Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 3. Hutan Berbahaya


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Terjadi konflik antara Vivian dan Marquis Zent. Marquis Zent juga semakin membenci Vivian. Lalu Eva dan Denis juga berdebat sehingga hubungan mereka semakin renggang.


***


Semenjak kejadian di pesta ulang tahun putra mahkota, aku selalu merenung. Bagaimana aku harus menghadapi Denis saat aku bertemu dengannya di akademi?


"Ah terserah..." aku bergumam malas karena terlalu banyak berpikir. Aku akan membiarkan semuanya terjadi seperti biasa. Lagipula aku hanya perlu berpikir kalau aku ingin bertemu dengan putra mahkota itu. Aku hanya berharap aku tidak akan bertemu dengannya. Aku sama sekali tidak mau menemuinya.


Keesokan harinya, Aku menghadapi hari seperti biasa. Aku kembali ke akademi setelah berpamitan dengan orang tuaku. Orang tuaku juga memutuskan untuk kembali ke mansion lama mereka.


Lalu aku juga mendengar kabar angin saat aku melewati para pelayan dan rakyat bahwa ada binatang sihir yang mengamuk di dekat pemukiman warga di hutan barat. Rumor mengatakan bahwa itu binatang sihir level 6 karena meluluntahkan seluruh hutan. Aku tidak terlalu memperhatikan beritanya. Tapi binatang sihir ya...Aku hanya bertemu binatang sihir saat aku berada di perkemahan itu.


Saat kembali ke akademi, aku menghabiskan sebagian besar waktuku di perpustakaan. Karena kami harus menyelesaikan tugas dari guru Wilson dalam seminggu.


Aku saat ini fokus menatap kertas-kertas elemen di depanku. Aku agak takut untuk menggunakan sihir selain api dan air, karena aku takut terlihat orang lain saat sedang berlatih. Tapi aku tidak bisa menahan rasa penasaranku untuk mencobanya. Atau aku kembali ke mansion saja dan mencobanya disana? Tapi aku takut kejadian 'golem' itu kembali terulang karena aku melakukan percobaan sihir. Aku takut kalau aku menghancurkan rumahku lagi.


Aku berpikir untuk mencari tempat yang sepi dan berlatih sihir. Tapi dimana? Perpustakaan ini termasuk tempat yang sunyi dan sepi, tapi tidak mungkin melakukan percobaan sihir disini.


Ah! Aku benar-benar bodoh! Bukankah aku mendengar rumor tentang bintaang sihir itu. Aku bisa berlatih di hutan bukan? Aku bisa berburu binatang sihir level rendah! Itu terjadi kalau aku menemukan para binatang sihir itu!


"Hutan barat ya..." aku bergumam ragu. "Aku harap binatang sihir level 6 itu sudah pergi dari hutan..."


Kalau pun binatang sihir level 6 itu masih ada, aku membawa alat sihir untuk melarikan diri. Agar aku bisa kabur disaat-saat darurat.


Aku pun keluar dari perpustakaan, menggunakan sihir terbang menuju ke hutan barat. Jujur saja, aku belum pernah pergi ke hutan ini.


Ibu kota dikelilingi oleh empat hutan sesuai arah mata angin. Ada hutan barat, timur, selatan dan utara. Gerbang ibu kota berada di sebelah utara. Jadi hutan yang kulintasi dengan kereta waktu itu saat menuju ibu kota adalah Hutan Utara. Lebih tepatnya daerah kekuasaan Duke Court berada di Bagian Utara Kerajaan.


Hutan Barat merupakan hutan yang sangat dekat dengan pertanian warga. Dan hutan yang terdekat dari ibu kota. Hanya perlu beberapa menit untuk sampai ke sana kalau menggunakan sihir. Hutan itu cukup kecil karena terputus oleh akses jalanan. Bisa dikatakan bahwa hutan barat itu sama sekali tidak berbahaya. Hanya ada beberapa jenis binatang sihir level rendah disana. Karena itulah, warga agak kaget saat binatang sihir level 6 itu muncul dan menghancurkan hutan. Mereka takut binatang itu akan menghancurkan pertanian dan rumah-rumah mereka.


Aku melirik hutan barat yang berada di bawahku. Hutan ini lumayan rimbun dan berbatasan dengan beberapa hektar perkebunan dan sawah. Aku terbang maju ke tengah hutan. Dan aku melihat kekacauan yang disebabkan oleh binatang sihir itu. Ini cukup kacau. Hampir seluruh pusat hutan hancur. Pohon-phon yang rusak dan tanah yang berlubang dan retak.


SHUUU! Aku mulai turun.


'Kenapa binatang sihir itu mengamuk?' aku masih berpikir saat melihat sekitarku. Dan seharusnya raja mengirimkan beberapa orang untuk berjaga di tempat ini bukan? Tapi aku tidak melihat satu pun pengawal atau prajurit kerajaan. Apa Raja terlalu meremehkan binatang sihir itu? Atau binatang sihir itu nomaden dan sudah berpindah ke hutan lainnya?


"Tapi tempat ini sangat cocok"

__ADS_1


Aku melihat sekeliling tempat hancur ini. Ini benar-benar ideal untuk berlatih sihir. Aku tidak perlu khawatir tentang penghancuran properti.


Aku mengeluarkan keenam kertas itu dari ruang dimensi dan meletakkan secara berjejer di depanku. Sebenarnya mengeluarkan mantra lanjutan menggunakan kertas ini agak lebih sulit dari cara yang biasa. Karena kertas elemen ini tidak seimbang.


Aku mengambil kertas elemen api dan mulai mengedarkan mana itu pada kertas. Aku ingin menggunakan sihir api "burst". Dalam sekejap kertas elemen itu sudah dikelilingi mana berwarna merah. Aku melempar kertas itu ke depan dan BOOOMM! Sihir api meledak dan mulai membakar area sekitarnya.


"Ini lumayan mudah" kataku meremehkan.


Aku bukannya cukup sombong oke. Latihan yang diberikan Robert dan Dean Cristal lebih sulit dari ini. Bahkan aku harus mengeluarkan pikiranku sampai berhari-hari untuk bisa menguasai satu mantra.


Setelah mencoba sihir api, aku mulai mencoba sihir lainnya. Dan aku bisa mendengar suara BOOM! BRAKK! di sekelilingku yang menandakan bahwa mantra lanjutanku berhasil.


Hutan itu sangat kacau. Semakin Eva bermain-main dengan sihirnya disana. Tempat itu benar-benar lebih kacau dari biasanya. Retakan tanah semakin banyak dan serpihan pohon tersebar dimana-mana.


Lalu, sisa satu sihir yang belum aku gunakan. Ini adalah sihir gelap. Aku sebenarnya ingin menggunakan mantra lanjutan yang aman seperti aura dan yang lainnya. Tapi aku sangat penasaran apakah aku bisa membuka lubang hitam itu dengan kertas elemen ini. Walaupun sudah diperingati berkali-kali untuk tidak menggunakan dan berlatih sihir lubang hitam itu. Aku tetap tidak peduli. Aku berlatih sihir itu diam-diam tanpa sepengetahuan Robert. Yah, tapi aku hanya berlatih sembunyi-sembunyi dan tidak berani menunjukkannya pada orang lain.


Walaupun aku selalu penasaran dan bersemangat, aku harus bisa memilah hal yang membahayakan dan yang tidak.


Aku menatap kertas elemen berwarna gelap di depanku. Aku ragu untuk melatih sihir gelapku. Tapi aku ingin. Setelah lama berpikir, aku memutuskan untuk bermain aman. Aku kira aku akan menggunakan mantra sihir yang tidak berbahaya untuk berlatih.


Aku melirik sekelilingku, memperhatikan bahwa tidak ada orang di dekatku. Aku juga menggunakan mantra pendeteksi untuk berjaga-jaga. Dan aku tidak merasakan siapa pun. Aku kira aku aman untuk saat ini.


Saat aku mulai menggunakannya.


ZOOM! Aura hitam keluar dari tubuhku. Ini menakjubkan....


Tapi ada yang aneh? Kenapa aura ini terus melebar?


Aura gelap keluar dari tubuhku dan terus melebar menyelimuti hutan. Aku merasakan perasaan tidak enak. Bukankah ini agak berbahaya?


Jadi aku cepat-cepat membatalkan mantra sihirnya. Kalau aura ini terus menyebar, bukankah keberadaanku akan diketahui?


Menurut deskripsi di buku, aura yang muncul hanya mengelilingi tubuh. Tapi kenapa aura milikku menyebar seperti itu?


Note: Eva tidak tahu bahwa dia memiliki kapasitas mana yang besar. Besarnya jangkauan aura yang digunakan itu tergantung seberapa besar kapasitas mana si penyihir. Karena kapasitas mana milik Eva besar, dia bisa menyelimuti seluruh hutan dengan aura gelapnya.


Aku kira hari ini cukup sekian. Aku sudah berlatih beberapa dan ini tidak sulit. Aku bisa lulus ujian dari guru Wilson dengan mudah.


Saat aku hendak pergi dari hutan, aku merasakan bahwa ada banyak orang yang menuju kemari. Orang-orang itu terdeteksi oleh sihir pendeteksi yang kusebarkan di sekitar hutan.

__ADS_1


Aneh? Kenapa orang-orang itu kemari?


Aku mencoba menyembunyikan auraku dan bersembunyi di semak-semak terdekat.


Lalu aku melihat beberapa penduduk desa datang beramai-ramai dengan membawa senjata.


"Ya Tuhan!! Bagaimana bisa tempat ini menjadi lebih hancur!"


"Pantas saja aku mendengar suara ledakan!"


"Apa binatang sihir itu datang lagi?"


"Bagaimana ini? Kita sudah melapor ke kerajaan, tapi belum ada respon..."


"..."


Aku terdiam di semak-semak sambil mendengar perkataan mereka.


"Lalu dimana binatang sihir itu?"


"Ini aneh? Kenapa dia hanya menghancurkan daerah ini?"


"Mungkin dia membencinya?"


"Kasian...hutan ini sama sekali tidak bersalah...Aku prihatin melihat pepohonan yang sudah hancur berkeping-keping...Masih bisa digunakan untuk membuat perabotan"


Wajahku memerah karena malu. Aku yang menyebabkan kehancuran karena sedang berlatih. Tapi hutan ini kan memang sudah hancur oke. Aku juga tidak tahu bahwa sihir yang kulempar sembarangan benar-benar terdengar sampai ke pemukiman penduduk.


"Haa~" aku menghela napas lelah.


"Kelihatannya aku harus kembali ke asrama."


Kalau aku tetap disini, aku akan ditemukan para penduduk itu. Aku tidak akan tahu apa yang terjadi kalau ditemukan bahwa aku adalah pelakunya.


Jadi secara perlahan aku mulai mengedarkan mana dan terbang. Lebih baik terbang secepat mungkin agar tidak meninggalkan jejak.


Bahkan sampai sekarang para penduduk tidak tahu bahwa hutan barat yang hancur disebabkan oleh dua orang manusia. Raja juga tidak bisa mengatasinya karena kehancuran itu disebabkan oleh putranya, dan dia lebih memilih untuk tutup mulut tentang keberadaan rumor itu.


Semenjak kejadian itu, hutan barat yang dikenal sebagai hutan yang paling aman dan ramah semakin dijauhi. Semua orang menganggap bahwa ada binatang sihir misterius yang berada di sana dan bersembunyi. Binatang sihir itu dapat mengamuk kapan pun dia mau. Lalu hutan barat mendapat julukan baru sebagai "hutan berbahaya" dan sekarang sangat dihindari untuk dikunjungi.

__ADS_1


__ADS_2