Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5. Pertandingan Sihir Dimulai


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva segera bergegas kembali saat mengetahui ibunya akan melahirkan. Dan beruntung sekali dia menemukan lingkaran transportasi di villanya, jadi dia bisa tiba disana dengan cepat.


Ibunya melahirkan seorang bayi laki-laki yang lucu. Mereka memberinya nama Evan Van Court. Mulai sekarang akan ada tambahan karakter di dalam cerita novel ini. Karakter tambahan Evan yang tidak pernah ada sebelumnya.


***


Setelah kembali ke ibu kota, aku melalui aktivitasku seperti biasanya. Beristirahat di asrama dan mengikuti kelas. Kadang-kadang aku kembali ke vila untuk melihat keadaan bocah elf itu. Hari-hariku berlangsung damai dan membosankan.


Sementara masalah anggota dewan, aku mengabaikannya. Denis juga tidak memberi kabar lanjutan tentang itu.


Dan yang lebih menyebalkannya, aku sama sekali tidak pernah melihat Denis beberapa minggu terakhir. Aku juga tidak melihat Robert. Semenjak misi mengantar pangeran dan putri Kano, pria itu menghilang tanpa jejak entah kemana.


Ada  apa dengan semua orang?!


Kenapa mereka menghilang tiba-tiba? Ini benar-benar membosankan.


Tapi aku tetap bertemu dengan Reina dan Sayn setiap harinya. Reina, sang tokoh utama wanita sibuk membangun hubungan baik dengan putra mahkota Kano. Sementara Sayn sepertinya juga sedang sibuk. Organisasi yang dipimpinnya saat ini sedang melakukan misi besar. Jadi Sayn sering menghilang tiba-tiba entah kemana.


Akhirnya Dua minggu pun berlalu.


Aktivitasku sangat monoton, bahkan bisa dibilang aku hanya tiduran saja akhir-akhir ini. Aku benar-benar menjadi pemalas yang sama sekali tidak pernah keluar kamarku. Aku kembali menjadi seperti diriku yang dulu.


Ini bukan salahku oke. Ini normal karena semuanya sangat membosankan. Biasanya para tokoh utama itu selalu menghampiriku dan membuat hariku sedikit berwarna. Tapi mereka semua menghilang entah kemana. Dan juga saat tinggal di vila utama, aku masih bersama dengan duke bodoh itu. Jadi hari-hariku dipenuhi dengan latihan. Jujur saja, ini masa-masa paling membosankan yang kualami di dunia ini semenjak reinkarnasi.


Aku ingin main game. Aku ingin menonton drama. Sayangnya mereka tidak punya semua hal itu disini hiks...


Ting! Sebuah sinyal telepati berbunyi di kepalaku.


Mataku yang awalnya sendu seperti hewan mati pun kembali hidup. Aku pun langsung menerima sinyalnya dan segera bangun kasurku.


"Eva?" suara tua yang menghangatkan hati terdengar.


"Kakek, ada apa?"


Dean Wason mengirimkan sinyal telepati padaku. Ini mengejutkan! Sudah lama aku tidak mengunjungi Menara SIhir dan bertemu dengan Dean Wason.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik-baik saja,"


"Aku ingin mengubungimu sebelumnya. Tapi wanita tua itu berkata bahwa kau sedang dalam misi, jadi aku takut menganggumu"


Ah~ itu misi mengantar para anak-anak ayam dari Kano.


"Kenapa kakek?"


"Apa kau masih ingat dengan Pertandingan Sihir?"


"Tentu saja!" aku langsung berteriak antusias. Karena terlalu lama menganggur, aku benar-benar antusias saat mendengar aktivitas baru. Aku benar-benar lupa tentang pertandingan sihir ini. Aku benar-benar Bodoh ~


"Sebentar lagi pertandingan akan dimulai. Bersiap-siaplah untuk kembali ke Menara Sihir. Aku akan mengirim Robert"


"Em...tapi bagaimana dengan akademi?"


"Tenang saja. Aku sudah mengaturnya. Aku sudah berunding dengan wanita tua itu. Tapi aku akan memastikannya sekali lagi. Apa kau benar-benar ingin ikut pertandingan sihir? Atau tetap berada di akademi?" tanya Dean Wason serius.


"Tentu saja aku akan ikut!" Keputusanku sudah bulat. Aku akan ikut pertandingan ini.


"Baik kakek"


Hup! Aku langsung berdiri dan bersiap-siap. Sebenarnya tidak ada banyak hal yang perlu dipersiapkan. Hanya beberapa pakaian dan alat tulis yang dilemparkan di dalam ruang dimensi. Baiklah, sekarang kita tinggal teleportasi ke Menara Sihir. Tapi aku melupakan sesuatu! Bukankah aku harus menunggu Robert?


Jadi selama ini Robert menghilang karena pertandingan sihir sebentar lagi diadakan. Ini masuk akal. Aku tahu Robert benar-benar mempersiapkan semuanya dengan matang, karena itulah dia bisa membawa beberapa hadiah bagus untuk Dean Caro dan Reina. selain punya kekuatan, kau juga harus punya persiapan dan keberuntungan untuk berhasil menemukan harta karun.


Aku pun kembali merebahkan tubuhku di kasur karena harus menunggu Robert menjemputku. Selamat tinggal hari-hari membosankan. Akhirnya aku bisa melalui petualangan baru. Aku benar-benar menantikannya ah`~


Beberapa jam kemudian, aku melihat ada bayang-bayang yang masuk ke dalam kamar asramaku.


Apa itu Vivian?


Aku tidak melihat gadis itu semenjak aku menjalankan misi mengantar bangsawan Kano.


Tapi dugaanku salah! Itu siluet laki-laki bukan wanita! Dan lagipula kalau pun itu Vivian, dia tidak akan datang menyelinap seperti itu. Apa itu Robert? Tapi biasanya Robert datang tanpa terdeteksi. Sangat tidak biasa dia membuat suara seperti itu.

__ADS_1


Aku mengawasi si penyusup sampai akhirnya tatapan kami bertemu. Dan ternyata itu Denis!


Bocah itu juga tidak terlihat selama beberapa minggu. Tapi itu wajar karena dia sudah lulus dari akademi. Jadi mungkin dia sibuk di pemerintahan. Tapi aku tidak pernah menyangka dia akan menyelinap ke kamar asramku seperti ini. Aku benar-benar tidak pernah menduga ini!


"Apa yang sedang kau lakukan yang mulia?!" tanyaku kaget sambil mengernyitkan kening bingung.


"Aku ingin memberitahumu, mungkin kita tidak akan bertemu beberapa bulan ini. Jaga dirimu baik-baik" kata Denis tiba-tiba yang membuatku semakin kebingungan.


Saat ini Denis menutupi wajahnya dengan tudung, jadi aku tidak bisa melihat ekspresinya dengan jelas.


"Baiklah..."


Swosh! Aku bahkan belum bertanya apa yang terjadi, Denis sudah menghilang tiba-tiba dari hadapanku.


Ada apa ini? Kenapa semuanya terasa aneh?


Aku mencoba memikirkan apa yang terjadi pada Denis. Aku mencoba mengingat peristiwa penting dalam novel. Tapi aku tidak menemukannya. Karena saat ini adalah Event Robert, bukan Denis. Novel hanya menjelaskan Robert mengikuti pertandingan sihir dan memperoleh item langka. Sementara kondisi Denis sama sekali tidak dijelaskan. Tapi aku mengira dia sedang bermesraan dengan Reina, mungkin?


Beberapa saat kemudian, Robert datang. Kedatangan Robert benar-benar seperti hantu. Aku sama sekali tidak bisa mendeteksinya.


"Sudah siap?" tanya Robert sambil tersenyum.


"Kemana saja kau selama ini masta?" aku berbalik bertanya.


"Rahasia" jawab Robert dengan nada nakal.


Jawabannya membuatku mendengus cemberut. Aku benar-benar tidak suka rahasia ah~


"Bisakah kau memberitahuku? Aku yakin ini berhubungan dengan Pertandingan Sihir. Aku perlu tahu juga!"


"Aku akan memberitahumu nanti" respon Robert cepat.


Dia tiba-tiba melambaikan tangannya dan mengeluarkan sebuah gelang kertas dengan mantra.


"Pakai ini dulu"


Tanpa bertanya aku langsung memakai gelang kertas itu di pergelangan tanganku.

__ADS_1


"Itu tiket masuk ke dalam Dunia Sihir. Ayo"


Aku mengikuti Robert dan kami berdua menghilang di tempat.


__ADS_2