
Cerita Sebelumnya:
Lena menemukan fakta tentang ramuan keabadian dari rumah Marquis. Dan dia mencari bahan terakhir untuk menyempurnakan ramuan itu. Dia mencari pusaka naga dan menuju hutan elf untuk menemui naga tua. Tapi dia perlu melewati desa elf. Karena elf-elf penjaga gerbang mencoba menghalanginya, dia membunuh beberapa orang karena merasa kesal.
***
Rexus menatap Damian yang tertidur dengan wajah cemberut. Dia setuju untuk tinggal dengan naga tua ini karena dia ingin berlatih. Sehingga dia bisa menjadi naga dewasa dan menjadi lebih kuat.
Tapi dia selalu melakukan pekerjaan rumah setiap hari!
Dia harus membersihkan goa dan memasak makanan. Walaupun naga bisa makan daging mentah, dia dan Damian lebih suka daging masak yang dimasak saat mereka tinggal bersama para manusia.
Oleh karena itu, Rexus merasa kesal. Dia harus melakukan semuanya sementara Damian hanya tidur, makan dan memerintah. Dia merasa seperti dia bekerja sebagai pelayan sekarang.
Walaupun Damian juga mengajarkan nya beberapa hal. Di waktu kosong nya, dia akan bermeditasi karen Damian menyuruhnya untuk melakukan meditasi rutin.
Dia menyerap mana dan jujur saja meditasi berjalan lebih cepat dari biasanya. Dia merasa lokasi ini memang cocok untuk bermeditasi bagi mereka, para naga dan binatang sihir lainnya. Seakan-akan mana alam yang ada di tempat ini lebih besar daripada tempat tinggal para manusia itu. Dan tidak heran kenapa Damian merasa betah berada di goa miliknya selama bertahun-tahun.
Selain bermeditasi, Damian juga mengajarinya bagaimana mengeluarkan sihir dengan benar. Rexus mencoba, tapi serangan yang dia keluarkan sangat kecil.
Saat Damian mengeluarkan aumannya, seluruh hutan itu bergetar. Tapi saat Rexus mencoba memakai auman naga, suaranya seperti ayam berkokok. Bahkan Damian tertawa terpingkal-pingkal saat melihat nya dan membuatnya semakin kesal.
Saat Rexus terus menatap Damian, Damian menggerakkan kelopak matanya dan terbangun.
"Bagaimana dengan makanannya?" tanya Damian malas.
"Aku sedang membuat daging asap" jawab Rexus.
"Baguslah" Damian berniat untuk kembali tidur. Tapi tiba-tiba dia membuka matanya lagi dan berdiri. Hal ini terjadi tiba-tiba dan membuat Rexus merasa kaget.
"Carikan aku buah cherry" kata Damian tiba-tiba.
__ADS_1
"Hah?" Rexus melonggo kaget.
"Aku ingin makan Cherry. Cepat carikan aku sekarang" Damian tiba-tiba meninggikan suaranya.
Rexus kaget. Dan dia melihat Damian dengan tatapan marah. "Aku tahu. Tapi kau tidak harus membentakku seperti itu, humph!" Lalu dia langsung terbang dengan marah. Hanya gara-gara buah cherry, naga tua itu membentaknya dan membuat nya kaget.
"Tapi di mana aku harus mencari buah cherry?" pikir Rexus tiba-tiba. Dia baru sadar bahwa tidak ada buah cherry di hutan elf. Bahkan para elf juga tidak suka cherry.
"Berarti aku harus terbang ke desa manusia untuk mencuri? Uhm, maksudku mengambilnya? Bukannya itu jauh?" Rexus menggerakkan jari-jarinya untuk menghitung lama perjalanannya. Dan dia hampir pingsan.
Naga tua itu mengirimnya untuk pergi sejauh ini. Apa yang terjadi?
***
Damian tiba-tiba merasa bahwa ada bahaya mendekati goanya. Bahkan aura membunuh yang sangat kuat itu bisa dirasakan nya. Karena itulah dia menyuruh Rexus untuk pergi menjauh agar terhindar dari pertarungan berbahaya ini.
Lalu cahaya melesat dari langit dan turun tepat di depan tempat tinggalnya. Damian tidak bergerak. Dia berpura-pura berbaring malas sambil mendengarkan langkah kaki yang perlahan-lahan mendekat ke arahnya.
Damian merasa mata merah darah itu sangat tidak asing untuknya. Dia pernah melihatnya. Lalu dia berusaha keras untuk mengingat kembali kejadian di masa lalu.
Dan dia ingat! Beberapa ratus tahun yang lalu dia pernah bertemu dengan elf yang memiliki mata merah darah seperti itu.
Elf itu adalah pemimpin dari organisasi penyihir gelap yang dijalankan oleh para manusia. Dan elf itu memiliki teknik sihir yang aneh. Teknik sihir yang haus darah dan membuat mereka harus membunuh secara rutin.
Kenapa teknik jahat itu muncul lagi? Dan pemiliknya adalah seorang elf yang masih sangat muda.
"Aku ingin pusaka naga" kata Lena tanpa basa-basi.
"Aku tidak punya" jawab Damian malas.
"Omong kosong! Bagaimana mungkin ada naga yang tidak punya pusaka naga!" katanya marah. "Serahkan sekarang. Aku tidak punya banyak waktu untuk semua omong kosong mu"
__ADS_1
"Aku juga tidak punya. Kau menganggu jam tidurku" Damian awalnya merasa waspada karena aura membunuh itu sangat kuat. Dia mengira bahwa seorang musuh kuat mengincarnya. Tapi ternyata itu hanya seorang elf muda dengan teknik iblis. Dia sedikit merasa lega. Bagaimana pun juga dia masih muda dan pengalamannya masih sedikit.
Lena marah. Dia merasa naga tua ini benar-benar meremehkan keberadaannya. Dia langsung menyerang.
Kabut hitam aneh langsung menyelimuti tubuh Damian.
"Kalaupun aku tidak mendapatkan pusaka naga itu. Aku bisa mendapatkan darah naga dan daging naga" Kata Lena. Dia menatap Damian dengan rakus seolah-olah naga itu adalah makanan.
Damian langsung merasa bahwa kekuatan nya melemah. Mana dan darahnya dihisap dengan cepat dari tubuh nya oleh kabut aneh itu.
ROARRRR!
Damian mengaum marah. Aumannya menghasilkan getaran yang besar. Seharusnya bisa membuat tubuh Lena terpental ke belakang. Tapi Lena mengaktifkan perisai sihirnya dan auman itu sama sekali tidak melukainya.
Damian meremehkan musuhnya sehingga dia tidak merasa waspada sama sekali. Dia mulai menyerang secara brutal. Menyebabkan dinding goa miliknya hancur berantakan. Tapi perisai itu sangat kokoh. Damian hanya merasakan energinya semakin terkuras dan dia terkulai lemas.
Lena menatap Damian seperti binatang. Naga besar itu hanya seekor kadal raksasa yang bisa berpikir dan berbicara. Sama sekali bukan lawannya.
Damian secara perlahan terkulai lemas dan tidak sadarkan diri.
Lena tersenyum. Dia bisa merasakan bahwa dia sudah menyerap banyak sekali darah naga dan mananya. Walaupun dia tidak bisa mendapatkan pusaka naga, dia akan membuat pusaka itu.
Dia melihat Damian dan tidak bisa merasakan kehidupan lagi dari naga tua itu. Dia sudah membunuhnya. Lena merasa sangat senang saat tahu hal itu. Lalu dia menggunakan cincin penyimpanan nya untuk menyimpan tubuh naga besar itu.
Tapi anehnya dia tidak bisa menyimpan tubuh naga itu. Dan secara perlahan tubuh naga di depannya menjadi partikel cahaya dan menghilang.
Lena merasa linglung.
"Memangnya kalau naga mati, tubuh mereka akan menghilang?" Lena bingung. Tapi dia belum pernah melihat bagaimana naga mati sebelumnya, jadi mungkin memang benar.
Mungkin karena itulah dia belum pernah dengar ada seorangpun yang menemukan mayat naga saat ada naga yang mati
__ADS_1