Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Babak Pertama 17


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Mereka mengikuti jejak sang penyihir hitam. Jejak itu terhenti di kawasan hutan sekitar karena target yang dicari bersembunyi.


Ketua Tim Komunitas Pengembara menggunakan sihir bumi tingkat tingginya untuk mengeluarkan penyihir gelap yang bersembunyi itu. Sehingga semua orang mengepung sang penyihir gelap untuk merebut bola kristal yang telah dicuri.


Penyihir gelap sedikit mengancam. Tapi Robert tidak terpengaruh seperti yang lainnya dan langsung menghajar sang pencuri. lalu Robert mengambil kantung rahasia miliknya, mengeluarkan bola-bola krista. Dengan sigap dia mengambil bola kristal nomor 1 lalu melempar sisanya untuk tim lainnya.


Tim Komunitas Pengembara mengambil bola kristal nomor 2. Tim Byanagan mengambil bola kristal nomor 3. Hanya tersisa bola nomor 4.


Tim Jiwa Sihir tidak menginginkannya. Mereka menginginkan bola nomor 1. Sehingga terjadilah pertarungan untuk memperebutkan bola krista nomor 1 itu.


***


Setiap dari kami memiliki lawan masing-masing dari Tim Jiwa Sihir. Lawanku sendiri adalah salah satu penyihir cahaya yang sebelumnya menghancurkan penghalang. Aku tidak tahu elemen lainnya dari Penyihir cahaya ini. Tapi yang pasti dia memiliki elemen udara karena bisa terbang dengan mudah. Bisa saja dia memiliki elemen rahasia lainnya yang belum dikeluarkan.


Aku melihat lawanku. Dia adalah seorang pria seumuran Jean dengan luka gores di pipi kirinya. Sebenarnya orang ini sangat mudah dikenali karena dia memiliki bekas luka di wajahnya.


Pria itu menatapku dengan ekspresi dingin.


"Aku harus berhadapan dengan gadis kecil. Benar-benar jackpot" katanya meremehkan.


Bibirku berkedut saat mendengar perkataannya. Aku memang kecil, tapi belum tentu aku lemah oke. Aku benar-benar ingin cepat-cepat menghajar orang ini.


Pria itu mulai mengeluarkan sihirnya. Kali ini aku melihat dia menggunakan elemen air. Ternyata dia memiliki tiga elemen. Ini cukup wajar. Semua orang yang mengikuti pertandingan ini adalah orang-orang terpilih dan terkenal sebagai jenius di organisasi mereka.


Dia mengeluarkan sihir tingkat tinggi dan mulai membentuk bola air raksasa.


"Aku akan mengakhiri ini secepat mungkin. Aku tidak ingin membuang waktuku" katanya dengan penuh percaya diri sambil menyipitkan matanya.


Jujur saja, aku belum pernah melihat sihir air yang menakjubkan seperti itu. Aku bisa membuat bola-bola air kecil. Tapi untuk ukuran raksasa seperti ini, aku belum pernah mempelajarinya.


Saat bola air raksasa itu mulai terbentuk, dia mengarahkannya padaku.

__ADS_1


Aku langsung dengan cepat mengeluarkan sihir air lainnya. Aku mengubah elemen airku menjadi es dan membuat sebuah lingkaran es mengelilingi tubuhku.


Bola air raksasa itu mulai mendekat. Sepertinya dia ingin aku terjebak di dalam bola air itu lalu secara perlahan tidak bernapas karena tenggelam.


Sayangnya, rencananya sama sekali tidak berhasil. Bola air raksasa itu menyentuh lingkaran es besar yang mengelilingi tubuhku.


Lalu KRAK! Secara perlahan bola air itu berhenti bergerak dan membeku.


Pria itu terkejut. Bagaimana bisa sihir tingkat tinggi miliknya bisa dihentikan dengan sihir tingkat rendah seperti itu?


Lalu, tiba-tiba dua buah bayangan mendekat ke arah kami.


BRAK! Bayangan itu dengan keras menghantam bola es raksasa yang baru saja terbentuk. Menghancurkannya menjadi keping-kepingan es.


Aku memperhatikan sesuatu yang menabrak bola es yang kubuat. EH? Mereka tidak asing! Aku mengenal mereka! Itu Jean dan Hans.


Aku melihat tubuh Jean dan Hans sudah terkapar di antara tumpukan es lalu secara perlahan tubuh mereka menjadi cahaya dan menghilang.


Astaga! Jean dan Hans benar-benar sudah dikalahkan oleh tim lawan. Aku bahkan tidak tahu apakah kondisi mereka baik-baik saja karena mereka langsung pingsan di tempat dan menghilang. Bukankah ini terlalu cepat?


Tidak, tidak, jangan berpikir buruk dulu. Wajar saja Jean dan Hans kalah dengan cepat. Mereka adalah dua orang dengan poin terkecil yang ada di kelompok kami.


Lalu aku melihat ke samping. Dua orang lainnya dari Tim Jiwa Sihir mulai datang ke arahku.


Mereka menyerang!


Mereka benar-benar menyerangku dengan sihir api dan angin!


Untung saja aku dengan cepat membuat perisai bumi dan melangkah mundur. Aku cukup bersyukur punya refleks melarikan diri yang cukup bagus.


Aku melihat Tim lawan yang berada di depanku. Sekarang lawanku bertambah menjadi tiga orang. Hei, bukankah ini tidak adil? Bagaimana kalian bisa mengepung gadis kecil sepertiku dengan banyak sekali orang?


"Kau masih belum selesai? Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


"Dia hanya gadis kecil. Apa kau sedang bermain-main"


Dua orang pendatang itu mulai menyuarakan protes mereka pada rekan mereka.


Pria dengan bekas luka di wajah itu langsung mengernyitkan keningnya tidak senang. "Aku tidak bermain-main. Aku akan menyelesaikan semuanya dengan cepat"


"Cepatlah"


"Kita harus membantu ketua tim setelah ini"


Dia merespon dengan mengangguk.


Lalu dengan cepat dia mengarahkan serangan sihir lainnya pada Eva. Kali ini dia menggunakan sihir udaranya untuk membuat badai angin.


Aku melihat sebuah angin badai menghampiriku. Em? Bukankah dia menggunakan sihir tingkat tinggi sebelumnya? Tapi kenapa dia menggunakan sihir tingkat menengah sekarang?


Aku mengamati wajah lawan yang kelihatan cukup lelah.


Ah~ Aku yakin dia sudah kehabisan banyak mana karena menggunakan sihir tingkat tinggi. Oleh karena itu dia menyerangku dengan sihir menengah.


Hmmm..ini terlalu mudah untukku.


Aku juga langsung mengeluarkan sihir yang sama. Hanya saja aku membuat lebih banyak badai angin. Ada enam badai angin yang kuarahkan ke tim lawan. Badai angin milikku mulai bertabrakan dengan milik lawan dan secara perlahan mengikis si badai tunggal. Setelah mengalahkan lawannya, enam badai kecil milikku melanjutkan tugas mereka untuk menyerang tim lawan.


Ketiga orang itu membeku saat melihat Eva mengeluarkan enam badai dengan sihirnya. Sihir ini bukan sihir tingkat tinggi. Tapi tetap saja menggunakan banyak sihir tingkat menengah dalam waktu bersamaan itu cukup gila. Mereka akhirnya sadar. Gadis kecil di depan mereka bukan gadis biasa.


"Sudah kubilang aku tidak bermain-main. Gadis kecil ini cukup sulit. Dia memiliki banyak sekali sihir aneh"


"..."


Dua orang lainnya tidak mengeluarkan suara. Tapi wajah mereka mulai serius.


"Baiklah, kita akan serius. Selesaikan ini dengan cepat" kata salah seorang dari mereka. Orang yang tersisa menganggukan kepala mereka sebagai respon.

__ADS_1


Merek pun segera menghindar dari sihir yang dibuat oleh Eva. Walaupun tubuh mereka penuh luka gores dan jubah mereka compang camping karena terpaan angin, mereka masih baik-baik saja. Karena dua orang dari mereka adalah penyihir cahaya, dalam sekejap luka mereka menghilang tanpa bekas.


Ketiga orang itu saling bertatapan sebelum akhirnya mengangguk kan kepala mereka. Kali ini mereka akan serius melawan gadis kecil ini. Mereka perlu menyelesaikan pertarungan sia-sia ini dengan cepat. Karena di sisi lain mereka bisa melihat sang ketua tim cukup kewalahan melawan Robert. Mereka harus segera datang membantu.


__ADS_2