
Cerita Sebelumnya:
Tim Bayangan memilih untuk melarikan diri, sehingga pertarungan yang diharapkan tidak terjadi.
Mereka pun menemukan tanah lapang untuk beristirahat, Tidak ada yang terjadi saat mereka bermalam sehingga mereka melanjutkan perjalanan dengan lancar keesokan harinya.
Mereka berhasil melewati pegunungan dan melewati rawa terakhir. Perjalanan mereka kali ini tidak lancar seperti sebelumnya karena mereka bertemu dengan tim lawan, Tim Sihir Kematian.
Tim lawan melemparkan sebuah bom mana tanpa aba-aba apa pun dan tanda-tanda pertarungan pun dimulai.
***
Memikirkan tim lawan mempunyai banyak sekali bom mana, membuatku berpikir "Bagaimana mereka bisa memproduksi bom mana dengan sangat banyak? Bukankah menarik mana dari tubuh manusia itu sangat terbatas dan butuh waktu?"
Tapi ini hanya dugaanku oke
Bisa jadi mereka hanya punya satu bom saja.
Saat ledakan berakhir, aku langsung mengangkat diriku ke permukaan.
Lahan yang sebelumnya dipenuhi dengan pepohonan besar sekarang rata dengan tanah. Semua pepohonan sudah hancur berkeping-keping dan menjadi abu.
Aku melihat sekeliling dan menemukan Robert perlahan turun dari atas langit. Kelihatannya Robert terbang untuk menghindari serangan itu. Aku juga melihat Charlotte di sampingnya. Lalu di daerah yang sedikit berdebu aku maelihat Jean dan Hans berada dalam sebuah bola transparan berwarna emas. kelihatannya kedua orang itu menggunakan alat sihir pelindung.
"Cih!" salah satu dari jubah hitam di depan kami mendengus tidak senang.
"Tidak ada satu pun yang terluka. Buang-buang tenagaku" kata yang lainnya mengeluh.
"Bodoh" ejek Robert singkat. "Benar-benar licik"
Tim dari Sihir Kematian langsung terdiam. Walaupun kami tidak bisa melihat mereka karena wajah mereka ditutupi tudung, aku tahu mereka sedikit tersinggung dengan kata-kata Robert.
Sebenarnya aku tidak setuju dengan pernyataan Robert. Bagaimana dia bisa mengatakan bahwa tim lawan bertindak licik, padahal dia juga ingin kita melakukan hal licik lainnya. Yaitu menyerang saat tim lawan sudah bertarung sebelumnya.
Kelima orang dengan jubah hitam itu bergerak lalu berkumpul.
Salah satu dari mereka, kelihatannya sang ketua tim bergerak maju beberapa langkah dan menatap kami
"Tim dari Menara Sihir ya...Benar-benar menarik. Tapi bagaimana kalian bisa mempunyai kepercayaan diri seperti itu? Sekumpulan orang bodoh"
__ADS_1
"Kalian yang bodoh" balas Robert langsung.
Urat-urat kesal muncul dari kepala tim Sihir Kemarian. "Benar-benar sombong" katanya geram.
"Hmmm....apa kau ingin mengeluarkan bom lainnya? Ayo cepat keluarkan. Walaupun itu cukup sia-sia. Dari pada kau membuang-buang barang bagus itu, lebih baik berikan saja padaku oke?" kata Robert memprovokasi.
"...."
Mereka terdiam.
Ketua Tim lawan melemparkan sesuatu lagi.
Ya ampun! Mereka benar-benar punya banyak sekali persediaan bom mana!
Robert terbang ke atas dengan secepat kilat bersama Charlotte. Aku juga mengikuti mereka. Tidak lupa aku membawa Jean dan Hans dengan angin. Kelihatannya pelindung mereka sudah diambang batas. Mungkin tidak akan bisa menahan serangan kedua.
Benda bulat berwarna hitam itu terbang dan menyentuh tanah.
Tapi ledakan yang kami harapkan tidak terjadi.
Ting, Ting, Ting
Benda aneh itu hanya memantul kecil di tanah.
Hanya untuk menakut-nakuti kami?
Apa-apaan itu?
"Fuhahaha" aku bisa mendengarkan suara tawa yang keluar dari mereka.
"Benar-benar lucu. Mereka lari seperti anjing untuk menghindari serangan hahahaha"
Mata Robert menyipit. Kelihatannya dia mulai kesal.
Kami mulai turun. Tapi tiba-tiba bola hitam itu bergetar dan sebuah cahaya menyebar mengelilingi kami. Tapi itu bukan ledakan melainkan cahaya yang cukup menyilaukan. Cahaya itu menyebar dan secara perlahan memenuhi seluruh rawa.
Tapi secara perlahan cahaya itu menghilang dan tidak terjadi apa pun.
Eh? Apa yang terjadi? Tidak terjadi apa pun.
__ADS_1
Tapi ekspresi tim lawan tidak bisa membuat kami tenang. Kami bisa mendengar suara cekikan mereka. Sepertinya mereka tertawa kecil. Apa yang mereka rencanakan?
"..."
Robert tidak merespon. Tapi kelihatannya dia sudah mulai kesal. Orang-orang itu berhasil memicu emosi Robert dan memancing kemarahannya.
Robert pun menggerakan tangannya, bersiap untuk mengeluarkan sihirnya. Tapi secara tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi. Sesuatu yang tidak diketahui bereaksi dengan sihir Robert. Sihir Robert pun menghilang. Lalu sebuah penghalang berwarna abu-abu transparan mulai muncul dan mengelilingi seluruh rawa.
Ahhh! Ini terlihat sama seperti penghalang yang mengurung kami sebelumnya. Jadi itu semua ulah mereka?
Sihir elemen gelap itu berasal dari alat sihir rupanya. Tapi kelihatannya penghalang ini berbeda dari yang sebelumnya karena sesuatu yang aneh terjadi.
Saat Robert akan menggunakan sihirnya, sebuah kabut berwarna gelap langsung masuk ke dadanya. Jantung Robert berdegup kencang dan dia mengeluarkan seteguk darah.
Jean dan Hans juga mencoba keberuntungan mereka untuk menggunakan sihir. Tapi nasib mereka tetap berakhir seperti Robert.
"Poinku berkurang..." kata Jean.
Kelihatannya elemen gelap itu menekan sihir mereka sehingga mana yang mereka ingin keluarkan, tetap berada dalam tubuh mereka dan meledak di dalam tubuh.
Sistem ini sedikit berbeda dari lingkaran sihir yang kita temukan di rawa walaupun sama-sama memiliki elemen gelap. Alat sihir kali ini membuat kita tidak bisa menggunakan mana.
Mereka tidak menemukan penyihir gelap di dalam Tim Sihir Kematian. Tapi mereka menemukan banyak sekali alat sihir yang menggunakan elemen gelap.
Tim lawan tersenyum senang. Mereka sangat bersemangat. Mereka pun mulai melancarkan serangan mereka.
Kami masih bingung, kenapa efek yang kami rasakan tidak berpengaruh ke tim lawan? mereka masih bisa menggunakan sihir mereka sesuka hati tanpa menerima damage apa pun. Apa mereka memliki alat sihir lainnya sebagai pelindung?
Kami tidak bisa menggunakan sihir. Kami juga tidak bisa memberikan serangan balasan. Kami hanya bisa menghindar dan menggunakan alat sihir untuk membuat perisai. Akibatnya poin di Tim kami banyak berkurang karena harus menggunakan alat sihir dan juga terkena serangan.
Poin Hans dan Jean berkurang menjadi di bawah 100. Sementara poin Robert dan Charlotte berkurang 20 poin.
Sebenarnya aku sudah bersiap poinku akan berkurang, tapi kenapa tidak terjadi apapun padaku? Walaupun aku tidak menggunakan alat sihir, harusnya aku terkena damage karena alat sihir itu bukan? Tapi saat aku mengecek kembali poinku, sama sekali tidak berkurang. Aku juga tidak merasakan apa pun yang menyerang tubuhku.
Eh? Tunggu? Bukankah itu berarti aku bisa menggunakan sihir tanpa terkena damage? Haruskah aku mencobanya?
Aku mencoba mengeluarkan sihir api. Tapi manaku tidak mau keluar, seperti ada yang menyegelnya dari dalam.
Ehhh? Aku benar-benar bingung. Apa yang terjadi? Kenapa reaksiku sedikit berbeda dengan yang lain? Saat mereka menggunakan sihir, elemen gelap akan menekan mana mereka dan membuat mana mereka meledak di dalam tubuh. Tapi reaksi yang berbeda terjadi padaku. Saat aku menggunakan sihir, manaku tertahan dari dalam dan tidak mau keluar. Keuntungannya aku tidak menerima damage apa pun. Apa ini karena aku memilki mana gelap dalam tubuhku, jadi semua efek itu tidak berpengaruh padaku?
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah cahaya yang menyilaukan meluncur dari belakang dan mengarah ke atas. Aku melihat Charlotte mengeluarkan sihir cahaya sambil mengeluarkan seteguk darah. Gadis itu memaksakan dirinya untuk menggunakan sihir dan membahayakan dirinya.
Tapi sihirnya cukup efektif. Sihir cahaya itu menanjak ke atas dan menabrak penghalang. Penghalang itu bergetar saat sihir cahaya menabraknya. Kelihatannya kita bisa menghancurkan penghalang ini dengan sihir cahaya!