Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Babak Pertama 18


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Tim Jiwa Sihir dan Menara Sihir akhirnya saling bertarung.


Eva harus berhadapan dengan salah satu penyihir cahaya. Mereka bertarung cukup sengit sampai akhirnya Jean dan Hans gugur di hadapan mata mereka.


Akhirnya Eva juga harus bertarung dengan dua lawan lainnya. Pertarungan satu lawan tiga pun dimulai.


***


Tiga orang dari tim Jiwa Sihir berdiskusi satu sama lain. Mereka melakukannya dengan gerakan jari sehingga Eva tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


Lalu ketiga orang itu menatap satu sama lain dan menganggukan kepala mereka. Salah satu dari mereka mengambil alat sihir aneh dari kantong ajaib. Alat sihir itu berbentuk seperti ranting pohon kecil dengan warna biru.


Orang itu melempar alat sihir ke atas. Lalu mereka bertiga mulai menggunakan sihir air mereka. Sihir air nereka terserap ke dalam rating aneh itu.


Kemudian rating aneh itu bercahaya dan bergetar. Secara perlahan air keluar dari rating itu seperti ombak. Tetapi tidak langsung turun ke bawah karena gravitasi melainkan melayang ke atas dan menutupi langit.


Aku mengernyitkan kening karena bingung dengan sihir yang mereka gunakan.


"Apa yang sedang mereka lakukan?"


Aku melihat seluruh air melayang dan mulai menutupi hutan. Air itu hampir menutupi setengah hutan.


Sihir ini benar-benar mencolok. Bahkan semua orang yang sedang bertarung pun mengalihkan perhatian mereka. Walaupun jarak kami cukup jauh karena kami berpencar satu sama lain. Dan hutan itu juga sangat luas.


Sihir apa yang mereka gunakan?


Apa sihir tingkat tinggi?


Tapi mereka hanya mengeluarkan air dan rating aneh itu yang bekerja.


Lapisan air itu terus melebar dan melebar. Dalam sekejap seluruh hutan tertutup dengan lapisan air aneh di langit-langit.


Aku mengamati air di atasku. Ini bukan sihir serangan. Apa yang mereka rencanakan?


"Rating pohon ini berasal dari pohon suci biru. Dan ditempa menjadi alat sihir. Kau tidak akan bisa melepaskan diri dari sihir ini. Bukan hanya kau, tapi seluruh timmu" kata seorang dari Tim Jiwa Sihir membuka pembicaraan.


Aku mengernyitkan kening bingung "Apa maksudmu?"


Lagipula aku tidak melihat serangan apapun dari sihir ini...


Ya, tidak ada efek apapun samapai beberapa menit kemudian. Kabut berwarna biru tua muncul dari lapisan air. Kabut itu mulai mengarahkan tujuannya padaku sehingga menghalangi penglihatanku.

__ADS_1


Aku berusaha menyingkir, tapi tidak bisa. jangkauan kabut itu sangat luas dan menutupi seluruh pandangan ku. Bukan hanya penglihatanku, aku bahkan tidak merasakan apapun. Kabut aneh menutupi seluruh panca indra milikku!


Saat aku berusaha menajamkan panca indraku, aku hanya bisa mendengar tawa dari tim lawan. Tidak bisa mendeteksi suara lainnya.


Mereka akhirnya menggunakan sihir serangan padaku. Karena aku sama sekali tidak bisa melihat atau mendeteksi, aku kesulitan menghindari serangan dari tim lawan. Walaupun aku bisa menghindar, tetap saja aku terkena sihir serangan mereka dan menyebabkan seluruh jubahku mulai berantakan karena robek.


"Bagaimana? Bukankah ini menyenangkan?" aku mendengar suara ejekan dari sisi lainnya di selingi dengan tawa.


"Sudah cukup bermain-main. Ayo segera akhiri!" kata suara lainnya dengan nada tegas.


Aku panik. Kalau mereka menggunakan sihir tingkat tinggi, itu akan sulit bagiku. Aku sama sekali tidak bisa menghindar dengan baik sekarang.


Apa yang harus aku lakukan?


Aku berusaha berpikir. Aku sudah menggunakan berbagai macam elemen. Tetapi sihir ku menghilang ditelan kabut. Aku bahkan tidak tahu apakah sihirku menyerang lawan atau tidak.


Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan eksperimen kecil yang cukup berbahaya. Di saat-saat genting seperti ini, aku mengingat sihir gelap kuno yang kutemukan.


Bukankah sihir itu bisa membuka ruang dimensi dan menyerap segalanya?


Aku memutuskan untuk menggunakan nya. Tapi karena ada banyak sekali penyihir cahaya disini, aku berusaha menggunakan sedikit mana gelap dari tubuhku agar tidak bisa terdeteksi. Akibat nya aku hanya bisa menggunakan sedikit sihir. Dan hanya bisa membentuk lubang kecil sebesar telapak tangan milikku.


Astaga, ini sangat kecil! Apakah efektif?!


Sampai akhirnya kabut mulai berkurang dan menghilang, aku langsung menutup portalnya dan melihat tiga orang yang berdiri mematung di depanku.


Tiga orang dari Tim Jiwa Sihir cukup kaget dengan perubahan yang terjadi. Kejadian ini membingungkan mereka. Mereka sudah bersiap untuk menggunakan sihir tingkat tinggi tapi tiba-tiba kabutnya menghilang secara misterius!


Lalu cahaya dari alat sihir kuno itu tiba-tiba meredup. Akibatnya lapisan air yang terbentuk di atas mereka mulai runtuh dan menjadi hujan dengan partikel-partikel yang besar!


Saat air yang melayang itu jatuh, Eva langsung mengaktifkan pelindung dengan sihir bumi agar tidak basah. Tapi tiga orang lainnya tidak sempat bertindak karena mereka terlalu kaget. Akhirnya mereka berdiri mematung dengan wajah bingung dan kondisi basah kuyup.


Pemandangan ini sangat lucu kalau dilihat.


Pft! Sehingga Eva tidak bisa menahan tawanya dan mulai terkikik kecil.


Wajah tiga orang itu berubah jelek saat mereka mulai mengumpulkan kesadaran mereka.


"Pasti gadis kecil itu penyebabnya!"


"Dia punya alat sihir aneh yang bisa membatalkan sihir kita"


"Sialan!"

__ADS_1


Mereka mulai berspekulasi.


"Baiklah. Kelihatannya sekarang giliran ku yang menyerang" kataku sambil tersenyum.


Sihir gelapku ternyata efektif. Terlebih lagi itu aman! Aku masih bisa menggunakan nya di masa depan nanti hehehe


Secara perlahan aku mulai mengabaikan peringatan berbahaya tentang sihir itu.


Tanpa basa-basi aku langsung menggunakan sihir tingkat tinggi elemen apiku.


"Inferno"


Aku sudah menggunakan sihir ini sebelumnya saat melawan binatang sihir itu.


Dan membuat binatang itu menjadi abu.


Tapi aku tidak akan berlebihan melakukan hal itu pada mereka. Lagipula mereka manusia, aku tidak mungkin membunuh mereka. Aku hanya membuat mereka menderita luka bakar. Luka bakar dapat disembuhkan dengan ramuan. Lalu aku akan menggunakan sihir airku untuk sedikit mengurangi rasa sakit mereka.


Dalam sekejap sebuah lingkaran api muncul di tanah. Secara perlahan tanah mulai menjadi lava.


Tiga orang itu terkesiap. Mereka tidak siap saat Eva menggunakan sihirnya karena mereka masih syok bagaimana Eva membatalkan sihir gabungan mereka.


Tapi mereka tetap saja manusia, bukan binatang sihir yang mudah sekali terjebak. Mereka bertiga langsung menghindari sihir itu dengan terbang ke atas.


Tapi sayangnya itu tidak berhasil. Lava di bawah mereka tiba-tiba bergerak dan menyerang mereka dengan kecepatan luar biasa. Saat mereka terbang kecepatan mereka melambat.


ARGHHH!!!


Teriakan mulai menggema. Lava menyelimuti tubuh mereka sebelum akhirnya mereka terjatuh ke bawah.


Aku langsung membatalkan sihirku dan mulai menyiram tubuh mereka yang terbakar dengan air.


PSHHH...


Aku masih bisa mendengar suara api memadam saat aku mulai melempar mereka dengan air.


Tiga orang itu terkapar tidak sadarkan diri. Jubah mereka hancur sepenuhnya dan menampakkan kulit mereka yang menggosong karena terbakar


Ada sedikit rasa tidak nyaman saat aku melihatnya. Kukira aku terlalu berlebihan? Mereka tidak mati kan?


Tiga orang yang tidak sadarkan diri itu mulai berubah jadi cahaya dan secara perlahan menghilang.


"Aku harap setelah mereka kembali, luka bakar itu akan membaik..." kataku sedikit berharap. Kalaupun luka mereka tidak bisa disembuhkan, aku akan turun tangan sendiri dengan sihir cahayaku. Seharusnya semuanya baik-baik saja....

__ADS_1


__ADS_2