Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Kota Sihir 17


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Eva mengikuti dua orang yang menolongnya waktu itu. Tidak terduga ternyata identitas mereka adalah Denis dan Jensen. Eva bahkan menemukan mereka bersama dengan Reina di sebuah rumah makan.


Denis dan yang lainnya juga menyadari kehadiran Eva. Denis sangat cemas akan hal ini. Dia takut Eva akan salah paham dan memikirkan hal yang tidak-tidak tentang hubungan nya dengan Reina. Tapi dia tidak bisa menceritakan misi rahasianya pada Eva juga karena berhubungan dengan faksi ayahnya. Dia sangat bimbingan sekarang.


Denis mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Eva dan Robert untuk makan bersama.


***


"Apa yang terjadi?" tanya Robert lagi sambil menatap Eva lekat-lekat.


Aku sedikit tidak nyaman dengan pandangan Robert. "Begini masta...saat kau dan Sayn menghilang. Lalu aku dikepung oleh para jubah hitam itu. Yang Mulia dan Jensen ada di sana untuk menyelamatkan ku" jelasku kemudian. Tentu saja aku hanya menjelaskan nya oada Robert dan mengabaikan pertanyaan Reina sepenuhnya.


Robert mengernyit kan kening "Dia ada di sana? Bisa saja dia terlibat dengan mereka dan berpura-pura menolong mu" kata Robert sarkas. Dia tidak peduli dengan putra mahkota ini. Lagipula sekarang mereka tidak berada di Kerajaan Well. Jadi dia tidak perlu bersikap sopan lagi karena dia sudah cukup muak bersikap seperti itu.


Denis menatap Robert dengan tajam sebagai balasannya.


Aku tertawa kecil saat mendengar perkataan Robert. "Tidak...tidak...ini tidak mungkin master!" kataku sambil menepuk bahu Robert. Lagipula aku tahu alasan kenapa para jubah hitam itu mengikuti ku. Semuanya karena Rexus. Dan Rexus tidak ada hubungannya dengan Denis karena aku sudah melihat mimpi itu. Malahan aku curiga bahwa yang terjadi kemarin ada hubungannya dengan Kota Sihir. Aku mencurigai mereka sebentar sampai kakek mengatakan bahwa mereka dari Sihir Kematian. Ini sempat membuat ku bingung sesaat. Tapi aku tidak terlalu memikirkannya lagi.


"Bagaimana kau bisa yakin seperti itu?" kata Robert bersikeras.


"Percayalah padaku" aku berusaha menyakinkan Robert dengan berbisik di telinganya. "Mereka sama sekali tidak tahu tentang Rexus. Hanya kau yang mengetahui hal itu masta" kataku kemudian.


Robert refleks tersenyum. Dia merasa sangat senang saat Eva mengatakan hal itu. Dia merasa bahwa dia menjadi lebih istimewa dari orang lainnya.


Tapi tentu saja bukan itu yang ada dipikiran Eva. Dia mungkin akan memberitahu Sayn kalau bertemu dengannya. Tapi dia tidak mungkin memberitahu Denis, karena bangsawan kerajaan juga sensitif dengan kata "binatang sihir".


Dimata kerajaan binatang sihir itu sangat liar dan jahat. Karena mereka sering membunuh dan mengacaukan pemukiman manusia. Aku bahkan ingat sebuah adegan di dalam novel itu. Saat Denis dan Raja tahu bahwa Reina mendapatkan bintang sihir kuno dan memutuskan untuk merawatnya, mereka sedikit kaget. Bahkan dua orang itu memutuskan untuk membunuh binatang sihir itu karena mereka tidak peduli apakah binatang itu kuat atau tidak. Tapi Reina menangis dan menghentikan mereka. Denis yang sudah menaruh hati pada Reina pun membujuk ayahnya. Akhirnya binatang sihir itu diterima. Beberapa tahun kemudian, binatang itu tumbuh semakin kuat dan sangat membantu saat terjadi peperangan dengan kerajaan Kano.


Itu adalah salah satu alasan yang kupercayai bahwa Denis sama sekali tidak berhubungan dengan para jubah hitam itu.


"Kejadian apa? Tolong beritahu aku!" kata Reina bersikeras. Dia menatap semua orang dengan mat berkaca-kaca.


Jensen tahu bahwa semua orang mengabaikan nya karena setiap kali Reina mengeluarkan pertanyaan, tidak ada yang menjawab. Jensen mulai kasihan. Lagipula gadis ini adalah teman Yang Mulia dan dia sangat imut. Bisa dibilang Jensen mulai terpesona padanya.

__ADS_1


"Kemarin ada sekelompok orang jahat menyerang nona. Yang Mulia dan saya kebetulan saja melihatnya, lalu kami menolongnya" jelas Jensen. Dia memodifikasi berapa cerita. Dia tidak akan membiarkan Eva tahu bahwa mereka mengikutinya.


"oh?" Reina mengerjap dengan ekspresi polos. Lalu dia menatap Denis dengan hormat. "Yang Mulia benar-benar orang yang baik. Dia juga pernah menyelematkan ku waktu itu" katanya malu-malu sambil menundukkan kepalanya.


"Apa maksudmu?" sanggah Denis. "Itu hal yang harus kulakukan. Aku hanya menyelamatkan tunanganku" jawabnya dingin.


"...."


Reina terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Suasana menjadi hening sekali lagi.


Tapi beberapa saat kemudian hidangan utama akhirnya tiba. Kedatangan pelayan itu mulai membuat suasana kembali menjadi hidup. hidangan utama ini adalah sebuah daging yang sangat besar.


"Ini adalah daging dari binatang sihir level 6. Daging ini sangat mahal dan merupakan hidangan utama di toko ini" pelayan itu menjelaskan sambil tersenyum.


Rexus sepertinya mendengar hal itu karena aku bisa melihat tubuhnya gemetaran di dalam bajuku.


"Tenanglah. Tidak apa-apa" aku berbisik untuk menenangkan nya.


Kejadian ini berlangsung selama beberapa detik sebelum akhirnya anak kecil itu menjadi tenang kembali.


Mereka pun akhirnya mulai makan.


"Ini sangat enak" kata Reina bahagia.


"Ya benar-benar enak" sambung Jensen.


"Sebenarnya kemarin ada kejadian yang sangat kacau di Kota Sihir. Apa semua itu berhubungan dengan jubah hitam yang mengejar Eva?" tanya Reina dengan polosnya.


Denis dan Robert langsung menghentikan gerakan makan mereka.


Denis ingin berbicara tapi Jensen sudah berbicara lebih dulu.


"Benar sekali. Para orang jahat itu mengejar nona dan bahkan mengacaukan kota sihir. Mereka benar-benar jahat."

__ADS_1


"Ah~ jadi ada hubungannya ya...Apa para jubah hitam itu juga menggunakan sihir tingkat tinggi. Aku dengar ada yang menggunakan sihir tingkat tinggi dan menghancurkan daerah kota. Sangat disayangkan, penduduk kota kehilangan rumah mereka. Orang yang menggunakan sihir untuk menghancurkan seperti itu benar-benar tidak tahu malu! para jubah hitam itu benar-benar orang jahat!" kata Reina marah sambil menggembungkan pipinya.


"..."


Seketika semua orang langsung terdiam. Karena tiga orang itu tahu bahwa Eva yang menggunakan sihir tingkat tinggi untuk membela dirinya.


Mulutku juga berkedut. Bukan para jubah hitam yang menghancurkan daerah itu. Tapi aku yang mengeluarkan bebragai sihir untuk membela diri.


"Tapi tidak ada penduduk yang tinggal di daerah itu." jawabku langsung. Aku sedikit merasa bersalah karena menghancurkan sesuatu jadi aku melakukan pembelaan secara refleks. Lagipula pura-pura tidak tahu juga hal yang baik untuk sekarang.


"Tetap saja mereka merusak lingkungan! Pasti bukan orang yang baik. Aku juga melihat cahaya aneh yang mengeluarkan efek tidak menyenangkan" kata Reina bersikeras.


"Eh?"


Aku mengernyit bingung.


"Cahaya?" aku benar-benar tidak tahu masalah tentang cahaya ini. Apa yang terjadi?


"Tidak ada apa pun. Aku yakin kau hanya berhalusinasi. Lagipula tidak ada yang membicarakan tentang perusakan lingkungan. Kita hentikan topiknya sampai disini" sanggah Denis.


"Tapi Yang Mulia! Ini tidak benar! Kenapa para tetua Kota Sihir tidak menangkap mereka!" Reina bersikeras.


"Karena mereka berteman" jawab Robert pelan.


"..."


Semua menjadi terdiam lagi.


"Apa maksudmu? Apa para tetua Kota Sihir ini memiliki hubungan dengan para jubah hitam yang menyerang Eva?" tanya Denis dingin.


"Anggap aku tidak mengatakan apa pun" kata Robert kemudian.


Dan suasana kembali menjadi hening.


Reina menundukkan kepalanya dan tidak berbicara lagi. Begitu juga Jensen. Denis menatap Robert dengan mata menyipit. Sementara aku memperhatikan mereka semua dengan mulut berkedut. Sepertinya ada beberapa kesalah pahaman di sini. Tapi ya sudahlah...

__ADS_1


Akhirnya kami melanjutkan makan tanpa mengatakan sepatah kata pun. Bahkan sampai semua makanan di atas meja mulai habis, kami tidak membicarakan apa pun.


__ADS_2