Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Final


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Denis mengetahui semua kebenaran yang disembunyikan oleh Marquis. Tentang segala ambisi dan kejahatan yang dia lakukan. Bahkan pria itu adalah pelaku sebenarnya yang telah membunuh Raja. Denis pun ingin memberikan hukuman mati pada Marquis. Tapi Reina memohon padanya untuk tidak membunuh ayahnya. Akhirnya, Denis hanya mengambil akal dan budi Marquis, lalu mengasingkannya keluar dari Kerajaan Well.


***


Reina tidak tahu bagaimana melampiaskan kesedihannya. Dia sendirian sekarang. Dia tidak punya satu orang pun disisinya. Dunia mengambil orang terdekatnya dan membuatnya harus merasakan kesepian yang mendalam.


Reina menangis sendirian. Kini mansion besar itu terasa benar-benar kosong. Setelah kepergian Marquis, para pelayan satu per satu meninggalkan mansion itu. Para pengawal juga bergabung dengan prajurit kerajaan.


Tidak ada seorang pun yang mau menetap di sana. Walaupun Reina memohon agar mereka tidak pergi meninggalkannya. Mereka tetap pergi. Logikanya siapa yang ingin bekerja menjadi bawahan seorang kriminal? Walaupun Reina tidak bersalah. Tetap saja stigma penjahat melekat kuat dinama "Marquis Zent".


Reina menangis berturut-turut selama tiga hari. Karena para pelayan meninggalkan mansionnya, dia tidak memiliki seorang pun untuk mengurusnya. Dia jatuh dalam depresi yang sangat mendalam.


"Apa aku mati saja?" dia bergumam sambil berbaring di kasur dan menatap langit-langit kamarnya.


"Jangan bicara sembarangan" tiba-tiba seseorang membalasnya.


Jendela kamarnya tiba-tiba terbuka dan sesosok gadis berambut perak melompat masuk dengan elegan seperti peri. Rambut peraknya bercahaya di kegelapan dan membuatnya tampak sangat mencolok.


"Kau?" Reina mengingatnya. Itu adalah gadis cantik yang ditemuinya beberapa waktu tersenyum.


"Lena" kata gadis itu. Dia langsung mendekati Reina dan duduk di kasurnya.


Reina bangkit dengan wajah kaget. "Kenapa kau kemari? Kau tahu rumahku?"


"Tentu saja aku tahu" Lena menggoyangkan kakinya dengan santai. "Jangan sedih seperti itu. Kau tahu bukan kita memiliki nasib yang sama"


Reina tak menjawab.


"Kita dibuang oleh dunia. Semua orang membuang kita. Kita hanya bisa bergantung pada diri kita sendiri"


"..."

__ADS_1


Reina masih tidak menjawab. Matanya memerah lagi walaupun dia sudah berhenti menangis beberapa menit yang lalu. Dia merasa dia ingin menangis lagi.


"Jangan mati" Lena menatapnya serius. "Kau tidak boleh mati. Aku juga tidak boleh mati. Kita harus tetap hidup untuk membalas orang-orang yang sudah menginjak kita" katanya.


Reina tersentak. Dia menatap Lena serius. "Kau benar. Aku tidak boleh mati sebelum aku membalas semuanya"


Lena tersenyum dan mengelus rambut Reina. "Anak baik. Aku akan menemanimu. Kau akan menemaniku. Kita berdua akan membalas dendam pada semuanya"


Reina mengangguk. Mata merahnya hilang dalam sekejap digantikan dengan tatapan penuh tekad.


***


Duke dan rombongannya dalam perjalanan menuju Albion. Mereka mencari lingkaran teleportasi yang berada di hutan perbatasan antara kerajaan Kano dan kerajaan Well.


"Siapa kalian? Keluar" Duke tahu bahwa ada yang mengintai mereka dari pepohonan sejak beberapa menit yang lalu.


Tidak hanya Duke, Emerta dan Eva juga tahu. Tapi mereka tidak ambil pusing karena pengintai itu tidak mengeluarkan aura membunuh.


"Ricko!"


Ya, mereka adalah Ricko, Gord dan Fena. Ricko ingin membantu Eva. Dia sudah berusaha membujuk beberapa penyihir untuk pergi dengannya. Tapi mereka semua tidak mau.


Padahal Ricko berpikir itu akan sangat keren kalau dia bisa membawa sekelompok penyihir gelap untuk menyelamatkan Eva.


Tapi para penyihir gelap itu pengecut. Mereka tetap memilih untuk bersembunyi dan tidak mau ikut campur. Walaupun salah satu dari kaum mereka dalam bahaya, mereka tidak peduli.


Akhirnya, dia hanya bisa membawa Gord dan Fena bersamanya. Dia dan Fena masih penyihir pemula. Gord adalah yang terkuat di antara mereka. Sehingga Ricko tidak yakin dia bisa melawan ribuan orang hanya dengan kelompok kecil ini.


Lalu mereka juga datang terlambat. Karena tidak bisa menggunakan sihir teleportasi. Mereka harus melintasi jalur darat dengan terbang dan berlari sehingga menghabiskan banyak waktu.


Eva mengenalkan Ricko dan yang lainnya kepada semua orang. Dia tidak menyembunyikan identitas mereka semua sebagai penyihir gelap. Tapi Eva tetap tidak memberitahu mereka bahwa Ricko adalah mahluk asing dari dunia luar dan adik kandungnya di kehidupan lamanya. Dia memperkenalkan ketiga orang itu sebagai temannya.


Semua orang cukup terkejut saat tahu mereka adalah penyihir gelap. Lalu Duke juga mengenali Fena, gadis bangsawan dari kerajaan Well yang menghilang. Ternyata gadis kecil itu bergabung dengan organisasi penyihir gelap yang misterius itu.

__ADS_1


Emerta mendengar semuanya. Dan dia merasa tertarik dengan organisasi penyihir gelap para manusia ini.


"Bawa aku kesana" katanya kemudian, yang membuat Ricko membelalak kaget.


"Tidak sekarang" tambahnya lagi. "Aku masih ada urusan di tempat lain" dia melemparkan bola kristal untuk berkomunikasi pada Ricko. "Ambil ini. Aku akan menghubungimu lagi nanti"


Emerta langsung mengatakan semuanya dalam sekali napas, tidak memberi kesempatan bagi Ricko untuk membalas.


Eva memberitahu Ricko dan yang lainnya bahwa mereka akan menuju ke kerajaan Albion bahwa kakeknya ada disana.


"Kakek?" Ricko bingung.


"Ya, kakekku" kata Eva senang. Dia benar-benar memiliki kakek biologisnya sendiri.


"Baiklah. Jaga dirimu baik-baik disana. Aku senang kau berhasil melalui semua ini" kata Ricko tulus.


Lalu mereka berpisah. Ricko tidak ingin menganggu perjalanan Eva dan keluarganya. Lalu dia tidak akan langsung kembali ke organisasi. Dia akan berjalan-jalan dulu di kerajaan Kano dan membeli beberapa barang.


Eva dan rombongannya melanjutkan perjalanan. Lalu mereka menemukan lingkaran teleportasi yang tersembunyi di balik semak belukar di bawah pohon raksasa.


Setelah membersihkan semak-semak itu. Mereka mulai mengatur kelompok untuk diteleportasi secara berurutan.


Emerta, Evan, Emerta dan beberapa pelayan lainnya akan diteleportasi pertama kali. Setelah itu menyusul para prajurit dan pelayan. Eva dan Duke akan masuk ke barisan terakhir.


Perlu waktu lima jam untuk memindahkan semua orang. Akhirnya tiba giliran Eva dan Duke. Eva merasa cukup gugup, karena ini pertama kalinya dia mengunjungi kerajaan Albion.


Mereka semua berteleportasi langsung di dekat gerbang ibukota kerajaan. Awalnya mereka mengira bahwa akan sulit untuk menyakinkan para penjaga gerbang untuk masuk. Tapi ternyata beberapa rombongan sudah menunggu mereka di depan gerbang. Satu diantara mereka melambaikan tangannya. Orang itu tidak lain adalah Raja Albion sendiri.


Mereka tidak mengira bahwa Raja Albion akan menyambut mereka dengan sendirinya. Sebelumnya pria tua itu berkata akan mengirimkan utusan yang mengawal mereka ke istana.


"Selamat datang" kata sang Raja dengan senyum lebar.


Bab selanjutnya>>> Bab 8: Final Season

__ADS_1


__ADS_2