Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Sayn dan Utusan Kota Suci


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Sayn bertemu dengan utusan dari Kota Suci. Utusan itu adalah seorang penyihir dewasa wanita yang sangat cantik. Mereka mulai mendiskusikan tentang misi pembunuhan itu.


***


Utusan itu tersenyum. Walaupun dia memakai masker, matanya yang tersenyum itu masih terlihat jelas. Dia langsung duduk di depan Sayn dan mengangkat tangannya.


"Perkenalkan, aku Sachi dari Kota Suci" gadis itu memperkenalkan dirinya.


Sayn menerima sambutan tangan gadis itu dan mereka berjabat tangan. "Aku No 2" Sayn memperkenalkan namanya. Dia selalu menjadi No 2 saat dia membawa nama organisasi nya.


"Aku tidak menduga bahwa pemimpin dari organisasi itu masih semuda ini" kata Sachi dengan nada menggoda.


Walaupun Sayn sudah menutupi wajah dan juga suaranya. Sachi tetap dapat melihat bahwa dia seorang pria muda, dan bahkan lebih muda darinya.


Sayn tidak menanggapi perkataan Sachi. "Jadi aku ingin bertemu dengan mu karena aku ingin bertanya tentang air suci itu" kata Sayn langsung. Dia bahkan tidak mengatakan basa-basi kepada wanita itu.


"Setelah kau menyelesaikan misinya, kau bisa mendapatkan ramuan itu" kata Sachi serius. Tidak ada lagi ekspresi main-main di wajahnya.


"Bagaimana aku bisa menjamin bahwa kau tidak berbohong?" Sayn mengernyitkan keningnya tidak yakin.


"Aku menggunakan segel kota suci kami. Apa kau masih meragukannya?" Sachi menggertakan giginya, menahan kesal.


"Semua orang tahu bahwa Kota Suci sudah lama hancur. Lalu tiba-tiba datang sekelompok orang tidak dikenal dengan stampel segel mereka. Siapa yang akan percaya? Kalian bisa saja menemukan segel itu di reruntuhan dan mengaku sebagai sisa-sisa dari Kota Suci" Sayn berusaha menjelaskan dengan logika kali ini. Lagipula kemunculan mereka yang tiba-tiba memang sulit dipercaya.


BRAK!


Sachi langsung memukul meja di depannya tiba-tiba. Dia terlihat sangat marah. "Bagaimana kau bisa meragukan identitas kami seperti itu? Itu semua adalah penghinaan. Kami tidak akan pernah menyamar ataupun menipu!" dia berteriak frustasi.


"..."


Sayn tidak menjawab. Dia hanya menatap Sachi lekat-lekat.


Sachi menghela napas. Dia berusaha menenangkan dirinya. Lalu dia mengeluarkan sebotol ramuan dari ruang dimensinya. "Ini adalah air suci itu. Kalau kau berhasil melaksanakan misinya, kami akan memberikannya padamu" katanya. "Ayolah, itu misi yang sangat mudah untuk dilakukan. Jadi bereskan secepat mungkin!" katanya dengan tatapan tajam.


"Bagaimana bisa membunuh wanita tidak bersalah seperti itu adalah misi yang mudah?" Sayn tanpa sadar menggerutu.


Sachi tersenyum jijik, lalu dia mulai tertawa terbahak-bahak seakan-akan dia mendengar sesuatu yang lucu. "Wanita tidak bersalah? Kau tahu siapa dia? Dia adalah penyihir gelap! Wanita itu adalah keturunan David!" teriaknya. "Kau bilang dia tidak bersalah sekarang? Kita tidak tahu apa yang dia lakukan di kerajaan Well sekarang. Tapi dia pasti melakukan sesuatu yang berbahaya. Sebelum semuanya terlambat, lebih baik membunuhnya!" katanya benci.

__ADS_1


Sayn tahu bahwa Eva adalah penyihir gelap. Tapi dia tidak pernah menyangka bahwa semua itu berasal dari Diana. Dia mengira bahwA semua itu berasal dari Duke.


"Tapi bukankah itu bagus untukku? Sejak aku berasal dari Kano, kehancuran kerajaan Well adalah sesuatu yang sangat baik untukku" kata Sayn sambil menaikkan alisnya.


"Sudah cukup!" teriak Sachi. "Kalau kau tidak mau, aku akan mencari orang lain. Ada banyak orang yang menginginkan misi ini juga selain kelompok mu!"


Sayn tetap duduk dengan santai walaupun Sachi sudah pindah dari tempatnya. "Kau yakin? Kalau kerja sama kita batal. Aku akab memberitahu semua orang bahwa kau memiliki air suci. Orang-orang di kerajaan Kano dan Well tidak terkecuali. Para bangsawan itu pasti semangat saat mengetahui air suci itu ada. Dan dia akan mengutus banyak organisasi untuk mengejar kelompok kalian" Sayn berkedip sambil memainkan jari-jarinya.


Mata Sachi menajam. "Kau berani! Kau hanyalah seorang bocah. Kau berpikir, kau bisa melakukan apapun yang kau mau!" Aura mengerikan keluar dari tubuhnya.


BAM!


Sachi tiba-tiba menyerang Sayn. Dia menggunakan sihir apinya dan menembakkan nya ke arah Sayn.


Sayn melompat dari kursinya. Tempat itu hancur berantakan. untung saja tidak ada siapapun disana saat itu.


"Hei, kau gila? Ini adalah tempat umum. Kau benar-benar menyerangku?" kata Sayn dengan nada mengejek. "Berhentilah. Aku hanya bertanya. Harusnya kita bekerja sama bukan? Kenapa jadi seperti ini?"


Sachi menggertakan giginya. "Lalu, apa yang kau ingin sekarang?" Dia refleks marah besar saat tahu Sayn akan menjadikan mereka target semua orang gara-gara air suci itu.


Sayn terkekeh. "Aku akan menerima misinya"


Sachi dibawa ke tempat yang aneh. Seperti ruang bawah tanah dan ada sebuah penjara di sana. Sayn langsung memasukkan Sachi ke dalam penjara itu.


"Berani-beraninya kau!" Sachi berteriak seperti orang gila. Dia tidak mengira bahwa dia akan dijebak seperti ini sejak dia adalah utusan dsri Kota Suci. "Apa kau berniat melawan Kota Suci kami? Kau tidak sadar organisasimu hanyalah organisasi kecil?" katanya dengan senyum jijik.


"Siapa yang bilang aku ingin melawan Kota Suci milik mu? Aku hanya ingin air suci itu. Cepat berikan" kata Sayn santai.


Dia bersikap tenang karena dia sudah mendapatkan alat sihir dan kertas mantera yang cukup menakjubkan. Mereka bisa digunakan untuk mneghapus ingatan orang lain. Jadi Sayn akan menggunakan alat itu oada sang utusan saat urusannya sudah selesai.


"Kau bodoh? Lihat saja. Saat pemimpin ku tahu kelakuanmu. Organisasi mu benar-benar akan dilenyapkan dari dunia ini" Sachi mengancam. Perkataan nya benar. Kalau mereka berasal dari Kota Suci, mereka bisa melakukannya dengan mudah. Jujur saja, sekarang Sayn mengambil resiko besar untuk melawan mereka. Kalau dia gagal, mereka benar-benar akan menjadi buronan dan dilenyapkan. Jadi Sayn tidak boleh lengah sedikit pun.


"Serahkan air suci itu sekarang" tatapan Sayn berubah tajam. Dia mencekik leher Sachi. "Atau aku akan membunuhmu. Tidak ada yang akan membahayakan kami kalau aku menjadikan dirimu sebagai mayat. Karena mayat tidak bisa berbicara sama sekali" Sayn mengancam.


Sachi ingin mengeluarkan sihirnya. Tapi tidak bisa. Sayn memasang sihir penghalang agar musuh nya tidak bisa menggunakan sihir sama sekali.


Sayn tidak mengancam. Pemuda itu benar-benar mencekik lehernya. Dan dia merasakan sesak karena tidak bisa bernapas. Tanpa sihir, kekuatan nya hanya seperti seorang wanita lemah.


"Aku punya cara untuk membuka ruang dimensi milik mayat. Kelihatannya itu cara terakhir" Sayn menggelengkan kepala sedih.

__ADS_1


Mata Sachi membelalak ketakutan. Jujur saja, dia bukan orang yang penting di Kota Suci. Dia memang utusan, tapi kalau dia benar-benar mati, keberadaan nya akan menghilang begitu saja. Pemimpin mereka tidak pernah peduli padanya karena dia mempunyai sihir cahaya yang sangat lemah. Bagi mereka, dia sangat tidak berguna dan bisa mati dimana pun. Itulah kenapa mereka menjadikannya seorang utusan. Karena utusan adalah pekerjaan paling berbahaya dari pekerjaan lainnya. Mereka perlu menghadapi bahaya seperti ini dan kadang beberapa utusan menghilang tanpa kabar.


"Tunggu, tunggu dulu" Sachi berkata dengan nada menyakitkan.


Sayn sedikit melonggarkan cekikannya. "Aku akan jujur padamu. Itu bukan air suci. Mereka tidak mungkin memberikan ramuan berharga itu kepada orang seperti ku" katanya sedih. "Mereka memiliki ramuan itu di markas mereka. Dan menyimpan nya dengan sangat baik di dalam brankas karena ramuan itu sangat berharga"


Wajah Sayn berubah jelek. "Jadi kau menipuku?" katanya tak percaya. "Kau akan memberikan ramuan palsu padaku sebagai hadiahnya? Apa-apaan itu! Kalian sampah!"


"Tidak. Kami tidak menipumu sama sekali. Kami akan memberikannya padamu setelah kau menyelesaikan misinya. Itu bukan kebohongan. Sejak kami tidak bisa keluar ke permukaan dan membunuh orang, kami membutuhkan organisasi pembunuh untuk mengurus hal ini." Sachi berusaha meyakinkan


Sayn tidak percaya. Dia langsung membuka ruang dimensi milik Sachi dengan alat Sihir nya dan mengambil ramuan itu. Ramuan bening dan transparan itu terlihat sangat misterius. Sayn tidak pernah menduga kalau itu ramuan palsu. "Jadi ramuan apa ini?"


"Ini adalah ramuan penyembuhan. Efeknya snagat bagus. Tapi itu bukan air suci" Sachi menjawab dengan jujur.


Sayn menyipitkan matanya. Dia tidak suka membunuh orang secara sembarangan. Apalagi seorang wanita. Dia hanya membunuh target nya. Dan targetnya adalah orang-orang yang merusak mata seperti para bangsawan korup atau buronan. Mungkin di masa lalu dia akan menerima ini sejak tagetnya adalah seorang penyihir gelap yang bersembunyi.


Tapi dia tidak akan pernah melakukan hal itu sekarang karena Diana adalah orang tua Eva. Dia pernah melihat kebersamaan mereka dengan mata kepalanya sendiri. Sebuah keluarga yang harmonis. Sangat berbeda jauh dari keluarga nya. Jadi dia tidak akan bisa merusak semua itu.


Sayn bertanya untuk yang terakhir kalinya. "Dimana markas kalian?"


Sachi memasang wajah ragu, dia enggan memberitahu hal itu.


"Baiklah mati" kata Sayn santai. Dia serius. seperti nya dia harus membunuh sekarang.


"Tunggu!"


"...."


"Aku akan memberitahu mu" Sachi membuat keputusan. Dia mengatakan letak markas utama mereka.


Sayn mengerutkan kening, dia tidak akan mempercayai nya semudah itu. Tapi dia tidak melihat kebohongan apapun. Saat Sachi berbicara, alat sihir yang bisa mendeteksi kebohongan itu tidak bereaksi sama sekali. Berarti perkataan Sachi bukan kebohongan. Tapi Sayn tidak menyangka bahwa wanita itu akan mengatakan semuanya semudah ini.


"Kau benar-benar bukan orang yang loyal" kata Sayn dengan nada mengejek.


Sachi tersenyum sarkas dengan tatapan menyedihkan. "Aku tidak perlu menjadi orang yang royal sejak nyawaku dalam bahaya" katanya.


Sayn pun melepaskan Sachi. Tapi sebelum itu, dia mencuci bersih ingatannya. Dan membuangnya ke dalam hutan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Lalu Sayn menghubungi beberapa orang-orang miliknya untuk mencari tahu keberadaan markas kota suci itu.


Jujur saja, markas mereka berada di tempat yang aneh. Itu adalah sebuah padang pasir yang sangat luas. Awalnya Padang pasir itu adalah Kota Suci. Tapi semenjak David menghancurkan nya dengan sihirnya, tempat itu secara otomatis menjadi reruntuhan. Beberapa orang biasanya akan menjelajah ke sana untuk mencari beberapa alat sihir kuno. Beberapa orang yang beruntung akan menemukan nya. Sayn tidak menduga bahwa ada sekelompok orang yang membuat markas di sana.

__ADS_1


"Aku tahu kalau mencari air suci itu tidak akan mudah" Sayn bergumam pasrah sambil menggeleng kan kepalanya. Tapi dia tidak akan menyerah karena sudah sedekat ini. Dia tidak mungkin melawan mereka dengan organisasi kecil mereka. Karena Sayn dari awal hanya berniat untuk mencuri ramuan itu, dia tidak berniat menyatakan perang dan sebagainya.


__ADS_2