Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Adik


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Eva berusaha menyembuhkan sang korban. Dia tidak tahu caranya, jadi dia hanya menuangkan mananya secara terus menerus ke tubuh bocah itu. Awalnya Eva tidak berharap banyak. Karena setelah beberapa kali mencoba, tidak ada perubahan sama sekali. Sehingga harapannya menjadi pupus.


Tapi tiba-tiba keajaiban terjadi saat dia menambahkan kapasitas sihirnya. Perubahan pun terjadi. Meskipun hanya perubahan kecil, Eva tetap senang. Dia meningkatkan sihirnya dan terus menuangkannya sampai akhirnya anggota tubuh yang hilang itu perlahan tumbuh. walau pun memerlukan waktu yang lama dan menguras tenaga, dia tetap senang dengan keberhasilannya. Dia ingin merayakannya, tapi tidak bisa karena dia mendapat panggilan dari ayahnya.


Hanya satu kalimat dari ayahnya, tapi itu membuat jantungnya berdegup kencang dan panik. Tanpa berpikir dia langsung meninggalkan akademi dan kembali ke villa.


***


Ahhhh! Ibuku akan melahirkan!


Aku akan punya adik. Ini benar-benar diluar dugaanku!


Maksudku, aku benar-benar tidak pernah membayangkan kalau ada karakter tambahan baru di novel ini.


Aku sebenarnya sedikit takut. Akankah para dewa menghilangkan adikku hanya karena dia karakter yang tidak diinginkan? Hanya karakter tambahan? Tidak! Aku akan tidak akan membiarkannya! Aku tidak akan membiarkan seseorang mencelakai adikku! Aku juga tidak akan membiarkan mereka mencelakai ibuku juga! Bahkan dewa sekali pun!


Aku benar-benar khawatir dengan keselamatan mereka berdua.


Dalam sekejap aku kembali ke vila yang ada di ibu kota dengan pikiran yang kacau. Ayah bodoh itu memberiku bola sihir sebelum aku pindah ke ibu kota. Jadi aku bisa melihat keadaan mereka dari bola itu.


Sebenarnya aku ingin kembali ke rumah utama dengan sihir teleportasi. Walaupun jaraknya cukup jauh dan mungkin akan menghabiskan seluruh sihirku tapi cara ini cukup baik untuk menutupi rasa cemasku. Aku benar-benar khawatir....sungguh khawatir....


Tapi kalau aku melakukannya, semua orang akan curiga karena hal seperti itu sangat tidak mungkin dilakukan oleh seorang anak kecil sepertiku.


hmmm....ayo kita ingat-ingat, kalau ada portal teleportasi disini, semuanya akan jadi lebih mudah.


Aku langsung menggeledah seluruh isi vila. Dan yang benar saja! Aku beruntung! Aku menemukan portal teleportasi. Tapi aku sama sekali tidak ingat kenapa portal teleportasi ini ada. Sama sekali tidak ingat. Tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tanpa pikir panjang aku langsung menyalankan portal dengan sihir dan masuk.


Setelah beberapa menit, akhirnya aku tiba di tempat tujuan. Titik tujuan ini tepat berada di halaman belakang vila utama. Tanpa pikir panjang aku langsung berteleportasi masuk ke dalam vila.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya duke dengan wajah terkejut. Awalnya duke menundukkan kepalanya dengan cemas, tapi dia kaget karena tiba-tiba melihat sosok yang dia kenal.


Aku juga kaget saat ayahku menegurku. Bukan karena perkataannya. Tapi karena sosok ayah bodoh itu saat ini. Wajahnya tampak pucat dan lusuh. Aku tidak melihat sedikit pun kegagahan dan kebijaksanaan dalam mimik wajahnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? tentu saja melihat ibuku!" kataku langsung. "Mana ibu?"


Wajah sang duke semakin redup saat aku menanyakan keberadaan ibuu. Apa yang terjadi? Jangan membuatku merasa cemas ayah bodoh!


"Apa yang terjadi?" aku bertanya lagi.


"Tidak terjadi apa pun....Aku tidak ingin apa pun terjadi saat ini..." jawab duke lirih. "Diana sudah lama sekali di dalam. Dan para dokter belum memberi kabar apa pun padaku. Normalnya hanya memerlukan waktu satu jam untuk melahirkan. Tapi mereka sudah tiga jam di dalam. Aku benar-benar khawatir..." duke menjelaskan dengan nada lirih sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak akan terjadi hal buruk apa pun pada ibu....tenanglah..." jawabku, tapi di dalam hati aku benar-benar khawatir.


"Tapi..."


Duke ingin mengatakan sesuatu yang pesimis lagi tapi tiba-tiba perhatiannya teralihkan.


Aku melihat beberapa orang mendatangi kami, dan kami berdua langsung menoleh.


"Bagaimana?" dengan cepat duke berpindah dan menghampiri orang-orang itu.


"Tenang saja, bayinya lahir dengan selamat. Nyonya memang sempat kehilangan banyak darah sebelumnya, tapi semua masa kritis sudah terlewati" jelas salah satu dari mereka.


Tanpa basa basi, duke langsung menyerobot masuk ke dalam ruangan.


Aku pun menyusul masuk ke dalam ruangan.


Aku melihat duke duduk di samping sambil mengengam tangan istrinya. Sementara Diana sibuk menatap bayi dalam pelukannya. Dia sedang memberinya ASI.


Pandangan Diana teralihkan saat dia melihat ada seseorang yang masuk dari pintu depan.


"Ah! Eva sayang~ Aku benar-benar tidak menyangka kau akan menyusul kemari~" sahut Diana lembut.


" em" Aku  tersenyum dan menghampiri mereka.


Aku memperhatikan benda kecil di pelukan ibuku. Tanpa sadar aku mengulurkan tanganku dan mengelus kepalanya.


"Bukankah adikmu sangat lucu?~" tanya Diana.

__ADS_1


Aku mengangguk "Em"


"Dia laki-laki, kelak kalau dia sudah besar, aku akan membuatnya menjadi ksatria yang melindungimu~"


UHUK! Pernyataan Diana membuatku sedikit tersedak. Bagaimana mungkin benda kecil ini melindungiku? Yang ada malah aku yang akan melindunginya kelak! Ck, ck, ck


Aku hanya cemberut, tapi tidak menjawab pernyataan Diana.


Aku melihat mahluk kecil yang meringkuk lemah di dalam pelukan ibuku. Aku benar-benar sedikit kasihan. Kira-kira sihir cahayaku bisa berguna tidak ya? Refleks, aku mengulurkan tanganku dan menuangkan sihir cahaya dengan kapasitas kecil. Aku melakukan ini karena tahu bahwa sihir cahaya tidak akan membahayakan siapa pun.


Setelah menerima sihir cahaya, mata mahluk kecil itu sedikit terbuka. Dan mata mereka pun bertatapan. Saat melihat mataku, mahluk kecil itu menggerakan tangannya ke atas.


Ah~ ternyata


"Siapa namanya?" tanyaku penasaran.


"Ah~ kami sempat memikirkannya tadi." respon Diana.


"Evan..." Duke yang selama ini tidak menjawab akhirnya berbicara. "Evan Van Court..." duke mulai mengangkat tangannya dan mengelus kepala bayi itu.


"Evan kah?" aku menaikkan alisku sambil berpikir. "Nama yang tidak buruk...aku cukup menyukainya"


Setelah memikirkan beberapa cerita penting di dalam novel, aku sama sekali tidak mengingat ada tokoh bernama Evan. Jadi kurasa semuanya baik-baik saja.


Lagipula Eva dan Evan...


Kami benar-benar terdengar seperti kakak beradik. Keren!


Diana harus banyak beristirahat dan dia saat ini sibuk menenangkan si bayi. Jadi setelah beberapa saat mengobrol, duke dan aku segera keluar dari ruangan.


"Kau tidak kembali?" tanya Duke.


"Aku akan kembali. Jaga baik-baik ibu dan mahluk kecil itu oke" jawabku.


Duke hanya mengangguk tanpa ekspresi.

__ADS_1


Haa~ benar-benar ayah yang dingin. Dia hanya menangapiku dengan datar. Bagaimana bisa ibuku bertahan bertahun-tahun dengan pria seperti ini?


Baiklah, aku kembali ke villa utama hanya karena ingin memastikan kondisi mereka. Setelah semuanya baik-baik saja aku akan kembali. Jadi aku segera menuju ke lingkaran transportasi dan kembali ke villa yang ada di ibu kota.


__ADS_2