat berbeda jauh dengan yang ada di Kerajaan Well.
"Hati-hati dengan barang bawaan kalian. Kita memasuki kawasan tanpa hukum. Disini banyak pencuri" Robert memperingati.
Tapi ada satu orang yang tidak peduli. Dia adalah Reina. Dia memandang sekitar dengan mata kasihan dan sedih. Akhirnya dengan dorongan hati, dia menghampiri beberapa anak jalanan dan memberi mereka beberapa keping uang.
"Ah~ kau benar-benar baik Reina" kata salah satu sahabatnya.
"Kau benar-benar malaikat~" puji pangeran kedua kagum.
"Hee....dia benar-benar murah hati bukan?" kata Lilac kagum sesekali menyikut lenganku. Aku yakin bocah ini melakukannya karena dia tahu hubunganku dan Reina tidak baik.
"Hem" aku mengiyakan sambil mengangguk. Setelah itu aku sama sekali tidak menghiraukan tindakan Reina dan menatap sekelilingku.
__ADS_1
Eva di masa lalu belum pernah berkunjung ke negara ini. Dan aku tidak tahu ternyata negara ini lebih parah dari kerajaan Well. Aku bersyukur bisa lahir di Kerajaan Well yang makmur dan lahir sebagai bangsawan. Kehidupanku berkecukupan dan mewah. Aku tidak perlu bertahan hidup dengan mencari uang dan makanan seperti mereka. Keberuntungan burukku hanyalah rumor jelek tentangku, tatapan kebencian dan event kematianku di masa depan. Sisanya, aku hidup dengan bahagia.
"Ah! Uangku hilang!" tiba-tiba terdengar teriakan. Aku menoleh dan melihat Reina sibuk memeriksa bajunya dengan panik.
"Apa kau menjatuhkannya?" tanya teman disampingnya.
Reina berpikir sebentar, lalu mengerjap panik. "Tidak mungkin..."
"Tentu saja dicuri saat kau memberi bocah itu uang" jawabku tanpa sadar. "Sangat bodoh, kenapa tidak menyimpan barang berhargamu di ruang dimensi" gumamku mencibir.
ZOOONG~ Dalam sekejap pandangan para murid itu beralih padaku. Dan ZIIII~, aku mulai dikelilingi tatapan penuh kebencian. Ah! mulut bodoh ini! Aku benar-benar mengejek tokoh utama tanpa sadar. Aku bisa melihat "point kesukaan -10" di kepala masing-masing murid, walaupun itu tidak ada. Imageku pasti benar-benar buruk di mata mereka sekarang karena aku mengejek Reina berbuat baik. Aku berkeringat dingin karena harus menghadapi tatapan kebencian itu. Bahkan Lilac mulai mengernyitkan keningnya tidak senang.
'Arrghhh Evaa, kau sudah melakukan langkah yang salah kali ini!!'
"Sudah kubilang hati-hati" tegur Robert. Sehingga tatapan mereka langsung teralihkan. Dan aku langsung merasa lega karena tidak perlu menghadapi tatapan kebencian itu.
"Kita berada di daerah berbahaya. Kerajaan ini mempunyai beberapa daerah. Daerah dekat gerbang adalah daerah kumuh yang penuh dengan penjahat. Lalu area setelahnya adalah area para rakyat jelata yang penuh dengan para pendagang dan pekerja. Area berikutnya adalah area para bangsawan. Area pusat adalah kerajaan dan tempat tinggal para bangsawan tinggi atau senat" kata Robert menjelaskan.
Ternyata benar kata Robert. Saat kam berjalan lebih jauh kami melihat pemukiman normal yang penuh dengan toko dan pasar. Lalu saat kami berjalan lagi kami menemukan mansion dan toko-toko mewah. Akhirnya kami sampai di kawasan pusat di ibu kota. Kawasan pusat ini juga diberi pagar dan ada prajurit yang berjaga di depannya. Dari kejauhan aku bisa melihat istana mewah yang menjulang tinggi dengan mansion-mansion mewah yang mengelilinginya.
"Kami adalah utusan dari Kerajaan Well. Kami kemari untuk mengadakan misi" kata Robert sambil mengeluarkan lencananya.
Para prajurit itu langsung membukakan pintu.
"Kita akan menuju istana untuk menemui raja dan para senat. Harap perhatikan sikap kalian oke?" kata Robert sambil berjalan masuk.
Kami langsung mengangguk patuh.
Kami pun menuju istana yang berada di tengah-tengah. Sebenarnya pemandangan di kawasan ini tidak berbeda jauh dengan Kerajaan Well. Hanya saja istana mereka terlihat lebih mewah dari istana yang ada di Kerajaan Well. Istana itu sangat luas juga. Aku bisa mengerti karena Kerajaan ini punya banyak pangeran dan putri, jadi bentuk istana menyesuaikan, karena pangeran dan putri memiliki istana mereka masing-masing. Berbeda dengan Kerajaan Well yang hanya memiliki dua pangeran, mereka tidak memerlukan tempat yang luas.
Akhirnya aku tiba di istana. Aku akan bertemu dengan raja, bangsawan, pangeran dan putri. Aku juga akan melihat Sayn bukan...Aku benar-benar gugup.
__ADS_1
Jangan Lupa LIKE