Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Aku Menyerah Menjadi Orang Baik


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Reina turun ke arena untuk menyembuhkan gadis yang terluka parah itu. Hal itu menimbulkan simpati orang lain terhadapnya.


Setelah kejadian itu, pertandingan tetap berlanjut. Di putaran terakhir, tidak ada lagi yang menantang Eva untuk duel. Sehingga Eva hanya diam di tempat nya sampai pertandingan berakhir.


Eva pun ingin kembali ke rumahnya setelah pertandingan berakhir karena dia ingin menenangkan diri. Tapi Reina menghampiri nya dan mulai menyalahkannya. Lebih parahnya lagi, Denis tiba-tiba muncul dan mendukung Reina. Membuat Eva merasa muak dan merasa tidak nyaman. Bahkan emosinya benar-benar hampir meledak sebelum akhirnya dia melarikan diri dengan cepat dari akademi.


***


Denis melihat kepergian Eva dengan ekspresi tidak nyaman. Dia merasa sedikit bersalah dan mempunyai firasat bahwa Eva akan pergi menjauh darinya. Dia berpikir bahwa dia mungkin bersikap terlalu keras padanya.


Tapi keyakinan di hatinya mengatakan bahwa dia tidak bersalah. Dia berpikir sikap nya benar dan tidak bisa merasa bersalah. Dia ingin merubah gadis itu. Dia ingin Eva mengintropeksi dirinya atas sifatnya yang keras kepala.


"Yang Mulia..." Reina masih berdiri di samping nya dan mencicit dengan sedih. Tapi Denis mengabaikannya dan sibuk melamun atas perasaannya yang campur aduk.


"Ayo pergi" kata Denis kemudian sambil melirik Jensen yang berada di belakang nya, benar-benar mengabaikan kehadiran Reina yang cukup menyedihkan.


Jensen mengangguk pelan. Dia selama ini hanya mengamati dan membisu, sehingga kita tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya.


Wajah Reina menghitam saat dia melihat sikap Denis yang sangat acuh padanya. Tapi dia tidak memberikan protes apapun dan hanya menatap punggung pria itu sampai akhirnya menghilang dari depan matanya.


***


Aku merasa emosiku sangat memuncak sekarang. Apa aku harus menghancurkan sesuatu untuk melampiaskan semua nya? Tidak. Aku tidak bisa melakukan hal seperti itu.

__ADS_1


Aku hanya ingin menangis. Tapi aku terlalu malu untuk melakukan nya di keramaian. Aku hanya ingin mencari tempat tanpa kehadiran siapapun dan berteriak di sana.


Aku bahkan meninggal kan akademi padahal ini belum jam pulang. Tapi aku benar-benar tidak mau berada di akademi Sekarang. Masalah hukuman karena keluar tanpa izin, aku akan memikirkan nya nanti.


Awalnya aku ingin kembali ke asrama atau kembali ke mansion. Tapi aku mengurungkan niatku karena aku tahu bahwa di sana ada banyak orang. Walaupun mereka bukan orang asing tapi tetap saja memalukan menangis di depan mereka.


Aku hanya ingin ke tempat yang sepi tanpa kehadiran siapa pun. Lalu tiba-tiba aku memikirkan satu tempat. Tempat yang tersegel tanpa bisa dilihat oleh siapapun.


Aku langsung menuju ke sana. Tepatnya aku langsung menuju ke rumah pohon milik Ren. Aku yakin pria itu tidak ada disana sekarang karena dia sedang berada di akademi sekarang.


Akhirnya aku sampai di tempat itu. Saat ini rumah pohon milik Ren masih tersegel dari luar , sehingga aku hanya melihat hutan di sekeliling ku.


Tapi aku masih mengingat letaknya dan Ren memberitahu ku cara untuk membuka segelnya. Sebelumnya dia memberiku kunci untuk membuka segel rumah pohon. Jujur daja bentuk kunci itu agak aneh. Hanya selembar daun kecil berwarna merah. Dan aku harus dengan hati-hati meletakkan daun itu di dalam ruang dimensiku agar tidak rusak.


Saat aku mengeluarkan kuncinya, pelindung di depanku tiba-tiba menghilang. Dan aku pun melangkah masuk. Saat aku masuk, segelnya mulai aktif kembali.


Aku melihat rumah pohon itu. Ada sebuah pohon raksasa yang menompang rumah pohon itu. Karena aku pergi sendiri di sini, entah kenapa suasana tempat ini terasa lebih sunyi. Tapi aku menyukainya.


Aku tidak masuk ke dalam rumah pohon. Tapi memilih untuk bersantai di kaki pohon besar itu.


Sudah berapa lama kira-kira aku duduk di bawah pohon seperti ini? Menikmati angin sepoi-sepoi yang melintas tanpa kehadiran siapapun.


Hmm... semenjak aku lahir di dunia ini, aku belum pernah melakukan hal seperti ini. Di bumi juga, aku hanya merasakan sensasi seperti ini saat aku masih kecil. Sejak aku duduk di kelas menengah pertama dan kelas menengah atas, aku tidak memiliki kesempatan untuk bermain. Karena hari-hari ku dipenuhi dengan belajar dan belajar setiap harinya.


Ini terasa menenangkan, tapi juga terasa kesepian. Bukan berarti aku merasa kesepian di tempat ini. Aku memiliki banyak sekali orang-orang yang berharga, baik di dunia ini atau dunia sebelumnya. Tapi hanya saja dunia ini benar-benar dramatis, karena aku sudah tahu nasibku bahkan sebelum aku lahir. Kalau mengingat hal itu, aku benar-benar ingin tertawa keras.

__ADS_1


Dan tentu saja aku benar-benar tertawa seperti orang gila sekarang. Lagipula tidak ada yang memperhatikan hal itu.


Aku tertawa keras dengan mata memerah. Mungkin terlihat seperti orang yang tidak waras. tapi mau bagaimana lagi. Emosiku benar-benar memuncak. Ini lebih baik daripada aku harus menggunakan sihirku untuk menghancurkan sekitar.


Lalu tak lama kemudian tangisku mulai pecah. Dan aku terisak. Bahkan aku tidak ingat kapan terakhir kali aku menangis dengan keras seperti ini. Bahkan tangisan ini sama sekali tidak bisa berhenti...


Ini semua salah dewa bodoh itu karena memberiku nasib seperti ini!


Walaupun aku mencoba berubah menjadi gadis baik, tapi tetap saja ada banyak orang yang membenciku!


Aku menyerah...


Aku tidak akan bisa berpura-pura menjadi gadis yang baik lagi. Aku juga ragu membuat ikatan dengan para tokoh utama itu. Melihat perlakuan Denis hari ini, membuat keraguanku semakin membesar. Hubungan ku dengan mereka memang baik untuk sekarang. Tapi siapa yang tahu di masa depan mereka akan membenciku dan memutuskan untuk melawanku? Jadi lebih baik, aku memang tidak harus bergantung pada mereka. Semuanya sia-sia.


Waktu pun berlalu. Eva tidak menyadari bahwa dia menghabiskan waktunya di tempat ini cukup lama. Bahkan waktu sudah sore hari. Tapi tangisan nya belum berhenti. Walaupun tidak keras seperti sebelumnya, dia masih terisak.


Eva sibuk menangis seharian sambil sesekali mengutuk dewa kucing bodoh yang mengirimnya. Dia juga berusaha memperbaiki moodnya. Dan memperkuat tekadnya untuk tidak menjadi lemah lagi. Dia tidak akan menangisi hal yang sama untuk kedua kalinya. Karena itu dia ingin menangis sepuas-puasnya hari ini.


Dia bahkan tidak sadar bahwa pemilik tempat ini sudah kembali.


Ren ingin kembali ke rumahnya. Dia cukup kaget saat merasakan kehadiran orang lain di daerahnya. Tapi dia menjadi lega saat dia melihat bahwa kehadiran lain itu adalah Eva.


Gadis itu bersikap cukup aneh hari ini. Biasanya dia harus menyeretnya ke tempat ini untuk menjadikan nya manusia percobaan. Tapi siapa yang mengira dia akan pergi sendiri ke tempat ini tanpa dipaksa? Karena itu Ren sadar bahwa ada yang aneh dengan gadis kecil itu hari ini.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tegur Ren dengan kening berkerut.

__ADS_1


__ADS_2