Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Belajar


__ADS_3

Cerita Sebelumnya: Eva menemui Dean Cristal, gurunya, untuk memberikan salam. Robert mengantarnya dan berjanji akan menjemputnya kembali. Mereka berencana untuk berlibur setelah ini. Dean Cristal ingin mengajari Eva dan pelatihan sihir Eva pun dimulai...


***


"Sekarang aku akan mengajarimu cara untuk berteleportasi" kata Dean Cristal.


"Ini adalah mantranya, kau bisa mengucapkan mantra dasar ini dalam hati sambil mengedarkan mana dalam tubuhmu. Bayangkan sosokmu berpindah secara perlahan ke tempat yang kau inginkan. Tapi ingat, kau hanya bisa berteleportasi ke tempat yang pernah kau kunjungi sebelumnya.


Aku mengangguk mengerti.


"Cobalah teleportasikan dirimu ke depan pintu itu" kata Dean Cristal sambil menunjuk.


Aku mulai menutup mataku, lalu mengedarkan mana di dalam tubuhku. Lalu mulai membaca mantra dalam hati dan membayangkan bahwa aku berpindah tempat.


Aku merasa manaku menyebar dalam tubuhku. Lalu perlahan perasaan hangat mulai terasa di seluruh tubuhku dan aku merasa seperti tubuhku terangkat, terbang. Aku membuka mataku saat rasa hangat itu mulai menghilang. Dan aku sudah berpindah tempat...


"Aku berhasil guru!!" teriakku senang.


"Kau memang anak yang jenius" puji Dean Cristal sambil tersenyum.


"Aku akan memberikanmu buku mantra lanjutan untuk sihir elemen udara" sebuah buku muncul di udara kosong lalu mulai terbang ke arahku.


Aku mengambilnya dan mulai membuka buku itu. Ada berbagai macam mantra sihir di dalamnya. Serta tahap-tahap untuk melepaskan mantra sihir itu.


"Terima kasih guru" ucapku penuh syukur.


"Oh, kau juga menguasai elemen air bukan?" sebuah buku muncul lagi. "Ambil ini juga" buku itu mulai terbang ke arahku dan aku mengambilnya.


Ini buku mantra lanjutan untuk sihir air!


"Oh? Aku lupa menanyakan ini. Apa kau memiliki elemen lainnya? Apa saja elemen sihir milikmu?"


Seketika tubuhku langsung membeku. Aku bingung menjawabnya. Haruskah aku memberitahu guruku bahwa aku menguasai semua elemen? Atau aku berbohong saja?


"Eva?"


Uwah!!


Aku harus menjawab apa!!


"Ummm...." aku bergumam ragu.


"Aku menguasai beberapa elemen...guru..."


"Oh? Apalagi? Aku perlu tahu elemen spesifikmu untuk bisa memberikan mantra lanjutan lain yang cocok"


"Oh...itu bumi...."


"Oh, baiklah" seketika buku lainnya datang padaku.


Ohhh....ada berapa banyak buku yang dimiliki guru? Kalau aku bilang semua elemen yang kumiliki bukankah aku akan mendapatkan banyak buku mantra?


"Kau benar-benar mempunyai tiga elemen. Kau mengikuti ayahmu"


"...."


"Ya....hahaha" aku menjawab salah tingkah sambil menggaruk kepalaku.


Uwah!! Aku begitu bimbang. Haruskah aku bilang? Atau aku diam saja? Tapi aku ingin menjadi kuat. Buku-buku mantra itu bisa membantuku untuk menjadi lebih kuat. Haruskah aku jujur saja...?


"Guru...aku..."

__ADS_1


Aku hampir saja mengucapkannya dan tiba-tiba peringatan ayahku bergema di kepalaku.


Jangan Beritahu siapa pun sampai kau bisa melindungi dirimu sendiri!


Aku tidak mau melanggar perintah ayahku. Aku kembali mengingat masa-masa bahaya yang kualami karena kecerobohanku sendiri. Aku tidak mau mengulanginya. Memiliki hasrat untuk menjadi kuat memang boleh, tapi percuma saja kalau berada dalam bahaya bukan? Apalagi menguasai semua elemen itu adalah hal yang tabu!


"Ada apa Eva?"


"Tidak apa-apa guru" aku dengan tanggap menjawab.


"Baiklah, cobalah untuk memahami salah satu mantra dan mencobanya. Kalau kau berhasil dalam percobaan pertama, berarti kau adalah tipe yang bisa belajar sendiri. Aku akan tenang melepasmu dan membiarkanmu berlatih dimana pun. Tapi, kalau kau masih tidak mengerti dan gagal memahami mantranya, aku akan mengajarimu secara pribadi sampai bisa. Tapi, akibatnya kau harus sering berkunjung kemari"


Aku mengangguk mengerti dan mulai mempelajari buku mantranya. Aku mencoba untuk mempelajari mantra udara. Salah satu mantra sihir lanjutan yang pertama kali kulihat adalah 'Gravity'. Ini mirip dengan mantra yang digunakan Duke Caro saat dia mulai menekan udara di sekitar kami. Mantra 'Gravity' ini adalah mantra untuk membuat tekanan udara di sekitar kita menjadi berat dan mempersulit pergerakan lawan. Mantra Graity ini memiliki 6 level, dari level 0 dan level 5. Mantra yang dikuasi oleh Dean Caro mungkin sekitar level 3 atau 4.


Baiklah...aku akan mencoba mantra level 0. Aku harap aku berhasil....


Aku memejamkan mataku dan mengedarkan mana, lalu mulai merapal mantra. Aku merasakan rasa hangat yang familiar mengalir dalam tubuhku. Kemudian aku mulai mengangkat tanganku dan melepas elemen udara. Aku membayangkan bahwa udara disekitarku semakin berat dan semakin berat.


PRANG!


Aku langsung membuka mata dan membatalkan sihirku. Ternyata, salah satu pot bunga milik Dean Cristal pecah.


"Kau berhasil" kata Dean Cristal sambil tersenyum.


Yah, kelihatannya aku berhasil. Aku berhasil membuat gravitasi di sekitarku bertambah, sehingga pot bunga itu tidak bisa menahan tekanannya dan pecah.


"Aku akan mencobanya lagi guru" kataku. Kali ini aku akan melakukannya dengan mata terbuka. Aku mencoba mantra itu untuk yang kedua kalinya. Dan,


PRANG! Pot bunga lainnya pecah.


"Guru, guru aku berhasil lagi!" teriakku senang. Aku tidak bisa mengendalikan diriku dan berjingkrak-jingkrak.


"Sampai kapan kau akan merusak pot bungaku?" katanya tidak senang.


Aku langsung berhenti berjingkrak. Dan menatap guru dengan mata menyesal.


"Maaf...."


"Hahaha..." Dean Cristal langsung tertawa geli.


"Aku hanya bercanda. Bagaimana mungkin aku memarahi muridku sendiri hanya untuk sekelompok tanaman" guraunya.


"Hahaha..."


"Walaupun begitu...aku tidak akan melakukannya lagi..." kataku ragu-ragu.


"Jangan khawatir. Mereka hanya tanaman biasa" kata Dean Cristal sambil melambaikan tangannya. Dan pot-pot pecah yang berserakan itu segera hilang dari pandangan. "Tanaman berhargaku ada di dalam. Tidak mungkin aku akan membuat mereka menjadi tanaman penjaga hahaha"


"....."


Aku benar-benar tidak tahu harus menjawab apa kali ini.


"Kelihatannya aku bisa tenang melepasmu untuk berlatih sendiri. Jangan melupakan latihanmu saat kau kembali ke mansion oke?"


Aku mengangguk yakin. "Tentu saja guruu"


"Kapan Robert akan menjemputmu?"


"Oh?" aku baru teringat. "Master akan menjemputku saat aku selesai"


"Baiklah, aku akan menghubunginya" Dean Cristal segera menggunakan sihir telepati dan menghubungi Robert agar menjemputku.

__ADS_1


"Guru~ aku juga mau belajar telepati"


"Baiklah"


Dean Cristal mengajariku cara melakukan telepati. Kita hanya harus membayangkan orang yang pernah kita temui. Ada salah satu syarat yang harus dipenuhi agar telepati berhasil yaitu, pihak penerima telepati harus menyetujui sinyal dari pengirim. Apabila ditolak, sihir tidak akan berhasil.


Oh? Aku mengerti prinsipnya. Ini seperti saat kita menelpon seseorang di bumi. Penerima telpon harus menekan tombol 'terima' agar dapat tersambung dengan sang penelpon. Dan sang penerima telpon itu juga bisa menolak telpon dari sang pengirim.


Aku sangat ingin mencobanya. Jadi aku iseng-iseng menentukan seseorang yang harus kupanggil. Siapa ya?


Ayahku?


Aku mulai membayangkan ayahku dan mengedarkan sinyal telepati ke ayahku. Dan dalam sekejap sinyalnya di terima.


"Pa..."


"Siapa kau?" potong Duke Court tiba-tiba dengan suara dingin.


"....."


"Apa kau dari wilayah perbatasan? Bagaimana kau bisa menghubungi? Dasar tidak tahu malu! Aku akan kesana dan segera mengha..."


Aku langsung mematikan sinyal telepati dan perkataan Duke langsung terputus.


Kelihatannya aku benar-benar menelpon di saat yang salah. Kelihatannya ayah bodoh itu sedang sibuk.


Baiklah, mari kita merubah targetnya~


Aku harus menghubungi siapa? Sia-sia kalau menghubungi Robert, karena dia sedang menuju kemari. Atau aku harus menghubungi Denis?


Hmmm, ini bisa dicoba, lagipula Denis tidak akan tahu siapa yang menghubunginya. Aku hanya berpura-pura saja sebagai orang asing dan tidak mengenalnya. Bukankah ini asik?


Aku mulai membayangkan Denis dan mengirim sinyal telepati padanya.


Dalam sekejap sinyal langsung diterima!


"Siapa?"


"Halo...."


"Eva?"


Eh? Dia tahu ini aku? Bagaimana bisa?


"Halo Denis, kau tahu aku?"


"Aku selalu tahu suaramu"


"Oh?" seketika antuasiasme diriku menghilang.


"Aku hanya sedang mencoba sihir baru, maaf menganggu" kataku dengan nada lesu.


"Tunggu. Aku akan kesana" kata Denis tiba-tiba.


"Apa? Kemana?" tanyaku bingung.


"Menemuimu" tiba-tiba suara yang manis terdengar.


Aku langsung merinding. Ini tidak mungkin Denis! Aku pasti mengirim sinyal telepati ke orang yang salah! Sebelum ini berlanjut, aku langsung mematikan sinyalnya.


'Kalau itu benar-benar Denis, dia pasti sakit' pikirku. Dan aku secara perlahan melupakan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2