
Cerita sebelumnya:
Mereka semua berkumpul untuk berdiskusi. Mereka mendiskusikan hal-hal spesifik yang ada di domain buatan.
Dan Dean baru itu menjelaskan tentang kelima organisasi lainnya. Ada enam organisasi sihir apabila diurutkan berdasarkan peringkat kekuatan, yaitu:
Jiwa Sihir
Sihir Keadilan
Sihir Kematian
Menara Sihir
Bayangan
Komunitas pengembara
Pembicaraan mereka masih berlanjut, kali ini mereka membicarakan strategi ke depannya.
***
"Baiklah, aku akan melihat elemen utama kalian" Dean baru itu membuka data lainnya dan memproyeksikannya ke udara dengan sihir.
Sebuah proyeksi nama dan elemen utama mereka muncul secara otomatis.
Robert : Air, Api, Angin
Charlotte: Cahaya, Bumi
Jean : Api, Bumi, Air
Hans : Air dan Angin
Eva : Api, Angin
__ADS_1
"Jadi ada dua orang yang mempunyai tiga elemen dan empat lainnya hanya pengguna dua elemen. Kombinasi ini cukup bagus. Kita lebih unggul. karena ada beberapa anggota di tim lawan yang hanya mempunyai satu elemen tunggal. kelihatannya tahun ini Menara Sihir mengumpulka banyak sekali anak-anak berbakat"
"Dan juga urutan kalian ini berdasarkan peringkat kekuatan kalian dan semuanya sudah divalidasi. Peringkat ini diukur berdasarkan berapa banyak mana dalam tubuh kalian dan juga kekuatan mana kalian. Aku sudah menduga Robert dan Charlotte akan berada di peringkat atas. Sementara tiga peringkat lainnya harus lebih berusaha keras.Terutama peringkat terbawah, jangan menjadi beban bagi tim"
Hei! Apa-apaan itu! Pria ini jelas-jelas menghinaku sekarang! Aku belum pernah menunjukkan kekuatanku di Menara Sihir. Tentu saja mereka tidak tahu peringkatku. Bukan berarti aku lemah.
Note: yang mengetahui kekuatan Eva hanya Dean Wason, Dean kedua, Dean ketiga, Robert dan Charlotte. Semuanya karena pemberontakan Dean Caro di masa lalu.
Aku jadi semakin ingin memberi pria ini pelajaran. Lihat saja nanti!
"Hihihi" Robert langsung terkikik saat dia melihat gadis kecilnya membulatkan pipinya. Wajahnya memerah karena menahan amarah. Dia terlalu imut. Robert ingin mengusap wajah memerahnya. Kalau saja mereka tidak di depan publik, dia pasti akan melakukannya!
Dean baru itu sedikit bingung kenapa Robert tertawa kecil. Dia tahu Robert dan gadis beban itu cukup dekat. Jadi Robert pasti sudah mengetahuinya. Melihat respon Robert yang terlihat mentertawakan orang lain, Dean baru ini semakin yakin bahwa gadis ini benar-benar beban.
Charlotte hanya melihat Eva dengan mata dingin dan ekspresi datar. Seolah-olah dia sama sekali tidak peduli. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun hari ini. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu yang lain. Fokus pikirannya tidak ada pada pertandingan sihir kali ini.
Jean dan Hans mengangguk. Lalu mereka menatap Eva dengan mata aneh. Ada sedikit rasa tidak senang juga.
Jujur saja, sangat sulit menerima gadis kecil asing yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Mereka semua sudah dilatih dari muda di Menara Sihir, jadi mereka mengetahui kekuatan mereka satu sama lain.
Mereka sangat senang saat tahu senior mereka, Robert, juga mengikuti pertandingan. Mereka sangat menganggumi Robert. Mereka juga mengangumi si gadis suci. Kedua orang itu mempunyai reputasi yang hebat. Mereka sangat terkenal.
Mereka memiliki pandangan buruk tentang Eva karena umumnya sebagian penyihir sangat tidak menyukai bangsawan. Mereka ada di dunia yang berbeda. Walaupun ada beberapa bangsawan yang bergabung dengan organisasi sihir, itu tidak banyak. Dan mereka tidak akan mencampuri urusan satu sama lain karena harga diri mereka. Karena itulah keluarga kerajaan dan organisasi sihir tidak bisa digabung menjadi satu, Mereka adalah individu terpisah.
"Jadi baiklah, aku akan menjelaskan strateginya secara ringkas. Perhatikan ini" Dean baru itu menunjuk ke arah peta.
"Karena Robert memiliki kekuatan paling kuat, dia akan menjadi pemimpin."
Yang lain langsung mengangguk setuju
"kalian harus selalu bersama-sama, jangan samapi berpencar atau terpisah. Para pengguna elemen bumi, kalian harus waspada. Perhatikan baik-baik pergerakan mahluk hidup. Kalian harusnya lebih baik dalam mendeteksi. Ini akan mengurangi dampak penyergapan."
"Charlotte, kau harus bersiap-siap di bagian belakang tim. Apabila ada tim yang terluka kau harus segera menyembuhkannya"
"Karena Robert adalah pemimpin, dia harus menjaga pointnya untuk tetap utuh agar bisa digunakan disaat-saat mendesak. Jadi saat kalian bertemu dengan binatang sihir, Robert tidak boleh ikut andil dalam pertempuran." Dia menunjuk Jean, Hans dan Eva "Kalian yang harus maju. Kalian harus menghadapi para binatang sihir itu"
"Lalu, apabila kalian dihadapkan pada sesuatu tidak terduga yang dapat menyebabkan kekalahan. Kalian bisa mengorbankan satu orang sebagai umpan. Korbankan orang yang terlemah"
Jean dan Hans langsung menatap Eva.
__ADS_1
Apa? Mengorbananku disaat-saat genting? Apa maksudnya dia menyuruhku mati duluan?
"Tidak!" Robert langsung menyanggahnya. "Aku tidak akan mengorbankan siapa pun" kata Robert dengan nada dingin.
Dean baru itu tidak peduli dan berbicara dengan nada percaya diri. "Aku bilang ini hanya akan dilakukan saat kalian terdesak. Kau seorang pemimpin disini Robert. Kau harus mengambil keputusan yang tepat agar timmu bisa menang. Aku tahu kau jenius dan terkenal. Tapi setiap organisasi mempunya anak jenius mereka masing-masing. Kau masih tidak tahu sebesar apa dunia ini. Siapa tahu jenius-jenius dari organisasi lain itu bahkan lebih kuat darimu?"
Perkataan orang ini sebenarnya da benarnya juga. Semua cerita di dalam novel ini hanya berfokus pada tokoh utama dan satu tempat. Tempat itu hanyalah kerajaan Well dan Menara Sihir. Aku sama sekali tidak tahu kondisi tentang dunia ini dan bagaimana perkembangannya. Memikirkan dunia ini memang begitu besar dan bukan hanya tulisan deskriptif pada novel, aku yakin aku akan beretmu banyak hal baru disini.
Walaupun Robert, Denis dan Sayn dikatakan cukup kuat. Kita tidak tahu bagaimana kekuatan mereka bila dibandingkan dengan jenius dari kerajaan lain yang jauh. Karena novel itu menggambarkan kekuatan mereka di kandang sendiri, bukan menurut pandangan dunia. Ini benar-benar rumit...
Sementara wajah Robert semakin dingin. Robert sama sekali tidak tertarik dengan pertandingan sihir ini. Dia mengikutinya karena Eva bersikeras untuk ikut. Dan tujuan awalnya memang sebagai pengawal untuk gadis kecilnya, bukan untuk memenangkan pertandingan. Dan pak tua itu juga sudah tahu!
"Siapa yang setuju padaku?" kata Dean baru itu percaya diri
"Kau!" Robert bersiap untuk mengamuk, tapi-tiba-tiba tangan Eva melerainya.
Robert menatap gadis kecil itu sambil mengernyitkan kening. gadis kecil itu menggeleng pelan. Menyarankan agar Robert menahan amarahnya.
Robert menghela napasnya sebelum akhirnya membiarkan dirinya tenang kembali.
Aku sama sekali tidak suka menjadi umpan dan dikorbankan. Tapi kita akan memikirkan hal ini nanti. Lagipula aku cukup yakin dengan kemampuanku.
Jean dan Hans mengangguk setuju.
"Rencana itu tidak buruk"
"Lagipula yang dikorbankan itu hanya poin bukan? Bukan nyawamu"
Kedua orang itu memberi pendapat.
Robert menatap keduanya. Dia memang tenang saat ini. Tapi pikirannya tetap berantakan. Dua orang ini berencana mencelakakan gadis kecilnya, dia harus waspada dengan mereka. Sebelum mereka menjadikan Eva umpan, Robert berencana menjadikan mereka umpan lebih dulu...
Charlotte masih bersikap netral. Dia tetap bersikap acuh tak acuh dan hanya mengamati semuanya.
"baiklah kalau begitu semuanya setuju dengan rencananya" Dean baru itu bertepuk tangan dengan wajah senang.
Aku memperhatikan pria yang sedang kegirangan itu. Aku ingin menghajarnya, membuatnya berbaring di tempat tidur selama beberapa hari. Tapi sayangnya aku tidak bisa melakukannya karena waktunya tidak tepat. Dia akan menunggu waktu yang tepat untuk menghajarnya nanti,
"baiklah, kalian bisa beristirahat" Dean itu mempersilahkan dan semua orang mmebubarkan diri mereka.
__ADS_1