
Cerita Sebelumnya:
Nenek pengguna sihir gelap itu bersikeras agar Eva menerima ramuan cinta. Walaupun Eva sudah menolaknya berkali-kali tetapi nenek tetap bersikukuh. Akhirnya Eva menyerah dan mengambil ramuan itu. Nenek itu menanyakan sihir gelap yang dia ketahui. Eva memberitahunya bahwa dia mempelajari sihir membuat dimensi, Eva mengira itu sihir teleportasi. Ternyata itu sihir berbahaya yang membuat kehancuran bukan sihir teleportasi. Eva berjanji tidak akan menggunakan sihir itu lagi. Nenek mulai menceritakan bahwa sihir itulah yang membuat nama penyihir gelap menjadi jelek. Nenek itu terbawa emosi dan menceritakan kisah masa lalunya sebagai penyihir gelap. DIa menceritakan bahwa penyihir gelap dikucilkan di negara sendiri bahkan dikhianati oleh orang terdekat. Setelah bercerita nenek itu memberikan Eva sebuaha liontin untuk mengatur arus mana dalam tubuhnya dan juga buku mantra. Percakapan mereka berakhir dan Eva pamit. Saat Eva akan keluar dari tempat itu, dia melihat sosok yang dia kenal, itu Charlotte.....
***
"Charlotte?" aku berkata. "Eh....maksudku putrii.." aku dengan cepat mengoreksi perkataanku, karena itu tidak sopan. Charlotte lebih tua dariku, itu tidak sopan memanggil seorang kakak perempuan dengan namanya.
Charlotte menatap Eva dengan ekspresi datar. "Halo, putri duke"
"Apa yang putri lakukan di tempat ini?" tembakku langsung.
AKu benar-benar tidak bisa menghubungkannya. Ini toko sihir kegelapan. Bagaimana bisa seseorang yang memiliki elemen cahaya yang sangat kuat datang ke toko sihir gelap? Ini tidak masuk akal dalam pikiran orang normal.
"Dia tamuku" jawab sang nenek.
Aku mengalihkan tatapanku ke nenek itu. "Putri adalah kerabatmu....nenek?" tanyaku ragu.
Nenek itu menggeleng kecil. "Dia hanya seorang kenalan" jawabnya pelan.
Aku mengangkat alisku "Oh?"
"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu. Terima kasih nenek. Sampai jumpa nanti putri..." aku memberi salam selamat tinggal pada mereka.
Mereka berdua mengangguk kecil.
Aku pun menghampiri Robert yang sedang duduk melamun di sudut ruangan. Dia menatap kosong keluar jendela.
Uaaahh...dia benar-benar keren saat berekspresi seperti itu. Aku menyukai mata sendu dan bibirnya hehehe
Benar-benar cantik, eh bukan, maksudku tampan...
Saat disekitarku Robert jarang bersikap keren kau tahu, dia lebih sering bersikap bodoh, karena itulah ketampanannya sedikit berkurang.
Hmm, bisa dibilang dia satu tipe dengan ayah bodoh itu? Mereka sama-sama memiliki dua sisi, sisi keren dan sisi bodoh.
Saat melihat Eva menghampirinya, Robert membuyarkan lamunannya.
"Sudah selesai?"
Aku mengangguk "Sudah"
"Kenapa lama sekali?" tanya Robert sambil berdiri.
"Yah, ada banyak hal yang dibicarakan."
Kami pun berjalan menuju pintu keluar. Tapi aku menghentikan langkahku sebentar dan menoleh ke belakang. "Masterr, kau tahu kenapa putriii menara sihir itu kemari?"
Robert juga menoleh ke belakang, lalu kembali menatap Eva "Mereka kenalan lama"
__ADS_1
"Oh? Aku kira dia kemari karena ramuan..."
Puh! Aku langsung menutup mulutku!
Wahhh, dasar bodohhh.....
Aku hampir saja tidak sengaja menyebut ramuan cinta.
Ini bisa gawat kalau sampai Robert tahu. Bukan hanya Robert, tidak boleh ada seorang pun yang tahu bahkan orang tuaku...
"Ramuan apa?" timpal Robert penasaran. "Ramuan apa yang bisa membuat Charlotte sampai ke tempat ini?"
"Hee.... Ramuan itu tidak berguna bagi penyihir cahaya hehehe" kataku salah tingkah.
"Itu ramuan untuk memperkuat mana"
"Oh, begitu..."jawab Robert.
Dari nada bicaranya, kelihatannya dia tidak tertarik dengan ini bukan.
Phu~ aku menghela napas.
Syukurlah dia tidak curiga.
"Mastera, ayo kita pergi~" ajakku sambil memegang tangannya.
"Sudah hampir malam, kelihatannya aku harus menginap. Tapi sebelumnya kita ketemu kakek dulu"
Mereka pun keluar dari toko itu.
***
Setelah Eva dan Robert meninggalkan tempat itu. Sang Nenek dan Charlotte saling bertatapan di dalam ruangan itu.
"Aku berterima kasih atas pertolonganmu selama ini" kata Charlotte memulai perkataan. "Kalau tidak ada dirimu, aku tidak akan bisa bertahan sampai saat ini"
"Bukan apa-apa. itu sangat disayangkan bila generasi muda semakin menipis" jawab sang nenek datar.
"Tapi...bolehkah aku meminta tolong untuk yang terakhir kalinya...?" Charlotte berkata agak pelan sambil menundukkan kepalanya malu.
"Oh? Minta tolong apa?" tanya nenek itu agak bersemangat.
Charlotte dengan cepat mengeluarkan selembar foto dari saku gaunnya, lalu,
TAK! menamparnya dengan keras di atas meja "Aku sudah menemukan pelakunya!" kata Charlotte sangat dingin.
"Aku sudah menemukan penyihir gelap yang membunuh orang tuaku. Aku minta tolong padamu, apa kau pernah melihat wanita ini? Aku ingin informasi itu dan aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri sebagai penebusan karena kematian ayahku" jelas Charlotte dengan benci.
Sang nenek terdiam. Dia melirik foto di atas meja dalam diam.
__ADS_1
Foto di atas meja itu adalah foto seorang wanita. Wanita itu sangat cantik. Tapi matanya yang tajam menunjukkan bahwa dia orang yang dingin. Bibirnya tipis memukau. Rambut hitamnya bergelombang sangat cocok dengan wajahnya yang tirus. Dia adalah wanita yang cantik. Tapi apabila Eva melihatnya, dia akan merasa tidak asing. Kenapa? Karena figur wanita itu mirip dengan penjahat-penjahat yang ada di dalam buku komik dan cerita kartun.
"Aku tidak mengenalnya..." jawab nenek itu pelan.
Matanya berbinar sedikit menyedihkan, tapi Charlotte tidak mengetahuinya.
"Aku mohon padamu nenek. Kalau kau menemukan wanita ini beritahu aku! Aku benar-benar tidak ingin orang yang aku benci hidup dengan nyaman setelah dia menghancurkan hidupku!"
Sang nenek mengangguk. "Baik aku akan memberitahumu"
Charlotte berdiri dan menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Terima kasih nenek. Aku benar-benar berterima kasih bahwa kau sudah membantuku selama ini. Kau adalah satu-satunya kenalan yang aku punya di dunia ini dan memiliki hubungan yang paling lama denganku, disaat aku hidup sebatang kara tanpa siapapun" kata Charlotte dengan nada sedih, ekspresinya penuh dengan suka cita.
Sang nenek tersenyum ramah. "Tidak apa-apa, gadis kecil. Kau sudah kuanggap sebagai cucuku sendiri. Jangan menunduk seperti itu". Nenek itu mengelus rambut Charlotte dengan penuh kasih.
"Sekarang nenek tidak usah khawatir lagi. Aku sudah bisa mengurus hidupku sendiri. Aku sudah mandiri" kata Charlotte sambil tersenyum percaya diri.
"Iya, aku percaya padamu"
"Kalau begitu nenek, aku akan permisi dulu. Aku akan kembali ke menara sihir" Charlotte memberikan hormat sekali lagi.
"Iya, jaga dirimu baik-baik"
Charlotte pun pergi meninggalkan tempat itu.
Sang nenek masih duduk diam. Dia termenung selama beberapa menit, sampai dia memejamkan matanya secara perlahan. Mata sang nenek terpejam dan tiba-tiba sosoknya bersinar. Sinar itu sangat menyilaukan pandangan. Tapi kejadian hanya berlangsung beberapa detik sampai cahaya perlahan memudar, dan menampakkan sesosok wanita yang duduk.
Sang nenek merubah dirinya menjadi sesosok wanita. Dan wanita itu menatap foto wanita yang mirip dengan dirinya di atas meja. Dia menatapnya dalam diam lalu mulai membelai foto itu.
'Apakah aku sudah hidup terlalu lama?'
'Apa tindakanku salah karena menyelamatkan nyawa anak dari pria itu?'
"Mendengar gadis itu berkata 'aku tidak akan membiarkan penjahat yang menghancurkan hidupku, hidup dengan nyaman', aku merasa sangat miris. Kenapa? Karena hidupku sama sekali tidak nyaman, sama sekali tidak damai. Hidup kami, para penyihir gelap, tidak pernah bahagia" wanita itu bergumam dan perlahan butir-butir air mata mulai mengalir ke pipinya.
"Apa aku benar-benar harus membunuh anak itu? Kenapa aku membesarkan musuhku sendiri?"
Tiba-tiba, bayangan Eva terlintas dalam benak wanita itu. "Putri Duke itu, aku berharap dia tidak berakhir tragis..." gumamnya perlahan. "David...aku sudah menemukan orang itu. Orang yang dapat membersihkan semua dosa-dosamu dan memberi kebebasan kepada kita, para penyihir gelap. Aku harap gadis itu berhasil..."
***
Dear, para pembaca
author benar-benar berterima kasih atas dukungan kalian selama ini (baik itu vote, like, dan ratingnya)~
author sebenarnya tidak terlalu memerlukan vote 😅
author hanya berharap kalian meninggalkan jejak saat membaca cerita ya (seperti like)~
Dan jangan ada yang nurunin rating ceritanya ya (seperti novelku di sebelah, padahal masih seumur jagung tapi sudah tragis T.T ). Kalau ada yang nggak suka sama ceritanya, tinggal dilewatin aja, jangan sampai iseng-iseng memberikan rating 1....
__ADS_1
Karena novel "Aku Reinkarnasi menjadi gadis jahat" ini sudah dikontrak, kemungkinan author akan update 1 atau 2 chapter sehari, untuk memenuhi kewajiban~ (kecuali berhalangan menulis)