
Cerita Sebelumnya:
Beberapa orang yang dipilih oleh kepala sekolah membentuk kelompok untuk melakukan misi pengawalan di Kerajaan Kano. Eva juga terlibat. Bersama dengan murid lainnya dia menuju ke kerajaan Kano didampingi oleh Robert sebagai guru pembimbing mereka. Akhirnya mereka tiba di Kerajaan Kano. Ternyata Kerajaan itu memiliki sistem pemerintahan yang berbeda dengan Kerajaan Well. Sehingga dia sedikit terkejut karena dikehidupan sebelumnya dia belum pernah menginjakan kakinya di Kerajaan Kano.
Akhirnya kelompok itu menuju istana untuk bertemu raja dan putra putrinya.
***
Akhirnya mereka sudah sampai di istana. Robert kembali menunjukkan lencana yang dimilikinya kepada penjaga gerbang istana. Kemudian salah satu penjaga gerbang itu dengan panik masuk ke dalam istana untuk melapor. Beberapa menit kemudian, keluarlah seorang pak tua dengan senyum lebar di wajahnya.
"Selamat datang para utusan dari Kerajaan Well" sapanya sopan. Dia menatap Robert sambil tersenyum ramah. "Selamat datang master Robert. Maaf karena kami tidak bisa menyiapkan upacara penyambutan untuk kalian"
"Tidak masalah sir" respon Robert santai.
"Baiklah, perkenalkan namaku Hendrick. Aku adalah perdana mentri Kerajaan Kano. Raja ada di dalam, silahkan masuk" Perdana mentri Hendrick langsung berbalik setelah memperkenalkan diri.
Robert menatap para muridnya lalu memberikan isyarat untuk mengikutinya dengan menganggukan kepalanya. Akhirnya, mereka semua berjalan masuk ke dalam istana.
Aku melihat suasana di sekeliling istana ini. Sebenarnya struktur bangunannya tidak berbeda jauh dengan istana yang ada di Kerajaan Well. Hanya saja suasananya terkesan tidak hidup. Aku merasa istana ini mengeluarkan aura dingin dan sepi, sangat berbeda dengan istana Kerajaan Well yang selalu penuh dengan aktivitas.
Akhirnya, kami tiba di aula istana utama. Aula ini lebih besar dari istana kerajaan Well. Aku menoleh kiri kanan untuk mengamati sekeliling. Di atas tahta ada dua kursi mewah yang diduduki oleh pasangan paruh baya. Aku kira mereka adalah raja dan ratu negeri ini. Lalu di kedua sisi mereka berdiri para pangeran dan putri. Lalu para bangsawan berkumpul di bawah tahta dan membentuk kelompok di kedua sisi kiri dan kanan.
Aku menatap kembali ke tempat pangeran dan putri berkumpul. Aku berusaha menajamkan penglihatanku untuk mencari sosok Sayn. Tapi aku tidak menemukan orang itu sama sekali. Aku bahkan menghitung jumlah para pangeran. Aku kira dia tidak bisa hadir karena suatu hal. Tapi ternyata ada tiga belas pangeran! Lalu dimana Sayn? Kenapa aku sama sekali tidak melihatnya?
Perdana Mentri Hendrick menatap raja dan ratu lalu membungkuk. Setelah itu dia beringsut ke sisi kiri dan bergabung dengan bangsawan lainnya.
Para rombongan dari Kerajaan Well itu berjalan maju. Robert memimpin dan membungkuk memberi hormat. Lalu disusul oleh para murid.
Setelah memberi hormat, Robert mulai tersenyum. "Yang Mulia Raja dan Ratu, kami adalah utusan dari Raja Well."
Raja merespon dengan mengangguk. "Selamat datang hohoho" Raja Kano tertawa sambil sesekali mengelus janggut panjangnya. Raja Kano membalikkan kepalanya menoleh putra dan putrinya. "Perkenalkan diri kalian. Mereka akan mengawal kalian sampai ke kerajaan Well"
Putra mahkota maju lebih dulu dengan penuh kepercayaan diri. "Perkenalkan, namaku Gerd. Aku adalah putra mahkota negara ini"
__ADS_1
Setelah memperkenalkan dirinya, putra mahkota langsung mundur ke barisan dan pangeran lainnya mulai maju.
"Perkenalkan saya Goro. Saya pangeran kedua di negara ini" jelas pangeran satunya.
Akhirnya, para pangeran dan putri itu mulai memperkenalkan diri satu persatu. Sampai akhirnya, diurutan terakhir seorang bocah pendek dan kurus maju dengan menundukkan wajahnya. Auranya sangat berbeda dengan pangeran dan putri lainnya, yang memiliki aura ceria dan penuh percaya diri. Aura pangeran ini tampak suram. Dia kelihatan seperti orang yang sakit-sakitan.
"Perkenalkan...aku adalah pangeran...ke...tiga...belas....Sayn..." kata orang itu dengan nada pelan dan terbata-bata sehingga semua orang tidak mendengarnya dengan jelas.
'Apaa??!!' aku berteriak dalam hati saat mendengar perkenalan bocah itu.
Dia bilang dirinya Sayn? Itu tidak mungkin! Sayn kutemui itu tidak pendek dan kurus seperti itu. Sayn kutemui itu tinggi dan tampan. Siapa orang ini?
Aku mulai berpikir keras. Tidak mungkin Sayn yang kutemui itu Sayn palsu, karena aku tahu jalan ceritanya. Tapi siapa bocah lemah di hadapanku ini? Tidak mungkin Sayn mengubah dirinya dengan sihir, karena postur tubuh mereka berbeda. Tapi itu mungkin saja kalau dia mengetahui mantra kuno....Aku yakin ada sesuatu yang tersembunyi disini. Melihat para keluarga kerajaan itu tidak curiga dengan keberadaannya, aku yakin mereka sama sekali tidak pernah mengenal Sayn.
"Baiklah para utusan" sahut sang raja saat anak-anaknya sudah memperkenalkan diri. "Mereka adalah orang-orang yang harus kalian lindungi. Kalian bisa beristirahat dulu selama satu hari karena mereka perlu bersiap-siap. Aku sangat menyambut kedatangan kalian. Nikmatilah waktu kalian saat berada disini. Kalian bisa berbelanja atau pun berjalan di sekitar ibukota. Aku tidak akan melarang kalian" Raja menatap perdana mentri Hendrick. "Antarkan mereka ke penginapan"
Perdana mentri Hendrick mengangguk.
Robert tersenyum dan membungkuk. "Dengan senang hati yang mulia"
"Baiklah anak-anak, ikuti aku. Aku akan mengantar kalian ke penginapan" kata perdana mentri Hendrick sambil menatap kami.
"Baik tuan"
Kami memberi hormat pada raja untuk terakhir kalinya sebelum beranjak keluar dari istana itu. Perdana Mentri Hendrick mulai menuntun kami menelusuri istana.
"kalian bisa berjalan-jalan di ibukota. Aku akan memberi kalian beberapa list tempat rekomendasi. Kalian bisa berbelanja dan melihat-lihat" kata Perdana Mentri Hendrick.
"Huwaa~ menakjubkan~"
"Aku tidak sabar untuk berbelanja, semoga saja ada barang bagus"
"Aku ingin melihat senjata"
__ADS_1
"Aku ingin mencari makanan"
"Aku ingin melihat gaun-gaun bagus"
Para murid itu mulai antusias mendiskusikan perjalanan mereka.
"He....ayo kita jalan bersama. Aku tahu beberapa tempat yang bagus" kata Lilac sambil menyikut lenganku.
Hmm...aku sebenarnya tidak ingin ikut berkeliling ibu kota. Aku bisa melakukannya nanti. Aku lebih antusias mencari tahu apa yang terjadi pada Sayn! Dalam sekejap rencana menyelinap ke dalam istana langsung terbentuk di pikiranku. Ya, benar sekali! Aku ingin menyelinap ke istana para pangeran dan mencari istana Sayn!
"Ahh...maafkan aku Lilac, aku mungkin tidak bisa ikut. Aku akan ikut dengan kalian besok. Kelihatannya hari ini aku harus istirahat. Aku tidak enak badan..." aku mulai mencari alasan dan berpura-pura sakit.
"Kau baik-baik saja?" tanya Lilac sambil mengernyitkan keningnya panik. Dia tidak ingin sesuatu yang berbahaya terjadi pada Eva. Kalau Duke Court sampai menerima berita bahwa Eva sakit di negara musuh, masalah bisa menjadi sangat runyam untuk mereka.
"Jangan berlebihan. Aku hanya kelelahan dan mengantuk. Aku tidak sempat tidur tadi malam" kataku berusaha menenangkan Lilac.
"Oh, beristirahatlah dengan baik Eva. Jangan khawatir. Besok aku akan memandumu ke tempat yang menyenangkan. Aku akan mensurvei dulu tempatnya hari ini"
"Terima kasih" jawabku sambil terenyum. Dia benar-benar gadis yang baik dan bersemangat.
Akhirnya kami sampai di penginapan. Tempat itu tidak mewah, tapi lumayan besar dan luas. Kelihatannya ini penginapan bagi tamu-tamu yang berkunjung ke kerajaan, karena itulah tempatnya sangat luas dan memiliki banyak ruangan.
"Kita sudah sampai" Perdana Mentri Hendrick membuka ruang dimensi dan mengeluarkan beberapa kunci sesuai dengan jumlah kami. "Ambil kunci ini" dia melemparkannya pada masing-masing anak. "Ini adalah kunci kamar kalian. Selamat beristirahat"
Setelah itu, orang itu melenggang pergi.
Aku menatap kunci di tanganku dan melihat nomor yang tertera di kunci. Ah! Ini sangat mirip dengan sistem hotel rupanya. Aku segera mencari keberadaan kamarku dan melenggang masuk.
Saat aku memasuki kamarnya, ini tidak buruk. Cukup bersih dan cantik. Mungkin karena tempat ini sudah disetting sebagai tempat penginapan para bangsawan dari negara lain.
Aku mulai duduk di atas kasur. Bulu-bulu selimut ini sangat lembut dan nyaman. Kelihatannya dibuat dari binatang sihir tingkat rendah.
"Baiklah, sekarang aku harus menunggu sampai anak-anak itu keluar. Lalu aku akan menjelajahi tempat ini" Aku tersenyum antusias karena aku benar-benar penasaran dengan tempat yang tidak pernah kukunjungi ini.
__ADS_1