Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Reina POV


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Eva terkena serangan bola mana dari Binatang sihir, tapi dia berhasil menyelamatkan dirinya. Dia juga menyelamatkan Louis dengan sihir penyembuhannya, sehingga kekuatannya diketahui oleh orang-orang terdekatnya.


Pertarungan masih berlanjut, tapi sudah mendekati akhir karena Robert berenca menyelesaikan semuanya.


***


Namaku adalah Reina. Aku hidup di panti asuhan selama bertahun-tahun. Dulunya aku punya ibu, tapi dia sudah meninggal. Aku sama sekali tidak melihat wajahnya. Ibu hanya memberiku hadiah kenang-kenangan agar aku selalu mengingatnya.


Hidupku di panti asuhan ini sangat buruk. Setiap hari kami harus mencari cara untuk bertahan hidup. Bahkan pihak panti asuhan meminjam uang kepada para rentenir. Sehingga mereka meminta bunga pengembalian yang sangat besar. Kami tidak sanggup membayarnya.


Suatu hari, aku berinisiatif untuk berunding dengan para rentenir tentang hutang panti asuhan kami. Aku sangat berani karena aku punya sesuatu rahasia. Rahasia yang membuat mereka menghormati ku. Rahasia itu tidak lain adalah aku seorang penyihir cahaya!


Aku baru mengetahui ini beberapa bulan yang lalu. Semenjak itu aku rutin melatih sihirku. Lalu aku mendengar bahwa penyihir cahaya ini sangat langka. Dan mereka sangat diidamkan di seluruh dunia. Jadi aku merasa sangat senang. Aku terbekati. Aku bisa melakukan apa pun. Dan yang paling penting, aku berbeda dengan anak-anak panti asuhan yang tidak berguna itu.


Lalu saat di tengah jalan, siapa yang mengira bahwa aku akan bertemu dengan anak pelayan. Dia gadis kecil yang sangat cantik. Kira-kira umurnya kurang lebih juga sama denganku. Dia gadis kecil yang baik. Dalam sekejap kami menjadi teman. Dan terlebih lagi dia ternyata pelayan dari rumah duke!


Saat itu, kami tersandung masalah dengan pihak bandit. Dan kami harus melindungi diri dari pengejaran. Gadis pelayan itu petarung yang sangat hebat! Bahkan dia juga punya uang dan pakaiannya cantik. Dalam sekejap aku menjadi sedikit iri padanya. Kenapa aku tidak hidup sebaik itu? Bahkan hidupku ini lebih buruk dari pelayan! Aku tidak bisa menerima hal ini. Aku yakin hidupku akan membaik setelah ini. Ayolah~ aku pengguna sihir langka. Aku yakin mereka akan mencariku.


Dalam pelarian, kami tiba di kamp aneh. Dan ternyata kamp ini milik putra mahkota!


Astaga! Aku belum pernah bertemu orang dengan posisi setinggi ini. Aku sangat gugup. Aku takut dihina.


Tapi ketakutan ku sama sekali tidak berarti. Putra mahkota sangat baik. Bahkan bicaranya pun sangat lembut. Aku sangat terpesona ah~ Dan jantungku berdegup kencang. Apalagi dia hanya bersikap seperti itu di depanku. Saat didekat gadis pelayan itu dia selalu bersikap dingin dan mereka selalu bertengkar. Apa aku spesial untuk nya?

__ADS_1


Aku sesekali menatap wajah tampan putra mahkota. Aku menyukainya. Dan kelihatannya putra mahkota memperlakukan ku dengan sangat baik. Dia tidam jijik padaku walau pun aku hanya seorang anak yatim piatu.


Kami berencana menginap di kamp itu. Putra mahkota menawarkan tendanya untuk tempat tinggal kami. Aku sangat senang. Aku bahkan mencium aroma putra mahkota di tenda itu.


Tapi ada yang tidak aku sukai. Dia adalah gadis pelayan itu! Gadis pelayan itu sama sekali tidak tahu tata krama. Selalu berbicara tidak sopan dengan yang mulia! Yang mulia juga selalu dingin terhadapnya. Bukankah berarti yang mulia juga tidak menyukainya?


Akhirnya tanpa sengaja aku mengutarakan ketidaksukaan ku padanya. Itu karena salahnya. Dia yang mulai duluan. Berani-beraninya dia menyentuh barang putra mahkota dengan tangan kotor nya itu. Dia sangat tidak pantas. Akhirnya kami bertengkar dan yang mulia tahu itu.


Aku sangat takut saat yang mulia muncul. Aku takut dimarahi karena pertengkaran ini. Tapi ternyata tidak. Putra mahkota hanya memarahi gadis pelayan itu! Ya memang dia yang salah! Aku merasa sangat percaya diri. Maksudku....yang mulia bersikap baik padaku karena dia lebih menyukaiku bukan?


Gadis pelayan itu pun melarikan diri. Ya lari saja! Dia sangat tidak berguna. Lebih baik dia pergi agar aku bisa berduaan dengan yang mulia.


Tapi apa ini?! Kenapa yang mulia menyusul nya? Yang mulia terlalu baik. Harusnya dia tidak perlu mengeluarkan usaha untuk membujuk gadis liar itu. Dia hanyalah seorang pelayan kurang ajar! Apa duke tidak pernah mengajarkan tata krama padanya?


Aku ingin lebih lama di kamp ini juga. Aku ingin lebih dekat dengan yang mulia. Tapi akh tidak punya alasan untuk menetap. Akhirnya aku dipulangkan dengan beberapa prajurit. Bahkan putra mahkota membantu panti asuhanku untuk membayar hutang-hutangnya. Apa dia melakukan semua ini demi aku? Ah~ aku sangat menyukainya. Aku tidak akan melupakan kebaikan yang mulia.


Beberapa tahun pun berlalu. Dan aku menerima kabar mengejutkan di ulang tahunku yang ke 10. Ayah biologisku datang untuk menjemputku! Aku tidak tahu aku punya ayah. Kapan kami bertemu? Dan terlebih lagi dia seorang bangsawan!


Orang itu bernama Marquis Zent. Dia mengenaliku dari barang peninggalan milik ibu. Setelah itu, aku pun dipindahkan ke mansion miliknya.


Saat aku pindah, aku benar-benar melihat dunia baru. Aku melihat mansion yang besar. Benar-benar sangat besar. Ada banyak sekali pelayan dan prajurit juga. Ini adalah kehidupan bangsawan yang selalu kurindukan dan hanya aku lihat dari jauh.


Aku menyadarkan diriku bahwa derajatku lebih tinggi sekarang. Aku adalah keturunan bangsawan!


Saat pindah, aku sangat khawatir dengan nyonya rumah yang pastinya tidak menyukai anak haram sepertiku. Tapi kecemasan ku tidak berarti karena nyonya rumah sudah mati. Hanya tersisa putrinya saja yang akan menjadi kakak tiriku.

__ADS_1


Aku hidup di mansion. Aku dilayani para pelayanan setiap hari. Aku tidur di kamar besar yang tidak pernah kubayangkan. Aku juga punya banyak sekali aksesoris dan baju-baju bagus. Aku sangat menyukai kehidupan ku di tempat ini. Apalagi saat aku memberitahu ayahku bahwa aku penyihir cahaya. Dia sangat senang dan langsung menyebarkan berita itu. Bahkan mengirimkan guru privat untuk melatihku. Dia ayah yang sangat baik.


Aku hidup dengan nyaman di mansion, tapi ada sesuatu yang menggangguku. Awalnya aku tidak menyadarinya dan menganggap diriku putri. Tapi semuanya salah besar! Vivian, kakak tiriku, adalah putri sebenarnya di rumah ini.


Dia memiliki kamar yang lebih besar dariku. Dia memiliki lebih banyak pelayan. Dia juga memiliki lebih banyak gaun-gaun bagus dan perhiasan. Terlebih lagi dia punya banyak uang saku. Bagaimana bisa seperti ini? Ini tidak adil bukan? Aku adalah saudara nya bukan pelayan. Aku juga bisa menikmati semua itu. Lagipula itu semua pemberian ayah. Anak kecil sepertinya tidak mungkin punya uang.


Aku akhirnya meminjam beberapa barang darinya. Setidaknya aku ingin memakai gaun-gaun bagus itu dan perhiasannya juga. Harusnya dia sadar diri dan tidak marah bukan? Melihat dari reaksinya sepertinya dia tidak keberatan aku meminjamnya. Yah, kami kakak dan adik, jadi kami harus saling berbagi.


Sampai kejadian itu terjadi. Dia tiba-tiba marah dan menuduh ku mencuri. Aku sama sekali tidak mencuri oke. Aku hanya meminjam! Bukankah dia baik-baik saja selama ini kalau aku meminjam barangnya? Lalu kenapa dia marah sekarang? Apa karena ayah sedang tidak ada, jadi dia menunjukkan sifat jahat yang sebenarnya. Saat ayah ada, dia berpura-pura baik dan mentolerir ku meminjam barangnya. Tapi saat ayah pergi, dia dengan jahat menargetkan ku. Akhirnya aku pun dikurung di penjara bawah tanah. Ada beberapa yang membelaku dan membantu ku, tapi mereka tidak bisa berbuat banyak karena dia anak dari nyonya.


Aku kedinginan di penjara itu. Walau pun aku pernah hidup di panti, kondisi penjara ini jauh lebih buruk dari tempat itu. Aku tidak bisa tidur. bahkan makanan yang dikirimkan terasa menjijikkan bagiku. Keadaanku cukup menyedihkan saat itu


Hanya ayah harapanku satu-satunya. Lihat saja saat ayah datang nanti. Aku pasti akan melaporkan semuanya! Dan aku harus terlihat lebih menyedihkan agar bisa memperoleh simpati lebih dari ayah!


Akhirnya saat itu tiba. Ayah pulang dan mengunjungi ku di penjara. Aku langsung menangis pilu saat melihatnya. Aku menceritakan segalanya bahwa kakak menuduh ku mencuri. Dia bahkan memenjarakan ku dan tidak memberiku makan, agar kondisiku menyedihkan.


Dan tentu saja aku berhasil. Ayah murka, dia bahkan memaki orang itu hahaha


Akhirnya dia diusir dari mansion.


Tidak ada lagi putri dari nyonya. Aku putri satu-satunya di mansion ini. Semua pelayan melayaniku. Semua mansion milikku. Kamar itu, gaun itu, perhiasan dan semua yang ada di sini adalah milikku. Aku tidak perlu berbagi dengan orang lain lagi


Oh iya, aku juga akan masuk ke akademi. Aku tidak sabar. Aku ingin bertemu yang mulia. Aku sangat merindukannya.


Jangan Lupa Like 😟

__ADS_1


__ADS_2