
Cerita sebelumnya:
Robert berusaha mencari informasi dari Reina, tapi ternyata gagal karena intrupsi dari putra mahkota Gerd.
Eva merasa tidak nyaman melihat semua itu dan dia merasa sangat insecure akan keselamatan dirinya.
Sayn melihat wajah sedih dan tidak nyaman Eva sehingga dia salah paham bahwa Eva menyukai Robet.
***
Setelah makan malam selesai, semua orang kembali ke tenda mereka masing-masing. Malam itu berlalu dengan damai juga. Tidak ada tanda-tanda serangan atau apa pun. Dan mereka menyambut pagi dengan suasana damai.
Keesokan harinya, mereka segera memakan sarapan mereka sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke Kerajaan Kano.
Sampai saat ini Eva hanya terdiam sambil mengamati sekeliling. Eva malas untuk berpikir dan dia terus melamun. Bahkan Lilac sedikit bingung dengan perubahan sahabatnya itu. Eva yang terlalu pendiam ini membuat nya sedikit risih.
"Ada apa denganmu?" Lilac bertanya sambil menggerakkan tubuh sahabatnya itu saat mereka berada di dalam gerbong.
"Tidak apa-apa" aku menjawab datar sambil memandang keluar jendela. "Aku hanya merasa bosan" jawabku. Padahal aku sedang banyak pikiran akhir-akhir ini karena kelakuan para tokoh utama ini. Memikirkan tiga tokoh utama pria berkumpul di satu tempat benar-benar membuat ku khawatir. Aku tidak tahu kenapa. Tapi kalau mereka bertiga berbalik membenciku bukankah aku akan berada dalam bahaya yang lebih besar?
Dimasa lalu hanya Denis yang membenciku dan bahkan membunuhku. Walaupun Robert tidak menyukaiku juga. Dia tidak pernah menyerangku, dia hanya menjauhkan dirinya padaku. Memikirkan ketiga orang ini tiba-tiba berubah dan berbalik menyerangku benar-benar membuatku bergidik. Walaupun saat ini aku bukan Eva yang lemah dan tidak punya kekuatan, tetap saja aku merasa khawatir.
Lilac hanya mengernyitkan keningnya saat mendengar jawaban Eva. Melihat Eva tidak mau berbicara lagi dan terus melamun, dia hanya bisa menghela napas pasrah dan membiarkan sahabatnya itu.
Akhirnya beberapa jam pun berlalu. Mereka akhirnya sampai di Kerajaan Well. Semua orang sangat senang saat tahu mereka sampai dengan selamat. Walaupun mereka kehilangan beberapa prajurit di tengah-tengah perjalanan, mereka tidak terlalu memikirkannya.
Mereka segera menuju ke istana untuk menerima sambutan raja Well. Saat mereka masuk, raja dan ratu sudah menunggu di singgasana. Lalu para bangsawan berdiri di samping istana. Sementara Denis duduk di samping raja dengan kursi kecilnya. Pangeran kedua memberi hormat dan langsung menempatkan dirinya di samping Denis.
Kami semua memberi salam kepada raja dan ratu. Termasuk para pangeran dan putri dari Kano.
"Selamat datang~ Aku berharap kalian menikmati waktu belajar kalian disini" sambut raja Well dengan nada yang ramah.
__ADS_1
"Terima kasih yang mulia" para pangeran dan putri Kano menjawab sambil memberikan hormat mereka.
Raja mulai menjelaskan situasi kerajaan Well dengan riang. Dia menceritakan tata letak istana dan bangunannya. Serta dia menjelaskan para bangsawan yang akan membantu mereka. Dia juga menjelaskan beberapa hiburan dan toko-toko bagus yang ada di ibu kota.
Setelah semuanya selesai, mereka semua mulai mengundurkan diri.
Para murid mulai kembali ke rumah masing-masing, begitu pula dengan ku. Aku langsung pulang menuju mansionku. Entah kenapa aku merindukan pelayan cerewetku itu, Wiya, dan juga si bocah elf, Fram.
Sementara itu, para pangeran dan putri Kano langsung beristirahat ke tempat yang sudah disiapkan oleh raja. Raja mengosongkan salah satu bangunan istana yang akan menjadi tempat tinggal mereka. Itu tidak buruk. Mereka adalah pangeran dan putri yanv sudah terbiasa tinggal di istana. Mereka tidak akan senang bila ditempatkan di asrama akademi. Walaupun itu tempat untuk bangsawan, tentu saja derajat tempat itu lebih rendah dari istana.
***
Entah kenapa aku merasa nostalgia saat menginjak kan kaki di mansionku. Aku hanya pergi beberapa hari tapi terasa seperti pergi berbulan-bulan.
Saat aku pulang, para pelayan itu langsung berhamburan dan berbaris rapi menyambutku. Kemudian kepala pelayan Wiya dan bocah elf itu datang untuk memelukku. Aku benar-benar merasa terharu. Ah~ banyak orang yang sayang kepadaku. Aku benar-benar senang tinggal di disini walaupun aku harus berperan sebagai tokoh antagonis. Itu tidak masalah buatku.
"Nona, aku merindukan mu~" kata Wiya sambil memelukku erat-erat.
Wiya akhirnya melepaskanku setelah beberapa menit meremas tubuhku hingga remuk. Aku merasa kesemutan menjalar di seluruh tubuhku.
Bocah kecil elf itu juga mendekati ku dan memeluk pinggangku. "Selamat datang...." katanya dengan suara imutnya.
Aku benar-benar tidak tahan dengan keimutannya dan mencubit pipinya.
"Nona...maafkan aku...aku benar-benar merindukan mu...Aku benar-benar khawatir. Aku senang Nona kembali dengan selamat hiks..." Wiya berkata sambil terisak, air matanya mulai keluar lagi.
haa~ aku hanya bisa menghiburnya sampai dia menjadi tenang kembali.
Setelah menghabiskan beberapa jam untuk menghiburnya, aku akhirnya bisa kembali ke kamarku untuk beristirahat.
Aku merasa sangat lelah karena menempuh perjalanan yang cukup lama. Bisa dibilang lelah ini hanya sugesti saja. Tubuhku sama sekali tidak lelah karena aku menggunakan sihir untuk membuat diriku tetap bugar. Tapi pikiranku benar-benar lelah saat ini karena aku memikirkan banyak hal.
__ADS_1
Aku memikirkan banyak hal yang tidam perlu sepanjang hari ini. Ah~ aku benar-benar ingin istirahat.
Jadi dalam sekejap, tanpa aku sadari, aku langsung terlelap saat tubuhku menyentuh kasur.
***
Keesokan harinya, aku melalui hari seperti biasa. Aku langsung pindah ke asrama dan menghadiri kelas.
Lalu hal tak terduga pun terjadi! Aku tidak menyangka hal ini akan terjadi! Sang wali kelas tiba-tiba membawa banyak sekali anak-anak. Dan mereka adalah pangeran dan putri dari negara Kano!
"Mulai sekarang mereka akan menjadi teman baru kalian" guru itu mengumumkan nya dengan santai sambil tersenyum manis.
Dalam sekejap seluruh kelas menjadi ribut. Hanya kami, yang sudah tahu identitas mereka, mematung dalam diam.
Mereka mulai memperkenalkan diri satu persatu dan kelas semakin ribut. Mereka semua tidak tahu bahwa keluarga kerajaan dari kerajaan musuh akan belajar di akademi! Ini benar-benar tidak bisa mereka bayangkan!
Aku mulai mengerti kenapa kelas ini berkurang setengah. Kenapa mereka menyeleksi lagi murid-murid di kelas ini. Ternyata pangeran dan putri itu ingin di tempatkan di kelas ini. Aku benar-benar tidak bisa menduga ini. Ooh~ semuanya benar-benar sudah keluar dari alur cerita ah~
Aku memperhatikan ekspresi murid-murid lainnya. Mereka menatap keluarga kerajaan Kano dengan berbagai macam ekspresi. Ada yang menatap dengan mata penasaran, ada juga dengan ekspresi cemas. Lalu ada juga yang menatap dengan antusias. Tapi ada satu hal yang tidak terduga! Beberapa dari mereka ada yang menatap dengan penuh kebencian!
Deg! Ini mengejutkan. Mata mereka penuh dengan permusuhan. Seakan-akan ingin membunuh mangsa di depan mereka.
Setelah aku lihat lagi, ternyata mereka adalah anak dari bangsawan militer sama seperti ayahku. Dan kalau aku tidak salah, orang tua mereka meninggal dalam perang perbatasan.
Aku jadi tahu darimana kebencian ini berasal. Mereka pasti masih memendam rasa benci terhadap kerajaan Kano, kerajaan musuh. Karena kerajaan itu sudah membunuh orang tua mereka saat perang.
Aku sebenarnya agak cemas dengan tatapan mereka. Aku sangat berharap semuanya akan baik-baik saja. tidak akan terjadi hal yang buruk. Tapi entah kenapa perasaanku sangat tidak enak. Semoga saja ini hanya imajinasiku saja.
***
Dukung author dengan memberikan like sebanyak-banyaknya. Karena author mulai merasa bosan dan sangat butuh banget mood booster~
__ADS_1
Ditambah lagi kelelahan haa ~.~