
cerita sebelumnya:
Sayn memberitahu Eva rencananya untuk membunuh Raja. Dia bahkan bertanya apakah dia akan menjadi Raja yang lebih baik daripada Denis. Tentu saja Eva tidak bisa menjawabnya.
Sayn itu pun menghilang setelah nya dan tidak pernah muncul keesokan harinya. Walaupun Eva bisa melihat para pangeran dan putri sudah menghadiri kelas. Dan juga ada wajah asing. Dia adalah pangeran Erick, yang tidak pernah diduga oleh semua orang bahwa pria itu akan ikut kelas di akademi kerajaan.
***
Pangeran Erick tersenyum kecil. Sebagian besar siswa menanyakan alasan kenapa Kerajaan nya tidak melakukan apapun terhadap penyihir gelap yang bersembunyi di kerajaan mereka.
Pangeran Erick menjawab semua pertanyaan dengan tenang dan wajah datar. Semuanya jawabannya adalah sama "Kami memang tidak melakukan nya karena itu tidak perlu"
Jawabannya sangat ambigu dan tidak jelas, membuat siswa lainnya bertanya lebih jauh. Tapi Pengeran Erick tidak merespon nya saat mereka bertanya dua kali. Dia mengabaikan nya seolah-olah dia tidak mendengar pertanyaan itu sama sekali.
"Um..." Reina tiba-tiba maju dengan sikap malu-malu dan berkata "Aku bisa membantumu " katanya.
Pangeran Erick memiringkan kepalanya bingung karena tidak mengerti.
"Aku bisa membantumu melacak penyihir gelap dengan sihir cahayaku" lanjutnya lagi dengan sedikit percaya diri.
Pangeran Erick tersentak sebentar sebelum akhirnya tersenyum canggung. "Tidak perlu. Kami punya banyak penyihir cahaya untuk melacak mereka. Jadi tidak perlu membahayakan gadis kecil seperti mu" katanya sopan.
Reina membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu. Seperti nya berusaha menyakinkan Erick. Tapi pria itu berkata. "Aku akan pulang lebih dulu" katanya sambil melihat semua orang.
Pangeran Erick beranjak dari kursinya, ingin pergi keluar ruangan. Tapi tiba-tiba dia melihat Eva dan mereka bertatapan. Pangeran Erick mengeluarkan senyum penuh arti, dan merubah arah langkah nya menuju ke arah Eva duduk.
Saat melihat pemuda itu berjalan ke arahku, aku sedikit gugup. Kenapa dia kesini? Aku tidak mengenalnya sama sekali.
Saat Eva sibuk dengan pikirannya, pangeran Erick sudah tiba di depan matanya.
"Nona Eva" katanya
__ADS_1
"Ya" aku dengan cepat menjawab, dengan nada sedikit kaget.
"Aku pernah mendengar tentang nona. Nona sangat terkenal. Bisakah kita berteman?" dia bertanya.
Aku memiringkan kepalaku bingung. Berpikir bagaimana aku bisa terkenal. Aku kira aku tidak melakukan hal mencolok, bagaimana mungkin keberadaan ku sampai diketahui kerajaan yang letaknya begitu jauh?
"Tidak masalah. Saya juga senang berkenalan dengan Yang Mulia" aku berdiri dan memberi hormat dengan gaya bangsawan.
"Jangan bicara terlalu formal. Kita akan menjadi teman sekelas selama beberapa bulan ini" kata pangeran Erick. Dia tiba-tiba mengambil tengan Eva dan mencium punggung tangannya. "Senang berkenalan denganmu Eva Van Court. Putri Duke Court" kata nya.
Aku membeku dan tidak tahu bagaimana merespon nya. Jadi aku hanya mengangguk kecil.
"Sampai bertemu lagi nanti" Pangeran Erick melepaskan pegangannya dan segera melambai pada Eva.
Aku menatap punggung pemuda itu sampai dia menghilang dari ruangan. Karena perlakuan pangeran Erick, aku menjadi pusat perhatian. Aku bisa merasakan banyak mata yang menembak ke arahku. Membuatku sedikit bergidik.
"Eva..." lalu tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggil ku. Dia adalah gadis bangsawan dari Kerajaan Kano yang duduk di samping ku.
"Eh? Aku?" aku menunjuk diriku sendiri tidak percaya.
"iya" gadis itu mengangguk. "Namaku Berta" katanya malu-malu. "Bisakah kita berteman?"
Aku mengerjap kan mataku beberapa kali dan menjawab. "Tentu saja"
Dan saat itu, aku mendapat kan seorang teman baru. Seorang gadis kecil dari kerajaan Kano. Ayahnya adalah seorang Marquis.
***
Pangeran Erick kembali ke aula istana setelah kelasnya selesai. Disana ayahnya dan juga Raja Kano sudah menunggu nya. Raja Albion akan kembali ke negaranya hari ini. Mereka juga sudah membuat lingkaran sihir yang menghubungkan kedua kerajaan itu secara rahasia.
Lingkaran itu terletak di dekat gerbang luar ibukota. Terletak di tepi hutan. Cukup tersembunyi karena ada penghalang yang ditempatkan disana dan ada para prajurit yang berjaga di dalam penghalang.
__ADS_1
Setelah mengucapkan salam perpisahan pada tuan Rumah, Raja Albion kembali dengan setengah kelompok prajurit yang dibawanya. Setengah kelompok prajurit masih tetap di kerajaan Kano untuk menjaga Pangeran Erick.
Lingkaran Sihir tidak bisa menampung banyak orang, jadi mereka harus secara bergantian menggunakan nya. Dan tentu saja Sang raja mendapatkan giliran pertama.
Pangeran Erick dan Raja Albion berada di dalam kereta saat ini. Pangeran ingin mengantar kepergian sang ayah sampai di depan gerbang. setelah melihat ayahnya pergi dengan selamat, dia akan kembali ke kerajaan lagi.
"Bagaimana dengan akademinya?" tanya sang Raja.
"Tidak buruk. Tapi aku kira sistem kerajaan Well lebih cocok dengan sistem kita" Pangeran Erick mengomentari.
"Kau benar. Tapi kita belum bisa menginjakkan jejak di kerajaan itu untuk sekarang" kata Raja Albion lirih
"Kenapa? Aku ingin menanyakan padamu tentang hal ini sejak lama. Kenapa kah begitu terobsesi dengan kerajaan itu dan juga Duke Court?" tanya Pangeran Erick penuh selidik. Ayahnya menyembunyikan sesuatu darinya dan dia tidak menyukai hal itu sama sekali.
Raja Albion menatap putranya penuh arti, lalu dia berkata. "Karena aku belum yakin." katanya sedih. "Setelah tiba waktunya, aku akan memberitahu mu segalanya"
Pangeran Erick mengerutkan keningnya, tidak puas dengan jawaban Raja sama sekali. Tapi dia tidak bertanya lagi.
Suasana menjadi canggung dan sunyi selama beberapa saat. Sampai akhirnya, mereka pun tiba di tempat tujuan.
Raja segera turun dari kereta. Pangeran membantunya turun.
"Aku tidak akan membawa keretanya. Kau bisa menggunakan disini" kata Raja. Dia bersama beberapa prajurit lainnya langsung menuju ke tengah lingkaran transportasi.
Disana sudah ada beberapa penyihir senior yang menunggu mereka. Para penyihir itu akan mengaktifkan lingkaran sihir dengan mana mereka. Sehingga kasus lingkaran sihir tidak bisa digunakan karena kekurangan mana, tidak akan terjadi.
"Jaga dirimu baik-baik putraku" Raja Albion melambai untuk yang terakhir kalinya.
"Kau juga. Jaga kesehatan mu"
Raja Albion mengangguk kecil sambil tersenyum. Pria tua itu bersama beberapa orang lainnya oun menghilang dari depan matanya.
__ADS_1
Setelah Raja kembali, Pangeran tidak menunggu lebih lama di tempat itu. Dia segara kembali ke kerajaan dengan kereta dan sang kusir.