
Cerita sebelumnya:
Denis bertemu dengan Vivian dan Wiya saat dia akan mengejar Sayn. Dia menyelamatkan Vivian yang sedang dalam kondisi sekarat saat itu dan membawa mereka ke klinik kerajaan agar mendapatkan perawatan. Hal itu menyebabkan misi pengejarannya menjadi terhambat. Sementara Raja yang sedang mengintrogasi Diana benar-benar linglung saat tahu bahwa Diana bukanlah mata-mata. Dia merasa sangat frustasi karena situasinya benar-benar kacau. Saat dia mulai ingin menenangkan situasi, tiba-tiba penjara bawah tanah itu hancur dan dua orang sosok tidak dikenal tiba-tiba masuk.
***
BAM! BAM! BAM! Suara ledakan lainnya terdengar dari jauh. Raja benar-benar linglung. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Dan dia benar-benar tidak menduga bahwa ada musuh yang menyusup ke istana dan membuat keributan. Kepalanya sudah sakit gara-gara masalah sekarang lalu tiba-tiba muncul masalah baru.
"Siapa kalian?" Raja Well berteriak kepada dua orang penyusup itu.
"...." Keduanya tidak menjawab dan bergerak ke arah Diana. Lalu, salah satu dari mereka memberikan ramuan penyembuhan kepada Diana.
Diana bingung. Dia tidak menerima pemberian orang asing begitu saja. Tapi tiba-tiba salah satu dari mereka membungkuk dan berbisik padanya "Gadis kecil itu, Eva menunggumu..."
Mata Diana berbinar, dia pun mengambil ramuan itu dan dengan cepat meminumnya.
Melihat kejadian di depannya, wajah Raja berkedut. Sekarang bagaimana dia tidak percaya bahwa Diana adalah mata-mata? Bahkan dua orang penyusup itu adalah sekutunya. Wanita itu pasti mata-mata dan alat sihir itu rusak. Raja kembali ke pemikiran pertamanya bahwa Diana adalah seorang mata-mata. Dan dia menggunakan trik atau sihir rahasia yang membuat alat sihir pendeteksi itu tidak bekerja.
"Jangan biarkan mereka melarikan diri!" Raja memerintahkan orang-orangnya untuk menangkap dua orang penyusup itu.
Tapi kedua orang itu melambaikan tangan mereka, dan SAT! SAT! SAT! Raja bisa merasakan angin aneh menerpa wajahnya dan seluruh bawahannya tiba-tiba jatuh ke lantai, tidak sadarkan diri. Dalam sekejap Raja memasang sihir pertahanan, dia tahu bahwa kedua orang penyusup ini bukanlah orang biasa. Mereka mungkin setara dengan jendral besar dan penyihir agung kerajaan.
Raja benar-benar merasa prihatin. Dia tahu ada banyak sekali orang kuat yang berada di luar kerajaannya. Beberapa dari mereka adalah orang jahat yang dapat membahayakan suatu kerajaan. Karena itulah Raja bersikeras untuk memperkuat pertahanannya.
__ADS_1
Dia mempunyai rencana untuk membangun hubungan baik dengan Menara sihir. Berharap bahwa para penyihir itu membantunya saat kerajaannya dalam bahaya. Tapi saat dia memanggil mereka karena kasus ini, sang Dean tua itu mengabaikan panggilannya. Membuatnya sedikit kesal. Lalu dia teringat bahwa putri kecil Duke diangkat sebagai cucu dari kakek tua Menara Sihir. Mungkin karena hal itu.
Raja merasa prihatin dengan pertahanan kerajaannya sekarang. Dulu, Duke Court dan prajuritnya termasuk pertahanan terkuat. Setelah itu jendral besar dan penyihir agung kerajaan dengan pasukan khusus mereka. Kepala sekolah dari akademi dan beberapa penyihir senior juga akan membantu. Lalu beberapa prajurit kecil dari rumah bangsawan. Putra tertuanya juga memiliki pasukan khusus tersendiri dan dia tidak terlalu tahu tentang masalah itu.
Raja takut organisasi jahat atau kerajaan lain akan menyerang karena konflik internal di kerajaan mereka. Dan saat ini, salah satu pertahanan terkuat, Duke Court juga sudah tidak ada atau mungkin mereka akan menjadi musuh ke depannya. Dia juga khawatir dengan keberadaan faksi Court. Walaupun saat ini, para orang tua serakah itu memilih diam dan tidak ikut campur, dia tidak tahu kapan mereka akan menyerang tiba-tiba. Mereka semua bagaikan duri di kerajaannya. Tapi dia tidak bisa mengusir mereka untuk sekarang.
Raja hanya bisa mengharapkan dukungan dari semua penduduk di kerajaannya. Berharap bahwa kerajaan mereka akan baik-baik saja karena gelombang besar yang terjadi saat ini. Dan semua orang akan saling bahu membahu untuk menjaga kerajaan ini.
Raja menatap musuh di depannya. Dia sudah menghubungi semua orang untuk membantunya. Mereka akan tiba beberapa menit. Dia hanya harus mengulur waktu untuk tidak membiarkan para penyusup ini melarikan diri. Dia akan menangkap semua penyusup ini saat semua orang tiba disini.
"Kenapa kalian semua menargetkan kerajaan ini?" tanya Raja. Dia sudah bersiap untuk menyerang mereka.
Diana mengernyitkan keningnya bingung. Dia tahu bahwa Raja mulai mempercayainya, tapi kenapa sekarang pria tua itu berubah pikiran lagi. Diana melirik kedua orang berjubah hitam di depannya.
"Bagaimana dengan Enell dan bayiku?" tanya Diana kepada dua orang jubah hitam itu.
Mereka berdua berpandangan satu sama lain, lalu menggeleng.
"Kami tidak tahu" salah satu dari mereka menjawab.
"Tapi pemimpin kami menolong Duke dan yang lainnya membebaskan tahanan lainnya. Semua akan baik-baik saja" lanjut yang lainnya, menjelaskan.
Diana masih khawatir. Tapi dia mencoba mempercayai keduanya, sejak mereka berhubungan dengan Eva. Diana tahu putri kecilnya memiliki banyak sekali koneksi dengan orang-orang misterius.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kalian melarikan diri!" Raja maju menyerang saat melihat Diana mulai beranjak dari tempatnya. Dia takut ketiganya akan melarikan diri dengan sihir teleportasi. Jadi dia dengan cepat mengaktifkan alat sihir yang menghalangi penggunaan mana. Lalu dia mengeluarkan pedang yang menggantung di pinggangnya dan mulai menyerang.
Dua jubah hitam itu terkejut karena lingkaran teleportasi mereka menghilang. Melihat raja menyerang, mereka langsung mundur di arah yang berlawanan. Salah satu dari mereka membawa Diana, refleks. Sehingga serangan Raja meleset dan menyerang udara kosong.
Raja tidak menyerah. Dia lanjut menyerang. Sebenarnya serangan Raja cukup tajam. Bagi para penyihir yang selalu mengandalkan mana mereka, melawan pendekar sihir di kondisi ini sangat merugikan. Selain mereka kalah dari segi fisik, teknik bertarung juga tidak memadai. Sehinga kedua jubah hitam itu kewalahan. Dan raja berhasil meninggalkan bekas luka gores di tubuh mereka.
Raja tersenyum kecil. Dia merasa senang. Kedua penyihir itu memang kuat saat mengandalkan mana mereka untuk apapun dan mereka menjadi malas untuk melatih tubuh fisik mereka. Dia benar-benar bersyukur bahwa kondisinya masih fit di umurnya yang sudah menua. Bahkan tanpa sadar dia mengangkat lengannya untuk menunjukkan ototnya.
"Aku akan serius" kata Raja. Rasa percaya dirinya kembali sekarang. Dia mengalirkan mana di pedang miliknya dan melihat kedua musuh di depannya. Dia memilih musuh terlemah dan menyerang dengan cepat. Sang musuh tersentak kaget, dia ingin menghindar. Tapi Raja lebih cepat dan SAT! Pedangnya tiba-tiba berhenti di udara.
Raja bisa melihat dua jari asing yang tiba-tiba muncul, menahan pedangnya di udara.
"Kalian benar-benar bersenang-senang sekarang~" sebuah suara asing menggema. Dan sosok jubah hitam lainnya muncul melayang di depan mata Raja sambil menahan pedang raja. Sayn muncul tiba-tiba dan mengejutkan semua orang.
"..." Suasana di ruangan itu menjadi hening tiba-tiba.
"Ketua" dua jubah hitam lainnya kembali ke kesadaran mereka dan membungkuk kecil ke arah Sayn.
Kesadaran raja juga kembali. Pria tua itu ingin menarik pedangnya tapi tidak bisa. Sayn menahannya dengan jarinya, dan KRAK! dia membelah pedang itu seperti keripik.
Mata Raja membelalak kaget saat melihat pedangnya rusak. Refleks, dia mundur dan menatap Sayn dengan tatapan waspada. Raja tidak menyangka bahwa musuh yang kuat tiba-tiba muncul. Dia sudah mengaktifkan alat sihir untuk menahan mana, tapi sosok di depannya dengan mudah melayang menggunakan sihir. Bahkan mematahkan pedangnya dengan mudah.
Sayn mengabaikan Raja dan berkata kepada dua orang lainnya. "Sudah cukup bermain, ayo pergi"
__ADS_1