
Anehnya para binatang sihir itu tidak menyerbu ke desa para elf. Mereka hanya menargetkan desa manusia. Karena desa elf dilindungi oleh pelindung sihir yang sangat kuat. Pelindung itu sudah berdiri ratusan tahun lamanya. Bahkan manusia yang memiliki kemampuan berpikir lebih tinggi tidak bisa menemukan desa elf. Tentu saja binatang sihir yang lebih bodoh tidak akan bisa mendeteksi desa elf yang tersembunyi di tengah hutan.
Kerajaan Well
Segerombolan binatang mulai mendekat untuk menyerbu masuk ke ibukota kerajaan. Jendral besar memimpin para prajurit untuk mempertahankan pintu gerbang. Sementara para penyihir mempertahankan kerajaan dari atas. Para prajurit sihir muda, masing-masing memimpin sekelompok prajurit di garis depan. Denis dan Jean memimpin garis depan berdampingan.
Pertempuran pun terjadi. Binatang sihir itu terus menerus datang dan tidak ada habisnya. Mereka kekurangan orang. Menyebabkan banyak prajurit gugur dalam pertempuran.
Lena dan Reina berada dalam ruang bawah tanah mereka saat kekacauan itu terjadi. Seakan-akan mereka tidak mempedulikan apa yang terjadi di dunia luar karena tempat ini sangat amam. Tapi gempa kecil yang terjadi karena serbuan para binatang juga mengganggu bagi mereka.
Lena dan Reina pun keluar dari tempat persembunyian mereka dan melihat bahwa seluruh penduduk di ibukota sudah dipindahkan. Lalu mereka juga bisa melihat pertempuran dahsyat yang terjadi dari jauh.
"Kau ingin membantu?" tanya Lena saat melihat ekspresi tidak nyaman Reina.
"Banyak orang yang terluka..." Reina tidak menjawab pertanyaan itu.
"Apa kau lupa perlakuan mereka padamu? Kau masih ingin mengejar pria itu?" pertanyaan Lena merujuk pada Denis yang sedang bertarung.
Ekspresi Reina sangat rumit. Dia tidak menjawab. Lagipula sebagai tokoh utama di dalam novel, dia benar-benar tidak memiliki pikiran jahat pada awalnya. Dia selalu mengejar Denis karena ayahnya selalu mendukungnya dan berkata bahwa dia bisa melakukan apapun yang dia mau, selama dia adalah penyihir cahaya. Tapi ayahnya tidak ada lagi sekarang. Lalu penyihir cahaya bukan hal yang spesial juga sekarang. Sehingga dia kehilangan kepercayaan dirinya.
__ADS_1
Dia tidak membenci Denis walaupun pria itu menghukum ayahnya. Lagipula ayahnya membunuh Raja negeri ini. Hanya ada satu orang yang paling dibencinya, yaitu Eva. Kalau bukan karena wanita itu, hidupnya tidak akan berakhir seperti ini. Ayahnya tidak akan berpikir untuk menjadi mata-mata dan dihukum. Dia juga tidak akan dilecehkan oleh orang lain karena kejahatan orang tuanya.
Padahal dia benar-benar berharap bisa hidup nyaman saat dia menjadi bangsawan. Mendapatkan suami tampan, hidup berkecukupan dan punya anak. Tapi keberuntungannya benar-benar buruk. Dan dia tidak berhasil mengikat pria manapun di sisinya. Kembali lagi, semua ini terjadi karena wanita genit itu. Yang memanipulasi semua pria di dekatnya.
"Haa, baiklah. Aku tidak akan menyalahkanmu. Kalau ingin membantu mereka silahkan. Lagipula kau tidak bisa membuat image mu lebih buruk dari ini" kata Lena.
Reina mengangguk pelan. Akhirnya dia menuju ke medan perang untuk menyembuhkan orang-orang yang terluka. Lena tidak ikut. Dia hanya menatap punggung Reina dengan tatapan tajam.
Pertempuran itu berlangsung selama enam jam. Denis berusaha keras untuk mengatur strategi agar binatang sihir yang tersebar tidak menyerang tembok pelindung ibukota secara acak. Saat peperangan selesai, dia benar-benar kelelahan.
Lena melihat sisa-sisa tubuh binatang sihir itu. Dia mengernyitkan keningnya dan mengambil sisa dari bangkai di depannya. Lalu mencium baunya. "Kenapa rasanya tidak asing?" gumamnya bingung. Tapi dia tidak menghiraukannya.
Sayn memobilisasi seluruh kekuatan organisasinya untuk melawan segerombolan binatang sihir itu. Tapi perlu diketahui, hampir dari mereka semua adalah penyihir berpengalaman. Sehingga mereka sangat kekurangan prajurit sihir. Mereka hanya memiliki beberapa prajurit untuk mempertahankan pintu gerbang istana.
Para jendral yang memimpin sekolompok prajurit, juga merupakan prajurit sihir yang kuat. Tetapi jumlah mereka tidak cukup. Sehingga Sayn memikirkan strategi bagaimana mereka bisa bertahan untuk melawan binatang sihir yang tidak ada habisnya ini.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk memasang lingkaran sihir skala besar dengan menggabungkan kekuatan beberapa orang. Dan hal itu efektif. Jumlah binatang sihir berkurang.
Mereka pun memasang tiga lingkaran sihir di tempat yang berbeda. Dan hal itu cukup membuat mereka kelelahan dan mana mereka habis. Tapi mereka berhasil bertahan walaupun hutan di sekitar mereka mulai hancur berantakan dan mereka kehilangan banyak sekali prajurit kerajaan.
__ADS_1
Menara Sihir
Gerombolan binatang sihir juga menyerang Menara Sihir yang letaknya tidak jauh dari Kerajaan Well. Tapi mereka beruntung. Jumlah binatang sihir yang menyerang mereka tidak sebanyak yang menyerang kerajaan lain. Dan binatang sihir itu menyerbu ke kerajaan Well karena merasakan bahwa manusia lebih banyak disana.
Menara Sihir memiliki beberapa lantai dan mereka memiliki banyak sekali penyihir pemula di tempat mereka. Para penyihir profesional seperti para Dean hanya bisa dihitung dengan jari.
Dean Wason mengaktifkan sihir pelindung yang melindungi seluruh Menara. Sehingga binatang-binatang itu tidak menyerbu masuk ke dalam wilayah mereka. Tapi pelindung itu tidak akan bertahan lama sehingga mereka harus menyerang.
Robert dan Dean lainnya memimpin para penyihir untuk menyerang para binatang sihir. Mereka menyerang dari jarak jauh menggunakan sihir mereka. Mereka bertarung dari balik penghalang. Tidak ada yang berani maju ke depan karena mereka bukan prajurit sihir. Dan perlu diketahui tubuh para penyihir sangat lemah. Kalau pelindung sihir mereka rusak, mereka pasti akan mati kalau menerima serangan langsung.
Pertempuran itu terjadi lebih lama karena mereka harua bertarung dari jauh. Serangan mereka tidak terlalu kuat untuk menghancurkan banyak kawanan sekaligus. Dan mereka yang sudah kehabisan mana harus meminum ramuan sihir agar mana mereka kembali. Tetapi mereka menjadi kelelahan dan stamina mereka menurun.
Delapan jam pertarungan, mereka akhirnya berhasil. Tidak ada korban jiwa di pihak mereka. Tapi mereka beruntung karena kawanan binatang sihir itu tidak sebanyak yang menyerang kerajaan Well. Dan pelindung sihir yang mengelilingi Menara mereka juga rusak.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Charlotte. Dia fokus menyembuhkan beberapa orang yang terluka karena serangan udara dari beberapa binatang sihir.
"Aku juga tidak mengerti" jawab Robert. Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
"Sesuatu yang besar akan terjadi..." gumam Dean Wason sambil menatap langit.
__ADS_1